![]() |
| Ilustrasi Chatgpt |
"Program minum manis gratis selalu saja menjadi bahan pidatonya."
"Begitu pula toko kelontong menjadi bahan andalan pidato yang disampaikannya."
"Selebihnya soal swasembada pakaian."
"Dan tidak lupa ada kata 'Saya terima laporan' dan 'Saya kaget' sebagai bumbu penyedapnya."
"Capek! Isi pidatonya itu-itu mulu."
"Yaaa maklumlah emang segitu kecerdasan intelektualnya."
"Jugaaaa terlihat jelas seberapa tipis kecerdasan emosional."
"Betul. Dia tidak bisa menguasai emosinya secara cerdas. Dia lekas marah, misalnya."
"Dia pun terlihat sangat bodoh sosialnya."
"Itu sangat terlihat jelas betapa bodohnya dia dalam berkomunikasi."
"Dirinya tidak bisa menjaga perasaan orang lain. Sebutlah contohnya bagaimana dirinya mengatai para dukun dengan kata 'goblok'. Padahal dukun disebut pula dengan orang pintar."
"Kalau aku seorang dukun, pastinya aku sangat tersinggung dan terpukul dengan diksi yang digunakannya tersebut."
"Aaaah! Dasar goblok sekali Presiden Jia Kung Kung itu"
"Sangat apes nasib Republik Hua Hiya Heye dipimpin olehnya.
"Seharusnya dia pidato soal hal-hal penting yang berguna bagi kesejahteraan rakyatnya. Eh ini malah demi dirinya sendiri.
"Yaaaah mau apa lagi?
***














