![]() |
| Foto: Pixabay |
Jika Anda adalah seorang nelayan, pilihan akan jatuh di nomor berapakah pada.judul di atas?
Ya, bisa jadi jawaban Anda akan sama dengan nelayan-nelayan lainnya. Atau, bisa juga berbeda. Sebutlah misalnya Anda memilih rumah dengan alasan tertentu, maka ada kemungkinan nelayan lain akan memilih solar yang murah. Dan, belakangan, Indonesia diramaikan dengan sebuah kata, yakni "solar" ketika dikaitkan dengan dunia nelayan.
Ketersediaan solar dengan harga murah pastinya menjadi harapan setiap pencari ikan di laut. Betapa tidak? Logikanya untuk bisa melaut diperlukan solar. Tanpa benda cair itu, para nelayan hanya bisa berada di daratan. Pertanyaan mendasarnya, akan makan apa mereka kalau tak bisa melaut? Menjadi kuli bangunan? Itu pun kalau saat ada rumah yang perlu diperbaiki atau akan dibangun.
Selain nelayan, konsumen ikan juga akan kesusahan mendapatkan ikan segar yang murah saat para nelayan tidak melaut.
Jadi, solar sangatlah dibutuhkan dalam dunia ikan laut.
Nah, jika kita runut alur kehidupan nelayan sehari-hari, secara mudah dapat kita pahami dengan adanya solar murah, mereka dapat mencari ikan di laut. Setelah di daratan, ikan hasil tangkapan mereka laku dan uangnya untuk kebutuhan sehari-hari, baik sandang, pangan, maupun papan.
Artinya, solar menjadi kebutuhan utama untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan lainnya dalam kehidupan para nelayan. Oleh karenanya, sangat ideal bagi pemerintah selalu bisa menyediakan solar murah khusus untuk para nelayan. Penyediaan solar murah tidak harus dengan pendirian SPBU di setiap desa nelayan. Cukup dengan distribusi yang lancar, solar akan dapat dengan mudah didapatkan dan digunakan para nelayan untuk mencari ikan di laut.














