Friday, July 3, 2020

Alhamdulillah Masjid Amir Hamzah di Taman Ismail Marzuki Diresmikan





Masjid menjadi sebuah kebutuhan bagi umat Islam di mana pun berada. Itulah sebabnya, di lingkungan perkantoran, perkampungan, bahkan tempat wisata  didirikan masjid, meski dalam ukuran kecil dan sederhana sekalipun.

Begitu pula di kawasan Taman Ismail Marzuki, Menteng, Jakarta Pusat berdiri sebuah masjid bernama Amir Hamzah. Dan, masjid itu diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada hari ini (Jumat, 3/7/2020).

Seperti terlansir RMOL, Jumat (3/7/2020) kegiatan yang dihadiri Ketua Dewan Masjid Indonesia, Muhammad Jusuf Kalla dan Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria itu sekaligus menandai tepat satu tahun perkembangan revitalisasi TIM dilakukan.

"Kita semua bersyukur bahwa semua yang ditargetkan, amanat yang dititipkan bisa dijalankan dengan baik. Salah satu bagian dari proses revitalisasi pusat kesenian Jakarta TIM, salah satunya adalah pembangunan kembali Masjid Amir Hamzah," ujar Anies Baswedan.

Masih dari sumber yang sama, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) itu melanjutkan, meskipun saat ini pandemik virus corona baru (Covid-19) masih mewabah, tetapi jadwal proyek revitalisasi tidak bergeser.

Anies juga menyampaikan, masjid bukan sekadar tempat beribadah namun juga dapat menjadi tempat bertukar pikiran dari para seniman dari seluruh Indonesia bahkan dunia internasional.

Mengutip media itu, Anies menjelaskan, "Saya ingin sampaikan terima kasih kepada semua yang terlibat. Seluruh jajaran Jakpro dan berbagai pihak yang tidak bisa disebut namanya satu-satu. Dan juga terima kasih kepada Pak Jusuf Kalla yang telah berkenan untuk ikut menjadi saksi atas dimulainya kembali masjid Amir Hamzah ini. Insya Allah ini menjadi bagian dari babak baru bagi kita semua di Jakarta."

Thursday, July 2, 2020

Taiwan Menegaskan Warganya untuk Menghindari Hong Kong, Bagaimana dengan Indonesia?


Hong Kong pada malam hari - Pixabay


Setelah disahkannya Undang-Undang Keamanan Nasional yang "keterlaluan" untuk bekas koloni Inggris itu, seorang pejabat pemerintah Taiwan pada Kamis seperti terlansir The Straits Times, Kamis (2/7/2020) mengatakan bahwa orang-orang Taiwan harus menghindari kunjungan yang tidak perlu ke atau transit melalui Hong Kong, Makau, atau Cina daratan.

Diketahui undang-undang itu, yang dikenakan di Hong Kong oleh Beijing, berisi hukuman yang tidak main-main, yakni hingga seumur hidup di penjara bagi pelanggarnya.

Berbicara kepada wartawan di Taipei, Chiu Chui-cheng, Wakil Kepala Dewan Urusan Daratan Taiwan, mengatakan hukum (itu) adalah "yang paling keterlaluan dalam sejarah" dengan jangkauan yang meluas ke mana-mana.

"Orang Taiwan harus menghindari melakukan kunjungan yang tidak perlu atau transit melalui Hong Kong, Makau dan daratan," katanya.

Mengutip media itu, Hong Kong secara tradisional memainkan peran penting dalam interaksi Cina-Taiwan, terutama ketika tidak ada penerbangan langsung reguler sebelum 2008, dan bandaranya sering digunakan oleh orang-orang Taiwan yang membuat koneksi penerbangan.

Pada hari yang sama ketika hukum mulai berlaku, Taiwan membuka kantor untuk membantu warga Hong Kong yang ingin melarikan diri ke pulau itu. China mengutuk tawaran bantuan Taiwan untuk rakyat Hong Kong.

Lalu, bagaimana dengan Indonesia?

Sudah menjadi buah bibir bahwa banyak warga negara Indonesia yang bermukim di Hong Kong. Ada mahasiswa, ada juga para pekerja Indonesia di sana.

Apakah secara khusus Negara Indonesia sudah memberikan perhatian kepada warganya yang tinggal di kota itu? Setidaknya saran untuk selalu waspada dan terus berhati-hati?

Wednesday, July 1, 2020

Kebebasan Hong Kong Dilanggar Beijing, Apa yang Akan Diberikan Inggris?



Ilustrasi - Pixabay


Hong Kong sebenarnya diberikan kebebasan selama 50 tahun terhitung sejak pengembalian wilayah itu dari Inggris ke Cina daratan tahun 1997 lalu.

Tapi, Beijing melanggar kebebasan itu. Sebenarnya ini bukan hal yang mengejutkan. Mengapa? Sebab, Partai Komunis Cina sedari awal memang terus berusaha mengambil alih wilayah dan menguasainya.

Ya, awalnya partai itu mulai merebut sebagian wilayah daratan dari tangan Republik China (Taiwan), kemudian mendirikan Republik Rakyat Cina di daratan. Selanjutnya merebut dan menguasai Negara Manchukuo, Tibet, Mongolia Dalam, juga Turkistan Timur. Dan kini, Hong Kong direbut kebebasannya. Wilayah-wilayah lain pun sedang diusahakan menjadi wilayah RRC, semisal yang sedang disengketakan dengan Jepang dan India, serta Laut Cina Selatan yang melibatkan negara-negara Asia Tenggara seperti, Filipina dan Malaysia.

Lantas, apa yang akan diberikan Inggris kepada penduduk Hong Kong mengingat wilayah itu bekas koloni kerajaan besar tersebut?

Mengutip BBC, Inggris memberikan penawaran kewarganegaraan kepada penduduk Hong Kong.

Hingga tiga juta penduduk Hong Kong akan ditawarkan kesempatan untuk menetap di Inggris dan akhirnya mengajukan permohonan kewarganegaraan, kata Boris Johnson.

PM Inggris itu mengatakan kebebasan Hong Kong dilanggar oleh undang-undang keamanan baru dan mereka yang terkena dampak akan ditawarkan "rute" keluar dari bekas koloni Inggris.

Sekitar 350.000 pemegang paspor Inggris, dan 2,6 juta lainnya yang memenuhi syarat, akan dapat datang ke Inggris selama lima tahun.

Dan setelah satu tahun lebih lanjut, mereka akan dapat mengajukan permohonan kewarganegaraan.

Masih dari sumber yang sama, pemegang Paspor Luar Negeri Nasional Britania Raya di Hong Kong diberikan status khusus pada 1980-an, tetapi saat ini memiliki hak terbatas dan hanya berhak atas akses bebas visa ke Inggris selama enam bulan.

Di bawah rencana pemerintah, semua warga negara Inggris di luar negeri dan tanggungannya akan diberikan hak untuk tetap di Inggris, termasuk hak untuk bekerja dan belajar, selama lima tahun. Pada titik ini, mereka akan dapat mengajukan status menetap, dan setelah satu tahun lebih lanjut, mencari kewarganegaraan.

Seperti terlansir media itu, Johnson juga mengatakan pada Selasa dikeluarkannya undang-undang keamanan baru oleh otoritas Hong Kong adalah "pelanggaran yang jelas dan serius" dari deklarasi bersama Sino-Inggris 1985. Yakni, sebuah perjanjian yang mengikat secara hukum yang menetapkan bagaimana kebebasan tertentu akan dilindungi selama 50 tahun setelah Tiongkok mengambil alih kedaulatan pada tahun 1997.

Di Mana AS saat Warga Gaza Berunjuk Rasa Memprotes Rencana Israel Aneksasi Tepi Barat?



Orang-orang membawa spanduk anti-aneksasi saat menggelar protes terhadap permukiman Yahudi dan rencana aneksasi Israel di Lembah Jordan, yang terletak di Tepi Barat yang diduduki pada 01 Juli 2020, di Kota Gaza, Gaza. (Mustafa Hassona - Anadolu Agency )



Negeri Paman Sam terkenal sebagai "polisi dunia". Bagi pemimpin-pemimpin di negara kecil atau setidaknya berkembang, jika tak hati-hati, harus bersiap-siap menghadapi gempuran negara super power tersebut.

Saddam Hussein di Irak dan Mu`ammar al-Qadzdzāfī di Libya adalah dua contoh pemimpin negara yang hancur setelah berhadapan dengan Amerika Serikat. Mereka dicap sebagai penguasa yang otoriter terhadap rakyat dan pantas dihukum.

Akan tetapi, kasus menjadi lain atau sebutlah sebagai pengecualian saat Israel menghajar rakyat Palestina.

Ke mana Amerika Serikat? Di mana Sang Paman Sam?

Bahkan, saat Israel berencana melakukan aneksasi di Tepi Barat hari ini, Amerika Serikat tak juga melarangnya.

Sampai-sampai ratusan warga Palestina menggelar unjuk rasa di Jalur Gaza pada Rabu untuk memprotes rencana Israel mencaplok wilayah Tepi Barat yang diduduki seperti terlansir Anadolu Agency, Rabu (1/7/2010).

"Aneksasi itu merupakan ancaman bagi Palestina dan melanggar resolusi legitimasi internasional," kata Saadi Abed, dari Uni Demokratik Palestina (FIDA) dikutip media itu.

Menurut Abed, pencaplokan tanah akan membuka jalan bagi intifada baru Palestina.

Dia mengajak warga Palestina untuk merapatkan barisan dan mengakhiri keretakan untuk menghadapi rencana aneksasi itu.

Abed juga meminta Otoritas Palestina untuk berupaya meminta pertanggungjawaban Israel di depan Mahkamah Pidana Internasional atas kejahatannya terhadap rakyat Palestina.

Inilah Destinasi Wisata Medis di Palestina


Ada beragam jenis wisata di dunia ini. Salah satunya adalah wisata medis.

Menuju ke tempat wisata jenis ini artinya pergi ke tempat-tempat yang mengandung unsur-unsur alami yang dapat digunakan untuk mengobati beberapa penyakit, seperti: mata air, dan danau yang kaya akan garam mineral untuk membantu menyingkirkan banyak penyakit kulit, pernapasan dan saraf.

Nah, di Palestina ada wisata-wisata seperti itu. Mengutip Wafa, berikut wisata medis di Palestina. 

1. Laut Mati

Laut Mati adalah salah satu daerah yang paling menarik bagi para wisatawan yang mencari kehangatan dan alam yang indah di musim dingin. Ini adalah titik daratan terdalam di dunia dan kecerahan dunia.

Sumber Wafa


Pembentukan Laut Mati, seperti yang dikatakan ahli geologi bahwa ketika keretakan Asia-Afrika terbentuk karena air terperangkap di daerah itu, penguapan air meningkatkan persentase garam di dalamnya.

Lebar maksimum laut adalah 17 km, sedangkan panjangnya sekitar 70 km. Pada 2010, mencapai area sekitar 650 km2 karena telah menyusut lebih dari 35 tahun terakhir lebih dari 35%.

Tingginya kepadatan garam di perairannya merupakan harta yang berharga dengan mengandung mineral alami, terutama kalsium, magnesium, dan garam brom.

Para ilmuwan dan ahli mengatakan bahwa air Laut Mati, udara, dan matahari adalah pengobatan yang nyata dan alami untuk penyakit kulit. Karena fitur-fiturnya yang hanya tersedia di dalamnya.

Di bawah permukaannya memberikan kandungan oksigen tertinggi. Dengan suhu tinggi, penguapan meningkat. Atmosfer tetap jenuh dengan magnesium, bromida, kalsium, dan unsur lainnya. Kondisi ini membantu dalam mengobati penyakit kulit, pembuluh darah, dan penyakit lain seperti: psoriasis, nyeri sendi, rematik, eksim saraf, vitiligo, jerawat, dan banyak banyak penyakit yang sulit dihitung.

Selain itu, kelembabannya rendah, yakni tidak melebihi 5%, dan itu adalah salah satu keuntungan yang membantu dalam perawatan.

Begitu pula dengan sinar UV. Mengekspos kulit terhadap radiasi matahari secara langsung atau tidak langsung akan memengaruhi sistem kekebalan tubuh. Sinar UV matahari yang berbahaya menjadi lemah di atas wilayah Laut Mati. Tentu saja ini positif mempengaruhi sistem kekebalan tubuh.

Para ahli menekankan bahwa mandi di air Laut Mati membantu memperkuat efek penyembuhan sinar matahari dengan memperkayanya dengan mineral.

Sumber Wafa


Lumpur Laut Mati juga dibedakan karena memiliki semua unsur dan garam yang diperlukan untuk mengobati banyak penyakit kulit. Selain efek estetisnya, lumpur ini memberikan fleksibilitas, kemurnian dan kehalusan kulit. Jadi itu digunakan dalam industri kosmetik.

Ada tiga cara untuk menggunakan lumpur Laut Mati.

Pertama, melukis tubuh dengan lumpur. Kemudian berjemur di bawah sinar matahari, bisa selama sepuluh menit, 15 menit, atau 30 menit hingga mencapai 80 menit tergantung jenis kulit masing-masing.

Kedua, tubuh dicat dengan lumpur. Kemudian dibungkus dan ditutup dengan nilon sehingga suhu lumpur mencapai 40 derajat Celcius. Cara ini digunakan untuk penyakit kulit dan persendian.

Ketiga, mandi lumpur, yakni dengan mengencerkan  lumpur atau tanah liat dengan air mineral, dan pasien direndam beberapa kali.


2. Mata Air Wadi Al-Maleh 

Wadi Al-Maleh di Lembah Jordan utara ditandai oleh iklim hangat dan mata air panas dengan air mineral. Terletak 13 km di sebelah timur kota Tubas dan dihuni oleh 450 keluarga Palestina.

Sumber Wafa


Selain sumber air panas, Wadi Al-Maleh berisi 7.000 dunum pohon hutan dan hutan alam  yang tersebar di lembah.

Air panas jenuh mineral mengalir dari lereng gunung berbatu Ayyad dan Ayoub, lalu melalui serangkaian bebatuan menuju Wadi Hammam al-Maleh, kemudian bertemu mata air Umm Tayyun yang dingin, terus menembus tanah Persia, menuju ke timur ke Jembatan Ashish Ashish Bridge sebelum airnya mengalir ke Sungai Yordan.

Sumber Wafa


Di masa lalu, Hammam Al-Maleh adalah resor wisata alam yang sering dikunjungi oleh pejalan kaki Palestina dan turis asing untuk hiking dan perawatan. Area tersebut berisi hotel dan pabrik air yang pengaruhnya masih terlihat. Tetapi otoritas pendudukan Israel, sejak 1967, telah bergegas untuk memaksakan kontrol mereka pada wilayah dan kekayaannya.

Sumber Wafa


Pada tahun 1973, otoritas pendudukan menuangkan beton bertulang di sekitar mata air mineral panas sedalam 20 meter. Mencoba menyabotasenya dan membatasi alirannya.

Sumber Wafa


Lembah tempat air mineral mengalir diubah menjadi lembah air yang langka, dan daerah yang indah itu menjadi daerah semi-sepi yang hanya dikunjungi oleh para penggembala, meskipun berisi air mineral panas yang dibutuhkan orang untuk rawat inap dan pariwisata.


Tuesday, June 30, 2020

Adakah Janji Kampanye Politik yang Berbunyi: Menyejahterakan Seniman Indonesia?


Presiden Penyair Indonesia (Sutardji Calzoum Bachri) baca puisi -  Media Indonesia




Sudah tahukah Anda bahwa Komisi Pemilihan Umum (KPU) resmi menjadwalkan pemungutan suara Pilkada Serentak 2020 pada 9 Desember mendatang?

Sementara kampanye dilakukan pada 26 September hingga 5 Desember? Lalu, penghitungan suara dan rekapitulasi penghitungan suara akan berlangsung pada 9 Desember hingga 26 Desember?

Jika belum, maka cermati dan ingat baik-baik semua tanggal itu agar Anda tidak bingung saat penyelenggaraannya nanti.

Itu soal angka-angka. Lantas, pernahkah Anda menyoroti isi kampanye politik selama ini?

Agaknya, tak semua orang peduli dengan janji-janji para politisi. Tidak mengherankan kalau memang  demikian adanya. Mengingat orang-orang sudah mafhum bahwa kebanyakan janji seperti itu tinggallah janji. Hanya sepersekian persen politisi yang menepati janji-janji mereka.

Berangkat dari janji itulah, bagi politisi yang mau menepati semuanya, akan berusaha melaksanakan janji-janji politik yang disampaikan mereka saat kampanye.

Artinya, yang dilaksanakan adalah semua janji mereka saja. Sedangkan yang bukan bagian dari janji-janji itu tentu saja tidak mereka laksanakan.

Nah, bicara kesenian, kadang-kadang pemerintah, baik pusat, maupun daerah menyampaikan jargon "lestarikan" kesenian di Indonesia. Kata lestarikan memang terdengar wah. Ada semacam spirit yang menggelora untuk melestarikan kesenian dalam berbagai cabang yang ada. Sebutlah seni sastra yang pelaku atau praktisinya disebut sastrawan.

Pertanyaannya, pernahkah politisi menjanjikan kesejahteraan seniman (semua cabang seni) saat mereka berkampanye politik?

Rasa-rasanya belum ada yang secara tegas dan jelas menjanjikan hal yang demikian itu. Misalnya secara lebih rinci, jika terpilih menjadi walikota, politisi yang bersangkutan akan memberikan insentif kepada seniman di daerahnya. Belum pernah ada, 'kan?

Atau janji lainnya seperti, seniman yang sakit akan ditanggung semua biaya pengobatannya. Ini juga belum ada, 'kan?

Padahal, seniman lah yang merupakan pelaku seni dalam pelestarian kesenian itu sendiri. Bisa dikatakan, seniman merupakan pendukung utama dalam eksistensi kesenian di Indonesia. Maka, idealnya para seniman harus diperhatikan kesejahteraan masing-masingnya oleh pemerintah yang sejatinya dimulai dari janji-janji politik tersebut.

Karena hingga saat ini dunia seniman belum banyak tersentuh para politisi, baik selama kampanye, maupun setelah duduk di eksekutif dan legislatif, tentu bukan lagi hal yang mengherankan jika masih kita temukan kesusahan hidup sebagian seniman.

Sebutlah Korrie Layun Rampan yang sempat menarasikan kisah hidup pribadinya di salah satu media besar Indonesia. Tak lama menjelang kepulangan (kematiannya) ia mengisahkan bagaimana susahnya menjadi sastrawan di negeri ini. Dirinya bahkan mengatakan jika ia di luar negeri (menjadi sastrawan luar), seorang Korrie sudah kaya raya dengan banyak buku yang telah dihasilkannya.

Kemudian, ada pula sastrawan besar lainnya, Hamsad Rangkuti yang juga mengalami kesusahan hidup sebelum dirinya mengembuskan napas terakhirnya.

Dikabarkan bahwa tanahnya diambil secara sepihak oleh Pemerintah Kota Depok tanpa ganti rugi. Ia pun menjadi sakit-sakitan. Betapa tidak? Tanahnya yang telah dijadikan tempat pembuangan sampah itu menyebabkan bau busuk, mendatangkan hewan-hewan menjijikkan, dan suasana buruk terkumpul di sana.

Semua keburukan tersebut sampai di dalam rumahnya. Sakitnya kian parah. Sampai-sampai jantung dan ususnya dioperasi.

Dan belakangan, ada sastrawan besar lainnya bernama Soni Farid Maulana yang sedang sakit parah. Santer dikabarkan di media sosial oleh sejumlah rekan sastrawan tentang kondisinya.

Mantan Redaktur Budaya Pikiran Rakyat ini diserang penyakit gula yang benar-benar parah. Akibatnya, ia sudah susah berjalan. Betis dan telapak kakinya bengkak. Kuku kakinya kuning seolah baru dicat minyak. Bahkan, kian hari dirinya hanya bisa berbaring. Parahnya, keluarga dekatnya pun ikut sakit dan dirinya tak punya biaya ke dokter. Mata pencahariannya sekarang hanya berjualan buku puisi cetak.

Bisa dibayangkan betapa susahnya mendapatkan uang dari penjualan buku puisi, 'kan? Terlebih pada masa pandemi COVID-19 seperti saat ini.

Memperhatikan kondisi yang memperihatinkan di atas, agaknya para politisi yang akan atau sedang menduduki kursi jabatan penting, perlu kiranya juga peduli terhadap kesejahteraan kaum seniman. Contohnya, berjanjilah untuk berusaha menyejahterakan seniman Indonesia saat kampanye politik dan tunaikan janji itu saat menjabat kelak.

Bagaimana menurut Anda?

Berikut Empat Usulan Penting agar Jokowi Bisa Bertindak sebagai Kepala Pemerintahan Sekaligus Kepala Negara yang Arif dan Bijaksana


Ilustrasi - Pixabay



Menyikapi pidato marah-marah Jokowi terkait penanganan dampak pandemi COVID-19, Din Syamsuddin yang merupakan mantan Ketum PP Muhammadiyah memberikan sejumlah usulan agar Presiden RI saat ini bisa bertindak sebagai kepala pemerintahan sekaligus kepala negara yang arif dan bijaksana.

Berikut adalah sejumlah usulan Ketua Dewan Pengarah Koalisi Masyarakat Penegak Kedaulatan (KMPK) tersebut seperti terlansir RMOL, Selasa (30/6/2020.

Pertama, masalah yang ada perlu diatasi dengan mengedepankan dialog. Namun, dialog perlu bersifat dialogis (dialogical dialogue), yakni dialog yang bertumpu pada ketulusan, kejujuran, keterbukaan, dan untuk mencari jalan keluar.

Kedua, Jokowi dan jajaran kabinetnya untuk bisa menerima berbagai macam kritikan, khususnya yang terkait pandemik virus corona baru (Covid-19).

Galanglah kebersamaan seluruh elemen bangsa. Tidak ada salahnya untuk mendengar aspirasi rakyat apalagi yang kritis. Karena boleh jadi dalam kritik itu ada solusi yang bersifat konstruktif.

Tentunya, ini tidak akan terlaksana, menurut Din Syamsuddin, jika aspirasi yang disampaikan masyarakat dibungkam, baik dengan penyebaran agitasi dan fitnah oleh para buzzer bayaran, ataupun kriminalisasi rakyat kritis dengan menggunakan kekuasaan.

Ketiga, dalam suasana penuh keprihatinan sekarang ini, Jokowi diharapkan mampu untuk tidak mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang kontroversial, dan apalagi melanggar konstitusi.

Bahkan, secara terbuka Din Syamsuddin meminta, agar Presiden bisa menunda dulu pembentukan undang-undang dan kebijakan yang bertentangan dengan aspriasi rakyat, tidak berpihak kepada rakyat banyak, dan apalagi hanya memberi keuntungan kepada segelintir pengusaha.

Mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini.memberijan contoh dengan menyebutkan UU tentang Minerba yang menurutnya jelas-jelas hanya menguntungkan tujuh korporasi. Kemudian UU 2/2020 yang sangat potensial penyelewengan dan penumpukan utang negara. Atau bahkan RUU Omnibus Law Ciptaker yang lebih menguntungkan pengusaha dan merugikan kalangan pekerja atau buruh.

Keempat, lresiden perlu memastikan kehidupan kebangsaan dan kenegaraan sesuai dengan nilai-nilai dasar dalam Pancasila dan UUD 1945. Setiap gejala dan gelagat penyimpangan dan penyelewengan terhadap Pancasila dan UUD 1945 harus segera dicegah.