![]() |
| Ilustrasi: Pixabay |
Diketahui bahwa Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, memberikan penjelasan terkait pembelian motor listrik yang akan diserahkan kepada kepala SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi). Dalam penjelasannya, tujuan pembelian motor listrik tersebut untuk menjangkau daerah yang sulit.
Dari sini kita tahu bahwasanya pemerintah tidak membenahi jalan yang menyebakan kondisi sulit untuk menjangkau target makan bergizi gratis (MBG).
Keadaan jalan yang menyebabkan itu bisa berupa telah terjadi kerusakan atau jalannya yang sempit. Nah, idealnya pemerintah lebih fokus pada jalan di sana. Sebab, yang melaluinya bukan hanya kepala. SPPG, melainkan rakyat, baik penduduk setempat, termasuk siswa penerima MBG, maupun penduduk luar termasuk guru honorer.yang mengajar dan mendidik di sekolah sana.
Selain itu, dengan adanya jalan yang bagus, tidak perlu melakukan pembelian motor listrik yang mahal itu, apalagi dalam jumlah banyak.
Dengan fakta di atas, ini sebenarnya tidak sekadar permasalahan gizi, tetapi lebih kepada jalur transportasi darat. Dengan adanya pengadaan motor listrik tersebut, pemerintah sudah membuka aib sendiri. Ya, bahwasannya pemerintah sudah gagal dalam hal sarana publik, yakni jalan umum yang lancar.
Pertanyaannya, apakah keadaan demikian akan berlangsung terus-menerus? Ataukah akan ada niat baik pemerintah untuk segera melakukan pembenahan terhadap sarana publik tersebut?






.jpg)







