![]() |
| Ilustrasi: Pixabay |
Di Kalimantan Selatan sedang heboh dengan kasus pembegalan terhadap seorang ustazah. Begalnya dua orang dan korbannya meninggal dunia.
Secara ringkas, kedua pelaku sudah berhari-hari mengincar korban yang selalu membawa tas hitam. Mereka mengira tas hitam tersebut berisi uang tunai. Dalam kesehariannya, korban selalu lewat di depan pondok tempat kerja mereka. Selain menjadi ustazah di salah satu pesantren, korban juga menjadi penjaga toko ponsel. Saat kejadian, kedua pelaku yang merupakan petani dan juga pekerja serabutan itu merampas tas, ponsel, dan juga anting korban. Supaya aman, mereka melumpuhkan korban hingga tewas.
Selain barang-barang ringan yang berhasil mereka rampas, sebenarnya ada sepeda motor korban. Tetapi, agar tetap aman, keduanya tidak membawanya kabur. Dan, setelah berhasil diringkus, keduanya mengaku aksi keji itu mereka lakukan demi mendapatkan uang untuk keluarga di Jawa, termasuk membayar biaya sekolah.
Dari sini dapat kita ketahui bahwasannya faktor utama tindak kriminal di Sungai Ulin Banjarbaru Utara, Kodya Banjarbaru, Kalimantan Selatan adalah masalah ekonomi keluarga. Artinya, ekonomi sebagian rakyat Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Dengan kata lain, Indonesia masih gelap bagi sebagian rakyatnya.
Pemerintah harus membuka mata lebar-lebar. Jangan malah menolak kondisi yang sebenarnya. Fakta di lapangan seperti ini idealnya segera ditindaklanjuti oleh pemerintah. Misalnya, berikan pinjaman tanpa bunga untuk warga yang terbukti tidak mampu secara ekonomi. Pinjaman bisa untuk modal usaha atau lainnya.














