Friday, July 31, 2026

Presiden: Tentara dan Polisi Wajib Merawat Rumah dan Toko Rakyat!

 

Ilustrasi Chatgpt 

"Sodara-Sodara! Pemegang kekuasaan tertinggi adalah rakyat. Mereka sudah bayar pajak. Jadi mereka adalah raja. Tentara dan polisi merupakan abdi rakyat. Maka, tugas tentara dan polisi melayani rakyat termasuk merawat rumah dan toko mereka!" Presiden dengan tegas mengatakannya di hadapan para menteri dan wakil menteri di Istana Negara.

Ini menjadi tugas baru bagi kedua institusi tersebut. Dan, sejak saat itu para tentara dan polisi terjun langsung ke lapangan. Setibanya di rumah dan toko rakyat, mereka segera merawat satu per satu tanpa kenal lelah. 

Itu mereka lakukan setiap hari. Mulai dari mencabut rerumputan liar di halaman, menyapu hingga bersih, mengepel lantai, mengecat dinding yang kusam, hingga mengganti atap rumah dan toko dengan ijuk.

Bahkan, ketika ada petugas koperasi biru kuning hendak menghancurkan sebuah toko kelontong terkait Aturan B, tentara dan polisi langsung menembak mati para petugas tersebut di tempat. 

Sekadar informasi tambahan, Aturan B atau sering disebut AB Mix merupakan sebuah aturan khusus bahwa tidak boleh berdiri toko kelontong dalam jarak 1 kilometer dari koperasi biru kuning. Aturan tersebut dikeluarkan langsung berdasarkan peraturan presiden di Negara Moyndut itu. 

Melihat kinerja tentara dan polisi yang luar biasa di lapangan, presiden mereka yang bernama Atir Rahaj itu pun langsung menaikan tunjangan kinerja (tukin) di dua institusi tersebut hingga 500 persen. 


Survei IKN: Kepuasan Publik terhadap Presiden Tembus 158%

 

Ilustrasi Chatgpt 

Setelah melakukan survei nasional, Ikatan Kerja Nasional mewartakan bahwa hasilnya sungguh memukau hati. Angkanya begitu sangat fantastis. Benar-benar di luar logika.

Pada semester pertama 2026, tingkat kepuasan masyarakat terhadap Presiden Pascabawang Sebatang mencapai 158%. Angka itu membuat hampir semua orang bertanya-tanya, dari mana 58% itu didapatkan. Sebagian pihak berpendapat kelebihan angka tersebut diperoleh dari para makhluk astral yang juga ikut mendaftar sebagai responden sukarela. 

Sementara itu, sama sekali tidak ada responden yang menyatakan tidak puas. 

Direktur Eksekutif IKN, Dr. Kudapan Siang Eng, M.Si, mengatakan tingkat kepuasan publik itu sangat erat kaitannya dengan kebijakan pemerintah, terlebih janji-janji yang masih menjadi harapan banyak orang. Tingginya rasa penasaran publik itulah yang membuat mereka puas. Masyarakat menjadi sangat senang dengan narasi sang presiden dan mereka menanti-nanti akhir ceritanya akan seperti apa. 

Mengenai waktu pelaksanaan, survei ini dilakukan pada 15 sampai dengan 31 Juli 2026. Responden yang dilibatkan berasal dari seluruh provinsi yang ada di Republik Youngda. Mereka diwawancarai tatap muka langsung dan juga digunakan verifikasi digital.


Orang Indonesia Adalah Manusia Berkemajuan yang Rajin! Percayakah?

 

Sumber gambar: Wikipedia 

Terkadang terdengar selentingan, "Orang Indonesia malas." Benarkah? Kalau memang malas, lalu malas dalam hal apa? Malas belajar Berarti rajin tidak belajar. Malas berolahraga? Artinya rajin mager. Tapi, bukan hal demikian yang akan dibahas dalam artikel pendek ini.

Lantas? 

Membahas yang benar-benar rajin untuk menjadi maju. Benar, rajin belajar, rajin bekerja, dan rajin-rajin positif lainnya. Sudahkah dilakukan orang Indonesia? Jawabnya sudah. Buktinya? Salah satunya adalah orang-orang Indonesia di Muhammadiyah.

Organisasi terkaya di Indonesia ini sudah membuktikan kiprahnya yang luar biasa. Bukan hanya di Indonesia dengan seabrek keistimewaannya, tetapi juga di luar negeri. 

Sebutlah misalnya pembelian gereja-gereja di Eropa untuk dijadikan masjid. Begitu pula dalam dunia pendidikan di luar negeri. Dan, yang terbaru, Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Britania Raya dan Irlandia resmi menjadi organisasi Indonesia pertama yang diterima sebagai anggota Muslim Council of Britain (MCB). 

Nah, MCB ini merupakan lembaga independen dan menjadi payung muslim terbesar yang menaungi lebih daripada 500 masjid, lembaga pendidikan, badan amal, serta organisasi profesi muslim di Britania Raya.

Dengan diterimanya Muhammadiyah di MCB, maka menjadi sebuah pengakuan atas kiprah dakwah orang-orang Indonesia di tingkat internasional. 

Dengan bukti di atas, masihkah orang Indonesia disebut malas? 


Thursday, July 30, 2026

Kopdes Jauh dari Permukiman untuk Melindungi Toko Kelontong?

 

Ilustrasi Pixabay 

Entah benar atau tidak, berembus informasi bahwa tidak boleh ada toko kelontong dalam jarak radius 2 kilometer dari koperasi desa merah putih (KDMP) milik pemerintah. 

Itu sungguh sangat ironi karena yang diharapkan adalah dukungan pemerintah terhadap usaha kecil dan menengah. Bukan malah sebaliknya. 

Nah, memperhatikan regulasi itu, mungkin orang-orang yang ditugasi mendirikan KDMP merasa iba. Mereka prihatin terhadap nasib rakyat kecil kala perekonomian sedang tidak baik-baik saja.

Itulah sebabnya, ada kemungkinan orang-orang baik ini sengaja memilih area pendirian KDMP jauh dari permukiman warga. Ya, lebih daripada 2 kilometer. Ada yang di lereng gunung, dan tengah hutan, misalnya. Dengan demikian, maka toko-toko kelontong tetap aman. Para pelaku usaha tersebut pun bebas beroperasi dengan leluasa. 

Tapi, dugaan di atas tidaklah pasti benar. Namun dengan melihat fenomena di lapangan, lokasi-lokasi KDMP yang seperti itu sungguh sangatlah strategis untuk tumbuh kembangnya toko-toko kelontong di Indonesia. 

Pria Masa Lalu yang Menjadi Presiden 2024--2029

Ilustrasi Pixabay 

Sebuah lorong waktu mengantarkan seorang pria tua sampai pada masa sekarang. Dia dilahirkan pada tahun1293. Ketika tentara dari Dinasti Yuan sampai di tanah bekas kekuasaan Singosari, dirinya berlari ke tempat yang dianggapnya aman. Sebuah gunung. Ya, Gunung Bromo. 

Tubuh tuanya itu dia paksa untuk terus berjalan menapaki jalan berliku. Kadang melewati hutan, terkadang tepian sungai, dan tak jarang melintasi jalan padat penduduk. Setiap kali dia bertemu orang, dirinya langsung mengatakan pasukan Yuan sudah mendarat di pulau mereka. Sebagian orang bergegas menyelamatkan diri. Ada.yang mengikuti jejak pria tersebut, ada juga yang menuju arah lain.

Tak lama setelah kepergiannya, terjadi peperangan dahsyat antara pasukan Yuan yang dipimpin Kubilai Khan plus pasukan Raden Wijaya melawan pasukan Kerajaan Kediri. 

Singkat cerita si pria tua sampai juga di puncak Bromo. Entah bagaimana ceritanya, sebuah cahaya mendekatinya dan membawanya terbang dan menghilang dari pandangan para pengungsi lainnya. 

Tingkat kecepatan dalam perjalanan bersama cahaya itu sangat di luar nalar. Lebih kurang dua menit, dirinya mendarat di tempat asing. Benar-benar asing. 

Dia bingung melihat mobil, pesawat terbang, kereta api, dan lainnya. Akan tetapi, lambat laun dirinya terbiasa dengan segala keganjilan itu. Bahkan, dirinya cepat bergaul dengan orang-orang yang baru ditemuinya.

Sekitar satu tahun berikutnya dia akrab dengan sebuah partai politik. Lama-kelamaan, dirinya dipercaya partai tersebut mencalonkan diri sebagai calon legislatif, tapi gagal. Kemudian mencalonkan diri menjadi walikota dan lagi-lagi gagal. Setelah lima tahun selanjutnya dia dipercaya menjadi calon presiden. Tiga kali menjadi calon presiden selalu gagal. Dan, pada usianya yang sudah manula, akhirnya dia terpilih sebagai presiden di Republik Bakuha Duki. 

Sesuai dengan masa lalunya dari zaman dulu, maka semua program yang dijalankannya sangatlah kuno. Dengan kata lain tidak kekinian. Contohnya program menggunakan atap dari ijuk, program penggunaan ikat kepala dari kulit pohon, program ngasih makan para prajurit, dan segala kekunoan lainnya.

Rakyat pun dibuat pusing tujuh keliling dengan program-program tersebut. Tapi, apa boleh buat? Rakyat terpaksa mengikutinya.

Pulau Dayak Gelap? Adakah Kejanggalan Padamnya Listrik Setiap Hari di Sini?

Ilustrasi Chatgpt 

Sebagian orang menyebut Pulau Kalimantan dengan nama lain, yakni Pulau Dayak. Nah di pulau ini, ada pemadaman listrik setiap hari. Hah?! Setiap hari?

Benar! Setiap hari rakyat di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah menjadi "penderita" atas tragedi pemadaman listrik oleh PLN Kalsel-Teng sampai (prediksi) akhir September 2026. Akibatnya? Tentu saja kerugian massal. Mulai dari level rumah tangga hingga perekonomian rakyat. Sebutlah contohnya banyak ternak ayam yang mati akibat pemadaman ini.

Lantas apa sebenarnya penyebab listrik dipadamkan setiap hari di Kalsel dan Kalteng? 

Konon, menurut informasi dari pihak PLN, penyebab utamanya adalah adanya "gangguan teknis" di tiga pembangkit listrik tenaga uap. 

Pertanyaan selanjutnya, apa yang menjadi penyebab gangguan teknis tersebut? 

Hingga detik ini belum ada jawaban dari pihak PLN, baik lokal, maupun pusat untuk pertanyaan terakhir di atas. Ya, hanya dikatakan ada gangguan teknis. Itu saja. Titik!

Pertanyaan lainnya, adakah tampak kejanggalan dalam penjelasan mereka? 

Kalau diperhatikan, muncul pertanyaan sederhana, mengapa gangguan teknisnya terjadi secara bersamaan? Dengan kata lain, kok berjamaah? Mungkinkah? 

Adapun tiga PLTU yang dimaksud PLN itu adalah, PLTU Asam-Asam, PLTU Stagen, dan PLTU Tabalong. Dan, setelah PLN pusat mendapatkan lawatan oleh para delegasi dari Kota Banjarmasin, durasi pemadaman pun menjadi lebih pendek. Yang semula enam jam lebih menjadi sekitar tiga jam pemadaman. Dari sini muncul lagi pertanyaan-pertanyaan baru. Misalnya, mengapa bisa dikurangi durasinya padahal gangguan teknis di tiga pembangkit listrik tersebut belumlah beres? Ini seakan-akan sudah beres sehingga memunculkan pertanyaan lain, apakah selama ini tiga pltu itu memang tidak mengalami gangguan teknis? Lantas, apa penyebab sebenarnya pemadaman listrik setiap hari di Kalsel-Teng ini? 

Dari pantauan di lapangan, banyak pihak menduga penyebabnya karena ketersediaan batu bara yang menipis. Pembelian bahan pembangkit listrik itu terkendala lantaran uangnya dikorupsi. Ada juga yang berpendapat  hal itu disebabkan oleh efesiensi anggaran demi keberlangsungan MBG dan Kodes Merah Putih.

Ah! Apa pun itu, terpenting pemadaman listrik setiap hari di Kalsel dan Kalteng segera berakhir. Begitu pula dengan tanggung jawab PLN terhadap kerugian yang telah dialami rakyat terdampak pemadaman listrik oleh mereka harus secepatnya diselesaikan. Rakyat perlu kesejahteraan dalam hal listrik, bukan sebaliknya.

Wednesday, July 29, 2026

Presiden: Hai Antek-Antek Pajak! Pergi Kalian dari Negara Kami!

Ilustrasi Pixabay 

Begitulah yang sering disuarakan Presiden Bo Bi To dalam setiap pidatonya. Pria berkumis tebal dan berbandan kerempeng itu sangat benci dengan yang namanya pajak.

Baginya, pajak adalah istilah lain dari pembunuhan rakyat. Dirinya juga tak jemu-jemu mengatakan bahwa ketika rakyat berusaha mati-matian bekerja, maka pemerintah haram memalak hasilnya meskipun hanya sedikit.

Itulah sebabnya, dirinya selalu berusaha mendapatkan laba dari setiap perusahaan milik negara yang dia pimpin. Perusahaan-perusahaan tersebut selalu mendapatkan pengawasan ekstra darinya. Jika terjadi penyelewengan di bidang keuangan perusahaan,.misalnya, hukuman berat akan dijatuhkan kepada pelakunya. Alhasil, tak ada lagi yang berani mengulangi perbuatan serupa.

Dengan demikian, keuntungan bersih selalu jauh di atas pengeluaran. Dari situlah segala pembiayaan negara dapat dilakukan tanpa memungut pajak rakyat. Bahkan, Presiden Republik Merekah itu tak jarang menyuruh  orang-orang yang mendukung pajak atau yang disebutnya sebagai para antek pajak segera pergi dari negara tersebut. Para antek pajak ini menginginkan pendapatan yang lebih besar untuk negara. Tujuannya agar gaji mereka bisa lebih banyak lagi. Padahal mereka sudah menerima uang dalam jumlah fantastis setiap bulannya.


Tuesday, July 28, 2026

Iblis: Ekonomi Negaramu Lampaui Jerman, Perancis, dan Inggris

 

Ilustrasi: Chatgpt 

Setelah bersemedi di ruangan khusus, Presiden Benyaminggar akhirnya ditemui guru kejiwaannya. Tidak main-main, sang guru ini bukan dari kalangan manusia. Benar, dari kalangan makhluk halus. 

Para pengamat spritual menyebutnya iblis Wobi. Makhluk itu bersemayam di sebuah kendi yang terbuat dari logam mulia berhiaskan intan dari Afrika. Setiap malam, kendi tersebut disucikan oleh Presiden Benyaminggar di ruangan khusus miliknya.

Penyucian itu bukan tanpa sebab. Sang presiden melakukannya untuk mendapatkan petunjuk. Ya, dari gurunya yang menjelmakan diri sebagai pria tua dengan tubuh kurus kerempeng. 

Petunjuk yang diberikan beraneka ragam. Mulai dari pemasangan genteng merah muda di rumah-rumah penduduk, pendirian koperasi kota indah, melanjutkan program minum berbayar daun keladi, hingga yang terbaru. 

Apa yang terbaru itu?

Dikatakan oleh Iblis Wobi di hadapan muridnya itu, "Ekonomi negaramu akan melampaui Jerman, Perancis, dan Inggris. 

Tak ayal, sang presiden pun berteriak gembira sambil berjingkrak-jingkrak kegirangan. Lalu, tanpa buang waktu lama, keesokan harinya dirinya langsung berpidato. 

"Para pengamat memprediksi bahwa ekonomi negara kita akan melampaui tiga negara besar. Ketiganya adalah, Jerman, Perancis, dan juga Inggris.."

Dan, seperti biasanya, setiap perkataannya segera disambut tepuk tangan meriah oleh para pendengar setianya.

Monday, July 27, 2026

Listrik Padam Setiap Hari di Kalimantan Selatan, Demi Rakyat?

 

Ilustrasi: Chatgpt 

Apakah kerugian yang ditanggung pengguna listrik PLN merupakan bagian dari upaya menyejahterakan rakyat? Sebutlah peternak yang mengalami kerugian hingga Rp250 juta akibat lima ribu ayamnya mati saat listrik padam, misalnya. Ini sungguh sangat memperihatinkan. 

Entah apa pun alasannya, pemadaman listrik idealnya tidaklah setiap hari. Terlebih durasinya lebih daripada lima jam nonstop. Ini sangat merugikan rakyat pengguna listrik PLN. 

Alih-alih untuk menyejahterakan rakyat, pemadaman listrik di Kalimantan Selatan menjadi penyebab rakyat kian sengsara di tengah badai PHK, melemahnya nilai tukar rupiah, mahalnya barang dan jasa, serta kesulitan ekonomi lainnya.

Lantas adakah solusi pemerintah pusat terhadap kondisi di Kalimantan Selatan?

Jika pertanyaannya demikian, hingga saat ini belum terlihat gebrakan hebat untuk mendorong usaha penghentian pemadaman listrik tersebut. Yang jelas terlihat hanyalah seputar program makan bergizi gratis dan koperasi desa merah putih. 


Saturday, July 25, 2026

Bukan Laporan, tapi Presiden Mendapatkan Perintah dari Bos Besar

Ilustrasi: Pixabay 

Banyak pihak mengira Presiden Kayabayi yang memimpin Republik Ragatusuk itu menerima laporan palsu. Ya, dugaan yang dialamatkan kepada para menterinya tersebut terlihat benar adanya. Akan tetapi, sebenarnya mereka tidak pernah memberikan laporan seperti itu.

Sejatinya segala sesuatu yang akan ditampilkan sang presiden harus sesuai arahan bos besar. Benar, segalanya, termasuk perkataan dalam setiap pidatonya. Sebutlah contohnya tentang dunia pertanian. Atas perintah atasannya tersebut, dia pun berkata bahwa para petani sering berangkat keluar negeri. Atau, dituturkannya pula, pengusaha penggilingan padi meraup untung sampai dua trilyun. Padahal kalimat-kalimat tersebut tidaklah benar.

Lantas mengapa bos besar memerintahkan sang presiden berkata-kata yang berlawanan dengan fakta di lapangan? 

Tentu saja untuk melawan kritik dari para pengamat andal. Bos besar tidak mau rakyat Ragatusuk terpengaruh dengan kebenaran yang disampaikan para pengamat itu. Sudah bisa ditebak bagaimana kalau seandainya rakyat percaya. Rakyat di sana akan bereaksi keras. Lalu mereka mengadakan demonstrasi besar-besaran yang berujung lengsernya kekuasaan bos.besar melalui presiden bonekanya.


Friday, July 24, 2026

Londo Ireng Sekarang Berbaju Presiden

Ilustrasi: Chatgpt 

"Sangat memperihatinkan sekali Jokembung menjadi presiden di Negara Jati."

"Presiden sebelumnya aja memecat dia dari jabatan Direktur Penggudulan Hutan."

"Eh sekarang malah jadi orang nomor satu di sana."

"Yaaaah sungguh aneh para pemilihnya."

"Mau aja dikasih makan janji-janji manisnya dalam kampanye hitam legam.'

"Benar, hitam. Dia itu hitam. Istilahnya Londo Ireng."

"Ya, ya, dirinya memang Londo Ireng sang pengkhianat bangsa di sana. Dia tunduk kepada Amerina Bersatu, Pelancis, dan, Rukia, misalnya. Apa pun yang mereka minta pasti akan dipatuhinya."

"Termasuk gabung organisasi yang mendukung Isriwil."

"Juga menyediakan pangkalan militer untuk negeri Paman Dam itu di negara yang dipimpinnya."

"Parah sekali."

"Padahal usianya udah tua banget, tapi masih doyan banget urusan duniawi."

"Seharusnya di usia lanjut seperti itu dirinya sering-sering instrospeksi diri. Berbuatlah yang terbaik untuk rakyat. Bukan malah mengorbankan rakyat demi asing."

"Namanya aja Londo Ireng sang pengkhianat bangsa. Jadi, yaaa begitulah adanya."

***

Thursday, July 23, 2026

Presiden: Negara Mana yang Serusak Kita?

 

Ilustrasi: Chatgpt 

"Negara kita sudah sangat rusak. Koruptor di mana-mana. Mulai dari tingkat ketua rt hingga presiden. Ya, saya sendiri merupakan perusak pegara ini dengan menjadi dalang korupsi. Saya perintahkan menteri-menteri saya untuk korupsi dan hasilnya saya yang menikmati. Sementara mereka dihukum. Tapi, tenang saja! Mereka hanya dihukum ringan. Setelah hari pertama masuk penjara pun langsung bisa meninggalkan sel secara diam-diam. Lalu akan mendapatkan pengurangan masa kurungan."

Begitulah perkataan jujur Presiden Wong Tong saat diwawancarai banyak wartawan di Istana Negara. Ya, presiden berjuluk Raja Joget itu memang terkenal gemar blak-blakan. Dirinya tidak suka menyembunyikan keburukannya sendiri dan juga keburukan anak-anak buahnya. 

Selain korupsi, Republik Halusinasia itu dirusak dengan penghamburan anggaran belanja negara secara brutal oleh Sang Raja Joget itu. Contohnya program makan kue kering gratis. Program ini sungguh menelan anggaran yang sangat besar. Parahnya lagi, untuk bisa menjalankannya, terjadi pemotongan anggaran di setiap sektor yang ada.  Misalnya pemotongan anggaran di Perpustakaan Pusat Negara. Dengan pemotongan tersebut, pihak perpustakaan tidak bisa lagi menyalurkan buku-buku ke daerah pelosok. Sehingga, warga di sana tidak bisa membaca buku-buku baru dan hasilnya tidak ada peningkatan pengetahuan di dalam otak mereka. 

Mengenai pajak? Pajak di sana begitu mencekik rakyat. Atas perintah Presiden Wong Tong, petugas pajak mengejar rakyat yang belum bayar pajak hingga di dalam toilet sekalipun. Rakyat di negara itu bagai buronan kelas kakap. Jika tak mau bayar pajak, yang bersangkutan akan dipenjara. 

Sungguh negara tersebut sudah sangat rusak. 


Wednesday, July 22, 2026

Saya HARUS Bakar Duit dengan Aktivitas Apa LAGI? BANGUN UNIVERSITAS!

Ilustrasi: Pixabay 

"Baik, Tuan. Saya akan segera membangun universitas baru."

"Kalau kamu bingung universitas apa, namai saja Universitas Lansia. Gunanya untuk mencetak para pemimpin berusia tua seperti dirimu."

"Siap, Tuan. Akan saya laksanakan."

Tak lama kemudian, Presiden Negara Buncat yang bernama lengkap Lan Jut Sia Sia tersebut segera berpidato. Isinya berupa pengumuman bahwa dirinya akan membangun sepuluh Universitas Republik Lansia. Danamya dari pajak baru dan utang. Para menteri dan pejabat di bawah menteri bersorak gembira atas rencana tersebut.

Hari-hari berikutnya petugas pajak mengejar rakyat sampai di dalam jamban, kamar mandi, bahkan ruang tidur. Uang yang berhasil dikumpulkan segera digunakan untuk membangun sepuluh Universitas Lansia. Selain itu, Menteri Keuangan, Prof. Dr. Primitifno Lidi Sandiwara, ditugaskan menjemput utang dari elit global yang menyuruh Presiden Lan membakar anggaran negara tersebut. 

Alhasil, rakyat di sana kian menjerit. Sebagian bahkan masuk rumah sakit jiwa karena diburu petugas pajak. Sebelum mereka menjadi gila, para petugas berwajah ganas itu menagih pajak minum, pajak duduk, pajak berbicara, dan pajak-pajak lainnya kepada mereka. Lalu hasil lainnya yang tak kalah merugikan Negara Buncat adalah, utang negara tersebut semakin meninggi. Sementara Presiden berusia sangat tua itu terlihat berjoget ria sambil tersenyum bahagia. 

Tuesday, July 21, 2026

MBG Dialihkan ke Pemenuhan Pakan Ternak

Ilustrasi: Pixabay 

Melihat fenomena yang muncul selama Program Makan Bergizi Gratis atau disingkat MBG berjalan, yang salah satunya adalah kemubaziran, evaluasi sangat perlu dilakukan.

Ya, banyak makanan terbuang sia-sia yang disebabkan beberapa hal. Yang paling mencolok karena makanan sudah basi dan yang kedua tidak sesuai dengan selera siswa.

Alhasil, yang terbuang itu dijadikan pakan ternak, seperti bebek dan entok. Nah, sebagian pihak berpendapat sebaiknya Program MBG ini dialihkan saja menjadi Program Pakan Ternak  (PT).  Selain lebih murah, juga membantu para peternak di Indonesia dalam menjalankan usaha mereka. Harapan besarnya, tak ada lagi impor daging dan telur, misalnya. 

Dikatakan lebih murah lantaran bahan-bahan tidak perlu yang mahal. Terpenting gizi ternak dapat dipenuhi dengan baik. Tentu saja, selain bebek dan entok, Program PT ini juga berlaku pada semua jenis hewan ternak. 

Jika sudah demikian, telur, daging, dan juga susu yang dihasilkan akan berkualitas tinggi. 

Kabut Asap di Posisi Puncak Skala Prioritas

Ilustrasi: Chatgpt 

Ada warna hitam membumbung di angkasa. Di bawahnya warna merah menyala dengan panas yang luar biasa. Di bawahnya lagi ada bara api setebal lebih kurang dua meter yang sangat susah dipadamkan. Perlu air yang banyak untuk menuntaskan semuanya.

Tapi, air dari mana? Sungai-sungai di sekitarnya mengering. Curah hujan sangat rendah. Taburan garam di awan pun hanya menurunkan air hujan dalam hitungan menit.

Itulah sebabnya, perlu air kiriman. Helikopter dan pesawat pemadam kebakaran, seperti Viking Air CL-515 yang memiliki tangki berkapasitas 7.000 liter air dan bisa diisi ulang dalam waktu 14 detik harus segera dikerahkan.


Lahan gambut yang sudah menjadi arena bara api harus secepatnya dipadamkan. Pemadamannya sudah menduduki peringkat teratas dalam skala prioritas di negara ini. Dan, jika tidak sesegera mungkin dilakukan, maka akan semakin banyak memakan korban. 

Mencerdaskan Bangsa Ditendang? Pemerintah Adalah Peternak Rakyat?

Ilustrasi: Chatgpt 

Benarkah demikian? 

Anggaran untuk Perpustakaan Nasional (Perpusnas) dipotong hingga 48%. Tahun 2025 masih Rp72I miliar. Pada tahun ini menjadi Rp377,9 miliar. Alhasil, Perpusnas tidak bisa menyalurkan buku-buku cetak ke daerah-daerah yang belum memiliki akses internet. 

Paragraf di atas adalah kisah nyata. Fakta dalam realitas yang ada di Indonesia. Bukan rekayasa. Kenyataan pahit itu disampaikan langsung oleh Kepala Perpustakaan Nasional, Prof. E. Aminudin Aziz, M.A., PhD. 


Apa yang terbayang? 

Ah, tidak usah dibayangkan! Sudah jelas bahwa orang-orang di sana tidak mendapatkan buku-buku terbaru. Sebab, satu-satunya cara agar mereka dapat membaca sudah dilenyapkan. 

Lantas bagaimana bisa mereka, khusus anak-anak, bisa cerdas tanpa bahan bacaan? 

Susah. Itu jawaban paling singkat, tetapi penjabarannya mungkin bisa bermil-mil. 

Lalu, hasil pemotongan anggaran menuju Indonesia emas tersebut di salurkan ke mana?

Agaknya semua orang sudah tahu. Pemerintah sangat memerlukan banyak uang demi Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih. 

Menurut sebagian pihak, melihat fenomena langka ini sungguh menyedihkan. Betapa tidak? Pada bagian mencerdaskan bangsa,. pemerintah kurang perhatian, tetapi pada sesi memberikan makanan kepada yang tidak kelaparan malah dinomorsatukan. 

Monday, July 20, 2026

Presiden Boneka yang Memusuhi Rakyat

Ilustrasi: Pixabay 

Konon, pada zaman dulu, di lereng Gunung Banyu ada sebuah negara bernama Pajakiya. Alamnya sungguh memukau hati. Tampak begitu hijau dengan aneka tambang di dalamnya. 

Tak ayal banyak orang asing datang mencari keuntungan di sana. Mulai dari rempah-rempah hingga emas. Mereka yang datang dari luar itu bukan membeli, melainkan mengambil segala kekayaan milik negara tersebut tanpa harus terlebih dahulu menggunakan kekuatan militer. 

Ya, negara itu dipimpin oleh antek asing.  Dengan kata lain, presidennya merupakan anak buah atau orang suruhan dari negara lain yang adidaya. Kok bisa? Tentu saja bisa. Caranya? Dalam pemilihan presiden yang tidak adil, sang antek asing itu dimenangkan oleh negara adidaya tersebut dengan cara penghitungan curang. Alhasil, angka kemenangan selalu ada padanya. 

Setelah menjadi presiden, segala program pemerintah yang dijalankannya merupakan perintah dari sang majikan, yakni presiden negara adidaya itu. Tidak ada yang prorakyat. Semuanya proasing. Uang negara digunakan untuk hal-hal yang tiada bermanfaat bagi  bangsa. Setelah anggaran negara habis, sang presiden boneka diperintahkan untuk berutang. Utang pun kian hari semakin menggunung. Lantas siapa yang wajib membayarnya?

Rakyat lah jawaban dari pertanyaan di atas. Sejak lahir, rakyat di sana sudah dibebani dengan utang yang mencekik. Sedang pendapatan rakyat kian susah diperoleh meski dengan cara yang dikategorikan haram. 

Menyikapi situasi dan kondisi tersebut, rakyat mulai bereaksi. Demonstrasi demi demonstrasi digelar dengan tuntutan yang sama, yakni agar pemerintah benar-benar menjalankan amanat rakyat dan jangan tunduk kepada asing. Akan tetapi, presiden boneka tersebut malah mengejek rakyat dengan kata-kata dan gestur mengolok-olok. Misalnya dia mengatakan "Nyinyir, nyinyir, nyinyir" yang sangat melukai jiwa rakyat di sana saat itu.

Pada kesempatan yang lain, dirinya menjawab kritik dengan playing victim. Dia menyatakan telah diserang. Dirinya adalah korban dalam drama yang dibuatnya sendiri. Aslinya tidak ada yang menyerangnya. Yang ada adalah kritik membangun yang disebunya sebagai serangan. 

Dan, tindakan memusuhi rakyat tersebut terus saja dilakukannya dari waktu ke waktu hingga pada akhirnya dia ditembak mati oleh salah seorang penembak jitu yang misterius. 

Sunday, July 19, 2026

Pemerintah Malas Kerja, Pajak Pasti Diperluas

Ilustrasi: Pixabay 

Syarat utama untuk bisa membuat pajak kian meluas adalah dengan adanya sifat malas dalam jiwa pemerintah. Ketika pemerintah mendapatkan warisan berupa banyak perusahaan milik negara dan juga kekayaan alam yang melimpah, misalnya, maka idealnya pemerintah wajib rajin mengelolanya. Bukan malah sebaliknya. 

Perusahaan-perusahaan yang ada harus digenjot dengan sebaik-baiknya. Kesalahan-kesalahan, mulai dari yang kecil hingga yang besar, tidak boleh diabaikan. Sebutlah contohnya saat terjadi korupsi di salah satu perusahaan tersebut, maka wajib ditindak tegas dengan hukuman nyata, bukan sekadar omon-omon. 

Nah, omon-omon inilah yang terjadi di Negara Kumba. Ya, sudah menjadi bersifat umum bahwasanya para koruptor dihukum ringan di sana. Bahkan, setelah masuk sel, mereka bisa jalan-jalan di luar penjara. Ada yang di luar negeri, ada juga yang sekadar jalan kaki untuk makan menu favorit dekat rumah.

Alhasil, korupsi merajalela. Banyak perusahaan mengalami kebangkrutan dan terpaksa ditutup. Terjadilah pemutusan hubungan kerja besar-besaran. Kehidupan rakyat di negara tersebut pun kian terperosok dalam area kesakitan hidup. 

Hal itu diperparah dengan pajak yang kian menggila agar uang negara tetap ada. Sementara kemalasan pemerintah dalam bekerja telah menimbulkan pula tindakan penghamburan uang negara untuk kepentingan pribadi. Misalnya presidennya yang bernama Rokos Silinting, sering sekali mengunjungi negara-negara adidaya Alasannya karena hal itu merupakan resiko banyak memiliki negara sahabat. Padahal, sejatinya demi mendapatkan dukungan menuju kursi presiden periode kedua yang diincarnya. 

Selain itu, demi ambisinya tersebut, ia juga menghamburkan uang negara di bidang-bidang lain seperti pemberian makan bergizi gratis dan pendirian koperasi di banyak tempat. 

Dan, rakyat lah yang membiayai semuanya.  Secara terus-menerus, pajak menjadi satu-satunya cara pemerintah di sana mendapatkan uang. Pemerintah yang malas bekerja di negara itu tak tahu malu meluaskan pajak sehingga jenis pajaknya menjadi beraneka ragam dan berlapis. Sebagai contohnya pajak bumi dan bangunan disertai pajak sumur di pekarangan rumah. 

Sungguh hal demikian itu menjadi fakta yang sangat memperihatinkan. Rakyat benar-benar dijajah oleh pemerintah mereka sendiri. 

Saturday, July 18, 2026

Suruh Tanam Padi Sendiri? Tak Ada Empati dan Membuka Fakta Tersembunyi

 

Ilustrasi: Pixabay 

Dua ratus tahun yang lalu di Negara Batuisi terjadi anomali dalam hal pangan. Presiden di sana yang bernama Wopra Ansu membahas soal harga beras. Rakyat di negara tersebut secara apa adanya menyebut bahwa harga beras kala itu tergolong mahal. Padahal sang presiden dengan bangga menyatakan Batuisi sedang swasembada pangan.

Menurut masyarakat, kata "swasembada" hanyalah kebohongan belaka. Pasalnya, jika memang benar demikian, pastilah harga beras murah karena jumlahnya berlimpah. 

Nah, lantaran Presiden Wopra Ansu seorang pemarah yang antikritik dan ingin menutupi kebohongannya soal swasembada pangan itu, ia pun langsung mengatakan "Yang bilang beras mahal, suruh tanam padi sendiri."

Tak pelak, rakyat langsung tersentak dengan perkataan sang presiden tersebut. Betapa tidak? Perkataannya sungguh tidak beradab. Benar-benar tidak ada unsur empati terhadap rakyat. Sama sekali tak pantas diucapkan oleh manusia mana pun.

Dan, dengan adanya kalimat kasar yang keluar langsung dari mulutnya, muncullah fakta tersembunyi bahwa isi pidatonya yang selama bertahun-tahun berbunyi, "demi rakyat", "untuk rakyat", adalah bentuk kemunafikan dirinya saja. Aslinya tidak ada empati kepada rakyat.

Friday, July 17, 2026

Mau Jadi Presiden? Teruslah Berutang dan Bodohkan Rakyatmu!

Ilustrasi: Pixabay 

"Bagaimana caranya agar terus berutang, Tuan?"

"Gampang."

"Caranya?"

"Buatlah Megaproyek, seperti pembangunan jalan tol, bandara internasional, ibukota negara baru, dan bangunan-bangunan lainnya secara massal. Semua itu akan membuat pengeluaran negaramu membengkak karena menguras anggaran belanja yang ada. Dan, pastikan semuanya tanpa keuntungan agar negara yang kamu pimpin berutang dan berutang terus kepada kami."

"Lalu bagaimana caranya agar rakyat menjadi bodoh?"

"Mudah. Buatlah program pembodohan semisal kasih makan para siswa secara gratis. Ya, ngasih mereka makan secara cuma-cuma itu selain bisa menghabiskan ratusan triliun uang negara tanpa ada keuntungan, juga akan membuat mereka malas belajar. Pikirkan saja sendiri, kalau bisa gratis untuk apa lagi para siswa harus belajar untuk bisa bekerja kelak? Tujuan mereka belajar agar bisa bekerja pada masa depan, 'kan?"

"Benar, Tuan. Gratis memang membuat orang menjadi malas. Malas belajar salah satunya."

"Baguslah kamu sudah paham. Sekarang bersiaplah berkampanye politik. Buatlah dirimu seakan-akan dipilih rakyat. Kamu tenang saja, kami yang akan mengatur angka kemenanganmu. Dengan kata lain, meski di pemilu nyata tidak ada yang memilihmu sekalipun, kamu lah pemenangnya. Kamulah yang akan menjadi Presiden Negara Republik Gelasia"

"Baik, Tuan. Saya janji semua perkataan Tuan akan saya laksanakan."

"Anak pintar. Tapi ingat! Kalau kamu sudah menjadi presiden dan lalu mengingkari janjimu,  jabatanmu sebagai presiden langsung kami cabut!"

Beberapa bulan kemudian, politikus senior bernama Ya Pik Un itu resmi menjadi presiden di sana. Sesuai janjinya kepada para elit global waktu itu, maka hari demi hari negara tersebut kian suram. Para pengamat dari berbagai bidang sama satu suara: Republik Gelasia bakal tamat. 

***

Thursday, July 16, 2026

0,0026% dari 3 Milyar= 78K Selama 6 Bulan?

 

Ilustrasi: Pixabay 

"Ha ha ha ha! Itu laba usaha atau uang jajan?"

"Uang jajan! Ha ha ha ha!"

"Serius?!"

"Ah, itu... Uang jajan versi Negara Republik Moncong Bedil."

"Maksudnya?"

"Yaaaa itu hanyalah istilah aja. Aslinya sih laba, tapi cuma seupil."

"Emang waktu pendirian usahanya nggak ada studi dulu?"

"Nggak ada. Langsung didirikan dalam jumlah sangat banyak dengan bangunan megah.

"What?! Itu gila."

"Begitulah."

"Lalu, marketing dan pemasarannya bagaimana?"

"Ha ha ha. bagaimana ada keduanya? Bangunannya aja di tempat super sepi dan jauh dari penduduk, semisal di ketinggian seribu lebih mdpl."

"Astaganagaaaa!"

"Presidennya yang bernama Gi Siang Lam itu emang suka terburu-buru. Gemar tergesa-gesa. Dia itu tidak menyukai perhitungan yang matang. Mungkin karena dirinya lemah di bidang matematika."

"Benar juga. Dia itu yang menjumlahkan 10+7=22, 'kan?"

"Betul sekali. Orangnya emang nggak suka ribet. Maunya instan. Padahal yang dipakai uang rakyat. Kasihan orang-orang yang menjadi rakyat di sana. Mereka diperas olehnya dengan beragam pajak. Bahkan, pajak berlapis"

"Udah tua banget juga sih dia. Seharusnya dirinya duduk-duduk manis aja di rumah."

"Ya. Usia segitu emang wajib istirahat. Tapi bagaimana lagi? Ambisinya menjadi presiden terhebat di dunia masih menggebu-gebu. Makanya dengan fakta usia tuanya dan ambisinya itu, dia memakai cara instan. Misalnya membangun ribuan koperasi di desa tanpa perencanaan matang, menjalankan proyek makan siang di sekolah yang membangkrutkan negaranya sendiri, dan lain sebagainya yang bombastis."

"Weleh-weleh. Ternyata ada juga ya orang seperti itu di dunia ini.... Sungguh dirinya adalah petaka."

***

Wednesday, July 15, 2026

Presiden Egois Omon-Omon Adalah Seorang Psikopat Sejati

Ilustrasi: Pixabay 

"Aku pikir presiden kita lah yang terbaik di kawasan agraris ini."

"Presiden kita selalu memberikan perhatian pada permasalahan bangsa."

"Mulai dari perbaikan jalan-jalan yang rusak, penyambungan jalur air yang terputus, pembemqhqn sekolah-sekolah dengan kondisi memperihatinkan, peningkatan gaji para tenaga honorer dengan gaji kecil, mengatasi kasus pengangguran, melakukan perbaikan tata kelola perekenomian negara, hingga meningkatkan keamanan masyarakat."

"Dari awal beliau benar-benar bekerja untuk rakyat. Ini jauh sekali berbeda dengan presiden di Negara Republik Layu."

"Kudengar Presiden Embe Prasu Genong di negara itu begitu egois. Semua program yang dijalankannya berfokus pada keuntungan pribadinya semata."

"Padahal usianya sudah sangat tua. Tapi, masih sangat doyan duit. Ya, duit dan duit saja di kepalanya."

"Dan, yang paling membuat banyak orang geram adalah, beliau selalu saja melancarkan aksinya dengan mengatasnamakan rakyat."

"Sementara rakyat di sana selalu beliau tekan dengan pajak, ancaman politik, bahkan pembungkaman nyata dengan kejahatan kemanusiaan."

"Sepertinya beliau itu seorang psikopat sejati. Beliau begitu menikmati kesengsaraan rakyatnya."

"Benar katamu. Status Pelanggar HAM berat masih beliau banggakan hingga sekarang."

*** 

Monday, July 13, 2026

Negara Bangkrut, Pajak Jadi Andalan

Ilustrasi: Pixabay 

Pajak rakyat kian merajalela. Bukan hanya pendapatan luring, yang daring pun disedot pemerintah. Alhasil, harga barang semakin melonjak. 

Dulu, hanya barang-barang yang kena cukai harganya menggunung. Sebutlah harga mobil impor. Kini, semua harga melesat bagai roket.

Negara Jahila memang benar-benar sudah bangkrut. Bahkan mereka tidak bisa lagi mendapatkan utangan dengan jumlah besar. Pihak luar sudah tidak percaya lagi kepada pemerintah negara tersebut. Betapa tidak? Anggaran negara di sana mereka bakar sesuka hati dalam program-program di luar nalar. Sebutlah dua contohnya, yakni makan buah gratis (MBG) dan usaha kota (UK). Keduanya benar-benar membakar anggaran negara tersebut habis-habisan. 

Padahal sejak awal para pengamat ekonomi sudah memberikan peringatan keras terhadap hal itu, tapi presiden di sana sangatlah sombong dan arogan. Dia tidak mau mendengarkan masukan dari orang-orang pintar. Dirinya merasa yang paling benar. Tapi kenyataannya sungguh memperihatinkan.

Dengan kebangkrutan tersebut, hanya pajaklah tumpuan di sana. Pajak diperluas. Yang semula tidak dikenai pajak, sekarang kena pajak. Rakyat di Negara Jahila sungguh mendapatkan beban hidup luar biasa. Sudah begitu, mereka diancam presiden dan menteri di sana untuk segera angkat kaki dari negara tersebut jika tak setuju dengan pemerintah. 

Bisa dibayangkan kalau mereka benar-benar angkat kaki dari sana. Siapa yang membayar pajak? Sudah dipastikan negara itu langsung knock-out. Tak bisa bangkit lagi. 

Jangan Nyinyir! Duduk saja dan Lihat Baik-Baik!

Ilustrasi: Pixabay 

"Kalau kamu tidak suka denganku, jangan bisanya nyinyir! Kamu duduk saja dan lihat baik-baik!"

"Bagaimana bisa aku hanya duduk dan lihat baik-baik kalau cara mengemudimu ugal-ugalan gini!"

"Diam! Kamu tidak usah nyinyir!"

"Aku tidak bisa diam selama cara mengemudimu tidak baik!"

"Tidak baik bagaimana? Aku mantan pembalap. Aku tahu cara mengemudi yang benar."

"Benar, katamu? Ugal-ugalan kayak gini kamu sebut benar? Benar dari Hong Kong?"

"Makanya itu kamu cukup duduk dan lihat baik-baik cara mengemudi sang mantan pembalap!'

"Tidak! Aku tidak bisa diam! Ini berbahaya bagi kita dan membahayakan juga bagi para pengguna jalan di sekitar kita! Ubah cara mengemudimu! Ini bukan arena balapan! Ini jalan raya! Jalan umum!"

"Simpan kata-katamu! Aku tidak memerlukannya! Aku sudah benar! Cara mengemudiku sangat bagus."

Dan, tak lama kemudian sebuah kecelakaan maut terjadi. Dua orang kekasih dalam mobil itu tewas seketika.

***

Sunday, July 12, 2026

Presiden: Negara Suram, Silakan Cari Negara Lain

 

Ilustrasi: Pixabay 

Dan akhirnya sedikit demi sedikit rakyat di Negara Namijersia itu pun merantau di luar negeri. Ada yang berdomisili di Yordania, India, Swiss, Belanda, Afrika Selatan, Turkiye, Amerika Serikat, Jepang, dan negara-negara cerah lainnya.

Bagi mereka, perkataan Presiden Pascaloba Sundulo tersebut sungguh melukai hati terdalam manusia. Betapa tidak? Sejatinya presiden di sana juga sama-sama manusia senegara dengan mereka, tapi sampai hati berkata demikian. Menurut mereka, pria lanjut usia itu sudah keterlaluan. 

Itulah sebabnya, seluruh rakyat di negara tersebut akhirnya meninggalkan negara yang dipimpinnya demi menyembuhkan luka hati mereka.

Alhasil, masalah besar pun datang. Pendapatan negara turun drastis. Pajak rakyat tak ada lagi. Nol besar! Yang ada hanyalah pendapatan nonpajak. Sedang utang negara sudah sangat tinggi. Pemerintah di negara tersebut tak memiliki solusi lagi. 

Akhirnya tanah air di sana pun dijual 100%. Dunia tak mengenal lagi nama Namijersia. Di peta bumi namanya sudah berganti menjadi Republik Nasionalis Demensia. 

***

Saturday, July 11, 2026

Medsos Lebih Dipercaya daripada Pemimpin Hasil Kecurangan

Ilustrasi: Pixabay 

Apa pun yang namanya hasil kecurangan tidak akan bertahan lama dan hasilnya hanyalah keburukan. Bukan sekadar satu kali keburukan, tetapi keburukan yang berulang-ulang. Itulah yang pernah terjadi di Negara Manipulatifanda. Di sana ada seorang pemimpin yang menang dalam pemilihan presiden dengan cara curang.

Kecurangan yang dilakukan bukan hanya isapan jempol. Dalam praktiknya melibatkan negara besar yang menginginkan keuntungan fantastis dari Negara Manipulatifanda tersebut terus mengalir kepada mereka. Salah satunya adalah kekayaan alamnya yang luar biasa. 

Sebelum pemilihan presiden berlangsung, mereka sudah merancang angka kemenangan sebesar 58 persen untuk calon presiden boneka mereka. Hal itu menyebabkan seberapa besar pun suara yang diraup musuh politik yang ada, angka yang masuk tak bisa melebihi 58 persen tersebut. Alhasil, sejak awal hingga penghitungan berakhir, calon presiden boneka terus mendapatkan angka sebesar 58 persen suara rakyat. 

Nah, setelah resmi ditetapkan sebagai presiden, segala program pemerintah yang dijalankannya selalu pro terhadap negara besar yang memenangkannya. Tak ada sama sekali untuk rakyat meski setiap kali berpidato, dirinya selalu mengatakan "demi rakyat".

Dengan fakta yang demikian, rakyat di sana  tidak ada lagi yang percaya kepadanya. Mereka lebih percaya kepada media sosial yang berisi kebenaran. Lama-kelamaan rakyat juga mulai enggan membayar pajak. Awalnya hanya segelintir orang yang berani seperti itu. Setelah beberapa hari berikutnya kian banyak yang berlaku sama. 

Pada dua tahun kepemimpinannya, semua rakyat tak ada lagi yang mau membayar pajak. Hari demi hari pemerintahannya semakin goyah, lalu sebulan kemudian hancur. Dirinya pun lengser teratur. Dan, rakyat menyambut kejatuhannya dengan penuh suka cita. 

Anak-Anak Lapar karena Pendapatan Ayah Mereka NOL, BUKAN lantaran Ketiadaan MBG


Ilustrasi: Pixabay 


Jangankan beli telur, krupuk mentah saja tak terbeli. Betapa tidak? Pekerjaan masih jauh dari genggaman. 

Begitulah yang dialami pak War Nong (bukan nama sebenarnya) yang merupakan seorang tukang bangunan di Negara Lapir. Saat ada pemborong memerlukan jasanya dalam membangun rumah, misalnya, uang bisa ia dapatkan seminggu sekali. Akan tetapi, jika tak ada panggilan kerja, baik dari pemborong, maupun orang yang rumahnya mengalami kerusakan, secara otomatis pendapatannya nol besar.

Kalau sudah demikian, tak ada pula yang bisa ia beli untuk kebutuhan primernya dan  keluarganya. Inilah penyebab utama anak-anak kelaparan dan mengalami gizi buruk. 

Lantas apa yang idealnya dilakukan pemerintah di sana untuk mengatasi gizi anak seperti ilustrasi di atas?

Tentu saja cabut akar permasalahannya. Ciptakan lapangan pekerjaan untuk para orang tua agar mereka memperoleh pendapatan sehingga bisa memenuhi gizi anak-anak di rumah dan di luar rumah. 

Ya, di rumah anak-anak mendapatkan menu makanan bergizi sebelum dan sepulang sekolah. Sedang di sekolah anak-anak bisa membeli menu makanan bergizi di kantin atau menikmati bekal makanan bergizi dari para orang tua mereka saat jam istirahat tiba.

Hal itu tentulah jauh lebih baik daripada sekadar memberikan siswa minuman bergambar gelas (MBG).

Ha Ha Ha, Ada yang Iri dengan Negara Mereka?

Ilustrasi: Pixabay 

"Ah, ini lucu sekali. Mana ada negara lain yang iri dengan negara mereka?"

"Rakyat di sana saja masih banyak yang susah.  Apalagi utang negara mereka banyak. Kekayaan alamnya juga dikuasai asing."

"Kocak emang presiden di negara itu."

"Kalau diperhatikan, Presiden Jamu Gendong memang beda. Maunya semua wow saat dirinya menjabat sebagai presiden. Intinya dia ingin mendapatkan pujian sebagai presiden terbaik sepanjang sejarah di negara tersebut. Dan, itu bagian dari kampanye dirinya untuk pemilihan presiden berikutnya."

"Yaaa susah kalau sudah begitu. Kalau ditanya susahnya apa? Ya susahnya uang negara pasti dihabiskan olehnya untuk membuat segala hal yang menjadikannya terlihat hebat. Misalnya program minum segar gratis (MSG) agar dirinya terlihat hebat bisa memberikan minuman kepada rakyatnya. Atau, program minimarket negeri (MN) agar dirinya terlihat luar biasa bisa membangun jutaan minimarket dalam waktu singkat."

"Kalau dibiarkan terus seperti itu, Negara Akar pasti hancur. Utang negara mereka akan menggapai awan, rakyat di sana pasti kian sengsara akibat pajak semakin besar, dan parahnya lagi tekanan negara asing yang memberikan utang akan semakin meningkat."

"Benar katamu. istilahnya tinggal menunggu waktu kehancurannya saja."

"Rakyat dan para tokoh di sana haru segera ambil tindakan nyata."

"Pertanyaannya, apa mereka berani melawan Presiden Jamu Gendong?"

***

Friday, July 10, 2026

Dia Ingin Mengalahkan Para Mantan Presiden di Negara Itu

 

Ilustrasi: Pixabay 

Padahal dia hanyalah seorang pecatan tentara pada masa lalu. Para petinggi di Negara Republik Wahamiang tersebut sudah mencium gelagat buruknya sejak lama. Tepatnya jauh sebelum dirinya hendak melakukan kudeta tahun 2890 silam.

Ambisinya memang sangat menggebu-gebu sejak muda. Dan, ketika mertuanya yang baru saja lengser dari kursi presiden, ia mengumpulkan banyak tentara dari berbagai daerah menuju ibukota. Untungnya niat jahatnya tersebut berhasil digagalkan. Seandainya saja terwujud, maka kudeta berdarah pasti tak terhindarkan di negara.yang berjuluk Emas Hitam itu. 

Parahnya lagi, kalau saja kudeta tersebut berhasil, tentu saja semua sendi kehidupan akan diisi oleh para tentara. Mulai dari kementerian, pelatihan sipil, hingga ruang kelas para siswa. Singkat kata, para tentara akan mendominasi seluruh ruang kehidupan di sana.

Setelah gagal melakukan kudeta, tahun-tahun berikutnya ia isi dengan usaha menjadi presiden dengan cara sipil. Perjalanan politiknya banyak rintangan. Ya, kalah dan kalah lagi dalam pemilihan presiden. 

Nah, atas bantuan para elit global lah, akhirnya ia berhasil menjadi presiden dengan cara curang. 

Lantas apa yang dilakukannya sebagai presiden curang? Sebagai mantan tentara, cara-cara militer ia terapkan di banyak sendi kehidupan. Dirinya juga sering melakukan lawatan di negara-negara besar untuk mencari dukungan politik. Pidato demi pidato sering ia tampilkan dengan membangga-banggakan dirinya yang menurutnya lebih hebat daripada para mantan presiden sebelumnya.

Poin terakhir di atas itulah yang sangat merugikan bangsa dan negara itu. Segala cara dilakukannya untuk bisa terlihat sangat hebat. Mulai dari memberikan siswa makanan gratis yang menelan biaya sangat besar, pendirian koperasi di desa-desa yang juga menguras anggaran negara, merusak hutan demi bisa menanam padi agar swasembada pangan, membangun gedung-gedung sekolah rakyat yang pastinya membebani kas negara, dan banyak lagi demi dirinya bisa tampil wah. 

Lalu bagaimana tanggapan rakyat di sana? Pastinya mereka yang masih berakal sehat, tidak setuju dengan segala aktivitas buruknya tersebut. Demonstrasi demi demonstrasi digelar sebagai reaksi jujur mereka. Namun, sebagai seorang yang tidak memiliki empati terhadap sesama manusia, dirinya yang dikenal sebagai Bapak Gila Pujian itu tak mau ambil pusing. Baginya jeritan rakyat adalah lolongan anjing malam. Bahkan, dalam sebuah pidatonya, presiden yang bernama lengkap Pascawow Subotol tersebut mengatakan "emang gue pikirin" yang artinya ia tak memikirkan suara kesakitan rakyat di sana. 

Thursday, July 9, 2026

Intelijen Surat Dinas Kementerian Bertindak Cepat

Ilustrasi: Pixabay 

Di Republik Korupsia sedang heboh adanya kebocoran surat dinas di Kementerian Pekerjaan Khusus (PK). Surat yang tersebar luas itu merupakan dokumen administrasi untuk memenuhi persetujuan pengurusan visa.  Terkait hal itu, pihak intelijen surat dinas kementerian (ISDK) di sana menganggap perlu penyebarluasannya ke publik. Pasalnya, di dalam surat tersebut tercantum nama pihak keluarga sang mentari yang bakal turut serta melakukan perjalanan ke Amerika Serikat. 

"Itu (surat tersebut) sangat mencurigakan. Ada nama keluarga sang menteri di dalamnya. Jadi, publik sebagai pembayar pajak tentu harus tahu, 'kan siapa saja yang akan ke Amerika Serikat bulan depan? Jangan sampai uang pajak digunakan untuk aktivitas yang sia-sia!" tegas Kepala ISDK kepada awak media.

Sementara itu Menteri Pekerjaan Khusus, Dodol Hariroyo, M.Si, hingga berita ini diturunkan belum memberikan klarifikasi apa pun. 

Ya, semoga saja pemerintah di negara yang dikenal dengan julukan Gudang Koruptor tersebut dapat mengatasi aktivitas-aktivitas yang berpotensi menguras anggaran pengeluaran.dan belanja negara mereka.

Si Omon-Omon SELALU Bombastis, Rakyat Melongo

Ilustrasi: Pixabay 

Kalau bicara, dirinya selalu saja menyuarakan yang muluk-muluk, tapi kosong. Ya, kata-katanya hanyalah omong kosong belaka. Ia dijuluki oleh sebagian besar rakyatnya sebagai si Omon-Omon pengingkar janji.

Benar, ia adalah seorang presiden di Republik Gemoyan. Saat kampanye politik menjelang pemilihan presiden, dirinya banyak berjanji. Sebutlah contohnya kesehatan gratis, pendidikan gratis, dan bahan bakar minyak murah. Tapi nyatanya, setelah menjadi presiden, dirinya termasuk pemimpin negara pembohong kepada rakyat di negara yang dipimpinnya. 

Sejatinya ia lebih fokus pada kesejahteraan dirinya dan para penjilat di sekitarnya. Program-program yang ia jalankan selalu saja tidak berpihak kepada rakyat. 

Alih-alih bertindak untuk kemakmuran rakyat seperti omongan besarnya, setiap hari dirinya kian menyiksa rakyatnya sendiri. Hal itu begitu terasa dengan perluasan pajak. Para penjual daring dan pelaku UMKM, misalnya, sangat merasakan pemalakan olehnya yang dikenal dengan pajak.

Singkat kata, jargon terselebungnya dalam memimpin negara adalah, PAJAK, PAJAK, PAJAK di balik omon-omon mulut besarnya.