![]() |
| Ilustrasi: Pixabay |
"Kok asung?"
"Itu sekadar istilah untuk menyebut asing yang berkomplot dengan pejabat pribumi."
"Wah mantap sekali."
"Mantap apanya? Asung ngasih uang ke pejabat pribumi untuk membayar sebagian rakyat berdemo mendukung program jahat pemerintah kok kamu sebut mantap?"
"Waduh! Begitu rupanya. Aku kira asung kerja sama untuk membuat mobil atau lainnya. Ternyata sangat tidak mantap."
"Mana ada asung mau memajukan negara kita dengan kerja sama membuat mobil?"
"Okey. Tapi, kamu tahu kabar ini dari mana?"
"Intelijen negara tetangga. Sebagian dari mereka adalah temanku."
"Dibayar berapa setiap demonstran tersebut?"
"Seratus ribu plus wajan dan konsumsi."
"Murah sekali"
"Ya. Mereka mau ikut menghancurkan negara hanya dengan bayaran minim."
"Pemerintah oh pemerintah... Antek asung yang sejati. Dan, soal demo bayaran itu, menurutku aneh. Benar, mereka betul-betul aneh. Padahal demonstrasi bayaran pasti tidak akan bermanfaat. Akan segera terbongkar sebagai demonstrasi palsu. Mendingan uangnya untuk aku buka usaha rumah makan."
"Makan Banyak Berbayar maksudmu?"
"Betul."
***














