Tuesday, August 18, 2026

Bantuan Luar Negeri Ditolak, Pajak Diterima

 

Ilustrasi Pixabay 

"Kudengar Presiden Jo Pang On menolak bantuan dari negara-negara lain terkait gempa di wilayahnya."

"Seharusnya diterima saja. Menolak dengan alasan apa pun tidak dibenarkan dalam proses percepatan pengiriman bantuan sampai kepada para korban."

"Semakin banyak yang membantu, niscaya akan kian cepat pula para korban menerima bantuan. Mereka sangat membutuhkan makanan, minuman, obat-obatan, pakaian, dan juga tempat tinggal yang layak."

"Jika bantuan dari negara-negara lain ditolak, pastinya para korban semakin lama pula mendapatkan semua itu."

"Aku sangat prihatin dengan rakyat di Republik Jela Tang itu."

"Di sisi lain, pajak yang mencekik rakyat langsung diterima."

"Yaaah sungguh aneh memang pemikiran presiden di sana."

"Dia gemar sekali menyiksa rakyatnya sendiri."

***

Monday, August 17, 2026

Apa Manfaat Motor Listrik untuk Rakyat? Dusta Belaka!

Ilustrasi Chatgpt 

"Rakyat di sana itu tidak butuh yang muluk-muluk."

"Terpenting kebutuhan primer tercukupi dengan mudah dan murah."

"Contohnya listrik murah, air bersih mudah didapat, alat transportasi tidak dikenai pajak, bahan bakar minyak murah, kesehatan gratis, dan pendidikan tidak mahal."

"Tapi, Presiden Jum Bo Dut di Republik Gemoyanbong selalu mengatasnamakan rakyat untuk keuntungan pribadinya."

"Motor listrik salah satunya."

"Rakyat di sana dipaksa untuk segera memakai motor listrik. Jika masih menggunakan motor bensin, secara otomatis akan membayar harga bensin yang mahal. Sebab, subsidi bensin akan dipangkas secara signifikan tahun depan."

"Aku heran motor listrik yang tidak jelas di mana pabriknya itu diklaim Presiden Jum sebagai motor buatan dalam negeri."

"Ya, memang mengherankan. Tiba -tiba saja ada. Padahal sebelumnya tak pernah ada informasi tentang perusahaan motor listrik di negara itu. Seandainya ada, pastilah Presiden Jum akan meresmikannya dengan mengundang banyak media. Bukankah dia suka sekali disorot kamera? Nah masa sih momen peresmian motor dalam negeri tidak dirayakan olehnya?"

"Agaknya itu sama dengan mobil Tamar 30 tahun lalu. Kita pernah menduganya sebagai mobil buatan dalam negeri mereka. Ternyata mobil-mobil tersebut diproduksi di Korea Selatan dan diimpor tanpa cukai sampai di negeri berjuluk Terong Ungu itu."

"Lalu setelah tiba di sana langsung ditempeli stiker khas negara mereka."

"O iya, kembali ke pemangkasan subsidi bensin, menurutku itu sangat kejam. Rakyat dipaksa membeli, baik tukar tambah, maupun beli murni motor listrik tersebut."

"Itu memaksa rakyat mengeluarkan uang besar.  Padahal rakyat tak butuh motor listrik. Rakyat hanya butuh motor yang sudah mereka miliki dengan bensin yang mudah didapatkan dan murah harganya."

"Dan, keuntungan motor listrik itu hanya untuk Presiden Jum. Dia dapat komisi penjualan dari perusahaan asing dan uang hasil pemangkasan subsidi bensin.

"Oh beruntunglah kita punya presiden yang tidak seperti dirinya. Bapak Prof. Dr. Haji Makmuriyah, M.Sc., memang dahsyat."

"Beliau mirip Presiden Recep Tayyip Erdogan yang lebih mengutamakan kemajuan bangsanya daripada dirinya sendiri."

***

Sunday, August 16, 2026

Legenda Presiden yang Rajin Berbohong dan Tidak Suka Menabung

Ilustrasi Chatgpt 

Di mana pun dia berada, pembohongan dan pemborosan selalu menjadi perhiasan baginya. 

Begitulah kisah umum seorang presiden yang memimpin Republik Kor Ban Nya. Sebuah negara miskin yang semula merupakan kerajaan monarki absolut terbesar di kawasan itu. 

Ya, setelah sang raja tumbang, maka seluruh keluarganya diusir dari istana dan sistem pemerintahan segera diubah. Lalu, melalui pemilihan presiden secara langsung oleh rakyat, seseorang bernama Lu Lang La meraih suara terbanyak. 

Pria bertubuh gemuk dengan jalan sedikit pincang itu pun segera naik tahta sebagai presiden di sana. Dialah presiden yang gemar berbohong dan tidak suka menabung.

Entah bagaimana ceritanya banyak rakyat memilihnya. Padahal sewaktu masih menjadi bawahan raja, dirinya pernah ingin melakukan kudeta. Bahkan, sebelumnya lagi dia pernah memerintahkan pembantaian massal di salah satu wilayah bekas kerajaan.

Para pengamat khawatir dia akan melakukan hal-hal jahat terhadap rakyat. Setidaknya mempraktikkan kebohongan demi kebohongan dan pemborosan di mana-mana. Dan benar saja, demi keuntungan pribadi, Presiden Lu Lang La terus saja membohongi rakyatnya. Sebutlah contohnya Program Mendapatkan Betok Gratis (MBG), dirinya terus saja mengatakan bahwa itu demi rakyat. Padahal demi pencitraan dirinya agar bisa terpilih kembali sebagai presiden untuk periode keduanya.

"Saya tidak rela rakyat kelaparan karena tidak memiliki lauk. Itulah sebabnya rakyat harus mendapatkan lauk berupa ikan betok secara gratis. Bagi yang tidak setuju dengan program ini, silakan kabur saja ke Yaman!" tegasnya dalam pidato tiga jam nonstop di Istana Negara, Jumat (7/9/5000). 

Program lauk ini menelan dana besar. Anggaran belanja negara dikuras habis hingga utang kepada luar negeri dan pajak rakyat kian membesar. Bahkan, anggaran yang seyogyanya untuk hal-hal di sektor lain diambil demi keberlangsungan MBG. Sebutlah di sektor kesehatan dan pendidikan. Ini sungguh pemborosan anggaran belanja negara. 

Demonstrasi demi demonstrasi terus digelar di sana. Tapi, sang presiden tidak peduli derita rakyatnya. Dia selalu saja memuji-muji dirinya sendiri dengan menilai baik segala langkahnya sebagai presiden. 

***


Saturday, August 15, 2026

Pemerintah Gagal, Terbanglah Dokter dan Ambulan

 

Ilustrasi Chatgpt 

"Di Negara Republik Re Kap Yui sedang ramai diperbincangkan soal dokter dan ambulan terbang. Apa pendapatmu?"

"Kegagalan."

"Kegagalan?"

"Poinnya itu. Kita bisa mempertanyakan mengapa terbang? Mengapa tidak terbang?"

"Keduanya bertentangan."

"Ya, benar katamu. Terbang berarti di darat tidak ada jalan yang bagus. Sebaliknya, kalau ada jalan yang dicita-citakan, tentu saja untuk apa terbang? Ongkos terbang lebih tinggi daripada tidak."

"Betul-betul."

"Selain itu, mengapa terbang? Karena di sana--di daerah terpencil--tidak ada tempat untuk berobat. Ini kegagalan juga. Jadi, ada dua kegagalan pemerintah. Pertama, gagal menyediakan jalan yang bagus. Kedua, gagal dalam layanan kesehatan."

"Iya. Idealnya pemerintah wajib menyediakan jalan yang bagus dan pendirian rumah sakit yang memadai untuk rakyat di pedalaman."

"Sayangnya, keidealan yang diharapkan itu tak kunjung dipenuhi pemerintah. Dengan kata lain pemerintah gagal menyejahterakan rakyat secara keseluruhan. Selama ini hanya kota dan kota yang dibangun di negara tersebut. Fokus pemerintah terlalu dibatasi oleh tempat yang ramai penduduknya dan abai terhadap area pedesaan."

***

Ingin Merdeka? Bukti Pemerintah Tidak Prorakyat

 

Ilustrasi Chatgpt 

"Sebenarnya kasus memisahkan diri dari sebuah negara berdaulat adalah bukti bahwa pemerintah di sana tidak prorakyat."

"Pastinya. Kalau prorakyat, tentunya tidak ada yang namanya ingin lepas, ingin merdeka, atau ingin terbebas dari rezim negara tersebut."

"Artinya rakyat sudah berada pada titik nol kesejahteraan. Rakyat sudah disakiti. Rakyat sudah sangat tidak dianggap oleh pemerintah."

"Dari sanalah muncul harapan untuk kehidupan yang mereka dambakan. Dan, hanya ada satu cara, yakni lepas dari negara asal yang dipimpin oleh presiden tak punya empati terhadap mereka."

"Jadi, dalam situasi seperti itu yang harus dilakukan presiden dalam menjalankan roda pemerintahannya ialah, segera menjalankan program yang rakyat inginkan, bukan bersikukuh mencari keuntungan pribadi dan para pendukungnya di atas derita rakyat."

"Tapi, agaknya susah. Sebab, presiden yang didukung partai-partai politik dan juga para elit lokal serta elit global, sudah dipastikan tidak akan prorakyat."

"Betul. Dirinya sudah diikat oleh pihak-pihak tersebut. Segala keinginan mereka, harus dipatuhi si presiden. Jika tidak, dia akan diturunkan paksa dan menjadi rakyat biasa."

"Andai keinginan mereka sama dengan yang diharapkan rakyat, segalanya berjalan aman. Masalahnya, kepentingan-kepentingan mereka bertabrakan dengan keinginan-keinginan rakyat."

"Ya. Sebutlah contoh paling sederhana. Partai-partai politik ingin menempatkan kader mereka di kursi-kursi jabatan dalam pemerintahan. Maka, untuk mewadahi hal itu dibangunlah kementerian baru dan lembaga-lembaga baru. Kader-kader tersebut kemudian menempati jabatan sebagai menteri, wakil menteri, kepala badan, komisaris, dan lainnya. Dengan begitu pengeluaran negara kian banyak untuk menggaji mereka. Alhasil, pajak kian diperluas secara brutal. Ujung-ujungnya rakyat lah yang menderita."

"Dari sanalah rakyat bereaksi. Mulai dari obrolan di dalam rumah. Lalu merembet di warung kopi. Kemudian meluas menjadi unjuk rasa, dari yang semula santai hingga terjadi konflik dengan aparat keamanan yang mendukung rezim. Perlahan situasi dan kondisi kian memanas. Rakyat yang semakin diinjak-injak akhirnya memutuskan untuk memisahkan diri dari negara asal."

***

Friday, August 14, 2026

Viral 700 Ribu Upah Kupas Bawang Bukti Tak Menyentuh Rakyat

 

Ilustrasi Chatgpt 

"Ha ha ha ha ha!"

"Hey! Mengapa tawamu sekencang itu? Aneh benget ya aku pake celana ini?"

"Bukan! Bukan soal celanamu kok."

"Terus soal apa?"

"Ini, Presiden Republik Plasmejas."

"Emangnya orang itu ngelakuin hal aneh apa lagi?"

"Dia ngomongnya ngaco banget."

"Ngaco banget?"

"Iya."

"Aku jadi penasaran. Emang apa sih katanya?"

"Upah kupas bawang 700 ribu Peraga untuk per kilonya."

"Apa?! Aku tidak salah dengar, 'kan?"

"Emang begitu katanya."

"Ah! Yang bener ajah! Bukannya harga bawang per kilonya cuma 35 ribu Peraga. Tadi pagi aku baru aja ngebandingin harga bawang di sana ama di negara kita. Coba ya aku cek lagi."

"Ya, silakan kamu cek lagi. Presiden Bes Artu Buh itu memang berbakat jadi pelawak. Semua perkataannya lucu semua. Apalagi saat dirinya berjoget-joget di atas panggung, sumpah aku nggak bisa menahan tawa. Ha ha ha ha!"

"Nah, 'kan harga per kilonya cuma 35 ribu Peraga. Nggak mungkin dengan harga segitu upah kupasnya 700 ribu Peraga."

"Itulah lucunya dia."

"Kelucuan yang didasari atas ketidaktahuannya. Coba kalau dia mau turun ke lapangan. Pasti dia tahu harga bawang dan upah mengupasnya."

"Orang kaya raya seperti dirinya mana mau turun ke lapangan? Dia mah mainnya di mal, hotel bintang lima, tempat wisata di luar negeri, dan tempat-tempat mewah lainnya."

"Akibatnya dia sungguh nggak kompeten sebagai presiden."

"Benar katamu. Sungguh memperihatinkan. Tapi, lucu sih ha ha ha ha?"

***

Menghemat 73,9 Trilyun Mujaka untuk Kepentingan Presiden

 

Ilustrasi Chatgpt 

"Itu angka yang sangat besar."

"Tapi sayangnya bukan untuk rakyatnya. Republik Selimutar tetaplah miskin dan kecenderungannya lebih kepada kebangkrutan."

"Benar. Bagaimana nggak bakal bangkrut? Semua program yang dijalankan Presiden Geleng Pulan itu hanya pengeluaran dan pengeluaran duit mulu. Bahkan, meskipun anggaran belanja negara di sana sudah defisit, tetap saja begitu."

"Terutama program Makan Bakpao Gratis itu sungguh menelan anggaran belanja negara tersebut secara brutal. Setiap hari negara mereka harus mengeluarkan 1,2 triliun Mujaka hanya untuk program pencitraan sang presiden. Sungguh pemborosan yang luar biasa."

"Padahal dalam sehari, pemerintah di sana belum tentu bisa mendapatkan uang sebanyak itu."

"Akibatnya mereka ngutang dan ngutang dari waktu ke waktu demi kepentingan Presiden Geleng Pulan."

"Yang bikin aku sangat prihatin adalah, rakyat di sanalah yang membayar utang-utang si presiden tak tahu diri itu dengan pajak."

"Ya, dia memang tak tahu diri. Selain itu, aku juga heran dengan dirinya. Dari sisi usia, dia sudah sangat tua. Kekayaannya juga sudah begitu melimpah ruah. Tapi, ambisinya untuk mengejar dunia yang fana ini tak ada surutnya."

"Begitulah kalau orang sudah dibutakan dengan keduniawian. Dalam jiwanya hanya ada dunia dan dunia."

"Jadi, percuma saja negara itu menargetkan hemat sekian trilyun dengan membangun pembangkit listrik tenaga Surya. Sebab, uang hasil penghematan tersebut bakal dihabiskan dalam pencitraan semata."

***

Ketika Pidato Menjadi Cara Agar Disorot Kamera

 

Ilustrasi Chatgpt 

"Dia dikasih mikrofon lagi dan berbagai lensa kamera mengarah kepadanya."

"Dia... Maksudmu Presiden Jayalemung?"

"Siapa lagi kalau bukan dia yang bikin aku jengkel seperti ini?'

"Busyet dah dia dikasih mikrofon lagi! Emang ada acara apaan?"

"Acara kenegaraan tahunan di hadapan para pejabat eksekutif, legislatif, dan yudikatif."

"Berarti dirinya mendapatkan kesempatan emas untuk bisa tampil di depan orang banyak, baik di tempat acara, maupun televisi dan media sosial."

"Ya, dia jadi selebritas lagi. Dan, itu memang salah satu tujuannya berpidato agar dirinya eksis sebagai pesohor yang terkenal."

"Keterkenalan sudah menjadi kebutuhan primer baginya." 

"Benar. Yang penting dia tampil di depan publik."

"Itulah sebabnya, dirinya selalu berlama-lama di hadapan banyak orang."

"Dia tak rela jika hanya sebentar saja dilihat banyak pasang mata."

"Minimal dua jam nonstop."

"Menurutku hal itu tidak wajar."

"Memang tidak wajar. Tapi, mau apa lagi? Dirinya adalah presiden di Republik Jeluksam. Jadi, di sana, siapa yang berani melarangnya berpidato? Kalau pun ada, hukuman berat sudah menanti pelakunya."

***

Thursday, August 13, 2026

Aku Marah Melihat Korban Keracunan Makanan!!!!

 

Ilustrasi Pixabay 

"Ngapain sih pemerintah negara tetangga meracuni para siswa di sana? Apa semata-mata untuk membuat generasi di negeri itu bodoh dan sakit-sakitan? Lalu sepuluh tahun mendatang 100% jadi negara jajahan?"

"Yaaaa begitulah negara yang sedang dalam proses penguasaan negara lain. Aku juga marah sepertimu dengan situasi dan kondisi di sana."

"Benar-benar pemerintah yang pengkhianat! Mereka rela menghancurkan negara sendiri demi mendapatkan keuntungan pribadi!"

"Mereka tak memiliki jiwa patriot. Dalam diri mereka hanya ada kerakusan tanpa batas."

"Dan, para penjajah dari negeri asing sangat menyenangi para pengkhianat itu."

"Pastinya demikian."

"Lantas, apakah perlawanan rakyat di sana mampu membuat bebasnya Negara Republik Nuanglu itu dari belenggu para penjajah kejam tersebut?"

"Letupan demi letupan massa memang sudah terjadi di sana. Tapi, masih jauh untuk bisa menggulingkan pemerintah yang berkuasa saat ini di negara mereka. Perlu massa yang lebih besar dan besar lagi agar rezim Presiden Pruok Long Jay tumbang."

"Benar. Perlu kekuatan massa yang ekstra untuk itu. Sebab, Presiden Pruok didukung penuh oleh penjajah asing. Jika dia berhasil digulingkan dan para pengkhianat bangsa di sekitarnya juga dibersihkan, negara tersebut akan sehat kembali."

"Artinya seluruh rakyat di negara tersebut harus ambil bagian dalam proses penyelamatan negeri mereka."

"Jika tidak, aku yakin negara itu akan hilang dari peta dunia. Mungkin setelah dijajah penuh, akan menjadi Provinsi Mulyako, Jinem, Tung Kang Law, atau nama yang lainnya dengan status sebagai provinsi negara lain."

***

Presiden: Kita Perlebar Senyum Rakyat

Ilustrasi Chatgpt 

Presiden heran banyak orang miskin yang masih bisa tersenyum. Dan, dengan lantang dirinya menyatakan akan memperlebar senyum mereka.

Hal itu disampaikannya dalam pidato di hadapan para pengusaha lokal, Kamis (8/9/2980). Presiden yang gemar main sepak takraw tersebut berjanji akan terus mengusir para pengusaha asing yang mengambil kekayaan alam secara sepihak.

"Saya, Uyung Tina yang kini menjabat sebagai Presiden Republik inhuganis akan merebut kembali seluruh kekayaan alam kita dari para pengusaha asing. Kalau dihitung-hitung kekayaan alam yang sudah kita ambil alih sudah sekitar 40%. Kita akan tetap berjuang hingga titik darah penghabisan agar kekayaan alam yang ada itu 100 persen menjadi milik kita sehingga tak ada lagi rakyat yang miskin di negara ini!" Presiden Uyung menegaskannya secara gamblang.

Negara yang dipimpinnya memang memiliki kekayaan alam yang berlimpah ruah. Akan tetapi, banyak yang dikuasai pihak asing. Alhasil, pendapatan negara di sana masih bertumpu pada pajak rakyat. Itulah sebabnya, presiden keturunan Timur Tengah tersebut terus berjuang mewujudkan Inhuganis mandiri dalam memanfaatkan kekayaan alam secara penuh.

Badan Riset Temukan Cara Jitu Pengaspalan Jalan

Ilustrasi Chatgpt 

"Hebat sekali badan riset di negara kita telah menemukan cara jitu pengaspalan jalan."

"Yang kudengar biayanya juga murah."

"Sangat cocok diterapkan di negara ini."

"Selain murah, cara jitu yang mereka temukan itu menghemat waktu karena pengaspalan bisa dua kali lebih cepat daripada cara terdahulu."

"Benar. Jalan di Desa Wojokoro dan Desa Maujeka sudah diaspal dengan cara tersebut dan terbukti hasilnya sangat kuat."

"Kita sangat beruntung mempunyai Badan Riset Negara. Para peneliti di sana sangatlah mumpuni."

"Dengan temuan ini pemerintah kita tidak perlu menggelontorkan dana besar untuk pengaspalan jalan-jalan, baik di kota, maupun di desa."

"Dengan begitu pajak tak perlu diperluas. Kita sebagai rakyat sangat merasa lega."

"Ini jauh berbeda dengan di negara tetangga. Kudengar badan riset mereka lebih memperkuat program pemerintah yang tidak prorakyat."

"Kalau tidak salah, mereka menemukan cara-cara pembuatan sandal jepit, kaos tangan, dan juga sabun cuci yang digunakan untuk para pekerja dalam program pembersihan kandang ayam milik negara."

"Kalau dipikir-pikir, Negara Kayang Kumo itu memang selalu bikin gemes.'

"Ah, kamu bisa ajah."

***

Wednesday, August 12, 2026

Bukan Kemauan Rakyat, tapi yang Bayar Rakyat

 

Ilustrasi Chatgpt 

Begitulah kelakuan Raja Sing Go Wo selalu saja membuat tensi darah rakyatnya naik. 

Semua ide dalam pikirannya tidak ada satu pun yang prorakyat. Sebutlah contohnya pendirian kios kerajaan di desa-desa dengan uang hasil ngutang dari luar negeri. Padahal rakyat di sana tidak ada yang menginginkan pendirian kios seperti itu dan ujung-ujungnya mereka lah yang melunasinya dengan pajak.

Meskipun pelunasan utang pemerintah sangat membebani rakyat, sang raja tidak peduli. Ya, pajak dan pajak. Pajak di sana terus diperluas, semisal pendapatan pedagang kecil juga dikenai pajak. 

Bagi raja, terpenting dirinya senang dan puas dengan segala program yang dijalankannya. Lalu, dengan bangganya dia menilai dirinya sudah berhasil. Bahkan, pria bertubuh gempal tersebut menganggap dirinya sebagai manusia tertinggi di dunia. Ya, satu tingkat di bawah Tuhan. 

Dan entahlah, mungkin suatu saat nanti bisa saja dia menyebut dirinya lebih tinggi daripada Tuhan. Kesombongannya inilah yang membuat dia kian berlaku seenaknya. Rakyat di Kerajaan Sim Pa itu pun hanya bisa menahan kesedihan dan kepedihan di bawah kepemimpinannya. 

***

Tuesday, August 11, 2026

Presiden: Untuk Apa Kita Merdeka kalau Tak Bisa Berikan Pekerjaan dan Gaji yang Cukup kepada Rakyat

 

Ilustrasi Pixabay 

Presiden sangat marah kepada sebagian pejabat yang sangat ingin melaksanakan program makan minum gratis (MMG). Hal ini disampaikannya dalam sebuah pidato di Istana Negara, Rabu (11/7/4078).

"Untuk apa kalian memikirkan masalah memberikan makan dan minum! Hidup ini bukan hanya perkara makan dan minum gratis, tetapi bagaimana caranya agar bisa makan dan minum yang layak! Ya caranya dengan kita berikan pekerjaan dan gaji yang cukup kepada rakyat!"

Perkataan Presiden Pascabawang Sebatang itu pun membuat publik terpukau. Masyarakat yang telah merasakan Program Mulailah Bekerja dan Gajian (MBG) sangat senang dengan pidato tersebut.

"Presiden kita memang pemikirannya sangat luar biasa. Beliau tahu betul bagaimana cara agar rakyat tidak kelaparan dan kehausan. Beda sekali dengan sebagian pejabat yang berpikir instan, 'kalau rakyat lapar dan haus, berikan makanan dan minuman.'  Kita harus bersyukur sekali memiliki presiden seperti beliau."

"Ya, benar sekali katamu. Aku sependapat. Entahlah mengapa masih ada sebagian pejabat yang tidak kompeten dalam hal pangan rakyat."

"Mereka menganggap rakyat bagaikan hewan yang cukup dikasih makan dan minum biar gemuk."

"Selain itu, mereka dengan mudahnya ingin menggunakan anggaran negara untuk hal tersebut. Jika itu dilakukan, sudah dipastikan Negara Tapihay ini menjadi bangkrut karena anggaran negara akan habis demi program makan dan minum gratis."

"Lalu mereka memungut pajak secara brutal dan berutang kepada pihak luar negeri."

"Yang menanggung utang itu pun rakyat."

"Akhirnya rakyat menjadi sengsara."

"Maka, katakan 'tidak' kepada sebagian pejabat yang demikian itu."

***


Efisien Anggaran Menggerus Dana Penting

Ilustrasi Chatgpt 


"Aku tak habis pikir dengan presiden negara tetangga kita. Bagaimana bisa demi mendanai kebutuhan sekunder, yakni minum air.hujan gratis, dana penting dikorbankan."

"Itu sebenarnya keinginan bos besar di belakang si presiden."

"Iya sih, tapi mengapa juga Presiden Tu Pai Hon itu iya-iya aja jika diperintah oleh bos besarnya? Padahal jelas-jelas isi perintah tersebut salah."

"Kalau dia melawan, pasti dirinya langsung diberhentikan dari jabatannya sebagai Presiden Republik Jelang Ray. Ingat! Bos besarnya orang yang sangat berpengaruh di dunia."

"Beda sekali dengan zaman dulu."

"Maksudmu?"

"Masih ingat, "kan dengan kisah Kerajaan Yoiyo?"

"Owh iya ya. Pemimpin Pasukan Wakaupo berbalik menyerang orang besar yang membantunya mengalahkan Raja Layahwang. Kemudian dia mandiri dalam memerintah kerajaannya sendiri tanpa didikte orang besar dari Dinasti Tuan tersebut."

"Kalau Presiden Tu Pai Hon sebaliknya. Dirinya bermental pengecut. Tidak ada karakter sebagai negarawan sedikit pun dalam dirinya."

"Memangnya dana penting apa yang dipangkas itu?"

"Dana untuk peserta pengibaran bendera dalam peringatan kemerdekaan negara tersebut."

"Parah."

***

Monday, August 10, 2026

Legenda Presiden Direktur PT Pulp Kertas Jadi Raja

Ilustrasi Chatgpt 

Dua ribu tahun yang lalu berdiri sebuah kerajaan di lereng Gunung Sawon Lahaw. Raja pertama di sana bernama Ing Kian Liy. Sebelumnya dia menjadi panglima di kerajaan lain, yakni Sopikay yang hancur diserang Kerajaan Jiahu. 

Setelah berhasil mendirikan kerajaannya, dia fokus pada pendapatan negara. Mulai dari pabrik pulp kertas hingga mobil tenaga angin. 

Perusahaan-perusahaan itu dipimpin langsung oleh anak-anaknya. Sebutlah misalnya PT Pulp Kuini Segar Kaya dipimpin putra pertamanya yang bernama Pajur Naya Suanto. Dan, setelah sang raja pertama wafat, secara otomatis Pangeran Pajur naik tahta.

Tentu saja kebijakan-kebijakannya tak lepas dari keahliannya di bidang perkertasan. Mulai dari pembukaan hutan untuk swasembada pangan yang secara langsung juga mendukung perusahaan pulp kertas yang ditanganinya. Ya, pohon-pohon yang ditebang diambil serat selulosa kayunya. Serat ini nantinya dijadikan pulp atau bubur kertas yang menjadi bahan baku pembuatan kertas. 

Kemudian kebijakan lainnya, seperti perombakan buku-buku pelajaran dari tingkat dasar sampai menengah atas juga mendukung perusahaan pulp kertas tersebut. Dengan adanya perombakan itu, maka akan dicetak buku-buku baru dengan menggunakan kertas hasil produksi PT Pulp Kuini Segar Kaya yang dipimpinnya.

***

Sunday, August 9, 2026

Sekolah Hancur Tak Masalah, Kecerdasan Bukan dari Sekolah

Ilustrasi Chatgpt 

"Presiden Seng Gol Cot bilang kecerdasan bukan dari sekolah. Kamu percaya ga?"

"Itu Presiden Republik Jaknehi, 'kan?"

"Benar. Percaya nggak?"

"Kalau nggak ada sekolah, lantas proses belajar-mengajar di mana? 

"Ha ha ha di hutan bareng harimau dan singa."

"Sejak dulu, sekolah itu tempat para guru mengajar dan mendidik dan ruang belajar bagi siswa-siswi menimba ilmu pengetahuan guna mengasah kecerdasan mereka."

"Ya, benar sekali."

"Kecerdasan, baik intelektual, emosional, maupun lainnya dipupuk sejak dini dan salah satunya di sekolah. Jadi, kalau kecerdasan bukan dari sekolah itu lebih condong pada penghapusan sekolah. Aku khawatir di negara itu bakal tidak ada lagi sekolah."

"Wah mengerikan abis."

Ya, meski demikian dengan tidak adanya sekolah, maka anggaran negara di sana akan lebih bisa dihemat. Uangnya bisa untuk program yang menguntungkan pemerintah, khususnya Presiden Seng Gol Cot."

"Iya juga sih. Tanpa sekolah berarti tanpa pengeluaran negara di bidang pendidikan."

"Yaaaa setidaknya untuk tahun 3089 ini tidak perlu ada perbaikan sekolah yang mengalami kerusakan. Selain itu akses ke sekolah juga tidak perlu dipikirkan. Biarkan saja anak-anak berenang terlebih dahulu untuk bisa sampai di sekolah mereka. Toh sekolah itu tidak penting. Sebab, Presiden Seng berprinsip bahwa kecerdasan bukan dari sekolah."

***

Saturday, August 8, 2026

Mempercantik Kota Melebihi Segalanya

 

Ilustrasi Chatgpt 

"Ya ampun ini jalan atau bubur basi sih?!"

"Ini adonan gagal karena kebanyakan airnya."

"Aku benar-benar heran dengan isi otak para pejabat itu. Mengapa sampai ada jalan seperti ini?!"

"Ah, nggak perlu heran begitu. Mereka lebih gemar menggunakan uang untuk mempercantik kota daripada jalan di daerah pelosok."

"Tapi, mengapa harus memilih kota daripada jalan desa?"

"Di Negara Kasatumba ini memanglah demikian."

"Tapi apa alasannya? Toh sama-sama menggunakan anggaran belanja negara yang bisa mereka korupsi berjamaah."

"Pertama, para pejabat tinggalnya di kota. Jadi, kota lah yang dibangun dan dipercantik agar bisa mereka nikmati setiap saat. Kalau desa yang dibangun, mereka tidak bisa senikmat itu."

"Lalu yang kedua?"

"Kota adalah perhatian utama banyak mata. Orang-orang luar, baik dari provinsi lain, maupun mancanegara, pasti melihat kota terlebih dahulu karena bandara ada di kota. Itulah sebabnya, kota harus dipercantik secantik-cantiknya agar para pejabat mendapatkan penilaian tinggi."

"Alasan selanjutnya?"

"Anggaran yang dikeluarkan lebih besar daripada untuk sekadar perbaikan jalan di daerah pelosok. Tentu saja uang yang bisa dikorupsi pun nilainya lebih besar."

"Sampai kapan ini berlangsung?"

"Sampai uang korupsi berasa pahit."

"Ah mana ada uang pahit?"

"Ha ha ha ha berarti tidak akan ada ujungnya, kecuali kiamat tiba."

***



Friday, August 7, 2026

Jual Rumah karena akan Dikenai Pajak?

Ilustrasi Chatgpt 

"Waaah cair nih."

"Ga seberapa kok."

"Berapa?"

"Cuma 280 Upeti."

"Banyak itu. Kemarin aja si Karna jual rumah hanya dapat 150 Upeti."

"Rumahku yang dijual in terbuat dari beton jadi lebih mahal. Kalau milik si Karna hanya bangunan sederhana berbahan kayu dan beratap ijuk."

"Jadi bukan rumah Karna yang di Jalan Brewok itu?"

"Bukan, melainkan yang di Jalan Sawi."

"Berarti aku yang salah."

"Emangnya kamu dapat infonya dari mana?'

"Dari si Kuwa. Katanya rumah si Karna dijual. Dah itu aja infonya dan kukira yang di Jalan Brewok. 

"Bukan."

"Oh iya, kok pada rame jual rumah?"

"Kamu belum dengar soal aturan baru di negara kita soal rumah yang disewakan?"

"Belum. Apa isi aturannya?"

"Pemerintah akan mengenai pajak untuk bisnis rumah yang disewakan atau dengan kata lain bisnis penyewaan rumah akan dikenai pajak."

"Busyet! Rakus benar ya pemerintah kita. Emangnya belum cukupkah pendapatan pemerintah di bidang pajak? Padahal di Negara Plastikuyah ini pajak udah menyasar banyak area."

"Mana ada sih istilah cukup dalam kamus pemerintah? Nggak ada! 'Kan udah jelas waktu kampanye politik dulu bahwa pasangan Calon Presiden Se La Kah dan Wakil Presiden Hua Hung Kul akan memperluas area pajak. Dan, sekarang mereka sudah sah menjadi presiden dan wakil presiden di negara kita. Oleh karena itulah hal tersebut mereka jalankan."

"Ya  sih. Aku masih ingat saat mereka berkampanye dulu. Dan, ternyata itu mereka tepati."

"Semua yang menguntungkan mereka pasti akan ditepati. Nah, kalau yang tidak ada untungnya bagi mereka pasti diingkari atau tidak ditepati, seperti kesehatan gratis."

"Berarti ada kemungkinan akan ada lagi yang bakal dikenai pajak selain rumah sewaan."

"Ya. Bersiap-siaplah. Bisa jadi yang berwajah cantik jelita sepertimu juga akan dikenai pajak.'

"Ah! Yang benar aja!'

"Ha ha ha ha."

***

Presiden: Tetaplah Tenang. Rakyat: Tidak Bisa!

Ilustrasi Chatgpt 

"Bagaimana mungkin rakyat di Republik Kacangin bisa tenang sementara pajak kian meluas, PHK di mana-mana, nilai mata uang mereka anjlok, harga barang naik, pemborosan anggaran negara begitu masif, utang negara semakin meroket, dan banyak lagi keburukan ada di sana."

"Rakyat di negara tersebut sungguh nggak bisa tenang. Mereka diteror oleh pemerintah di sana dengan segala program jahat. Memang sih kelihatannya bagus. Sebutlah soal swasembada pangan, tapi harus terlebih dahulu membabat hutan secara brutal."

"Presiden mereka yang bernama Som Bing itu juga gila pujian dan sangat sombong. Seakan-akan dirinya manusia gagah yang memiliki kekuatan super yang dihormati semua pemimpin negara di dunia."

"Nah itu, dia sok-sokan ingin mendamaikan negara-negara yang berseteru, contohnya. Padahal dirinya hanyalah manusia kecil yang nggak dianggap penting oleh pihak luar."

"Bahkan, sebenarnya di luar negeri, dirinya sudah dikenal sebagai penjahat kemanusiaan. Sebutlah misalnya saat masih aktif di militer, dia memerintahkan para tentara melakukan pembantaian massal dan penculikan kejam."

"Ya, dia kejam. Kekejamannya juga berlaku ketika dia sudah menjadi presiden. Intimidasi dan tekanan diberikannya kepada rakyat terutama soal pajak."

"Kelakuannya sungguh kotor. Dan, anehnya dia malah meminta rakyatnya untuk tenang. Ha ha ha ha."

"Memang dirinya merupakan presiden terjelek sepanjang sejarah perpolitikan dunia."

***

Thursday, August 6, 2026

Kembalikan Hak Para Monyet

 

Ilustrasi Chatgpt 

Sejak beberapa hari lalu hingga sekarang begitu banyak berseliweran video yang memperlihatkan aktivitas manusia menangkap  monyet-monyet liar. Para makhluk berekor panjang ini memasuki dan menempati area permukiman di Tembilahan. Konon, sudah 18 warga menjadi korban penyerangan mereka. 

Kalau diperhatikan, apanya yang salah? Ada apa sebenarnya sehingga hal itu bisa terjadi? 

Hemat kata, ini tak lepas dari yang namanya hak. Ya, hak para monyet di dunia ini. Mereka berhak hidup nyaman dengan makanan yang disediakan di alam lepas. Lebih tepatnya di habitat mereka sendiri. Jika terjadi kerusakan lingkungan di sana, tentu akan terjadi masalah. 

Dengan perkataan yang lebih mudah dipahami, ketersediaan makanan dan minuman serta tempat tinggal mereka sedang mengalam gangguan. Itulah sebabnya, para monyet pasti mencari area yang menyediakan hak mereka. Area itu bisa berupa hutan lain atau bisa juga permukiman manusia. 

Setelah menemukan area yang ideal, mereka akan tinggal di sana. Dengan kata lain, area itu "mereka duduki". Siapa pun yang tinggal di area baru mereka tersebut, para monyet ini pasti akan menyerangnya. Benar, baik manusia, maupun hewan, seperti kucing dan sebagainya yang ada di sana mereka usir.

Lantas bagaimana agar mereka tidak terus-menerus menjadi penjajah di area baru itu? 

Orang bijak berkata, "Kembalikan hak para monyet, maka hidup kalian akan aman dan nyaman." Artinya, kembalikan hutan yang menjadi habitat mereka. Kalau sudah rusak, segeralah diperbaiki. 

Pertanyaan selanjutnya, sementara hutan yang rusak belum selesai direboisasi, di mana mereka ditempatkan? 

Tentu saja proses reboisasi memakan waktu yang panjang. Dan, para monyet juga tidak bisa didiamkan tinggal di permukiman warga selama itu. Maka, jawaban yang agaknya ideal adalah di area yang menyediakan fasilitas yang layak untuk kehidupan mereka. Bisa berupa hutan alami, bisa juga hasil rekayasa. Terpenting mereka bisa hidup aman dan nyaman.


Wednesday, August 5, 2026

Negara yang Itu Jadi Sorotan Internasional? Semua Negara memang Begitu

Ilustrasi Chatgpt 

"Adakah sebuah negara tanpa intelijen asing?"

"Itu pertanyaan konyol. Sebab, jawabannya sudah jelas" 

"Ha ha ha emang konyol. Setiap negara pasti ada intelijen asing yang secara rutin memberikan laporan detail ke negara asal mereka masing-masing. Artinya, semua negara mendapatkan perhatian dan sorotan oleh dunia internasional."

"Yap betul sekali.'

"Tapi, sorotan terhadap negara yang itu adalah pengecualian."

"Pengecualian?"

"Ya, pengecualian."

"Maksudmu ini pengecualian tentang apa?"

"Negara itu benar-benar menjadi sorotan internasional secara terbuka, bukan diam-diam."

"Jadi, ini bukan tentang kerja intelijen asing yang sembunyi-sembunyi?"

"Anggaplah disoroti intelejen massal. Banyak orang menyorotinya karena ulah presiden di negara itu."

"Wow! Biar kutebak. Nama negara tersebut adalah Republik Negaya dan nama presidennya Playbuku Zoobangkong."

"Waaaah kamu hebat bisa menebak dengan sangat tepat."

"Negara dan presiden itu memang sedang naik daun saat ini. Banyak pakar dunia mengatakan negara tersebut sedang berada di ambang kebangkrutan nyata."

"Betapa tidak? Semua program pemerintah di sana begitu menguras anggaran belanja."

"Alhasil, utang negara itu kian meninggi, nilai mata uang mereka terus melemah. Dan, parahnya semuanya dibebankan kepada rakyat lewat pajak yang berlapis-lapis. Demonstrasi pun pecah di setiap provinsi yang ada di sana."

"Akan tetapi, Presiden Playbuku Zoobangkong tetap antikritik. Bahkan, dirinya sering mengklaim dirinya sudah banyak meraih keberhasilan fiktif yang membuat rakyat di sana kian marah."

"Mungkinkah negara tersebut benar-benar akan sesuai seperti yang pernah dia katakan bahwa tahun 2033 sudah tiada di dunia?"

"Jika melihat situasi dan kondisi di sana, ada kemungkinan akan demikian."

***

Rakyat Ditakuti Pemerintah?

 

Ilustrasi Chatgpt 

"Lagi heboh nih!'

"Soal apaan?"

"Ini...!"

"Iya, ini apa?"

"Pemerintah di negara tetangga kita takut ama rakyat."

"Rakyat yang mana?"

"Rakyat di sana."

"Kok bisa takut?"

"Jelas takut lah."

"Maksud aku, alasannya kenapa kok bisa takut?"

"Mereka berencana mengadakan demonstrasi besar-besaran."

"Kapan?"

"Saat hari ulang tahun kemerdekaan mereka."

"Kalau tak salah ingat, tanggal 20 September, 'kan?"

"Tepat sekali."

"Parah sih emang di negara itu. Presidennya gemar menghamburkan uang rakyat demi masa jabatan dua periodenya."

"Ya, dia mengklaim sudah menciptakan satu juta lapangan kerja, misalnya. Padahal semuanya itu dari uang rakyat, bukan hasil dari kinerjanya menggenjot perusahaan milik negara."

"Lapangan kerja tercipta, tapi pemutusan hubungan kerja lebih banyak lagi akibat program raksasa yang menguras isi tabungan negara tersebut."

"Sudah begitu, rakyat yang dipecat masih dipalak dengan pajak."

"Ibaratnya sudah jatuh tertimpa tangga pula."

"Pantas saja demonstrasi tak berkesudahan di negara berjuluk Api Timur itu."

"Dan, pemerintah yang dipimpin Presiden Kayak Gi An itu pun takut juga kepada rakyat yang akan berdemo besar-besaran."

***

Tuesday, August 4, 2026

Di Jepang Ada Pemadaman Listrik Bergilir Sebulan Lebih?

 

Ilustrasi Chatgpt 

"Kalau aku belum pernah.dengar ada pemadaman listrik seperti itu di sana."

"Ya emang nggak ada. Siapa sih yang nyebarin berita hoax kek gitu?'

"Ga tahu juga siapa yang pertama kali menghembuskannya ke publik."

"Kurang kerjaan."

"Nah kalau di negara tetangga kita ada. Bahkan sampai detik ini masih terjadi pemadaman bergilir dan berkepanjangan."

"Udah gitu, setiap hari lagi. Hadeeeuh parah banget ga sih"

"Parah abis. Hari gini gitu lho masih saja ada pemadaman bergilir setiap hari selama sebulan  lebih."

"Harusnya ga gitu-gitu banget kali. Kasihan rakyat di sana."

"Iya. Di negara kita, misalnya, sistem kelistrikan sangat andal dan stabil."

"Kalau ada pemadaman listrik hanya dilakukan karena alasan darurat, seperti saat ada gempa dan durasinya sangat singkat."

"Di negara tetangga kita itu emang semuanya kayak dibikin ribet dan banyak kekurangnya."

"Pemerintah di sana sangat tidak kompeten dalam bekerja. Terlebih presidennya yang gemar melakukan pemborosan anggaran."

"Benar. Sudah tahu negaranya sedang defisit anggaran, eh dia tetap aja ngotot bikin ini, bikin itu. Apa ya istilahnya? Kayak sengaja gitu lho pengen ngehancurin negaranya sendiri."

"Dia bukannya antek asing?"

"Sejak dulu emang iya. Setelah berstatus presiden, dirinya kian menjadi-jadi sebagai antek asing."

"Dan, orang sana nyebutnya Barat Hitam."

"Agaknya Negara Markotop akan sirna jika Presiden Wong Tu Wo itu tetap semangat menjadi Barat Hitam' yang selalu proasing."

***

Sunday, August 2, 2026

Rakyat Dia Musuhi, KOK Ingin Jadi Mediator Dua Negara yang Berseteru?

Presiden Republik Pajakiya: Chatgpt 

"Eh kamu denger ga soal presiden tetangga kita ingin menjadi mediator untuk mendamaikan dua negara yang sedang berkonflik?"

"Kemarin sih aku dengernya dia siap menjadi penengah dalam konflik kedua negara yang berbeda haluan itu."

"Gimana menurutmu?"

"Ha ha ha mana bisa?"

"Bener banget. Negara sebesar kita saja tidak mau ikut campur urusan keduanya. Itu konflik yang pelik sekali."

"Konflik berkepanjangan."

"Sudah puluhan tahun."

"Dan, memang dipelihara oleh dua blok besar sebagai perang proxy."

"Dari sanalah negara-negara besar bisa melihat capaian persenjataan masing-masing."

"Jadi, mana mungkin presiden negara tetangga kita itu bisa mendamaikan keduanya. Lebih baik dirinya fokus pada utang negaranya dan juga rakyatnya yang masih banyak hidup di bawah garis kemiskinan."

"Nah itu baru benar. Utang dan rakyat. Bicara soal rakyatnya, dia sendiri bermasalah. Dirinya tidak prorakyat. Dia memusuhi rakyatnya sendiri. Rakyatnya sedang kesusahan malah dia ledek dengan nyinyiran jahat. Benar-benar parah."

"Seorang presiden yang memusuhi rakyatnya sendiri kok mau jadi mediator untuk mendamaikan dua negara yang berkonflik. Yang dikhawatirkan adalah, konflik kedua negara tersebut malah kian memanas dengan keberadaannya di sana."

"Sungguh bencana besar bagi rakyat di Negara Republik Pajakiya memiliki seorang presiden seperti itu."

***

Demonstrasi= Reaksi, maka Tidak Ada yang Membayar

Ilustrasi Chatgpt 

"Presiden Tugedebug selalu memfitnah para demonstran murni itu dibayar."

"Dia mengarang cerita bahwa dirinya tahu siapa yang membayar para demonstran di sana."

"Itu untuk membohongi masyarakat agar dirinya selalu terkesan berhasil dalam segala kebijakan-kebijakan pemerintahannya."

"Ya, dengan fitnah tersebut dia ingin masyarakat berpikiran bahwa demonstrasi bukanlah reaksi atas kegagalannya."

"Tapi, masyarakat di sana sudah cerdas. Mereka tahu bahwasannya demonstrasi yang dilakukan para mahasiswa dan beberapa kalangan, seperti tukang ojek merupakan reaksi atas gagalnya Presiden Tugedebug dalam menyejahterakan rakyat."

"Defisitnya anggaran, jatuhnya nilai mata uang negara mereka, juga kian memuncaknya utang, dan perluasan pajak hingga menyasar masyarakat bawah, adalah buktinya kegagalan sang presiden yang nyata.

"Jadi, sia-sia saja dirinya melemparkan isu bahwa dia tahu siapa yang membayar para jutaan demonstran."

"Menurutku, presiden gendut itu cara berpikirnya sangat kuno."

"Benar. Dirinya masih berpikir bahwa masyarakat di sana saat ini sama dengan masyarakat waktu dirinya masih muda."

"Padahal pikiran masyarakat di negara tersebut sudah berada di tengah-tengah informasi digital sehingga bisa melihat fenomena nyata dari waktu ke waktu secara cepat."

"Kalau seperti itu terus, aku yakin dirinya sebentar lagi akan tumbang meskipun ia didukung asing dari negara-negara maju."

"Para pemimpin negara maju pasti akan mencari orang lain yang lebih bisa menenangkan rakyat di negara itu agar tercipta tatanan kehidupan yang mereka inginkan di sana."

"Tatanan yang menguntungkan mereka."

"Tepat sekali."

"Minimal sekali mereka akan mencari orang yang tidak hobi berpidato asal bunyi."

"Ha ha ha ha. Pidato Presiden Tugedebug memang bikin ketawa. Dia seharusnya bukan jadi presiden, melainkan pelawak yang menghibur banyak orang."

"Aku berharap dirinya segera turun dari kursi presiden dan segera menjadi pelawak sejati seperti Mr. Bean."

***

Demo dan Demo Besar di Negara Tetangga

Ilustrasi Chatgpt 

"Yaaaah, bagaimana rakyat di sana ngga demo, presidennya aja asal bunyi kalau ngomong. Benar ga?"

"Selain itu, yang dia disebut sebagai kebijakan pemerintah, sungguh menyiksa rakyatnya."

"Oh benar sekali. Program minum bir gratis, misalnya, sangat menguras anggaran belanja negara itu."

"Pendirian Koperasi Buah Bibir juga sama. Keduanya menguras anggaran belanja yang sebenarnya harus dihemat."

"Kata 'hemat' sangat jauh dari jiwa presiden mereka. Yang ada adalah kata 'boros'. Sungguh sangat disayangkan."

"Padahal negara mereka termasuk kategori negara kaya utang."

"Dan, yang punya utang pastilah miskin. Jika kaya, ngapain ngutang?"

"Di situlah titik munculnya api perlawanan rakyat kepada penguasa mereka di negara tersebut."

"Betul banget. Semua utang yang digunakan untuk pemborosan itu, rakyat lah yang membayarnya dengan pajak. Saking miskinnya, pemerintah di sana memburu rakyat yang belum membayar pajak."

"Kehidupan rakyat di sana bak gambaran kehidupan di neraka. Lebih parah daripada saat leluhur mereka dijajah bangsa lain."

"Sebagian rakyat di sana sampai meminta keturunan para penjajah masa lalu itu kembali melanjutkan penjajahan di sana."

"Artinya, rakyat di Negara Cincin Cincin itu sudah benar-benar frustasi."

"Sungguh kasihan mereka yang hidup di bawah presiden super zalim."

"Dan, aku pikir demonstrasi akan semakin besar di sana."

"Sangat berpotensi menjelma revolusi yang dahsyat."

***