Friday, August 28, 2026

Presiden Kejahatan

Ilustrasi Chatgpt 

"Entah apa maunya Presiden Ku Yang Jiu itu yang memelihara preman, koruptor, dan para penjahat lainnya dalam pemerintahannya."

"Dia memang berjiwa penjahat yang dibungkus pakaian elit."

"Ya sih. Aslinya memang begitu."

"Dia tak pandai dalam berpikir. Emosinya tak terkendali. Meluap-luap bagai banjir bandang. Segala tindakannya selalu tergesa-gesa karena pikirannya selalu dikalahkan emosinya itu."

"Di dunia sekitarnya hanya ada sosok -sosok jahat yang serakah."

"Alhasil rakyat yang menjadi korban keganasannya."

"Sebutlah misalnya ketika ada demonstrasi, maka yang dia turunkan adalah kelompok preman yang dipeliharanya secara resmi."

"Tapi untunglah, dari pantauan di lapangan, rakyat di Republik Nuanglu Sai itu tetap berani kepadanya selama mereka berada di jalan kebenaran."

"Benar. Meski bagaimana pun rakyat di sana merupakan keturunan para pejuang yang tak takut mati."

"Terakhir yang kudengar, ada bentrok antara kelompok preman negara versus masyarakat sipil. Para preman elit itu kabur karena mendapatkan perlawanan serius dari masyarakat yang sudah marah besar kepada mereka."

"Dia memang harus dilawan. Jika tidak, negara itu akan hancur."

***

Thursday, August 27, 2026

Kabut Asap Bahagia sebab Tak Ada Pemadaman yang Canggih

Ilustrasi Chatgpt 



"Kabut asap pasti bahagia."

"Bahagia?"

"Ya."

"Kok bisa begitu?"

"Sebab perlawanan pemerintah sono sekadar tenaga dan waktu tanpa ada pemadaman yang canggih."

"Oh maksudmu di negara tetangga kita."

Selly menangguk.

"Entah kapan pemerintah di negara tersebut dewasa? Terlebih presiden yang saat ini berkuasa sungguh sangat kekanak-kanakan."

"Maklumlah presidennya sudah tua sekali, 'kan? Jadi, sifatnya susah kembali ke masa kanak-kanak. Segala yang keluar darinya pastilah lucu dan menggemaskan."

"Ya sih. Bukannya menggunakan pesawat pemadam api yang canggih, eh dia malah main-main dengan api. Mengerahkan penerjun payung di titik api, misalnya, sungguh tidak ideal dalam upaya memadamkan apinya."

"Begitu pula perintah melakukan penelitian terhadap tepung singkong untuk solusi pemadaman api di hutan mereka, itu memakan waktu. Padahal api harus segera dipadamkan."

"Dan benar, kabut asapnya pasti bahagia karena pemerintah di Negara Republik Bulakaf tidak serius memadamkannya.'

***

Wednesday, August 26, 2026

Para Demonstran Itu Idealnya Disambut, Bukan Dihalangi

 

Ilustrasi Chatgpt 

"Selama ini yang kulihat selalu saja ada upaya penghalangan para demonstran oleh pihak yang didemo."

"Para pejabat atau juga wakil rakyat yang didemo memang begitu. Mereka menganggap rakyat yang berdemonstrasi adalah musuh."

"Padahal kedua belah pihak merupakan satu bangsa dan satu negara."

"Sungguh tak layak mereka memperlakukan para demonstran demikian kasarnya."

"Melalui aparat yang berjaga, tak jarang para demonstran mengalami cidera, baik ringan, maupun berat."

"Bahkan ada yang meninggal dunia."

"Benar sekali. Aku masih ingat peristiwa tahun 1987 di Korea Selatan, tahun 1989 di Republik Rakyat Cina, dan juga di negara tetangga kita. Dalam peristiwa-peristiwa itu jatuhnya korban jiwa sungguh tak terelakkan."

"Dan, hari ini di negara tetangga kita terjadi kembali demonstrasi besar-besaran."

"Republik Canda Dihura itu memang sering sekali dilanda demonstrasi."

"Maklumlah seperti itu karena pemerintah di sana membuat aksi-aksi yang menimbulkan gelombang-gelombang reaksi massa berwujud demonstrasi demi demonstrasi."

"Menurutmu apakah demonstrasi kali ini di negara itu akan sama dengan peristiwa puluhan tahun silam tersebut?"

"Untuk kali ini tampaknya tidak."

"Menurutku juga begitu. Waktu itu merupakan ledakan emosi yang sudah tertanam puluhan tahun sebelumnya. Rakyat sudah dibuat sangat muak sedangkan kali ini masih dalam tahap awalnya saja."

"Jika keadaan buruk di negara tersebut terus berlanjut, barulah ledakannya kian membesar."

"Padahal demonstrasi dapat diredam, setidaknya untuk sementara waktu, dengan menyambut para demonstran dengan baik. Dan, akan diredam permanen jika semua tuntutan mereka dikabulkan."

"Tapi, agaknya itu jauh dari kenyataan di lapangan."

***

Saya Dapat Laporan, Saya Dapat Laporan

Ilustrasi Chatgpt 

"Ha ha ha ha aku selalu tertawa kalau dengar ada pejabat yang sukanya bilang, 'Saya dapat laporan....' Sungguh lucu sekali."

"Artinya pejabat tersebut tidak suka melihat fenomena di lapangan."

"Itulah kelucuannya. Padahal sebagai pejabat, terutama sekelas presiden wajib turun langsung di tengah masyarakat."

"Dengan begitu dia tahu betul situasi dan kondisi yang nyata tanpa kebohongan."

"Benar. Contohnya Presiden Jam Pu Sink yang malas sekali turun di lapangan. Dia selalu saja berpidato berdasarkan laporan-laporan dari para menteri, gubernur, walikota, dan pejabat-pejabat di bawahnya."

"Sialnya, laporan-laporan itu selalu fiktif. Kebenarannya hanya dalam imajinasi semata."

"Ya. Itulah sebabnya yang dikatakan Presiden Jam salah dan salah. Misalnya upah mengupas jeruk. Dikatakannya sekian ratus ribu, padahal tidaklah demikian. Rakyat di Negara Republik Sak Jan itu pun dibuat pusing tujuh keliling oleh presiden mereka tersebut."

"Susah kalau begitu dan begitu. Untungnya presiden kita, Bapak Jen Tel Men tidaklah demikian."

"Kalau presiden kita selalu dekat dengan rakyat. Beliau mengetahui segala permasalahan di lapangan dan langsung mengatasi semuanya dengan solusi yang tepat."

***


Kekurangajaran Pemerintah Menyikapi Demonstrasi Para Majikan

Ilustrasi Chatgpt 

"Majikan di Negara Republik Xarih Juam adalah rakyat. Orang-orang yang mendanai negara dengan pajak tersebut hendak berdemonstrasi hari ini."

"Tapi, para budak tidak tahu diri di sana melakukan perbuatan yang sangat tercela. Mereka memblokir akun WhatsApp pemimpin demo, misalnya. Bahkan, pria bertubuh kekar itu sempat ditangkap para budak hina menjelang aksi besar di ibukota negara tersebut."

"Termasuk juga para budak level rendahan yang bertugas di jalan raya turut berusaha mencegah bus yang membawa para majikan mereka agar tidak sampai di ibukota."

"Sementara pemimpin para budak yang sering dipanggil Presiden Ledak Letup pura-pura sibuk menangani asap rokok dan ledakan petasan di luar ibukota."

"Sungguh negara yang memiliki gejala hampir punah." 

"Idealnya para budak di sana menuruti kehendak para majikan yang mendanai negara itu. Bukannya malah bertindak yang jauh sekali dari perilaku manusia."

"Jujur, aku sangat prihatin dengan kondisi di sana."

***

Tuesday, August 25, 2026

Mengapa Ada Api di Hutan?

 

Ilustrasi Chatgpt 

"Menurut kamu mengapa ada api di hutan?"

"Karena ada manusia."

"Ih! Aku serius tau nanyanya. Kok kamu malah jawabnya becanda?"

"Aku serius tau."

"Kalau serius kok jawabnya gitu?"

"Ya emang. Ada api di hutan karena ada manusia di sana."

"Maksudmu dibakar?"

"Tepat!"

"Bukannya kebakaran ya?"

"Kebakaran apaan? Mana ada api ada dengan sendirinya di hutan?"

"Terus siapa yang membakar"

"Yaaa yang pengen buka hutan dengan cara mudah dan murah."

"Masuk akal sih. Eemmm, itu juga kali ya mengapa tidak ada tindakan pencegahan karena emang sengaja dibakar. Dan, pemerintah di sana sebenarnya tahu, tapi membiarkan saja api berkobar di hutan."

"Republik Wo Dar itu emang gudangnya para elit nakal. Mulai dari presiden hingga pejabat tingkat bawah."

"Aku ngerti sekarang. Termasuk terlibat dalam pembakaran hutan."

"Bukan lagi terlibat, presidennya yang bernama Ci Cak Due itu emang punya perusahaan di bidang kehutanan. Dia yang menjadi dalang pembakaran hutan di negara berjuluk Banteng Terbang itu."

"Kamu tahu dari mana?"

"Kamu lupa ya kalau aku seorang agen lapangan?"

"Eh iya ya. Lupa."

"Pemadamannya pun berlangsung lama. Api akan dimatikan kalau sudah melahap semua lahan yang diperlukan untuk menanam sawit."

"Hadeuh!"

***



Turun di Lapangan, Presiden Takut Demonstrasi Besar-besaran?

Ilustrasi Pixabay 

"Kulihat Presiden Jo Pang On lebih fokus di luar istana negara beberapa waktu terakhir ini."

"Ah! Itu pengalihan isu terkait demonstrasi besar-besaran oleh mahasiswa dan beberapa kalangan di ibukota negara."

"Aku juga berpikir demikian. Dia sangat takut kehilangan jabatan presiden. Makanya dirinya kabur dari ibukota untuk sementara waktu."

"Itu cara yang sama dengan presiden sebelum dirinya di sana.'

"Oh benar sekali. Aku masih ingat Presiden Pin Oki Yo selalu begitu. Dia kabur dan kabur saat didemo. Ha ha ha."

"Mereka berdua, 'kan sama-sama anak buah Presiden Juan Pink Ner. Jadi ya pastinya sama."

"Ilmu antidemo yang sama, yakni kabur."

"Dan, masyarakat pun lebih melihat dirinya bekerja di luar istana."

"Tepat. Saat ini dia terlihat sangat bekerja keras menangani pembakaran sampah di Republik Man Jan tersebut."

"Semoga rakyat di sana tidak terkecoh oleh ilmu kabur itu."

***