![]() |
| Ilustrasi: Pixabay |
"Bukan."
"Terus mengapa seperti program yang sangat penting gitu?"
"Sangat penting bagaimana maksudmu?"
"Cek saja sendiri! Anggaran di bidang-bidang lain dipangkas untuk keberlanjutan MBG. Alhasil, capaian-capaian yang menjadi target sulit digapai. Yaaa tidak sesuai harapan."
"Contohnya?"
"Pembuatan kamus. Anggarannya dipotong untuk MBG sehingga tahun ini kami tidak bisa menyelesaikan dua kamus untuk pelajar. Yang kami lakukan Ini demi mencerdaskan generasi bangsa lho!"
"Sangat memperihatinkan memang. Aku juga dengar anggaran kesehatan masyarakat pun dipangkas demi MBG. Padahal kesehatan tak bisa ditawar-tawar."
"Makanya itu aku bertanya-tanya sebegitu pentingkah program MBG tersebut hingga mengorbankan banyak kepentingan orang banyak?"
"Bagaimana lagi? Itu, 'kan programnya presiden terdahulu yang dilanjutkan penerusnya. Kita rakyat bisa apa?"
"Berarti kalau presiden yang sekarang mundur, apakah MBG secara otomatis akan dihentikan?"
"Belum tentu."
"Kok?"
"MBG sangat sarat dengan unsur politik dan juga ekonomi elit."
"Kalau yang begituan aku tidak paham."
"Intinya gini, MBG adalah program abadi bagi mereka yang diuntungkan. Jadi, akan terus dipertahankan."
"Hadeeeuh! Berat kalau begitu."
***














