Friday, October 16, 2026

Kamu Bilang Gratis? Kalau dari Subsidi BBM dan LPG Namanya Tidak Gratis!

 

Ilustrasi Pixabay 

"Pemerintahan Republik Alas Kan benar-benar melakukan pembohong internasional."

"Gimana-gimana? Pembohongan internasional?"

"Ya. Presiden Gen Tong Wir sudah berbohong kepada seluruh penghuni bumi bahwa yang sebenarnya tidak gratis disebutnya gratis."

"Tunggu-tunggu! Ini soal minim bir gratis itu ya?"

"Nah tepat sekali! Di republik itu anggaran di bidang lain dipangkas untuk membeli bir yang akan dibagikan kepada rakyat. Padahal uangnya dari pajak yang sudah disalurkan di bidang-bidang lain itu semisal untuk subsidi BBM dan LPG. Alhasil, harga BBM dan LPG naik di pasaran. Rakyat rugi dua kali. Pertama rugi karena uang pajak mereka dipakai untuk mabuk-mabukan dan kedua rugi karena harga BBM dan LPG naik. Pastinya mereka harus mengeluarkan uang lebih banyak."

"Dan, tentunya jika harga keduanya naik, semua barang dan jasa di sana pasti juga akan naik."

***

Thursday, October 15, 2026

Hape dan 50 Ribu Gratis? Pajak akan Digratiskan JUGA KAH?

Ilustrasi Chatgpt 

"Presiden kita, Presiden Ku Bi Jak, jauh lebih bermartabat daripada Presiden Ja Dul di Republik Bom Sai Pung."

"Ini soal apa?"

"Soal memperlakukan rakyat. Pemerintah Republik Bom Sai Pung akan ada pembagian hape gratis dan juga pemberian uang 50ribu Gemuk untuk rakyat di sana."

"Wah berarti Presiden Ja Dul itu masih hidup pada zaman dahulu kala saat dirinya masih anak-anak. Anak-anak memang suka mendapatkan hadiah dan itu yang dia jadikan patokan untuk mengambil keputusan dalam memimpin negeri."

"Payah sekali Presiden Ja Dul tersebut. Padahal rakyatnya sudah pintar. Mereka tahu betul bahwa tidak ada yang gratis. Semuanya dibayar oleh rakyat dengan pajak."

"Benar katamu, kecuali jika pajak digratiskan. Saat rakyat tidak lagi membayar pajak, maka kata gratis akan berlaku."

***

Wednesday, October 14, 2026

Bantuan Asing Tak Direspon agar Lahan Sawit Baru Terpenuhi

 

Ilustrasi Pixabay 

"Pastinya memang seperti itu. Bagaimana mungkin Presiden Peng Hia Nat merespon bantuan dari Republik Ma Ja Ya."

"Jika direspon, tentunya tak mungkin berupa penolakan karena Republik Ma Ja Ya terdampak kabut asap parah dari Republik Ger Ha Na yang dipimpin Presiden Peng Hia Nat itu."

"Itulah sebabnya tidak direspon. Kalau bantuan diterima, maka api akan segera padam dan target penanaman sawit tidak memenuhi harapannya karena lahannya kurang."

"Sebenarnya masih berapa juta hektare lagi kah hutan yang belum mereka bakar untuk pemenuhan target tersebut?"

"Setahuku lahan yang harus dibakar untuk pemenuhan target mereka masih 20% lagi."

"Wah berarti kabut asap masih akan beterbangan dalam waktu yang lama."

"Mungkin tiga bulan atau bisa jadi akan lebih.lama lagi."

***


Tuesday, October 13, 2026

Hutan Dirusak untuk Program Sawit sebagai Bahan Biodiesel

 

Ilustrasi Chatgpt 

"Di Republik Hong Pung Gung ada cara baru dalam mengolah biodiesel."

"Ah masa Presiden Lang Ka Bong yang mengatai pakar sebagai orang goblok mendapatkan cara baru seperti itu?"

"Serius. Kalau urusan uang, pria gendut yang pincang tersebut selalu punya cara jitu."

"Ah benar juga katamu. Selama hal itu menghasilkan uang, pasti dia punya caranya meskipun dia sendiri tak bisa berhitung dengan benar. Lalu apa caranya?"

"Dia merusak hutan."

"Apa?!"

"Heeey kamu tidak perlu kaget begitu sebab kebiasaan kaget hanya milik para pejabat di Republik Hong Pung Gung."

"Oh iya. Benar juga katamu. Okeey aku tidak kaget."

"Jadi hutan sengaja dia rusak."

"Dirusak dengan apa?"

"Dibakar."

"Oh tidak! Itu cara gila yang paling gila."

"Memang begitulah caranya."

"Setelah rusak?"

"Dia tanami pohon sawit."

"Kemudian buahnya menjadi bahan pembuatan biodiesel. Bajingan sekali.dia!"

"Ya, benar. Dia sungguh bajingan paling bajingan. Agar rakyat dan dunia tidak marah, dia tidak membuka hutan dengan cara menebang, melainkan dibakar dengan kesan terbakar "

"Pantas saja hutan dibiarkan terbakar berlarut-larut. Tidak ada penggunaan pesawat pengebom air untuk mengatasinya."

"Dan, rakyatnya kian sengsara."

***

Kabut Asap Kian Menggila karena Polisi Hutan Belum Ada

Ilustrasi Chatgpt 

"Di negara tetangga kita benar-benar swasembada kabut asap hingga diekspor secara gratis."

"Itu akibat dari tiadanya pencegahan munculnya kabut asap. Ya, tidak ada sama sekali. Salah satunya adalah fakta bahwa polisi hutan belum diadakan di sana."

"Itulah anehnya. Hari gini tidak ada polisi hutan. Sungguh di luar dugaan. Awalnya aku mempertanyakan di mana para polisi hutan di negara itu sehingga pata pengusaha bebas membakar hutan dan lahan. Eh ternyata memang tidak ada. Payah sekali."

"Begitu Republik Ka Gung Lar."

"Dan, presidennya yang bernama Presiden Lem Uy Ua itu masih saja sombong."

***

Sunday, October 11, 2026

Sekolah? Bukan! Itu Rumah Makan

 

Ilustrasi Chatgpt 

"Republik Ka Ga Hu benar-benar lucu. Betapa tidak? Di sana, sekolahan malah dijadikan tempat makan. Ha ha ha!"

"Ya, memang sudah kacau balau dunia pendidikan di negara itu. Buku-buku, papan tulis, komputer, alat peraga, dan sebagainya yang sejatinya bagian terpenting dari pendidikan justru dianggap sekunder, bahkan tersier."

"Yang menjadi primer hanyalah rasa lapar. Itulah sebabnya, di negara itu urusan perut siswa menjadi prioritas utama."

"Benar sekali. Dengan Program Menuju Perut Buncit, pemerintah di sana menyediakan makan daging sapi permanen kepada para siswa."

"Padahal para orang tua siswa masih sanggup memberikan makanan kepada mereka."

"Yaaaaa sebenarnya memang program itu bukan untuk siswa dan dunia pendidikan, melainkan bagian upaya penguasaan negara tersebut secara penuh oleh Republik Jin Poh di bawah kepemimpinan Presiden Siu Kung Pang."

"Semakin tinggi pengeluaran anggaran belanja negara, akan semakin seringlah negara tersebut berutang kepada asing. Dan, jeratan ekonomi adalah kunci penguasaan tersebut."

"Sungguh begitu besar dana program makan-makan di sekolah itu. Dengannya sekolah menjadi rumah makan dan Republik Ka Ga Hu akan semakin terkikis dari peta dunia."

***

Wednesday, October 7, 2026

Mengapa Kabut Asap Masih Ada?

Ilustrasi Chatgpt 

"Hari gini, tahun 3098 Masehi, masih saja ada yang membakar lahan."

"Konon, itu karena biaya pembersihan lahan tergolong mahal. Satu hektare saja bisa menelan biaya $900 Amerika Serikat. Kalau lahannya mencapai ribuan hektare, wah biayanya gede banget tuh."

"Selain soal biaya, konon, sisa pembakaran lahan sangat bagus untuk tanaman. Jadi, tidak perlu beli pupuk tambahan.'

"Bagus sih. Tapi, bikin masyarakat luas menjadi korbannya."

"Yaaaa mau gimana lagi? Perusahaan-perusahaan besar selalu susah dikasih tahu soal ini. Mereka lebih memilih tetap bertahan dengan cara lama, yakni membakar lahan."

"Lantas sampai kapan ini terus terjadi?"

"Idealnya pemerintah tegas dalam menindak para pelaku pembakaran lahan sehingga ke depan tak ada lagi yang berani melakukannya."

"Bisa dikatakan pencegahan terbaik adalah dengan menindak tegas seperti itu. Jika pemerintah lembek, maka akan terus dan terus ada asap yang merugikan masyarakat umum."

***