Wednesday, October 16, 2019

Ketika Negeri Sakura Berduka


Ini bukan soal kunai yang heboh belakangan ini. Bukan pula tentang para kunoichi yang mahir mendekati target dengan kefiminiman mereka.

Adalah Hagibis. Topan yang telah menggoreskan luka dan penderitaan bagi masyarakat Jepang. Bukan hanya kerugian materi, tetapi juga korban jiwa.

Melihat kondisi yang demikian itu, pemerintah setempat bertindak cepat. Tidak tanggung-tanggung, Jepang segera siapkan Rp92 M untuk membantu para korban bencana Topan Hagibis

Apa yang bisa kita tangkap dari sikap positif pemerintah di sana?

Selama ini orang-orang Jepang memang terkenal dengan tanggung jawab yang tinggi. Sejak dini mereka memang diajarkan bagaimana harus bersikap yang seharusnya terhadap siapa dan apa saja.

Nah khusus dalam hal bernegara, para elit politik Jepang sangat tegas dalam tanggung jawab. Perhatikan saja, sudah berapa pejabat Jepang yang berani mengundurkan diri sebagai tanggung jawab moral mereka kepada publik.

Dan ketika negeri mereka berduka seperti saat ini, Pemerintah Jepang pun langsung bertanggung jawab untuk rakyat yang mereka pimpin. Salah satunya segera menyiapkan dana besar agar beban yang ditanggung rakyat menjadi berkurang.

Tuesday, October 15, 2019

Abidah El Khalieqy Bawa Oleh-Oleh Puisi dari Kalimantan Timur, Mau Baca?

Abidah El Khalieqy (kanan) mengenakan mahkota Dayak Kenyah di Desa Budaya Dayak, Pampang, Samarinda.

Di dunia sastra tanah air, siapa yang belum tahu Abidah El Khalieqy? Sosok cantik dan ramah ini begitu terkenal dengan novel-novel karyanya, terutama "Perempuan Berkalung Sorban". Novel itu sukses mencuri perhatian banyak pembaca dan penonton (versi filmnya).

Nah, belakangan ini ia diundang oleh pihak Kantor Bahasa Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Unit Pelaksana Teknis dari Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan itu mengundangnya sebagai narasumber utama dalam rangka gebyar literasi 2019  di Hotel Swiss Bell International, Balikpapan, 16 dan 17 Oktober 2019.

Selagi masih di Samarinda (belum menuju Balikpapan), ia juga diminta Jaring Penulis Kaltim (JPK) untuk berbagi pengalaman dalam proses kreatif menulis. Komunitas menulis yang digawangi sastrawan nasional, Amien Wangsitala, itu memang sering mengadakan kegiatan literasi di Samarinda dan sekitarnya.
Abidah El Khalieqy (nomor tiga dari kanan).


Sebagaimana lazimnya penulis, tentu saja novelis yang merupakan istri dari sastrawan nasional, Hamdy Salad, ini pun melakukan pembacaan atas alam. Ya, mulai dari menyusuri Sungai Mahakam yang eksotis, Islami Center yang megah, hingga menikmati budaya khas Dayak Kenyah (Rumpun Apau Kayan) di Desa Budaya Dayak, Pampang, Samarinda, Kaltim.
Dari kanan: Misri, Abidah El Khalieqy, Fitriana, dan Nurul menyusuri Sungai Mahakam.


Dari hasil pembacaan alam itulah, ia menuliskan sebuah puisi berlatar Kalimantan Timur nan menawan. Berikut adalah puisi karya Abidah El Khalieqy.

Berjalanlah di Muka Bumi dan Lihatlah...
Eksotisme senja di atas Sungai Mahakam
Di antara semilir angin
Sunset dan naiknya purnama
Gema adzan sayup sayup dari pucuk menara
Panorama indah masjid masjid di pinggir sungai
Wisatawan berselfi ria
Yang lain mengabadikan kerlap lampu
Bak manik manik cahaya menghiasi lembah
Atau jajaran gunung hitam
Gunung timah yang diam diam berlayar
Menjauh dari tempat tinggal
Entah sedang menjemput harta karun
Di nun jauh negeri para haus dan kaya
Sementara musik dan senandung para biduan
Tetap saja renyah tak peduli
Bumi karun tempatnya berpijak
Bergunung gunung sedang dibajak
Dunia o dunia.


Rangkaian Acara FESTIVAL SASTRA INTERNASIONAL GUNUNG BINTAN 2019


Festival sastra ini berlangsung di Tanjungpinang, Kepulauan Riau.

Nah, berikut adalah rangkaian acaranya.

28 OKTOBER 2019
Bertempat di Gedung Daerah,
Tanjungpinang

Pembukaan Festival Sastra Internasional Gunung Bintang (FSIGB) 2019

Anugerah JEMBIA EMAS 2019

Peluncuran Buku Antologi Puisi "JAZIRAH 2 dan 3"

Parade Baca Puisi


29 OKTOBER 2019
Bertempat di Hotel BBR
Tanjungpinang

Seminar Sastra
"Pantun sebagai
Akar Puisi Modern
Nusantara"

Pesta Puisi dan
Pesta Asam Pedas
Ikan Sembilang


30 OKTOBER 2019
Bertempat di Pulau Penyengat
dan Tanjungpinang

Ziarah Budaya ke Pulau Penyengat

Pesta Durian di Kedai Kopi Sekanak


31 OKTOBER 2019
Bertempat di Lagoi, Bintan
dan Dompak Tanjungpinang

Ziarah Wisata dan Berkunjung ke Pusat
Pelestarian Ikan Duyung

Malam Penutupan dan Parade Baca Puisi


Sunday, October 13, 2019

Wahai Rakyat Indonesia, Inilah Puncak Perayaan HARI PUISI INDONESIA 2019!



Puisi. Kata ini sudah diperkenalkan kepada rakyat Indonesia sejak usia dini. Dari tahun ke tahun puisi tetap eksis di jagat khatulistiwa. Ada beragam acara puisi. Salah satunya adalah perayaan hari puisi Indonesia.

Tahun ini, seperti terlansir di akun media sosial Asrizal Nur, acaranya akan digelar pada 18--20 Oktober 2019 di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta

Nah, adapun rangkaian kegiatan acaranya seperti di bawah ini.

Jumat, 18 Oktober 2019
Pukul 13.00 WIB
Seminar Nasional
Puisi di antara Tradisi dan Inovasi
Tempat PDS HB. Jassin

Sabtu, 19 Oktober 2019
Pukul 13.00--17.00 WIB
PESTA PUISI RAKYAT
Bersama Penyair dan Deklamator se-Indonesia, Peluncuran Antologi Puisi Penyair Perempuan Indonesia,
Musikalisasi puisi, dll

Pukul 19.30--23.00 WIB
PARADE PUISI
Bersama Penyair, Pejabat, dan Tokoh

Minggu, 20 Oktober 2019
Pukul 20.00 23.00 WIB
Malam Anugerah Hari Puisi Indonesia

Pidato Kebudayaan
Oleh Prof. Dr. Suminto A. Sayuti

Pembacaan Puisi:
Sutardji Calzoum Bachri, Sapardi Djoko Damono, Anis Baswedan (Gubernur DKI Jakarta), Isdianto MM (Plt. Gubernur Kepulauan Riau), Dr. Mehrdad Rakhshande (Atase Kebudayaan Iran untuk Indonesia), John Byron Estrada (Perwakilan Kedubes Colombia untuk Indonesia), Dheni Kurnia (Pemenang Sayembara Buku Antologi Puisi HPI 2018)

Peluncuran Prangko dan Penandatanganan Sampul Prangko
Lelang Prangko
Dana disumbangkan untuk Keluarga Raja Ali Haji dan Keluarga Chairil Anwar

Penayangan Profil Video Singkat Balai Pustaka dan Penandatanganan Kesepakatan Kerjasama antara Yayasan Hari Puisi dengan Balai Pustaka

Pengumuman Pemenang
Sayembara Buku Antologi Puisi HPI 2019 Oleh Abdul Hadi WM (Dewan Juri)
Penyerahan Hadiah
Oleh : Rida K Liamsi
(Ketua Pembina Yayasan Hari Puisi)
Minggu, 20 Oktober 2019
Pukul 22.00 WIB

Prabowo Kejar Kekuasaan Semata dan Khianati Mandat pemilihnya, Benarkah?


Isu kedekatan antara Prabowo Subianto dan Joko Widodo menimbulkan beragam reaksi. Khususnya, dari orang-orang yang pernah menjadi pendukungnya.

Prabowo telah dinyatakan kalah telak dari Joko Widodo dalam Pilpres 2019 lalu. Realitasnya, ia tak berkutik di hadapan lawannya itu.

Beberapa waktu pascakekalahannya,  banyak kalangan menduga Ketua Partai Gerindra ini akan tetap memilih sebagai oposisi.

Akan tetapi, tampaknya dugaan itu dari hari ke hari terus digerus oleh sikapnya yang kian hangat dan mesra di sisi Sang Pemenang, yakni Joko Widodo.

Para pendukungnya pun sedikit demi sedikit mulai meragukan sosok yang pernah menjadi orang nomor satu di Komando Pasukan Khusus (Kopassus) tersebut. Bahkan, pengamat politik sekaligus pakar filsafat, Rocky Gerung, mengikrarkan diri menjadi oposisi terhadap Prabowo Subianto.

Padahal mantan orang penting di Partai Sri (partai itu sekarang sudah tidak ada), merupakan sosok paling getol mendukung Prabowo.

Pertanyaannya, apakah memang benar jenderal bintang tiga ini sejatinya hanya mengejar kekuasaan semata hingga rela mengkhianati mandat para pendukungnya sendiri?

Kemudian, meskipun seandainya benar, lalu apakah Prabowo akan bangga dan senang-senang saja memegang kekuasaan, tetapi diikat tali kendali oleh Presiden Joko Widodo?

Entahlah?

Presiden Diminta Jalankan Konstitusi, Salah Satunya Pelayanan Kesehatan


Apa kabar BPJS Kesehatan?

Isu penusukan Wiranto sedikit banyak mengingatkan bangsa Indonesia akan pentingnya pelayanan kesehatan. Khusunya dalam hal ini adalah perihal Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang sedang mengalami defisit biaya.

Sehubungan hal terakhir itu, seperti terlansir Kompas, Minggu (13/10/2019), Ombudsman RI meminta pemerintah menutup defisit biaya BPJS Kesehatan dengan menggunakan sumber pembiayaan pemerintah, salah satunya dari cukai rokok.

Hal tersebut disampaikan anggota Ombudsman RI--Ahmad Alamsyah Saragih--usai diskusi bertajuk BPJS Salah Kelola, Pelayanan Publik Disandera di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (13/10/2019).

Ia juga menyampaikan, "Itu semua di bawah Presiden. Kenapa Presiden tidak boleh abai, karena Presiden diminta menjalankan konstitusi, yang salah satunya adalah pelayanan kesehatan. Jadi jangan dianggap masalah sepele."

Saturday, October 12, 2019

Benarkah jika Gerindra Gabung, Sama Halnya Membiarkan Roda Pemerintahan Salah Arah?


Prabowo-Jokowi kian mesra. Ungkapan itu makin terdengar luas dalam perpolitikan Indonesia.

Dan, melihat pergerakan keduanya, tak menutup kemungkinan Paryai Gerindra akan bergabungn ke dalam koalisi pemerintah.

Pertanyaan yang muncul, apakah hal tersebut akan cenderung berdampak negatif, terutama bagi legislatif?

Pertanyaan itu cukup beralasan. Karena, seandainya itu benar-benar terjadi, maka kekuatan fraksi oposisi akan makin lemah. Lalu?

Mungkinkah hal yang demikian akan berdampak pula bagi kebijakan yang dikeluarkan pemerintah?

Mengutip RMOL, Sabtu (12/10/2019), Direktur Arus Survei Indonesia--Ali Rif'an--menuturkan, "Sekarang saja dengan disokong 5 partai yang lolos parliamentary threshold, Jokowi sudah punya dukungan sekitar 60% kursi di DPR. Sebuah jumlah yang cukup untuk memuluskan sejumlah program dan kebijakan pemerintah."

Ia menambahkan bahwa peran oposisi sebagai check and balances sangat penting untuk mengontrol jalannya pemerintahan yang baik.

Masih dari sumber yang sama, dirinya menerangkan, "Menghilangkan prinsip-prinsip koreksi dan keseimbangan sama halnya membiarkan roda pemerintahan tergelincir dan salah arah."