Sunday, September 20, 2026

Presiden Sering Pidato, tapi Bukan yang untuk Rakyat

 

Ilustrasi Chatgpt 

"Program minum manis gratis selalu saja menjadi bahan pidatonya."

"Begitu pula toko kelontong menjadi bahan andalan pidato yang disampaikannya."

"Selebihnya soal swasembada pakaian."

"Dan tidak lupa ada kata 'Saya terima laporan' dan 'Saya kaget' sebagai bumbu penyedapnya."

"Capek! Isi pidatonya itu-itu mulu."

"Yaaa maklumlah emang segitu kecerdasan intelektualnya."

"Jugaaaa terlihat jelas seberapa tipis kecerdasan emosional."

"Betul. Dia tidak bisa menguasai emosinya secara cerdas. Dia lekas marah, misalnya."

"Dia pun terlihat sangat bodoh sosialnya."

"Itu sangat terlihat jelas betapa bodohnya dia dalam berkomunikasi."

"Dirinya tidak bisa menjaga perasaan orang lain. Sebutlah contohnya bagaimana dirinya mengatai para dukun dengan kata 'goblok'. Padahal dukun disebut pula dengan orang pintar."

"Kalau aku seorang dukun, pastinya aku sangat tersinggung dan terpukul dengan diksi yang digunakannya tersebut." 

"Aaaah! Dasar goblok sekali Presiden Jia Kung Kung itu"

"Sangat apes nasib Republik Hua Hiya Heye dipimpin olehnya.

"Seharusnya dia pidato soal hal-hal penting yang berguna bagi kesejahteraan rakyatnya. Eh ini malah demi dirinya sendiri.

"Yaaaah mau apa lagi?

***

Friday, September 18, 2026

Baginya Pakar Itu Goblok, Pantas Pelajar hanya Dikasih Makan Roti Gratis, Bukan Buku

Ilustrasi Pixabay 

"Menjadi pakar berarti menjadi goblok. Demikianlah menurut Presiden Gen Dut Ah di Republik Ka Mu Kok."

"Ha ha ha dasar presiden terbodoh sejagat raya."

"Ya, inti pemikirannya begitu."

"Itulah sebabnya, dia lebih memprioritaskan rasa lapar dan lapar para pelajar daripada memberikan mereka buku."

"Betul sekali. Sejatinya presiden berkulit keriput itu tidak pandai. Dia bodoh. Dirinya tak mau belajar lebih dalam dan luas. Dia tahunya bersenang-senang, termasuk senang melihat rakyatnya bodoh dan sengsara."

"Benar-benar pria sakit jiwa dirinya itu."

"Lantas masih adakah yang bisa diharapkan lagi di negara itu?"

"Tentu saja tidak ada. Semuanya sudah terlambat. Negara berjuluk Mahkota Raja tersebut tinggal menunggu kehancurannya saja. Yaaa paling tinggal beberapa bulan lagi statusnya berubah secara de facto, yakni dari yang semula sebuah negara berubah menjadi sebuah provinsi baru milik negara lain."

"Sungguh mengerikan cara penjajahan tanpa perangan fisik ini. Para penjajah menguasainya hanya dengan menjadikan orang super goblok menjadi presiden boneka mereka."

"Dan, Presiden Gen Dut Ah sangat menikmatinya."

***

Para Pemimpin Asing mungkin Takut kepada Dia? Itu Dugaan Jahat! Fitnah Maksimal!

 

Ilustrasi Pixabay 

"Itu dugaan yang sangat jahat. Dia sudah. berpikiran bahwa para pemimpin asing itu penakut. Sungguh hal tersebut finah yang lebih kejam daripada pembunuhan. Presiden Ang Kuh Yew memang penjahat sadis."

"Sebenarnya tidak ada alasan sekecil upil pun yang membuat para pemimpin negara lain takut kepada presiden peyot sepertinya."

"Yaaaa itu dugaan yang muncul dari jiwa yang sakit, jiwa yang haus pujian, jiwa yang kering dengan kerendah-hatian, jiwa yang harus disirami dengan kedamaian."

"Orang seperti dia seharusnya dimusnahkan dari muka bumi ini. Sebab, dengan segala sifat buruknya itu, dirinya akan selalu dimanfaatkan oleh orang-orang di bawahnya. Para menterinya pasti akan menjilati dirinya sepuas mungkin agar dia tersanjung dan segera memberikan bonus kepada mereka."

"Jika hal itu terus berlangsung, Republik Lang Sung Ja yang dipimpinnya akan selalu masuk dalam kategori negara rendah kinerja dan kaya akan laporan-laporan palsu demi sang presiden yang gila pujian tersebut  terus tersanjung."

"Parahnya, iu masih terus terjadi. Terpenting dia bahagia dengan pujian dahsyat meski laporan-laporan yang diterimanya hanyalah berupa kebohongan mutlak"

"Dan setiap kali dia ngomong, selalu saja berdasarkan laporan-laporan dusta. Sebutlah soal keberhasilannya dalam menyejahterakan rakyat berdasarkan laporan palsu, yakni dikatakan bahwa pengupas kulit permen dapat upah $7.000 dan pengangkat sisir rambut dapat upah $800. Padahal di lapangan tidakkah demikian adanya."

***


Saya Bersumpah untuk Melihat Negara Saya Sejahtera, tapi Pajak Diperluas

Ilustrasi Chatgpt 

'Pajak, pajak, dan pajak lagi. Di mana-mana ada pajak. Presiden Bo Hong Tu memang rajanya gombal."

"Sejak dulu dia memang seperti itu. Ngomongnya bombastis semisal demi rakyat, untuk rakyat, tapi sejatinya untuk dirinya sendiri dan para orang hina yang menjilati kakinya."

"Dirinya adalah orang teregois sealam semesta."

"Benar, dia super serakah. Kerakusannya dibawanya sampai hari-hari tuanya. Sangat tua."

"Kalau.memang dia ingin Republik Cekosara yang kini dipimpinnya sejahtera, maka dirinya pasti meniadakan pajak. Tanpa pajak, dijamin semua barang dan jasa akan terjangkau oleh seluruh masyarakat. Jangankan sembako, mobil pun yang tanpa pajak harganya jauh di bawah harga mobil.yang kena pajak."

"Ya, pajak memang menjadi beban rakyat."

"Selain itu, seandainya Presiden Bo Hong Tu mang ingin negaranya sejahtera, pastilah yang menjadi program prioritas adalah lapangan pekerjaan, layanan kesehatan, pendidikan murah,  sarana dan prasarana kehidupan, juga hal-hal urgen lainnya. Selama ini dia malah menggemukkan para pengusaha dan orang-orang yang menjilati kakinya dengan program minum racun gratis dan karaoke tengah malam. Aneh sekali pria gemuk yang kulitnya sudah seperti baju tak disetrika itu."

***


Thursday, September 17, 2026

Pemborosan Disebut Hemat Ratusan Triliun? Munafik!

 

Ilustrasi Chatgpt 

"Kita harus bersyukur memiliki seorang presiden yang super hemat. Beliau tidak tertarik dengan program minuman dan pakan ternak. Dua program itu sungguh menguras anggaran belanja negara dan sangat menjerumuskan tanah air ke jurang kehancuran."

"Sebenarnya kalau memang dikelola di jalan yang benar,  berpotensi untung besar. Semisal pemerintah membangun rumah pakan unggas yang dijual kepada masyarakat umum seperti milik salah satu organisasi terbesar di negara kita."

"Masalahnya, program minuman dan pakan ternak di Republik Sen Dok Ya tersebut dibagikan secara gratis tanpa laba sepersen pun. Padahall setiap.hari negara yang dipimpin Presiden Lu Olang Ah itu mengeluarkan anggaran sebesar 1,2 trilyun Mahkota. Wow benar-benar pemborosan luar biasa."

"Uang sebanyak itu butuh waktu berapa lama mengumpulkannya? Yang kasihan adalah rakyat di sana. Mereka disuruh membayarnya dengan pajak."

"Yaaaa begitulah cara negara tersebut dilumpuhkan oleh sang presiden besar dari Republik Rakyat Utara yang bernama Presiden Ki Jon Poh."

"Kesalahan terbesar Presiden Lu Olang Ah dalam hal ini ialah, dia menjadi pengkhianat di Republik Sen Dok Ya."

"Dia membiarkan negara yang sudah membesarkannya hancur dan akan dikuasai negara lain."

"Dasar pria tua bangka tak punya hati nurani."

"Dia itu penderita sakit jiwa."

"Semoga presiden kita tak ketularan gilanya."

"Ya, semoga beliau selalu dijauhkan dari penyakit yang sangat berbahaya tersebut."

***

Wednesday, September 16, 2026

Menggas Program Prioritas: Lapangan Kerja, Pelayanan Kesehatan, dan Pendidikan Berkualitas

 

Ilustrasi Chatgpt 

"Aku salut dengan Presiden Pak Jang Kung yang memprioritaskan pengadaan lapangan kerja, meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, dan juga membangun atmosfer akademi yang luar biasa."

"Begitulah tipe pemimpin negara ideal, yang  diharapkan terus mendukung kemajuan rakyat, bangsa, dan negaranya. Beliau lebih mengedepankan hal-hal yang memang sangat urgen."

"Bagi beliau, terwujudnya kemakmuran bersama dalam negeri haruslah ditunjang terlebih dahulu dengan semuanya itu. Sebutlah misalnya, bagaimana seorang anak bisa makan seandainya para orang tua tidak punya pekerjaan layak? Bagaimana orang-orang bisa bekerja jika tidak ditunjang dengan pendidikan yang berkualitas? Dan, bagaimana semua itu dapat berjalan lancar kalau tingkat kesehatan rendah?"

"Ya, itulah sebabnya mengapa beliau menitikberatkan tiga aspek kehidupan tersebut di tingkat perioritas utama dalam program pemerintahannya."

***

Presiden Licik yang SELALU Menutupi Kegagalannya

Ilustrasi Chatgpt 

"Tiada hari tanpa membohongi rakyatnya."

"Dialah Presiden Bo Hong Yaw. Seorang pria gemuk yang perut buncitnya hanya berisi kebohongan."

"Dan, lemak di wajahhya bercampur dengan  ketamakan dirinya."

"Semua yang dikatakannya selalu bohong. Upah mencabut kumis dikatakannya $500 per helai, upah mengangkat seember debu disebutnya $4000, Program Minum Berkhayal Gratis sukses besar, dan dia dengan congkaknya menyatakan bahwa Republik Ah Kau Ni yang dipimpinnya akan menjadi negara terkuat di dunia pada tahun 8907 Masehi."

"Benar-benar pria yang menggemaskan. Pengen deh aku menendang rambutnya itu ha ha ha."

"Ah, nanggung. Mengapa bukan bibir miringnya itu saja yang kau masukkan ke dalam program pembakaran hutan dan lahan. Dijamin dia tak akan lagi berpidato ha ha ha."

"Berarti kalau begitu, dia akan berhenti membohongi rakyatnya. Ya, kebohongan panjang yang selama ini dia andlaka untuk menutupi seluruh kegagalannya sebagai presiden di sana"

"Tepat sekali. Itulah sebabnya, bergegaslah membakar bibir miringnya itu."

***