Wednesday, September 2, 2026

Setan di Belakang Dua Presiden Boneka

 

Ilustrasi Pixabay 

"Setan itu bernama Si Kil Mu. Dia setan dari kalangan manusia. Kadangkala dia juga ngobrol santai bersama para setan dari golongan jin."

"Lantas apa kesukaannya?"

"Menjajah negara lain."

"Berarti dia memiliki senjata militer yang canggih."

"Bukan senjata militer."

"Kalau bukan, lalu apa?"

"Salah satunya ekonomi."

"Ekonomi? Maksudmu yang seperti apa?"

"Contohnya utang."

"Negara lain berutang kepadanya?"

"Lebih tepatnya berutang kepada negaranya. Sebab, sebenarnya dia itu seorang presiden juga, yakni di Negara Republik Rakyat Utara."

"Lalu bagaimana kalau negara itu tak mau berutang?"

"Dia akan menjadikan anak buahnya menjadi presiden boneka di negara yang akan dikuasainya."

"Bisa kamu jelaskan secara rinci?"

"Pertama, dia akan mencari cara agar presiden asli di negara target tunduk kepadanya. Misalnya dengan mendapatkan rahasia si presiden. Setelah itu dia akan mengancamnya. Kalau tidak mau menurutinya, rahasia itu bakal dibongkar ke publik. Setelah tunduk, dia akan memerintahkan kepada si presiden untuk menjadikan anak buahnya sebagai presiden selanjutnya di negara target tersebut."

"Sungguh luar biasa licik setan itu."

"Kemudian, setelah anak buahnya menjadi presiden boneka di sana, maka dengan mudah dia membuat negara itu berutang. Contohnya di Republik Sua Pin Aqyu yang berutang kepada negaranya untuk membangun jalan tol, berutang untuk membangun bandara-bandara baru, berutang untuk membangun jalur kereta cepat, berutang untuk mendirikan kota baru, berutang untuk program-program yang memboroskan anggaran belanja negara seperti program minum air kelapa gratis bagi nenek-nenek, dan berutang untuk hal-hal lainnya. Semua itu agar negara target tidak bisa membayar seluruh utang tersebut. Tahu sendiri, 'kan akibatnya? Nah itu baru utang."

"Waduh!"

"Pengerukan tambang yang hasilnya tidak dijual, melainkan diberikan gratis kepada Republik Rakyat Utara juga termasuk cara menjajah di bidang ekonomi olehnya. Coba kalau dijual, berapa uang yang masuk ke negara target. Tapi, karena tidak dijual, keuntungan itu nol besar. Semuanya untuknya."

"Apakah Republik Sua Pin Aqyu sudah100% berhasil ditaklukkannya?"

"Sebenarnya target penaklukkan atau penguasaan 100% hanya 10 tahun atau dua periode masa jabatan presiden boneka pertama, tapi, belum tercapai. Awalnya dia mau mengubah aturan di negara itu agar si presiden boneka pertama tersebut bisa lanjut tiga periode, namun gagal. Di negara tersebut masih ada tokoh-tokoh politik yang mempertahankan aturan seseorang hanya boleh menjabat presiden selama dua periode. Alhasil, dijadikanlah seseorang lainnya menjadi presiden boneka selanjutnya atau yang kedua."

"Bagaimana selanjutnya?"

"Pada periode ketiga ini lebih dititikberatkan pada pemiskinan rakyat di Republik Sua Pin Aqyu. Caranya dengan meningkatkan pajak. Secara ekonomi, rakyat di sana diperas dengan kejam. Tujuannya agar rakyat yang nantinya sudah miskin tidak akan melawan pemerintah lagi. Sebab, yang dipikirkan hanyalah urusan lapar. Saat itulah setan Si Kil Mu berkuasa total atas Republik Sua Pin Aqyu."

***

Tuesday, September 1, 2026

Ngakalin Halal, Terpenting Presiden Tidak Ketus

Ilustrasi Chatgpt 

"Apa pun itu yang terpenting Presiden Tu Kang Seng senang. Sebab jika sebaliknya, bakal ditempeleng hingga pingsan."

"Aku juga pernah dengar yang demikian. Presiden terkanak-kanak di dunia tersebut kalau marah tidak terkira. Sangat mengerikan. Dia merupakan monster bertubuh gendut yang ganas."

"Itulah sebabnya, semua pejabat di Republik Jak Tuk Law tidak ada yang berani memberikan laporan buruk kepadanya."

"Ya, benar. Ada yang memberikan laporan mengupas apel dapat 800 ribu Jekai, ada yang melaporkan mengangkat satu karung jagung dapat 200 ribu Jekai, ada juga yang melaporkan bahwa api yang membakar hutan sudah berhasil dibuat pingsan, dan laporan-laporan aneh lainnya."

"Lucunya, Presiden Tu Kang Seng senyum-senyum saja. Lalu dia menaikkan jabatan sang pelapor."

"Ha ha ha iya. Betul sekali, para pelapor itu dinaikkan jabatannya."

"Hadeeeeuh benar-benar presiden tak terkira sepanjang sejarah umat manusia."

***

Monday, August 31, 2026

Demi MBG, Siswa Dikorbankan

Ilustrasi Chatgpt 

"Kudengar di negara tetangga kita para siswa dikorbankan demi Minum Botolan Gandum atau MBG saat kabut asap menyerang mereka. Padahal seharusnya para siswa di sana diliburkan. Apa pun alasannya, kabut asap sangat berbahaya bagi mereka."

"Wah sangat parah kalau sudah begitu. Otak para pejabatnya harus dimasukin di mesin cuci."

"Ya, emang sungguh menjijikkan pemerintah di negara tetangga kita itu. Apa-apa demi bisnis. Demi uang. Dan, mereka memakai nama siswa atau rakyat untuk mendapatkan keuntungan tersebut."

"Mereka hina dina. Republik Jem Gu Po itu memang selalu parah dan payah sejak awal kemerdekaan mereka. Jiwa para pejabatnya melebihi ular piton. Mereka melilit korban yang sangat banyak."

"Rakyat di sana sungguh ditekan. Terlebih sekarang pada masa Presiden Lang Hiu Sin sudah sangat, sangat, sangat payah. Dia selalu berusaha membuat negara tersebut bangkrut maksimal."

"Sepertinya kita harus mengucapkan selamat tinggal kepada negara yang nyaris sirna dari peta dunia itu."

"Benar, 'Selamat tinggal Republik Jem Gu Po!' Oh, kedengarannya mengasyikkan."

***

Saturday, August 29, 2026

Presiden Licik dan Kabinet Kebohongan

Ilustrasi Chatgpt 

"Kebanyakan yang keluar dari mulutnya adalah tidak benar."

"Ya, kalau tidak sedang berbohong, ya dia gemar main akal-akalan jahat."

"Misalnya soal tingkat kesejahteraan rakyat di sana. Dirinya dengan dibantu Kementerian Penduduk Negeri, mengategorikan penduduk berpendapatan rendah sebagai masyarakat kaya."

"Benar. Tujuannya agar pemerintah tidak memberikan bantuan tunai kepada penduduk berlevel kaya tersebut. Padahal sebenarnya mereka itu masuk kategori miskin."

"Begitu pula soal pendapatan kuli pengangkat karung berisi beras yang dikatakannya sangat fantastis, yakni upah sekali angkat satu karung beras lebih besar daripada harga sekarung beras itu sendiri."

"Benar-benar dahsyat bohongnya."

"Pada jenjang yang lebih tinggi lagi, 99% yang dikatakannya saat kampanye politiknya juga kebohongan belaka."

"Satu persen yang bukan kebohongan itu pun sangat menguntungkan dirinya."

"Program minum gratis sungguh membuatnya jadi lebih kaya daripada sebelumnya."

"Presiden Kugan Saye memang setan dari golongan manusia."

"Dan, Republik Toh Ben Er yang dipimpinnya itu sudah sekarat."

***

Friday, August 28, 2026

Presiden Kejahatan

Ilustrasi Chatgpt 

"Entah apa maunya Presiden Ku Yang Jiu itu yang memelihara preman, koruptor, dan para penjahat lainnya dalam pemerintahannya."

"Dia memang berjiwa penjahat yang dibungkus pakaian elit."

"Ya sih. Aslinya memang begitu."

"Dia tak pandai dalam berpikir. Emosinya tak terkendali. Meluap-luap bagai banjir bandang. Segala tindakannya selalu tergesa-gesa karena pikirannya selalu dikalahkan emosinya itu."

"Di dunia sekitarnya hanya ada sosok -sosok jahat yang serakah."

"Alhasil rakyat yang menjadi korban keganasannya."

"Sebutlah misalnya ketika ada demonstrasi, maka yang dia turunkan adalah kelompok preman yang dipeliharanya secara resmi."

"Tapi untunglah, dari pantauan di lapangan, rakyat di Republik Nuanglu Sai itu tetap berani kepadanya selama mereka berada di jalan kebenaran."

"Benar. Meski bagaimana pun rakyat di sana merupakan keturunan para pejuang yang tak takut mati."

"Terakhir yang kudengar, ada bentrok antara kelompok preman negara versus masyarakat sipil. Para preman elit itu kabur karena mendapatkan perlawanan serius dari masyarakat yang sudah marah besar kepada mereka."

"Dia memang harus dilawan. Jika tidak, negara itu akan hancur."

***

Thursday, August 27, 2026

Kabut Asap Bahagia sebab Tak Ada Pemadaman yang Canggih

Ilustrasi Chatgpt 



"Kabut asap pasti bahagia."

"Bahagia?"

"Ya."

"Kok bisa begitu?"

"Sebab perlawanan pemerintah sono sekadar tenaga dan waktu tanpa ada pemadaman yang canggih."

"Oh maksudmu di negara tetangga kita."

Selly menangguk.

"Entah kapan pemerintah di negara tersebut dewasa? Terlebih presiden yang saat ini berkuasa sungguh sangat kekanak-kanakan."

"Maklumlah presidennya sudah tua sekali, 'kan? Jadi, sifatnya susah kembali ke masa kanak-kanak. Segala yang keluar darinya pastilah lucu dan menggemaskan."

"Ya sih. Bukannya menggunakan pesawat pemadam api yang canggih, eh dia malah main-main dengan api. Mengerahkan penerjun payung di titik api, misalnya, sungguh tidak ideal dalam upaya memadamkan apinya."

"Begitu pula perintah melakukan penelitian terhadap tepung singkong untuk solusi pemadaman api di hutan mereka, itu memakan waktu. Padahal api harus segera dipadamkan."

"Dan benar, kabut asapnya pasti bahagia karena pemerintah di Negara Republik Bulakaf tidak serius memadamkannya.'

***

Wednesday, August 26, 2026

Para Demonstran Itu Idealnya Disambut, Bukan Dihalangi

 

Ilustrasi Chatgpt 

"Selama ini yang kulihat selalu saja ada upaya penghalangan para demonstran oleh pihak yang didemo."

"Para pejabat atau juga wakil rakyat yang didemo memang begitu. Mereka menganggap rakyat yang berdemonstrasi adalah musuh."

"Padahal kedua belah pihak merupakan satu bangsa dan satu negara."

"Sungguh tak layak mereka memperlakukan para demonstran demikian kasarnya."

"Melalui aparat yang berjaga, tak jarang para demonstran mengalami cidera, baik ringan, maupun berat."

"Bahkan ada yang meninggal dunia."

"Benar sekali. Aku masih ingat peristiwa tahun 1987 di Korea Selatan, tahun 1989 di Republik Rakyat Cina, dan juga di negara tetangga kita. Dalam peristiwa-peristiwa itu jatuhnya korban jiwa sungguh tak terelakkan."

"Dan, hari ini di negara tetangga kita terjadi kembali demonstrasi besar-besaran."

"Republik Canda Dihura itu memang sering sekali dilanda demonstrasi."

"Maklumlah seperti itu karena pemerintah di sana membuat aksi-aksi yang menimbulkan gelombang-gelombang reaksi massa berwujud demonstrasi demi demonstrasi."

"Menurutmu apakah demonstrasi kali ini di negara itu akan sama dengan peristiwa puluhan tahun silam tersebut?"

"Untuk kali ini tampaknya tidak."

"Menurutku juga begitu. Waktu itu merupakan ledakan emosi yang sudah tertanam puluhan tahun sebelumnya. Rakyat sudah dibuat sangat muak sedangkan kali ini masih dalam tahap awalnya saja."

"Jika keadaan buruk di negara tersebut terus berlanjut, barulah ledakannya kian membesar."

"Padahal demonstrasi dapat diredam, setidaknya untuk sementara waktu, dengan menyambut para demonstran dengan baik. Dan, akan diredam permanen jika semua tuntutan mereka dikabulkan."

"Tapi, agaknya itu jauh dari kenyataan di lapangan."

***