Saturday, August 15, 2026

Pemerintah Gagal, Terbanglah Dokter dan Ambulan

 

Ilustrasi Chatgpt 

"Di Negara Republik Re Kap Yui sedang ramai diperbincangkan soal dokter dan ambulan terbang. Apa pendapatmu?"

"Kegagalan."

"Kegagalan?"

"Poinnya itu. Kita bisa mempertanyakan mengapa terbang? Mengapa tidak terbang?"

"Keduanya bertentangan."

"Ya, benar katamu. Terbang berarti di darat tidak ada jalan yang bagus. Sebaliknya, kalau ada jalan yang dicita-citakan, tentu saja untuk apa terbang? Ongkos terbang lebih tinggi daripada tidak."

"Betul-betul."

"Selain itu, mengapa terbang? Karena di sana--di daerah terpencil--tidak ada tempat untuk berobat. Ini kegagalan juga. Jadi, ada dua kegagalan pemerintah. Pertama, gagal menyediakan jalan yang bagus. Kedua, gagal dalam layanan kesehatan."

"Iya. Idealnya pemerintah wajib menyediakan jalan yang bagus dan pendirian rumah sakit yang memadai untuk rakyat di pedalaman."

"Sayangnya, keidealan yang diharapkan itu tak kunjung dipenuhi pemerintah. Dengan kata lain pemerintah gagal menyejahterakan rakyat secara keseluruhan. Selama ini hanya kota dan kota yang dibangun di negara tersebut. Fokus pemerintah terlalu dibatasi oleh tempat yang ramai penduduknya dan abai terhadap area pedesaan."

***

Ingin Merdeka? Bukti Pemerintah Tidak Prorakyat

 

Ilustrasi Chatgpt 

"Sebenarnya kasus memisahkan diri dari sebuah negara berdaulat adalah bukti bahwa pemerintah di sana tidak prorakyat."

"Pastinya. Kalau prorakyat, tentunya tidak ada yang namanya ingin lepas, ingin merdeka, atau ingin terbebas dari rezim negara tersebut."

"Artinya rakyat sudah berada pada titik nol kesejahteraan. Rakyat sudah disakiti. Rakyat sudah sangat tidak dianggap oleh pemerintah."

"Dari sanalah muncul harapan untuk kehidupan yang mereka dambakan. Dan, hanya ada satu cara, yakni lepas dari negara asal yang dipimpin oleh presiden tak punya empati terhadap mereka."

"Jadi, dalam situasi seperti itu yang harus dilakukan presiden dalam menjalankan roda pemerintahannya ialah, segera menjalankan program yang rakyat inginkan, bukan bersikukuh mencari keuntungan pribadi dan para pendukungnya di atas derita rakyat."

"Tapi, agaknya susah. Sebab, presiden yang didukung partai-partai politik dan juga para elit lokal serta elit global, sudah dipastikan tidak akan prorakyat."

"Betul. Dirinya sudah diikat oleh pihak-pihak tersebut. Segala keinginan mereka, harus dipatuhi si presiden. Jika tidak, dia akan diturunkan paksa dan menjadi rakyat biasa."

"Andai keinginan mereka sama dengan yang diharapkan rakyat, segalanya berjalan aman. Masalahnya, kepentingan-kepentingan mereka bertabrakan dengan keinginan-keinginan rakyat."

"Ya. Sebutlah contoh paling sederhana. Partai-partai politik ingin menempatkan kader mereka di kursi-kursi jabatan dalam pemerintahan. Maka, untuk mewadahi hal itu dibangunlah kementerian baru dan lembaga-lembaga baru. Kader-kader tersebut kemudian menempati jabatan sebagai menteri, wakil menteri, kepala badan, komisaris, dan lainnya. Dengan begitu pengeluaran negara kian banyak untuk menggaji mereka. Alhasil, pajak kian diperluas secara brutal. Ujung-ujungnya rakyat lah yang menderita."

"Dari sanalah rakyat bereaksi. Mulai dari obrolan di dalam rumah. Lalu merembet di warung kopi. Kemudian meluas menjadi unjuk rasa, dari yang semula santai hingga terjadi konflik dengan aparat keamanan yang mendukung rezim. Perlahan situasi dan kondisi kian memanas. Rakyat yang semakin diinjak-injak akhirnya memutuskan untuk memisahkan diri dari negara asal."

***

Friday, August 14, 2026

Viral 700 Ribu Upah Kupas Bawang Bukti Tak Menyentuh Rakyat

 

Ilustrasi Chatgpt 

"Ha ha ha ha ha!"

"Hey! Mengapa tawamu sekencang itu? Aneh benget ya aku pake celana ini?"

"Bukan! Bukan soal celanamu kok."

"Terus soal apa?"

"Ini, Presiden Republik Plasmejas."

"Emangnya orang itu ngelakuin hal aneh apa lagi?"

"Dia ngomongnya ngaco banget."

"Ngaco banget?"

"Iya."

"Aku jadi penasaran. Emang apa sih katanya?"

"Upah kupas bawang 700 ribu Peraga untuk per kilonya."

"Apa?! Aku tidak salah dengar, 'kan?"

"Emang begitu katanya."

"Ah! Yang bener ajah! Bukannya harga bawang per kilonya cuma 35 ribu Peraga. Tadi pagi aku baru aja ngebandingin harga bawang di sana ama di negara kita. Coba ya aku cek lagi."

"Ya, silakan kamu cek lagi. Presiden Bes Artu Buh itu memang berbakat jadi pelawak. Semua perkataannya lucu semua. Apalagi saat dirinya berjoget-joget di atas panggung, sumpah aku nggak bisa menahan tawa. Ha ha ha ha!"

"Nah, 'kan harga per kilonya cuma 35 ribu Peraga. Nggak mungkin dengan harga segitu upah kupasnya 700 ribu Peraga."

"Itulah lucunya dia."

"Kelucuan yang didasari atas ketidaktahuannya. Coba kalau dia mau turun ke lapangan. Pasti dia tahu harga bawang dan upah mengupasnya."

"Orang kaya raya seperti dirinya mana mau turun ke lapangan? Dia mah mainnya di mal, hotel bintang lima, tempat wisata di luar negeri, dan tempat-tempat mewah lainnya."

"Akibatnya dia sungguh nggak kompeten sebagai presiden."

"Benar katamu. Sungguh memperihatinkan. Tapi, lucu sih ha ha ha ha?"

***

Menghemat 73,9 Trilyun Mujaka untuk Kepentingan Presiden

 

Ilustrasi Chatgpt 

"Itu angka yang sangat besar."

"Tapi sayangnya bukan untuk rakyatnya. Republik Selimutar tetaplah miskin dan kecenderungannya lebih kepada kebangkrutan."

"Benar. Bagaimana nggak bakal bangkrut? Semua program yang dijalankan Presiden Geleng Pulan itu hanya pengeluaran dan pengeluaran duit mulu. Bahkan, meskipun anggaran belanja negara di sana sudah defisit, tetap saja begitu."

"Terutama program Makan Bakpao Gratis itu sungguh menelan anggaran belanja negara tersebut secara brutal. Setiap hari negara mereka harus mengeluarkan 1,2 triliun Mujaka hanya untuk program pencitraan sang presiden. Sungguh pemborosan yang luar biasa."

"Padahal dalam sehari, pemerintah di sana belum tentu bisa mendapatkan uang sebanyak itu."

"Akibatnya mereka ngutang dan ngutang dari waktu ke waktu demi kepentingan Presiden Geleng Pulan."

"Yang bikin aku sangat prihatin adalah, rakyat di sanalah yang membayar utang-utang si presiden tak tahu diri itu dengan pajak."

"Ya, dia memang tak tahu diri. Selain itu, aku juga heran dengan dirinya. Dari sisi usia, dia sudah sangat tua. Kekayaannya juga sudah begitu melimpah ruah. Tapi, ambisinya untuk mengejar dunia yang fana ini tak ada surutnya."

"Begitulah kalau orang sudah dibutakan dengan keduniawian. Dalam jiwanya hanya ada dunia dan dunia."

"Jadi, percuma saja negara itu menargetkan hemat sekian trilyun dengan membangun pembangkit listrik tenaga Surya. Sebab, uang hasil penghematan tersebut bakal dihabiskan dalam pencitraan semata."

***

Ketika Pidato Menjadi Cara Agar Disorot Kamera

 

Ilustrasi Chatgpt 

"Dia dikasih mikrofon lagi dan berbagai lensa kamera mengarah kepadanya."

"Dia... Maksudmu Presiden Jayalemung?"

"Siapa lagi kalau bukan dia yang bikin aku jengkel seperti ini?'

"Busyet dah dia dikasih mikrofon lagi! Emang ada acara apaan?"

"Acara kenegaraan tahunan di hadapan para pejabat eksekutif, legislatif, dan yudikatif."

"Berarti dirinya mendapatkan kesempatan emas untuk bisa tampil di depan orang banyak, baik di tempat acara, maupun televisi dan media sosial."

"Ya, dia jadi selebritas lagi. Dan, itu memang salah satu tujuannya berpidato agar dirinya eksis sebagai pesohor yang terkenal."

"Keterkenalan sudah menjadi kebutuhan primer baginya." 

"Benar. Yang penting dia tampil di depan publik."

"Itulah sebabnya, dirinya selalu berlama-lama di hadapan banyak orang."

"Dia tak rela jika hanya sebentar saja dilihat banyak pasang mata."

"Minimal dua jam nonstop."

"Menurutku hal itu tidak wajar."

"Memang tidak wajar. Tapi, mau apa lagi? Dirinya adalah presiden di Republik Jeluksam. Jadi, di sana, siapa yang berani melarangnya berpidato? Kalau pun ada, hukuman berat sudah menanti pelakunya."

***

Thursday, August 13, 2026

Aku Marah Melihat Korban Keracunan Makanan!!!!

 

Ilustrasi Pixabay 

"Ngapain sih pemerintah negara tetangga meracuni para siswa di sana? Apa semata-mata untuk membuat generasi di negeri itu bodoh dan sakit-sakitan? Lalu sepuluh tahun mendatang 100% jadi negara jajahan?"

"Yaaaa begitulah negara yang sedang dalam proses penguasaan negara lain. Aku juga marah sepertimu dengan situasi dan kondisi di sana."

"Benar-benar pemerintah yang pengkhianat! Mereka rela menghancurkan negara sendiri demi mendapatkan keuntungan pribadi!"

"Mereka tak memiliki jiwa patriot. Dalam diri mereka hanya ada kerakusan tanpa batas."

"Dan, para penjajah dari negeri asing sangat menyenangi para pengkhianat itu."

"Pastinya demikian."

"Lantas, apakah perlawanan rakyat di sana mampu membuat bebasnya Negara Republik Nuanglu itu dari belenggu para penjajah kejam tersebut?"

"Letupan demi letupan massa memang sudah terjadi di sana. Tapi, masih jauh untuk bisa menggulingkan pemerintah yang berkuasa saat ini di negara mereka. Perlu massa yang lebih besar dan besar lagi agar rezim Presiden Pruok Long Jay tumbang."

"Benar. Perlu kekuatan massa yang ekstra untuk itu. Sebab, Presiden Pruok didukung penuh oleh penjajah asing. Jika dia berhasil digulingkan dan para pengkhianat bangsa di sekitarnya juga dibersihkan, negara tersebut akan sehat kembali."

"Artinya seluruh rakyat di negara tersebut harus ambil bagian dalam proses penyelamatan negeri mereka."

"Jika tidak, aku yakin negara itu akan hilang dari peta dunia. Mungkin setelah dijajah penuh, akan menjadi Provinsi Mulyako, Jinem, Tung Kang Law, atau nama yang lainnya dengan status sebagai provinsi negara lain."

***

Presiden: Kita Perlebar Senyum Rakyat

Ilustrasi Chatgpt 

Presiden heran banyak orang miskin yang masih bisa tersenyum. Dan, dengan lantang dirinya menyatakan akan memperlebar senyum mereka.

Hal itu disampaikannya dalam pidato di hadapan para pengusaha lokal, Kamis (8/9/2980). Presiden yang gemar main sepak takraw tersebut berjanji akan terus mengusir para pengusaha asing yang mengambil kekayaan alam secara sepihak.

"Saya, Uyung Tina yang kini menjabat sebagai Presiden Republik inhuganis akan merebut kembali seluruh kekayaan alam kita dari para pengusaha asing. Kalau dihitung-hitung kekayaan alam yang sudah kita ambil alih sudah sekitar 40%. Kita akan tetap berjuang hingga titik darah penghabisan agar kekayaan alam yang ada itu 100 persen menjadi milik kita sehingga tak ada lagi rakyat yang miskin di negara ini!" Presiden Uyung menegaskannya secara gamblang.

Negara yang dipimpinnya memang memiliki kekayaan alam yang berlimpah ruah. Akan tetapi, banyak yang dikuasai pihak asing. Alhasil, pendapatan negara di sana masih bertumpu pada pajak rakyat. Itulah sebabnya, presiden keturunan Timur Tengah tersebut terus berjuang mewujudkan Inhuganis mandiri dalam memanfaatkan kekayaan alam secara penuh.