Saturday, March 28, 2026

Hemat BBM, Menjadi Peluang Bisnis Sepeda?

Ilustrasi: Pixabay

Sepeda di sini tentunya kendaraan beroda dua yang dilengkapi dengan sepasang pengayuh untuk menggerakannya. Ya, sepasang kaki kitalah yang mengayuhnya hingga bergerak maju. Orang-orang juga menyebutnya sepeda angin. 

Nah, dewasa ini mulai muncul kepanikan masyarakat akan kelangkaan bahan bakar minyak lantaran perang antara Amerika Serikat plus Israel versus Iran. Untuk menyiasatimya, sebagian orang sudah mulai beralih dari kendaraan bermotor berbahan minyak ke sepeda angin. Ini sebagai upaya penghematan bahan bakar minyak. 

Memperhatikan situasi dan kondisi tersebut, sebenarnya adalah peluang bisnis sepeda yang menjanjikan. Tentu saja ada beragam usaha dalam bisnis ini. Mulai dari penjualan unit-unit sepeda hingga usaha tambal bannya di pinggir jalan. 

Penjualan sepeda tidak harus yang baru, tetapi juga bisa saja yang bekas. Pasalnya, saat ini perekonomian juga sedang tidak baik-baik saja. Harga sepeda baru pastinya mahal dan sepeda bekas menjadi alternatif yang masuk akal sesuai isi kantong. 

Tambal ban sepeda pun tak perlu yang mewah. Cukup bermodalkan pencongkel ban luar, alat pengepres, karet tambal, lem, spritus, dan pompa sepeda manual. 

Apakah Anda tertarik mencobanya? 


Thursday, March 26, 2026

Bahlil: Prabowo Itu Suka Tergesa-gesa

Ilustrasi: Pixabay

Akhir-akhir ini nama Bahlil dan Prabowo begitu tenar. Keduanya sering disebut di rumah-rumah, warung-warung makan, bahkan di pasar tradisional. Maklum masing-masing pemilik nama tersebut sedang naik daun. 

Meskipun demikian, baik Bahlil, maupun Prabowo sebenarnya bukanlah sosok-sosok manusia yang baik. Bahlil, misalnya, sangat gemar bermain judi. Hari-harinya tak pernah dia lewatkan tanpa permainan haram itu. Taruhannya bukan main-main. Pernah dia mempertaruhkan istri ketiganya dalam arena judi yang digelar di rumahnya. 

Prabowo tak kalah buruk daripada Bahlil. Pria pengusaha yang satu ini gemar sekali mencuri dana desa. Ya, koruptor kelas teri. Uangnya dia hambur-hamburkan di panggung hiburan malam. 

Nah suatu hari, Bahlil yang akrab dengan warga pernah berujar di salah satu kedai kopi bahwa Prabowo termasuk orang yang suka tergesa-gesa. Dan, memang begitulah adanya. 

Prabowo yang sejak lama menjadi pengusaha batu bata itu selalu saja tergesa-gesa dalam segala hal. Pernah suatu waktu dia tertarik membuka usaha lain, yakni ayam goreng tepung. Bukannya merintis satu gerai usaha terlebih dahulu, dia langsung membuka sepuluh unit di banyak tempat. Sekilas memang bagus, tetapi karena minim pengalaman, akhirnya usaha barunya ini bangkrut dan semua unit usaha ayam itu pun terpaksa ditutupnya. 

Pernah juga ketika dirinya melihat sepupunya menebas daun pisang miliknya. Dengan tergesa-gesa dia langsung menuduh sepupunya itu hendak mencuri buah pisangnya. Padahal tidaklah demikian. 

Kebanyakan warga yang sudah lama tinggal di Desa Telur Putih tersebut tak bisa berbuat apa-apa dengan sikap buruk keduanya. Mereka hanya bisa menonton prilaku buruk Bahlil Rudianto dan Prabowo Sugiman itu. Mau bagaimana lagi? Mengkritik malah jadi masalah. Jadi, lebih baik cari aman saja

(Cerita di atas hanya fiksi belaka. Semoga dapat ditarik pelajaran untuk hidup yang lebih baik.) 


Board Of Peace Penyebab Krisis Energi di Indonesia?

Ilustrasi: Pixabay

Selat Hormuz menjadi kendala kapal-kapal Indonesia dalam menyalurkan bahan bakar minyak ke dalam negeri. Betapa tidak? Iran secara tegas menyatakan bahwa mereka hanya akan mengizinkan kapal-kapal dari negara yang tidak bersekutu dengan Amerika Serikat dan Israel untuk dapat melewatinya. 

Kapal-kapal negara jiran kita, seperti Malaysia sudah mendapatkan izin melewati selat tersebut. Alhasil, mereka aman dalam hal pasokan energi. Lantas bagaimana dengan masa depan Indonesia terkait minyak dari Timur Tengah? 

Seperti yang kita ketahui bersama, Prabowo Subianto tidak mau keluar dari Board Of Peace (BOP) bentukan Donald Trump itu. Ini artinya Presiden RI tersebut tetap setia menjadi pendukung Presiden Amerika Serikat. Dan, tentu saja Iran pasti keberatan untuk mengizinkan kapal-kapal Indonesia melewati selat di bawah kekuasaan mereka akibat dukungan itu. 

Melihat hal ini idealnya Prabowo Subianto paham terhadap langkah yang ditempuhnya di BOP tersebut sudah menyebabkan kerugian bagi negara Indonesia. Maka, sudah seharusnya dirinya keluar dari sana. Tinggalkan keberpihakan kepada Amerika Serikat. 

Kalau memang Prabowo terus ngotot mendukung Amerika Serikat dan Israel, maka jangan bawa-bawa Indonesia. Dukunglah dua negara agresor tersebut atas nama pribadi. Sehingga, Indonesia aman dari konflik antara Iran versus Amerika Serikat plus Israel, termasuk dalam hal pasokan minyak dari Timur Tengah. 


Wednesday, March 25, 2026

BGN Klaim MBG Perlancar Pengiriman Sampah

Ilustrasi: Pixabay

Ini bukan soal arus mudik ataupun balik lebaran. Tetapi lebih krusial daripada keduanya. Kita bisa mendapatkan penyakit jika arusnya tidaklah lancar. Betapa tidak? Sampah pasti akan menumpuk di mana-mana. Lalat pun berdatangan dan siap menyebarkan bibit penyakit ke tubuh kita. 

Terkait hal di atas, Bahlil yang merupakan pemilik Bengkel Guna Nusantara (BGN)!mengatakan dengan tegas kalau ingin pengiriman sampah rumah tangga di lingkungannya lancar, maka wajib mengganti ban gerobak (MBG). Sebab, arus pemindahan sampah dari rumah-rumah warga di sana menuju tempat pembuangan sampah masih menggunakan gerobak dengan ban lama yang ditarik menggunakan sepeda motor. Nah untuk memperlancarnya, mau tidak mau ban lama harus diganti dengan yang baru. 

Pria berkumis itu juga menambahkan perihal harga ban baru di bengkelnya. Untuk satu unit ban luar harganya 60 ribu rupiah dan ban dalam hanya 30 ribu rupiah saja. Menurutnya angka-angka tersebut terbilang murah. 

Selain itu, dia juga memberikan contoh nyata soal penggantian itu. Ya, dikatakannya bahwa di dua kampung lainnya pengiriman sampah sangat lancar karena ban gerobak lama mereka diganti dengan yang baru di Bengkel Guna Nusantara miliknya. 

Meskipun cerita di atas hanyalah fiksi, tetapi kita memang wajib berusaha memperlancar segala aktivitas termasuk pembuangan sampah agar tidak terjadi masalah serius. 


Prabowo: Daripada Korupsi, Saya Dakwahi Mereka

Ilustrasi: Pixabay

Seperti biasanya pak Prabowo dengan tubuh gagahnya memperhatikan angka-angka rupiah. Tidak sekadar menghitung ulang, tetapi lebih daripada itu. Pria berpakaian rapi ini selalu khawatir jika ada yang korupsi. 

Baginya korupsi bukan hanya perbuatan tercela, tetapi juga pengkhianatan atas kepercayaan yang dia berikan. Jika ada anak buahnya yang korupsi, berarti yang bersangkutan mengkhianati kepercayaannya. Nah, baginya lagi, pengkhianatan merupakan tindakan seburuk-buruknya manusia di muka bumi. 

Itulah sebabnya, untuk mencegah adanya korupsi, Presiden Direktur PT Astaga Raya Bumi Luas tersebut mendakwahi para anak buahnya setiap hari Jumat. Pria yang bernama lengkap Prabowo Subento atau dikenal dengan pak Bento ini pun rela belajar ilmu agama seputar korupsi. Hasilnya langsung dia ajarkan kepada para bawahannya di aula perusahaan. 

Tentu saja para anak buahnya menyimak dengan baik semua yang dikatakannya bapak satu anak itu. Mereka manggut-manggut sepanjang acara dakwah. 

Dan, selama bertahun-tahun, tidak pernah terjadi korupsi di sana. Pak Bento berhasil membuat perusahaan yang dipimpinnya bersih dari pengkhianatan. 

Oh iya, cerita di atas hanya fiksi. Tetapi, kita bisa mengambil pelajaran dari sana. 

Menghamburkan Anggaran Adalah Syarat Menang Pilpres?

Ilustrasi: Pixabay

Ada yang mengatakan bahwa syarat utama menjadi pemenang dalam pilpres atau pemilihan presiden adalah program boros. Kok begitu? 

Konon, ini kaitannya erat dengan para bankir asing yang mencari cuan dari negara-negara berkembang, terlebih miskin. Logikanya, semakin boros sebuah negara dalam membelanjakan anggarannya, semakin banyak pula pemerintahnya berutang. Para pemberi pinjaman akan sangat bahagia saat pemerintah di negara itu berhasil seratus persen menyerap anggaran pengeluaran yang ada. 

Nah, untuk bisa mencapainya, maka harus ada program boros atau pemborosan. Sebutlah makan gratis untuk rakyat kecil, pendirian ritel di desa oleh pemerintah, perjalanan dinas ke luar negeri, pembelian mobil dari negara lain, pemberian uang kepada organisasi asing, dan sebagainya. 

Dari program boros inilah para pemberi utang asing mati-matian mendukung sang calon presiden. Caranya tentu dengan kelicikan yang licin. Permainan angka-angka menjadi kuncinya. Meski kenyataannya kalah telak pun, sang calon dipastikan menang dengan permainan angka tersebut. Dengan kata lain, menang curang. 

Setelah menang, program boros segera digarap. Jika belum terserap juga, pemerintah pusat akan memberikan perintah tegas kepada seluruh kementerian dan juga pemerintah daerah untuk segera melakukan penyerapan tersebut semaksimal mungkin. 

Alhasu, utang demi utang kepada asing terus bergulir lancar. Mereka kian kaya dan sebaliknya, rakyat di negara itu semakin tercekik oleh pajak dan pajak. 

Pertanyaannya, apakah yang dikatakan orang di atas tersebut memang benar adanya? 


Presiden Wajib Berhenti Mencari Pujian Asing

Ilustrasi: Pixabay

Yakinlah pujian dari pihak asing terutama para pemimpin negara lain tak akan memakmurkan rakyat. Terkhusus pujian pemimpin negara adidaya. Mengapa? Karena pujian-pujian seperti itu sangat membahayakan. 

Ya, berbahaya di segala sendi kehidupan. Mulai dari anggaran yang dihamburkan demi terlihat berhasil mengalahkan negara maju hingga terlena oleh pujian yang sebenarnya tipu daya pemimpin negara besar. 

Buntutnya, segala hal yang ada di dalam negeri dikatakan sudah berhasil. Padahal bohong belaka. Sebutlah soal penanganan bencana alam. Ada seorang presiden yang mengatakan kebohongan besar, yakni dia mengatakan bahwa tidak ada lagi korban banjir yang tinggal di tenda pengungsian. Kenyataan di lapangan? Adalah sebaliknya. 

Mental pemimpin negara yang demikian sangatlah tercela. Dan, idealnya yang bersangkutan wajib menghentikannya sebelum negara yang dipimpinnya bubar.