Thursday, September 3, 2026

Samakah Racun MBG dengan Racun Pemilu?

 

Ilustrasi Chatgpt 

Di sebuah lereng gunung yang hijau permai ada sebuah kerajaan bernama Telik Wadas. Kerajaan itu dipimpin seorang raja zalim bernama Roh Mai Dah. Raja yang terkenal dengan perut buncitnya tersebut sebenarnya hanyalah raja bawahan.

Ya, ada raja lain yang berada di atasnya, yakni dari sebuah kerajaan besar dan berpengaruh. Raja besar ini bernama Si Jin Poh yang memimpin Kerajaan Kom Un Si. Setiap bulan Raja Roh wajib menyetorkan upeti kepadanya. Jumlahnya tak sedikit. Minimal seharga 100 buah pesawat tempur generasi kelima

Sungguh angka yang fantastis. Alhasil anggaran belanja Kerajaan Telik semakin defisit. Itulah sebabnya, raja buncit ini harus menggenjot pajak dari rakyatnya. Tentu saja dengan hal itu, seluruh rakyat di Telik Wadas sangat menderita. Mereka tak bisa lagi hidup nyaman. Bahkan, sudah banyak yang jatuh miskin karenanya. 

Nah, di saat kemiskinan merajela di sana, Raja Roh malah bersikeras tetap menjalankan program minum besar gratis atau disingkat MBG kepada para guru di sekolah. Program tersebut merupakan salah satu janji politiknya dan juga lahan bisnis para pengusaha dan organisasi besar yang mendukungnya.

Di samping itu, MBG juga bermasalah. Banyak  guru yang keracunan akibat minum besar gratis di sekolah mereka dan sebagian besar meninggal dunia. 

Tak pelak banyak pihak mempertanyakan apakah racun dalam minuman tersebut sama dengan racun yang digunakan untuk membunuh para penjaga keamanan saat pemilu berlangsung dua puluh tahun lalu.

Tragedi kematian senyap tersebut sangat menghebohkan dunia saat itu. Betapa tidak? Secara tiba-tiba sebanyak dua ribu penjaga keamanan yang bertugas mengamankan semua proses dan hasil pemilu mati mendadak. Pihak kerajaan beralasan karena mereka kehausan. Akan tetapi, dengan sembunyi-sembunyi sejumlah ahli racun melakukan proses otopsi kepada sejumlah mayat dan hasilnya ditemukan racun Wang Yi. Racun ini diketahui dibuat oleh ahli racun di Kerajaan Sia Sur. 

Tiga karakter racun ini yang menjadikannya sering dipakai orang adalah, tidak berbau, tidak berasa, dan tidak berwarna. Persis seperti air minum pada umumnya. Akan tetapi, efeknya sangat mematikan. Satu tetes saja sudah mampu membuat seratus orang tewas seketika. Sifatjya senyap, tapi sangat kuat. 

Dan, hingga kini pertanyaan di otak banyak pihak tersebut belum terjawab. Entah sama? Atau tidak? 

Sama atau tidak, yang jelas dengan kematian banyak guru itu membuat dunia pendidikan di Kerajaan Telik Wadas menurun. Mungkin saja inilah tujuannya agar mutu pendidikan di sana tidak bisa meningkat sehingga para generasi mudanya tetap tidak bisa melawan penjajahan Raja Si Jin Poh dan penerusnya pada masa yang akan datang. 


Wednesday, September 2, 2026

Setan di Belakang Dua Presiden Boneka

 

Ilustrasi Pixabay 

"Setan itu bernama Si Kil Mu. Dia setan dari kalangan manusia. Kadangkala dia juga ngobrol santai bersama para setan dari golongan jin."

"Lantas apa kesukaannya?"

"Menjajah negara lain."

"Berarti dia memiliki senjata militer yang canggih."

"Bukan senjata militer."

"Kalau bukan, lalu apa?"

"Salah satunya ekonomi."

"Ekonomi? Maksudmu yang seperti apa?"

"Contohnya utang."

"Negara lain berutang kepadanya?"

"Lebih tepatnya berutang kepada negaranya. Sebab, sebenarnya dia itu seorang presiden juga, yakni di Negara Republik Rakyat Utara."

"Lalu bagaimana kalau negara itu tak mau berutang?"

"Dia akan menjadikan anak buahnya menjadi presiden boneka di negara yang akan dikuasainya."

"Bisa kamu jelaskan secara rinci?"

"Pertama, dia akan mencari cara agar presiden asli di negara target tunduk kepadanya. Misalnya dengan mendapatkan rahasia si presiden. Setelah itu dia akan mengancamnya. Kalau tidak mau menurutinya, rahasia itu bakal dibongkar ke publik. Setelah tunduk, dia akan memerintahkan kepada si presiden untuk menjadikan anak buahnya sebagai presiden selanjutnya di negara target tersebut."

"Sungguh luar biasa licik setan itu."

"Kemudian, setelah anak buahnya menjadi presiden boneka di sana, maka dengan mudah dia membuat negara itu berutang. Contohnya di Republik Sua Pin Aqyu yang berutang kepada negaranya untuk membangun jalan tol, berutang untuk membangun bandara-bandara baru, berutang untuk membangun jalur kereta cepat, berutang untuk mendirikan kota baru, berutang untuk program-program yang memboroskan anggaran belanja negara seperti program minum air kelapa gratis bagi nenek-nenek, dan berutang untuk hal-hal lainnya. Semua itu agar negara target tidak bisa membayar seluruh utang tersebut. Tahu sendiri, 'kan akibatnya? Nah itu baru utang."

"Waduh!"

"Pengerukan tambang yang hasilnya tidak dijual, melainkan diberikan gratis kepada Republik Rakyat Utara juga termasuk cara menjajah di bidang ekonomi olehnya. Coba kalau dijual, berapa uang yang masuk ke negara target. Tapi, karena tidak dijual, keuntungan itu nol besar. Semuanya untuknya."

"Apakah Republik Sua Pin Aqyu sudah100% berhasil ditaklukkannya?"

"Sebenarnya target penaklukkan atau penguasaan 100% hanya 10 tahun atau dua periode masa jabatan presiden boneka pertama, tapi, belum tercapai. Awalnya dia mau mengubah aturan di negara itu agar si presiden boneka pertama tersebut bisa lanjut tiga periode, namun gagal. Di negara tersebut masih ada tokoh-tokoh politik yang mempertahankan aturan seseorang hanya boleh menjabat presiden selama dua periode. Alhasil, dijadikanlah seseorang lainnya menjadi presiden boneka selanjutnya atau yang kedua."

"Bagaimana selanjutnya?"

"Pada periode ketiga ini lebih dititikberatkan pada pemiskinan rakyat di Republik Sua Pin Aqyu. Caranya dengan meningkatkan pajak. Secara ekonomi, rakyat di sana diperas dengan kejam. Tujuannya agar rakyat yang nantinya sudah miskin tidak akan melawan pemerintah lagi. Sebab, yang dipikirkan hanyalah urusan lapar. Saat itulah setan Si Kil Mu berkuasa total atas Republik Sua Pin Aqyu."

***

Tuesday, September 1, 2026

Ngakalin Halal, Terpenting Presiden Tidak Ketus

Ilustrasi Chatgpt 

"Apa pun itu yang terpenting Presiden Tu Kang Seng senang. Sebab jika sebaliknya, bakal ditempeleng hingga pingsan."

"Aku juga pernah dengar yang demikian. Presiden terkanak-kanak di dunia tersebut kalau marah tidak terkira. Sangat mengerikan. Dia merupakan monster bertubuh gendut yang ganas."

"Itulah sebabnya, semua pejabat di Republik Jak Tuk Law tidak ada yang berani memberikan laporan buruk kepadanya."

"Ya, benar. Ada yang memberikan laporan mengupas apel dapat 800 ribu Jekai, ada yang melaporkan mengangkat satu karung jagung dapat 200 ribu Jekai, ada juga yang melaporkan bahwa api yang membakar hutan sudah berhasil dibuat pingsan, dan laporan-laporan aneh lainnya."

"Lucunya, Presiden Tu Kang Seng senyum-senyum saja. Lalu dia menaikkan jabatan sang pelapor."

"Ha ha ha iya. Betul sekali, para pelapor itu dinaikkan jabatannya."

"Hadeeeeuh benar-benar presiden tak terkira sepanjang sejarah umat manusia."

***

Monday, August 31, 2026

Demi MBG, Siswa Dikorbankan

Ilustrasi Chatgpt 

"Kudengar di negara tetangga kita para siswa dikorbankan demi Minum Botolan Gandum atau MBG saat kabut asap menyerang mereka. Padahal seharusnya para siswa di sana diliburkan. Apa pun alasannya, kabut asap sangat berbahaya bagi mereka."

"Wah sangat parah kalau sudah begitu. Otak para pejabatnya harus dimasukin di mesin cuci."

"Ya, emang sungguh menjijikkan pemerintah di negara tetangga kita itu. Apa-apa demi bisnis. Demi uang. Dan, mereka memakai nama siswa atau rakyat untuk mendapatkan keuntungan tersebut."

"Mereka hina dina. Republik Jem Gu Po itu memang selalu parah dan payah sejak awal kemerdekaan mereka. Jiwa para pejabatnya melebihi ular piton. Mereka melilit korban yang sangat banyak."

"Rakyat di sana sungguh ditekan. Terlebih sekarang pada masa Presiden Lang Hiu Sin sudah sangat, sangat, sangat payah. Dia selalu berusaha membuat negara tersebut bangkrut maksimal."

"Sepertinya kita harus mengucapkan selamat tinggal kepada negara yang nyaris sirna dari peta dunia itu."

"Benar, 'Selamat tinggal Republik Jem Gu Po!' Oh, kedengarannya mengasyikkan."

***

Saturday, August 29, 2026

Presiden Licik dan Kabinet Kebohongan

Ilustrasi Chatgpt 

"Kebanyakan yang keluar dari mulutnya adalah tidak benar."

"Ya, kalau tidak sedang berbohong, ya dia gemar main akal-akalan jahat."

"Misalnya soal tingkat kesejahteraan rakyat di sana. Dirinya dengan dibantu Kementerian Penduduk Negeri, mengategorikan penduduk berpendapatan rendah sebagai masyarakat kaya."

"Benar. Tujuannya agar pemerintah tidak memberikan bantuan tunai kepada penduduk berlevel kaya tersebut. Padahal sebenarnya mereka itu masuk kategori miskin."

"Begitu pula soal pendapatan kuli pengangkat karung berisi beras yang dikatakannya sangat fantastis, yakni upah sekali angkat satu karung beras lebih besar daripada harga sekarung beras itu sendiri."

"Benar-benar dahsyat bohongnya."

"Pada jenjang yang lebih tinggi lagi, 99% yang dikatakannya saat kampanye politiknya juga kebohongan belaka."

"Satu persen yang bukan kebohongan itu pun sangat menguntungkan dirinya."

"Program minum gratis sungguh membuatnya jadi lebih kaya daripada sebelumnya."

"Presiden Kugan Saye memang setan dari golongan manusia."

"Dan, Republik Toh Ben Er yang dipimpinnya itu sudah sekarat."

***

Friday, August 28, 2026

Presiden Kejahatan

Ilustrasi Chatgpt 

"Entah apa maunya Presiden Ku Yang Jiu itu yang memelihara preman, koruptor, dan para penjahat lainnya dalam pemerintahannya."

"Dia memang berjiwa penjahat yang dibungkus pakaian elit."

"Ya sih. Aslinya memang begitu."

"Dia tak pandai dalam berpikir. Emosinya tak terkendali. Meluap-luap bagai banjir bandang. Segala tindakannya selalu tergesa-gesa karena pikirannya selalu dikalahkan emosinya itu."

"Di dunia sekitarnya hanya ada sosok -sosok jahat yang serakah."

"Alhasil rakyat yang menjadi korban keganasannya."

"Sebutlah misalnya ketika ada demonstrasi, maka yang dia turunkan adalah kelompok preman yang dipeliharanya secara resmi."

"Tapi untunglah, dari pantauan di lapangan, rakyat di Republik Nuanglu Sai itu tetap berani kepadanya selama mereka berada di jalan kebenaran."

"Benar. Meski bagaimana pun rakyat di sana merupakan keturunan para pejuang yang tak takut mati."

"Terakhir yang kudengar, ada bentrok antara kelompok preman negara versus masyarakat sipil. Para preman elit itu kabur karena mendapatkan perlawanan serius dari masyarakat yang sudah marah besar kepada mereka."

"Dia memang harus dilawan. Jika tidak, negara itu akan hancur."

***

Thursday, August 27, 2026

Kabut Asap Bahagia sebab Tak Ada Pemadaman yang Canggih

Ilustrasi Chatgpt 



"Kabut asap pasti bahagia."

"Bahagia?"

"Ya."

"Kok bisa begitu?"

"Sebab perlawanan pemerintah sono sekadar tenaga dan waktu tanpa ada pemadaman yang canggih."

"Oh maksudmu di negara tetangga kita."

Selly menangguk.

"Entah kapan pemerintah di negara tersebut dewasa? Terlebih presiden yang saat ini berkuasa sungguh sangat kekanak-kanakan."

"Maklumlah presidennya sudah tua sekali, 'kan? Jadi, sifatnya susah kembali ke masa kanak-kanak. Segala yang keluar darinya pastilah lucu dan menggemaskan."

"Ya sih. Bukannya menggunakan pesawat pemadam api yang canggih, eh dia malah main-main dengan api. Mengerahkan penerjun payung di titik api, misalnya, sungguh tidak ideal dalam upaya memadamkan apinya."

"Begitu pula perintah melakukan penelitian terhadap tepung singkong untuk solusi pemadaman api di hutan mereka, itu memakan waktu. Padahal api harus segera dipadamkan."

"Dan benar, kabut asapnya pasti bahagia karena pemerintah di Negara Republik Bulakaf tidak serius memadamkannya.'

***