![]() |
| Ilustrasi: Pixabay |
"Terkadang aku pusing sendiri ketika mendengar banyak pihak membicarakan program makan bergizi gratis."
"Kalau tak mau pusing, ya jangan didengar! Biarkan saja mereka sibuk membicarakan soal program tersebut."
"Bagaimana tidak didengar? Hampir di setiap sendi kehidupan ada perkara makan yang sebenarnya dibayar dengan pajak rakyat itu."
"Ah, kata-katamu membuatku sedih. Ya, soal pajak selalu membuatku tidak bahagia."
"Iya sih. Aku juga sebenarnya sedih. Pernah aku berpikir, mengapa uang pajak tidak digunakan saja untuk membuka usaha rumah makan, hotel, pabrik infus, dan lainnya agar pendapatan negara meningkat. Sehingga, pajak bisa ditekan atau bahkan dihapuskan."
"Masuk akal. Selain mendapatkan laba untuk negara, usaha-usaha seperti itu pasti menyerap tenaga kerja."
"Kalau rakyat Indonesia sudah bekerja layak, maka dapur akan berasap dan gizi pun meningkat. Bukan hanya gizi untuk anak-anak sekolah, tetapi juga untuk para orang tua mereka."
"Pertanyaannya, akankah semua usaha itu terwujud?
***














