Friday, October 23, 2026

Mengapa NGRITIK Baru Sekarang? Telat Lebih Baik daripada Tidak!

Ilustrasi Pixabay 

"Salah seorang dewan pertimbangan raja di Kerajaan Jo Ma Wa membalas kritik membangun dari Kerajaan San Kia dan Kerajaan Mu La Hung dengan pernyataan yang kurang elegan."

"Oh soal pembakaran hutan besar-besaran sepanjang sejarah itu, 'kan?"

"Yap. Betul sekali. Idealnya pihak Kerajaan Jo Ma Wa menerima kritikan itu dengan dewasa. Tanggapi saja secara bijak. Kalau perlu, ajaklah diskusi mengenai solusi terbaik dalam penanganan kabut asap yang sudah sampai di negara-negara tetangga mereka. Kalau perlu bersama-sama memadamkannya."

"Ah mana mungkin pihak Kerajaan Jo Ma Wa mau seperti itu? Mereka gemar berperang. Bagi mereka, kritik tak ubahnya rudal balistik berhulu ledak nuklir. Dan juga, sebenarnya yang melakukan pembakaran hutan adalah mereka sendiri untuk ditanami sawit. Hasilnya masuk kantong para pejabat di sana termasuk presiden mereka."

"Para pejabat Kerajaan Jo Ma Wa sudah benar-benar sangat rusak. Aku khawatir kerajaan itu tak bisa bertahan lama. Mungkin saja beberapa tahun kemudian akan bubar seperti Uni Soviet waktu itu."

***

Thursday, October 22, 2026

Bukan Negara, Melainkan Presiden yang Dikritik Asing

 

Ilustrasi Pixabay 

"Mereka tidak pernah menghina atau mengolok -olok Negara Republik Hon Law. Orang-orang cerdas dari banyak negara itu mengkritisi pemikiran dan perbuatan presiden di negara tersebut."

"Tapi, pria lanjut usia itu menjadikan negaranya sendiri sebagai tameng untuk melindungi dirinya sendiri dari kritik tersebut."

"Ya, dengan mengatakan bahwa pihak asing menghina dan mengolok-olok negaranya."

"Presiden Ju Ma Wa memang benar-benar manusia licik."

"Orangnya emang susah dikasih tahu. Bukannya instrospeksi diri, eh dia malah terus saja sombong dan melawan pihak-pihak yang sebenarnya menginginkan perubahan dirinya untuk kemajuan Republik Hon Law."

"Kasihan rakyat di sana semakin sengsara karena dipimpin olehnya."

***

Berhentilah Sombong, Kamu Itu Gagal Mengatasi Kebakaran Hutan

 

Ilustrasi Pixabay 

"Aku.geram banget ama pria sombong itu."

"Sombong gimana sih?"

"Saat Republik Sua Ji ingin meminjamkan pesawat Hercules untuk membantu dalam mengatasi kebakaran hutan di negaranya, yakni Republik Ka Gung Wah,, eh dia menolak dan bilang bahwa negaranya sudah memiliki pesawat tersebut."

"Itu sih bodoh namanya. Jelas-jelas Republik Ka Gung Wah telah gagal berbulan-bulan dalam mengatasi kebakaran hutan, bantuan asing malah ditolak. Nah, mengapa gagal? Sebab, peralatannya kurang termasuk armada pesawat Hercules. Seharusnya dia menerimanya. Dasar bodoh!"

"Ya, orang sombong adalah orang yang bodoh."

***

Tugas Bersuara, Tugas Memadamkan, Bagi-Bagi Tugas

Ilustrasi Chatgpt 

"Di Republik Kan Gi Tu para buzzer dibayar untuk menyerang unsur pribadi mahasiswa untuk membunuh kejiwaan mereka."

"Caranya?"

"Dengan memanfaatkan media sosial sebagai corong penyebaran satu kata, yakni adab."

"Adab?"

"Para mahasiswa dikatai para buzzer tidak beradab."

"Weeeh! Gila bener tu para buzzer bau bangke. Hari gini, tahun 5098 masih aja begeto"

"Yaaaa begitulah cara mereka mendapatkan cuan."

"Padahal kita bagi-bagi tugas lho. Kita, misalnya, bertugas memadamkan api karhutla. Nah, para mahasiswa bertugas menyuarakan penderitaan rakyat akibat karhutla kepada pejabat agar segera ditetapkan sebagai bencana nasional."

"Ya memang begitu. Ingin rasanya aku kirim para buzzer itu ke Antartika."

"Ha ha ha ha ha."

***

Tuesday, October 20, 2026

Kebebasan Berpendapat, Kata "Bajingan" hanya Milik Presiden

 

Ilustrasi Chatgpt 

"Presiden Gen Moy Doh di Republik Lu De Men kerap melontarkan kata-kata tak pantas di muka umum. Sebutlah kata 'liyuhati" yang berpadanan dengan kata 'bajingan' dalam bahasa kita. Itu tentu tidak baik. Bisa dikatakan menjadi contoh buruk untuk para demonstran, misalnya."

"Benar sekali. Mahasiswa jangan sampai menggunakan kata 'liyuhati ' saat berunjuk rasa. Sebab, kebebasan berpendapat tidak boleh menggunakan kata tersebut."

"Dan, idealnya sebagai presiden, dia menghindari penggunaan kata yang demikian."

"Ya. Tapi, mau bagaimana lagi? Wujud fisiknya sajai mirip hantu, jadi wajar kata-katanya meresahkan sekali."

***

Monday, October 19, 2026

Bos Sawit Marah, Video Tanam Pohon Dihapus

Ilustrasi Chatgpt 

"Ini benar-benar di luar kemanusiaan. Bos besar yang menjajah Republik Du Lur Ku benar-benar marah karena hutan yang dia bakar malah ditanami pohon mangga."

"Lho bukannya bagus ya ditanami pohon jenis itu?"

"Presiden Si Sin Ting yang memimpin Republik Mong menginginkan lahan subur setelah dibakar itu ditanami sawit. Karena, memang begitulah rencananya di Republik Du Lur Ku."

"Jadi pembakaran hutan dan lahan di Republik Du Lur Ku itu sebenarnya atas perintah Presiden Si Sin Ting untuk menanam sawit?"

"Ya. Dia memerintahkan Presiden Gem Uk Lay untuk melakukan keduanya."

"Pantas saja video penanaman pohon jagung langsung dihapus di platform Douping Jin."

"Tapi, aku yakin rakyat di Republik Du Lur Ku kian banyak yang menanami pohon mangga untuk mencegah penanaman sawit."

"Semoga saja begitu."

***

Media Sosial Musuh Pemerintah?

 

Ilustrasi Pixabay 

"Khusus pemerintah yang berkuasa sekarang memang benar bahwa media sosial adalah musuh mereka."

"Sebab, pemerintahnya jahat dan layak dihukum mati, terutama presidennya yang tak punya empati itu."

"Republik Ka Di Yang dengan Presidennya yang tua sekali dan bernama Presiden Jang Krik Dan tersebut sungguh sedang kacau sekali."

"Semua kritik dianggapnya kejahatan. Padahal dialah yang selalu melakukan kejahatan."

"Sebutlah pembakaran hutan dan lahan . olehnya melalui tangan-tangan kotor di lapangan."

"Dan, semua konten soal pembakaran hutan dan lahan yang dipublikasikan di media sosial dihapusnya melalui kementerian media jalang.'

"Bahkan si tua berbau busuk itu menganjurkan rakyatnya untuk memboikot seluruh media sosial sejak tahun 7098 ini."

"Halloooo! Hari gini masih ada aja manusia gila yang demikian."

"Gila akut parah."

"Ha ha ha.ha!"

***