Wednesday, September 29, 2021

Olahan Putih Telur


 

Kodok-kodokan Keren dari Kertas


 

Tuesday, September 28, 2021

Perahu dari Kertas


 

Monday, September 27, 2021

Perjuangan


 

Sunday, September 26, 2021

Alam Kalimantan


 

Saturday, September 25, 2021

Bakwan Unik


 

Friday, September 24, 2021

Roti Bakar


 

Thursday, September 23, 2021

Pembacaan Puisi Seonggok Jagung


 

Tuesday, September 21, 2021

Rak Sendok


 

Monday, September 20, 2021

Walikota Banjarmasin Serukan Pelestarian Bahasa Banjar dan Bakumpai

Lokakarya Pemerkayaan Kosakata Bahasa Banjar dan Bahasa Bakumpai di Hotel Aria Barito, Banjarmasin, Senin, 20 September 2021.


WARTAMANTRA.com - Kita punya kabupaten keempat belas dan kelima belas Provinsi Kalimantan Selatan di Pulau Sumatera, yaitu Indra Giri Hilir dan Kuala Tungkal yang hampir 50% penuturnya adalah berbahasa Banjar.

Penggambaran atas banyaknya penutur bahasa Banjar di luar Kalimantan Selatan itu disampaikan Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina, saat membuka acara Lokakarya Pemerkayaan Kosakata Bahasa Banjar dan Bahasa Bakumpai di Hotel Aria Barito, Banjarmasin, Senin, 20 September 2021.

Selanjutnya Ibnu Sina juga mengatakan bahwa kenyataan itu merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang harus dilestarikan.

"Kita juga harus melihat ini sebagai sebuah kekayaan dari bangsa Indonesia yang harus kita lestarikan termasuk juga bahasa Bakumpai," tuturnya.

Kemudian ia juga menjelaskan bahasa Bakumpai bukan hanya dituturkan etnis Bakumpai, tetapi juga etnis yang ada di sepanjang DAS Barito. Bahkan di Pulau Kalimantan juga banyak penutur bahasa Bakumpai.

Dalam sambutan yang dihadiri oleh praktisi, akademisi, dan budayawan, baik yang berasal dari suku Banjar, maupun Bakumpai tersebut, orang nomor satu di Banjarmasin itu membakar semangat untuk meneruskan perjuangan masuknya kosakata bahasa Banjar dan Bakumpai masuk dalam bahasa Indonesia.

Tentunya, Ibnu Sina menaruh harapan tujuan kegiatan selama tiga hari yang dilaksanakan Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan ini, yakni menggali dan memperkaya kosakata dan istilah yang didapatkan di lapangan, baik dalam bahasa Banjar, maupun bahasa Bakumpai dapat terwujud. (MJA).


Kota Seribu Sungai


 

Sunday, September 19, 2021

Sosis Telur


 

Saturday, September 18, 2021

Desa yang Menyimpan Kekayaan


 

Friday, September 17, 2021

Waw! Bubur Randang Enak Sekali!


 

Thursday, September 16, 2021

Toko Roti


 

Wednesday, September 15, 2021

Jus Pisang yang Maknyus


 

Monday, September 13, 2021

Bagaimana Kelanjutan Sastra Indonesia Dot Com Sepeninggal Nurel Javissyarqi?


 

Secara jujur, saya lebih mengenal Nurel Javissyarqi sebagai blogger atau pengeblog (narablog) daripada seorang sastrawan. Itu bukan berarti dirinya bukan sastrawan di mata saya. Ia sastrawan Indonesia yang kiprah kesastrawanannya patut diperhitungkan. Ya, meskipun karya tulisnya agak jarang ditemukan dalam media massa cetak, lewat Pustaka Pujangga, Nurla Adiraga atau Nurla Gautama ini menerbitkan karya-karya sastranya dalam bentuk buku. Sebutlah tiga contohnya, yaitu Sayap-Sayap Sembrani (1999), Balada-Balada Takdir Terlalu Dini (2001), dan Membongkar Mitos Kesusasteraan Indonesia (2017).

Saya juga sempat menulis sebuah esai sederhana tentang buku yang terakhir di atas itu dengan judul "Memahami Keberatan Nurel (dalam bukunya) MMKI" dan bisa dibaca di sini.  

Akan tetapi, kehadirannya lewat Laman Sastra Indonesia yang beralamat di https://sastra-indonesia.com lebih berkesan bagi saya. Ia menambah semarak dunia blogger di Indonesia kala itu. Yakni, kala dunia blogger benar-benar sedang jaya-jayanya. Beragam webblog bermunculan bak jamur di musim penghujan. Begitu pula dengan komunitas-komunitas blogger berdiri di banyak tempat. Dan, Nurel benar-benar intens memublikasikan tulisan-tulisan sastra di lamannya tersebut. Bisa dikatakan ia menjadi dokumentator siber yang mumpuni. Sehingga, dirinya lebih terlihat aktif sekali sebagai pengeblog.

Alhasil, puisi, cerpen, dan esai sastra karya banyak sastrawan tanah air ini dengan mudah ditemukan di Laman Sastra Indonesia yang ia kelola seperti anaknya sendiri itu. 

Mengenai proses pendokumentasiannya, setahu saya, Nurel kadang meminta izin kepada sastrawan bersangkutan. Terkadang pula sebaliknya. Pernah dengan nada bergurau ia mengatakan, "Jangan terkejut kalau tulisanmu ada di Sastra Indonesia." Saya pun membalasnya dengan tertawa. Seingat saya, Nurel memang gemar berkata-kata "santai" tanpa beban, terkesan menganggap remeh sesuatu dengan gaya cengengesan. Mungkin ini untuk menciptakan suasana yang tidak terlalu serius agar terhindar dari kekakuan komunikasi.

Khusus seputar kata-kata santainya di atas itu, pernah suatu waktu, ada satu esai saya yang sebelumnya dimuat di salah satu media massa cetak, dimuat ulang oleh Nurel di laman miliknya tersebut tanpa izin. Secara pribadi, saya sama sekali tidak keberatan. Mengapa? Sebab, hal ini sebenarnya dapat dimaklumi selama tidak ada perubahan nama penulis dan tentunya juga dicantumkannya sumber asli tulisan.

Kini, Nurel sudah berpulang menuju kampung halaman hakiki manusia dan Laman Sastra Indonesia masih hidup. Dengan kata lain, secara fisik, ia tidak akan pernah kembali di tengah-tengah kita, namun warisan sibernya masih tetap ada dan entah sampai kapan akan eksis di jagat sastra dunia ini. 

Nah tentang warisan sibernya itu, sebenarnya beberapa kali saya berpikir, siapa yang akan menggantikan dirinya mengelola laman tersebut?

Dalam hal ini, saya berharap sebelum kepulangannya, Nurel sempat memberitahukan password pembuka laman itu kepada orang kepercayaannya. Entah istrinya atau orang lain. Terpenting, yang bersangkutan amanah dan secara intens melanjutkan perjuangan Nurel sebagai admin Laman Sastra Indonesia dengan dedikasi yang tinggi.

O iya, sebagai tambahan informasi, sebenarnya Nurel tidak hanya memiliki dan mengelola laman tersebut di atas. Ada laman-laman lain yang juga miliknya, semisal Laman Sastra Perlawanan, Sastra Pemberontak, dan Laman Penerbit Pustaka Pujangga. (MJA)


Persahabatan dan Perdamaian



Sunday, September 12, 2021

Puding


 

Saturday, September 11, 2021

Uang Kuno


 

Friday, September 10, 2021

Anak Perempuan


 

Thursday, September 9, 2021

Lezatnya Perkedel


 

Wednesday, September 8, 2021

Olahan Berbahan Kulit Cempedak


 

Tuesday, September 7, 2021

Gaguduh Tiwadak


 

Monday, September 6, 2021

Ragam Olahan dari Buah Cempedak


 

Sunday, September 5, 2021

Membakar Sate


 

Saturday, September 4, 2021

Memindah Bibit


 

Friday, September 3, 2021

Memasak dengan Kompor Kayu


 

Wednesday, September 1, 2021

Kompor Kayu (Bagian 1)


 

Kapsul Cinta