![]() |
| Kaisar Hongwu (sumber: Wikipedia) |
Seperti yang kita ketahui, series ditayangkan dalam jumlah episode yang umumnya banyak. Hal itu tentu membuat banyak orang kecanduan untuk menontonnya. Saking tidak sabarnya, pada masa sekarang, orang-orang lebih memilih mengunduh semua episode agar bisa dipercepat waktu tontonnya. Ya, dari total durasi yang sesungguhnya, bisa ditonton bagian-bagian seru atau menyentuhnya saja. Bagian yang dianggap basa-basi akan dilewatkan.
Nah, dalam series Cina, khususnya yang berlatar zaman kerajaan, ada intrik-intrik untuk menjatuhkan pihak lawan. Biasanya, berupa penyebaran kabar bohong atau tuduhan palsu dalam persekongkolan jahat. Sebutlah contohnya series tentang seputar kehidupan Kaisar Hongwu.
Kaisar ini bernama lengkap Zhu Yuanzhang. Dalam series yang dibuat, isinya menceritakan kehidupan awal hingga kematiannya. Dikisahkan, untuk sesuap nasi saja, Zhu kecil harus mengumpulkan beras orang lain yang jatuh di tanah. Lalu dirinya tumbuh dewasa menjadi pengurus kuda perang pasukan yang melawan kekuasaan Dinasti Yuan. Tak lama kemudian ia menjadi prajurit di sana. Singkat cerita, setelah berhasil menjadi pemimpin pasukan, dirinya berhasil menggulingkan dinasti orang Mongol tersebut dan mendirikan Dinasti Ming.
Ada konflik yang kuat selama dirinya menjadi kaisar. Para pejabat bermain intrik untuk menjatuhkan lawan-lawan politiknya. Pihak yang satu memfitnah pihak lainnya. Mereka melaporkannya ke pihak berwajib atas tuduhan palsu. Tidak jarang, hal itu berakhir pada penjara atau hukuman lainnya.
Pada masa modern, di dunia politik sering terdapat aktivitas lapor-melaporkan pihak lawan ke polisi. Kegiatan ini terutama sekali dilakukan oleh pihak yang berkuasa untuk membungkam pihak oposisi atau juga pejabat yang jujur.
Pertanyaannya, apakah aktivitas lapor-melaporkan ini terinspirasi dari series Cina?
Mungkin saja. Kisah-kisah sejarah Cina, baik yang diangkat dari kisah nyata seperti seputar kehidupan Kaisar Hongwu di atas, maupun yang fiksi, mengandung beragam pelajaran. Salah satunya adalah, cara menjatuhkan lawan. Dan, ini yang dicontoh oleh makhluk-makhluk politik sekarang.
Tapi, bisa juga tidak.














