Thursday, July 9, 2026

Si Omon-Omon SELALU Bombastis, Rakyat Melongo

Ilustrasi: Pixabay 

Kalau bicara, dirinya selalu saja menyuarakan yang muluk-muluk, tapi kosong. Ya, kata-katanya hanyalah omong kosong belaka. Ia dijuluki oleh sebagian besar rakyatnya sebagai si Omon-Omon pengingkar janji.

Benar, ia adalah seorang presiden di Republik Gemoyan. Saat kampanye politik menjelang pemilihan presiden, dirinya banyak berjanji. Sebutlah contohnya kesehatan gratis, pendidikan gratis, dan bahan bakar minyak murah. Tapi nyatanya, setelah menjadi presiden, dirinya termasuk pemimpin negara pembohong kepada rakyat di negara yang dipimpinnya. 

Sejatinya ia lebih fokus pada kesejahteraan dirinya dan para penjilat di sekitarnya. Program-program yang ia jalankan selalu saja tidak berpihak kepada rakyat. 

Alih-alih bertindak untuk kemakmuran rakyat seperti omongan besarnya, setiap hari dirinya kian menyiksa rakyatnya sendiri. Hal itu begitu terasa dengan perluasan pajak. Para penjual daring dan pelaku UMKM, misalnya, sangat merasakan pemalakan olehnya yang dikenal dengan pajak.

Singkat kata, jargon terselebungnya dalam memimpin negara adalah, PAJAK, PAJAK, PAJAK di balik omon-omon mulut besarnya.

Wednesday, July 8, 2026

Ternyata Presiden Kita Orang India

 

Ilustrasi: Pixabay 


"Selama ini aku tahunya beliau itu orang Cina."

"Ternyata?"

"Orang India."

"Siapa sih? Aku jadi penasaran."

"Presiden kita, Bapak Presiden Prang Sung Tong."

"Ha?! Serius?"

"Emang dari tadi aku kelihatan sedang bercanda ya?"

"Nggak sih. Tapi, bukannya beliau orang asli dari Hubei, 'kan?"

"Beliau emang kelahiran sana, tapi berdarah India."

"Kamu dapat info itu dari mana?"

"Beliau sendiri yang ngomong."

"Beliau dikasih mic lagi?"

"Iya!""

"Wadduh! Kiamat maju satu hari berarti. Sialan! Siapa sih yang ngasih beliau mic?"

"Dari yang aku dengar, sebenarnya mic udah disimpan pihak panitia, tapi.beliau berhasil.menemukannya."

"Hadeeeuh!"

"Ya, hadeeeeuh!"

***

Tuesday, July 7, 2026

Ketika Ijazah Serupa Aib Besar

Ilustrasi: Pixabay 

Konon, di sebuah negara dekat Gunung Rudalan ada kasus fenomenal yang menggemparkan dunia. Diwartakan banyak media internasional bahwa salah seorang manusia di sana memiliki ijazah misterius.

Di depan publik ijazah itu ditampilkan hanya dalam wujud fotokopinya. Memang kedengarannya biasa-biasa saja, tetapi dengan wujud demikian mampu mengantarkan seseorang tersebut menjadi presiden dua periode di negara itu. Namanya Presiden Kaget Sekali.  

Waw, 'kan? 

Bayangkan hanya fotokopinya sudah memiliki kekuatan super. Apalagi aslinya? 

Nah, membahas aslinya inilah yang malah berkebalikan. Ya, wujud aslinya malah disembunyikan dengan sangat rapat. Ibaratnya aib besar yang wajib ditutupi. Padahal keaslian ijazah lah yang membuat kertas tanda kelulusan tersebut sah sebagai syarat untuk menjadi presiden atau sekadar mendaftar sebagai pekerja resmi. 

Pertanyaan awalnya, mengapa fotokopinya bisa diterima sebagai salah satu syarat kelengkapan menjadi presiden? Apakah karena pemilihan presiden di Republik Pohonima itu hanya formalitas belaka? Yang sebenarnya sudah diatur siapa pemenangnya?

Jika pertanyaan terakhir di atas jawabannya adalah ya, maka siapa pihak pengaturnya?

Sebagian pihak mengatakan yang mengaturnya ya orang-orang besar dengan sebutan para elit global. Para raksasa itulah yang menjadi dalang saat Presiden Kaget Sekali bertahta. Segala tindak tanduknya mewakili semua kehendak mereka. Mulai dari pencabutan besar-besaran subsidi bahan bakar minyak, proyek jalan tol dengan dana utangan, pembiaran masuknya tenaga kerja asing ilegal  secara bebas, pembuatan pulau-pulau reklamasi, pemberian nikel gratis kepada salah satu negara adidaya, hingga pembukaan hutan untuk ibukota negara baru yang akhirnya mangkrak. 

Semuanya berjalan lancar. Mengapa lancar? Karena Presiden Kaget Sekali sangatlah bodoh. Dan, mengapa bodoh? Sebab, dia sebenarnya tidak berpendidikan tinggi. Ijazahnya yang hanya berwujud fotokopi itu adalah palsu. Makanya yang berupa "wujud bukan fotokopi" tidak pernah diperlihatkan di depan publik. 

Pertanyaan sederhananya, mengapa para raksasa global menjadikannya presiden? Karena orang bodoh sangat mudah diatur tanpa pernah bertanya mengapa.


Negara Miskin, Presidennya Sok Kaya

 

Ilustrasi: Pixabay 

"Ya, aku sudah dengar tentang apa yang barusan kamu katakan. Di negara itu memang sedang dikuasai para begundal kelas teri yang disokong penjahat internasional."

"Kadang aku merasa kasihan dengan rakyat di sana, terutama kaum miskinnya. Mereka dipaksa membayar pajak untuk kesenangan para elit lokal dan global."

"Lokal dan global yang super jahat. Mereka menjajah rakyat. Itulah kenyataannya."

"Terlebih presidennya yang gendut dan sombong itu. Aaaaaah, dia selalu saja menghamburkan uang pajak demi kewibawaannya, terutama di mata dunia internasional."

"Ya, ya, aku sampai geleng-geleng kepala melihat tingkahnya yang seperti kanak-kanak tersebut. Sukanya bangun ini, bangun itu dengan jumlah besar. Dia juga gemar sekali jalan-jalan di luar negeri untuk bisa berjabat tangan dengan presiden negara maju. Yaaaa, apa ya namanya, narsis akut gitulah intinya."

"Orang tua itu memang gila sanjungan. Inginnya selalu dipuja-puja. Dan, dia tak peduli anggaran negaranya mengalami defisit parah. Para investor asing pun sudah tidak percaya lagi padanya. Mata uang negara yang dipimpinnya juga sudah anjlok drastis. Yang terakhir dia menawarkan listrik ke negara lain sementara di dalam negaranya sendiri sedang krisis listrik."

"Agaknya Republik Subur itu sebentar lagi akan sirna dari dunia ini. Prediksiku sekitar dua tahun lagi, yakni pada bulan Agustus tahun 2890."

"Benar. Aku juga berpikir demikian. Padahal di sana banyak orang-orang pintar, tapi yang jadi presiden dan wakilnya malah sangat memperihatinkan. Seumpama yang jadi presiden di sana seorang negarawan yang berkompeten, aku yakin negara tersebut akan maju pesat dengan modal kekayaan alamnya."


Sunday, July 5, 2026

Masihkah Pemerintah Diperlukan? TIDAK LAGI!

 

Ilustrasi: Pixabay 

Ada yang sangat hebat terjadi di Negara Warsimang. Konon, sebagian warganya patungan untuk memperbaiki jalan penghubung antardaerah. Dengan kata lain, mereka swadana dan swadaya dalam membuka akses yang selama ini tertutup. Ya, pemerintah di negara terkorup sedunia itu tak kunjung memperbaiki jalan rusak tersebut.

Dalam kaitannya dengan hal di atas, bisa dikatakan sebenarnya warga sudah mandiri. Mereka sudah tidak memerlukan lagi adanya pemerintah di negara yang kaya sumber daya alamnya itu. Dengan bahu-membahu, jalan rusak pun akhirnya bagus kembali. Akses antardaerah terbuka lebar dan tentunya perekonomian menjadi lancar terkendali. 

Sekadar bocoran informasi saja, sebelumnya warga di sana menanti-nanti uang pajak mereka digunakan pemerintah untuk memperbaiki jalan itu. Karena tak ada tanda-tanda ke arah yang diharapkan, mereka rela mengeluarkan uang tambahan selain pajak demi terbukanya akses antardaerah di sana. 

Nah, menurut kabar yang belum jelas, warga di sana berencana menuntut pembubaran pemerintah di negara tersebut. 



Saturday, July 4, 2026

Ada Pejabat Bilang Setan-Setan dan Hamba Iblis

 

Ilustrasi: Pixabay 

Terkadang, ada saja sopir yang merasa paling jago dalam menyetir. Ia yang termasuk golongan ini susah menerima masukan. Sebutlah contohnya saat si sopir mendahului mobil lain secara ugal-ugalan.

Nah, ketika ada penumpang yang memberikan masukan terkait aksi ugal-ugalan itu, ia langsung menganggap penumpang tersebut sebagai pengganggu. 

Itu pula yang dewasa ini terlihat di Negara Kong Suan. Ada salah seorang pejabat publik di sana yang berlaku demikian. Sikap itu ditunjukkannya terkait adanya orang-orang yang menilai buruk dua program pemerintah. Mereka juga mendorong keduanya harus segera dihentikan. Pejabat itu pun dengan lantang mengatakan bahwa mereka ialah para penggangu dan langsung ia labeli sebagai setan-setan dan hamba iblis yang jahat. 

Pertanyaannya, apakah pantas kata-kata itu keluar dari mulut seorang pejabat? Sebenarnya sangat tidak pantas seorang pejabat publik yang hidupnya ditanggung pajak rakyat, berkata-kata kasar seperti itu. 

Kalau masalahnya berkenaan dengan program pemerintah, sikapilah dengan bijak. Lihat secara saksama. Pasalnya, tidak mungkin ada orang mengkritik dan mendorong penghentian program pemerintah yang kualitasnya terbukti bagus. Ingat! Kritik datang karena ada yang salah dari objek yang diamati. Dengan kata lain, datangnya kritik dan dorongan penghentian itu karena program pemerintah tersebut sudah terbukti jelek.

Oleh sebab itu, idealnya siapa pun pejabatnya, lebih baik mawas diri. Ia harus mampu objektif.  Kalau salah, katakan salah dan jangan gemar menjilat atasan untuk kepentingan pribadi. Selama ini begitu banyak penjilat yang suka sekali memuji presiden di negara itu. Dan, tak lama setelahnya, mereka satu per satu mendapatkan jabatan di pemerintahan atau ditambah jabatannya. Sungguh pemerintah di negara tersebut sudah sangat rusak.


Friday, July 3, 2026

MBG Penyebab Harga Naik

Ilustrasi: Pixabay 

Begitulah yang langsung muncul di kepala saat mendapatkan berita bahwa harga-harga bahan pangan turun saat MBG berhenti sementara. 

Dengan perkataan lain, MBG atau makan bergizi gratis satu kali setiap siang hari di sekolah ternyata menjadi penyebab naiknya harga di pasaran. Wow! Kalau begitu adanya, pastinya yang paling ideal adalah, menghentikan program tersebut selamanya. Dengan begitu, para orang tua bisa lebih banyak membeli kebutuhan pokok untuk memperkaya gizi anak masing-masing. Ya, baik di rumah, maupun di sekolah. 

Khusus di sekolah, para orang tua bisa membekali para siswa dengan makanan yang lebih bergizi daripada sekadar MBG yang hanya 8k per porsi. Benar, menu yang disajikan dalam program MBG hanya delapan ribu rupiah. Itu tentulah tidak cukup untuk memperkaya gizi anak selama 24 jam. Tubuh anak perlu asupan gizi yang lebih daripada sekadar menu MBG. 

Selain itu, tanpa MBG anggaran belanja negara pasti dapat lebih dihemat dan tidak akan ada lagi pemotongan anggaran di sektor-sektor lain. Alhasil, negara bisa lebih sehat, lebih lega bernapas, dan rakyat pun bisa menikmati alam kemakmuran secara keseluruhan.