Tuesday, September 29, 2026

Presiden Lansia yang Jahatnya Langka

Ilustrasi Chatgpt 

Di sebuah hutan yang tampak rimbun ada tersimpan sebuah cerita yang sangat mengurai air mata. Dua puluh ribu tahun lalu pernah berdiri kerajaan yang besar di sana. Pendirinya adalah Raja Ruam Kio. Rakyatnya sungguh sejahtera. Akan tetapi, setelah sang raja mangkat, salah seorang jenderal langsung mengambil alih kekuasaan atas nama rakyat. 

Di tangannya, sistem pemerintahan diubah menjadi sebuah negara republik yang berasaskan demokrasi. Namanya pun berubah dari yang semula dikenal dengan nama Kerajaan Rai Mu menjadi Republik Ge Muk. 

Sebenarnya banyak orang di sana, termasuk para tokoh yang tidak menyetujui perebutan tahta hingga pengubahan nama itu. Namun, apa mau dikata? Mereka tidak memiliki kekuatan untuk mengalahkan sang jenderal. Terlebih, pria lanjut usia yang dikenal sebagai jenderal pembantai tersebut didukung penuh oleh Presiden Si Jan Sung dari Republik Kriminal Utara. 

Banyak tokoh yang dipenjara karena tak sesuai dengan kehendak sang presiden. Bahkan, tidak sedikit para pengunjuk rasa yang gugur di medan perjuangan saat menyuarakan ketidaksetujuan mereka terhadap program-program pemerintah yang merugikan rakyat. Sebutlah misalnya program makan jagung di kebun dan program jualan tanah mertua. Kedua program itu dijalankan dengan mengambil anggaran kesehatan, pendidikan, dan lainnya. Alhasil, pelayanan kesehatan, misalnya, sangat terganggu. Rakyat sakit kian tersakiti. 

Sementara presiden yang berlatar militer tersebut tetap.kukuh pada pendiriannya meskipun rakyat semakin menjerit dalam penderitaan. Pria yang bernama lengkap Ang Kuh Bong itu sungguh bertangan besi, berotak batu, dan berhati duri. 

Hingga suatu ketika amarah rakyat tak terbendung lagi. Mereka melawan. Segala kekejian pemerintah disikapi dengan kekuatan jiwa yang membara. Walau banyak rakyat yang berjatuhan, pada akhirnya Presiden Ang Kuh Bong tumbang. Tubuh gemuk dan tuanya digantung massa di sebuah bundaran besar hingga ia menghembuskan napas terakhirnya. 

Sisa-sisa rakyat yang masih hidup memutuskan untuk bermigrasi meninggalkan negara tersebut dan berdiaspora di banyak negara lainnya.

***



Monday, September 28, 2026

Badan Baru, Satgas Baru, dan Baru-Baru agar Utang KIAN Besar, Elit Bahagia

Ilustrasi Chatgpt 

"Sudah menjadi hal lumrah sebuah negara koloni digiatkan dalam hal utang negara."

"Ya, caranya dengan pemborosan anggaran belanja negara tersebut."

"Hal paling mudah jadi alasannya adalah, solusi."

"Benar, mereka pintar sekali. Bermodalkan satu kata itu, mereka langsung membentuk badan baru atau satgas baru,.misalnya."

"Lalu uang dari pajak rakyat digunakan untuk membangun gedung badan baru tersebut dan menggaji para pegawainya. Mulai dari kepala badan hingga petugas kebersihan di gedung itu. Kalau anggaran belanja negara habis, maka utang baru disiapkan dan rakyat yang.akan membayar semuanya."

"Padahal, badan lama pun sebenarnya sudah cukup dalam menjalankan roda pemerintahan. Sebutlah di Republik Jan Ji Su yang baru saja membetuk badan baru untuk pencegahan daun-daun mengering sebelum saatnya tiba."

"Bakalan cair para pejabat di sana, terutama sang presiden yang suka berfoya-foya itu."

"Pastinya. Presiden Ja Lang Muk sebagai boneka penjajah akan menerima bonus dari asing dan juga para miliarder keturunan asing sepertinya."

***

Saturday, September 26, 2026

Gratis? Selama Rakyat yang Bayar, Tidak Gratis!

 

Ilustrasi Chatgpt 

"Ndasmu gratis! Mana ada gratis? Semua tidak ada yang gratis selama rakyat yang membayar dengan pajak."

"Bahkan hanya menambah beban rakyat. Dengan adanya program baru yang disebut gratis oleh pemerintah munafik, berarti pajak kian besar."

"Ya. Pasalnya, untuk membayar program baru itu pastilah diperlukan uang yang lebih banyak. Dan, uang baru tersebut berasal dari pajak baru, yakni perluasan pajak. Yang semula tidak kena pajak, maka akhirnya dikenai pajak."

"Rakyat kian sengsara. Itulah sebabnya, sebaiknya tidak ada pemerintah yang menambah program gratis baru. Jika ada, sudah dipastikan rakyat akan menjerit kesakitan."

"Tepat sekali. Contohnya di Republik Ka But Sap yang presidennya gemar sekali menamai semua programnya dengan menyematkan kata 'gratis' semisal Makan Bawang Gratis, Memakai Sepatu Gratis, dan Pendidikan Gratis untuk Manula."

"Presiden Pu Ji An di republik itu memang gila pujian. Dengan menyematkan kata tersebut, dia berharap orang-orang akan memujinya habis-habisan."

***

Wajib Serahkan Laporan "BAIK" agar Diriku Tetap Menjabat Menteri

 

Ilustrasi Pixabay 

"Presiden Ins Tan tersenyum saat terima laporan yang baik oleh para menterinya. Kalau sebaliknya, menteri bersangkutan pasti dipecatnya."

"Sungguh tidak waras presiden itu. Mana mungkin di lapangan selalu baik? Pastilah ada hal-hal yang masih perlu diperbaiki."

"Pokoknya presiden yang sudah sangat tua itu maunya begitu agar dia bisa membanggakan diri sebagai presiden sukses di setiap sendi kehidupan."

"Kalau seperti itu, hal-hal yang seharusnya diperbaiki di lapangan tidak tersentuh oleh presiden aneh tersebut."

"Itulah sebabnya, demonstrasi sering terjadi di Republik Ka Si Han. Rakyat di sana bereaksi atas kondisi-kondisi yang sangat memperihatinkan, tapi dilaporkan selalu baik-baik saja oleh para menteri kepada sang presiden."

"Antara laporan dan fakta di lapangan tidak sejalan."

"Terpenting jabatan sebagai menteri tetap aman dan gaji beserta lainnya mengalir lancar."

***

Mengapa Harus Bekas? Bangga Berkapal Induk Bekas?

 

Ilustrasi Chatgpt 

"Terkadang aku suka heran dengan Republik Sun Gai Jang itu. Mengapa di sana barang bekas malah dibeli atau bahkan diterima gratis?"

"Iya sih. Sebutlah contohnya kereta api bekas sering dibeli dari luar negeri. Bahkan, kapal induk pun juga bekas."

"Padahal khusus soal kapal induk, mereka tidak membutuhkannya. Di sana sudah memiliki kapal induk alami dan permanen, yakni pulau-pulau, baik besar, sedang, maupun kecil."

"Benar. Pesawat militer mereka bisa mendarat di pulau-pulau itu. Dan, untuk misi penyelamatan dan penanganan bencana nasional pun tidak perlu kapal induk."

"Dengar-dengar, itu bagian strategi penguasaan atas negara tersebut oleh Republik Rakyat Utara."

"Oh benar juga. Masuk akal. Dengan adanya kapal induk yang berbiaya besar dalam perawatannya, itu sangat bagus dalam menguras anggaran belanja negara di sana. Ujung-ujungnya Republik Sun Gai Jang kehabisan uang, lalu berutang kembali."

"Itu maksudku, strategi utang. Lilitan utang akan kian kencang mengikat negara yang secara de facto nyaris punah tersebut."

"Padahal, seandainya saja negara berpenduduk besar itu mandiri dengan dipimpin presiden yang kuat, kemungkinan akan menjadi negara adidaya."

"Tapi, bagaimana lagi?"

***

Friday, September 25, 2026

Presiden Termunafik dan Teregois Era Kekinian

Ilustrasi Chatgpt 

"Ketika dia berpidato di sebuah negara, dia puja dan puji pendiri negara tersebut. Tujuannya agar mendapatkan dukungan dari orang-orang di sana termasuk presiden negara itu."

"Kala sedang mencari dukungan dari barat, dia pun lantang membela Israel agar bisa melawan kekuatan timur di negaranya."

"Saat sedang berpidato di sebuah pondok pesantren dia malah berkata sebaliknya bahwa dirinya membela Palestina. Ya, supaya dirinya mendapatkan dukungan dari orang-orang di sana yang pro terhadap Palestina."

"Akhir-akhir ini dia tidak mengakui pidatonya sendiri soal kata yang tidak pantas dilontarkan kepada para ahli di segala bidang."

"Ya, sebagai presiden di Republik Ay Jian, dia benar-benar munafik agar mendapatkan dukungan untuk dirinya sendiri."

"Sungguh egois Presiden Da Ki itu!"

***


Sunday, September 20, 2026

Pakar aja Goblok, Apalagi Presiden yang Bukan Pakar? Tentu Lebih Goblok

 

Ilustrasi Chatgpt 

"Di negara tetangga kita sedang viral sebuah kata kotor."

"Kotor?"

"Ya. Kata itu tidak dibersihkan dengan adab. Seorang pria tua yang sedang menjadi presiden di sana menggunakannya tanpa sensor."

"Owh Presiden Pi Kun Dah rupanya. Dia memang suka menggunakan kata-kata kotor. Sepertinya itu sudah dianggap hal.yang baik olehnya. Jujur, aku sibuk sekali dua hari terakhir ini jadi tidak tahu soal itu. Memangnya kata apakah yang digunakannya tersebut?

"Goblok."

"Wow! Siapa yang dia sebut goblok?"

"Para pakar yang mengkritisi kesalahannya dalam menjalankan roda pemerintahan."

"Ha ha ha ini lucu. Kalau para pakar disebutnya goblok, lalu dia yang bukan pakar disebut apa?"

"Tentu saja dia lebih goblok daripada para pakar."

"Nah, kalau dia lebih goblok, seharusnya dia mendengarkan dan mengikuti kata-kata para pakar  tersebut. Bukan malah sebaliknya."

"Yaaa namanya aja Presiden Pi Kun Dah ya memang demikianlah adanya."

"Kalau kegoblokan dibiarkan berada di atas ilmu, maka berpotensi menjadi sumber kehancuran. Republik Jun Hai Pok sudah kian mendekati hal itu."

"Hayyaaaa."

***


Presiden Sering Pidato, tapi Bukan yang untuk Rakyat

 

Ilustrasi Chatgpt 

"Program minum manis gratis selalu saja menjadi bahan pidatonya."

"Begitu pula toko kelontong menjadi bahan andalan pidato yang disampaikannya."

"Selebihnya soal swasembada pakaian."

"Dan tidak lupa ada kata 'Saya terima laporan' dan 'Saya kaget' sebagai bumbu penyedapnya."

"Capek! Isi pidatonya itu-itu mulu."

"Yaaa maklumlah emang segitu kecerdasan intelektualnya."

"Jugaaaa terlihat jelas seberapa tipis kecerdasan emosional."

"Betul. Dia tidak bisa menguasai emosinya secara cerdas. Dia lekas marah, misalnya."

"Dia pun terlihat sangat bodoh sosialnya."

"Itu sangat terlihat jelas betapa bodohnya dia dalam berkomunikasi."

"Dirinya tidak bisa menjaga perasaan orang lain. Sebutlah contohnya bagaimana dirinya mengatai para dukun dengan kata 'goblok'. Padahal dukun disebut pula dengan orang pintar."

"Kalau aku seorang dukun, pastinya aku sangat tersinggung dan terpukul dengan diksi yang digunakannya tersebut." 

"Aaaah! Dasar goblok sekali Presiden Jia Kung Kung itu"

"Sangat apes nasib Republik Hua Hiya Heye dipimpin olehnya.

"Seharusnya dia pidato soal hal-hal penting yang berguna bagi kesejahteraan rakyatnya. Eh ini malah demi dirinya sendiri.

"Yaaaah mau apa lagi?

***

Friday, September 18, 2026

Baginya Pakar Itu Goblok, Pantas Pelajar hanya Dikasih Makan Roti Gratis, Bukan Buku

Ilustrasi Pixabay 

"Menjadi pakar berarti menjadi goblok. Demikianlah menurut Presiden Gen Dut Ah di Republik Ka Mu Kok."

"Ha ha ha dasar presiden terbodoh sejagat raya."

"Ya, inti pemikirannya begitu."

"Itulah sebabnya, dia lebih memprioritaskan rasa lapar dan lapar para pelajar daripada memberikan mereka buku."

"Betul sekali. Sejatinya presiden berkulit keriput itu tidak pandai. Dia bodoh. Dirinya tak mau belajar lebih dalam dan luas. Dia tahunya bersenang-senang, termasuk senang melihat rakyatnya bodoh dan sengsara."

"Benar-benar pria sakit jiwa dirinya itu."

"Lantas masih adakah yang bisa diharapkan lagi di negara itu?"

"Tentu saja tidak ada. Semuanya sudah terlambat. Negara berjuluk Mahkota Raja tersebut tinggal menunggu kehancurannya saja. Yaaa paling tinggal beberapa bulan lagi statusnya berubah secara de facto, yakni dari yang semula sebuah negara berubah menjadi sebuah provinsi baru milik negara lain."

"Sungguh mengerikan cara penjajahan tanpa perangan fisik ini. Para penjajah menguasainya hanya dengan menjadikan orang super goblok menjadi presiden boneka mereka."

"Dan, Presiden Gen Dut Ah sangat menikmatinya."

***

Para Pemimpin Asing mungkin Takut kepada Dia? Itu Dugaan Jahat! Fitnah Maksimal!

 

Ilustrasi Pixabay 

"Itu dugaan yang sangat jahat. Dia sudah. berpikiran bahwa para pemimpin asing itu penakut. Sungguh hal tersebut finah yang lebih kejam daripada pembunuhan. Presiden Ang Kuh Yew memang penjahat sadis."

"Sebenarnya tidak ada alasan sekecil upil pun yang membuat para pemimpin negara lain takut kepada presiden peyot sepertinya."

"Yaaaa itu dugaan yang muncul dari jiwa yang sakit, jiwa yang haus pujian, jiwa yang kering dengan kerendah-hatian, jiwa yang harus disirami dengan kedamaian."

"Orang seperti dia seharusnya dimusnahkan dari muka bumi ini. Sebab, dengan segala sifat buruknya itu, dirinya akan selalu dimanfaatkan oleh orang-orang di bawahnya. Para menterinya pasti akan menjilati dirinya sepuas mungkin agar dia tersanjung dan segera memberikan bonus kepada mereka."

"Jika hal itu terus berlangsung, Republik Lang Sung Ja yang dipimpinnya akan selalu masuk dalam kategori negara rendah kinerja dan kaya akan laporan-laporan palsu demi sang presiden yang gila pujian tersebut  terus tersanjung."

"Parahnya, iu masih terus terjadi. Terpenting dia bahagia dengan pujian dahsyat meski laporan-laporan yang diterimanya hanyalah berupa kebohongan mutlak"

"Dan setiap kali dia ngomong, selalu saja berdasarkan laporan-laporan dusta. Sebutlah soal keberhasilannya dalam menyejahterakan rakyat berdasarkan laporan palsu, yakni dikatakan bahwa pengupas kulit permen dapat upah $7.000 dan pengangkat sisir rambut dapat upah $800. Padahal di lapangan tidakkah demikian adanya."

***


Saya Bersumpah untuk Melihat Negara Saya Sejahtera, tapi Pajak Diperluas

Ilustrasi Chatgpt 

'Pajak, pajak, dan pajak lagi. Di mana-mana ada pajak. Presiden Bo Hong Tu memang rajanya gombal."

"Sejak dulu dia memang seperti itu. Ngomongnya bombastis semisal demi rakyat, untuk rakyat, tapi sejatinya untuk dirinya sendiri dan para orang hina yang menjilati kakinya."

"Dirinya adalah orang teregois sealam semesta."

"Benar, dia super serakah. Kerakusannya dibawanya sampai hari-hari tuanya. Sangat tua."

"Kalau.memang dia ingin Republik Cekosara yang kini dipimpinnya sejahtera, maka dirinya pasti meniadakan pajak. Tanpa pajak, dijamin semua barang dan jasa akan terjangkau oleh seluruh masyarakat. Jangankan sembako, mobil pun yang tanpa pajak harganya jauh di bawah harga mobil.yang kena pajak."

"Ya, pajak memang menjadi beban rakyat."

"Selain itu, seandainya Presiden Bo Hong Tu mang ingin negaranya sejahtera, pastilah yang menjadi program prioritas adalah lapangan pekerjaan, layanan kesehatan, pendidikan murah,  sarana dan prasarana kehidupan, juga hal-hal urgen lainnya. Selama ini dia malah menggemukkan para pengusaha dan orang-orang yang menjilati kakinya dengan program minum racun gratis dan karaoke tengah malam. Aneh sekali pria gemuk yang kulitnya sudah seperti baju tak disetrika itu."

***


Thursday, September 17, 2026

Pemborosan Disebut Hemat Ratusan Triliun? Munafik!

 

Ilustrasi Chatgpt 

"Kita harus bersyukur memiliki seorang presiden yang super hemat. Beliau tidak tertarik dengan program minuman dan pakan ternak. Dua program itu sungguh menguras anggaran belanja negara dan sangat menjerumuskan tanah air ke jurang kehancuran."

"Sebenarnya kalau memang dikelola di jalan yang benar,  berpotensi untung besar. Semisal pemerintah membangun rumah pakan unggas yang dijual kepada masyarakat umum seperti milik salah satu organisasi terbesar di negara kita."

"Masalahnya, program minuman dan pakan ternak di Republik Sen Dok Ya tersebut dibagikan secara gratis tanpa laba sepersen pun. Padahall setiap.hari negara yang dipimpin Presiden Lu Olang Ah itu mengeluarkan anggaran sebesar 1,2 trilyun Mahkota. Wow benar-benar pemborosan luar biasa."

"Uang sebanyak itu butuh waktu berapa lama mengumpulkannya? Yang kasihan adalah rakyat di sana. Mereka disuruh membayarnya dengan pajak."

"Yaaaa begitulah cara negara tersebut dilumpuhkan oleh sang presiden besar dari Republik Rakyat Utara yang bernama Presiden Ki Jon Poh."

"Kesalahan terbesar Presiden Lu Olang Ah dalam hal ini ialah, dia menjadi pengkhianat di Republik Sen Dok Ya."

"Dia membiarkan negara yang sudah membesarkannya hancur dan akan dikuasai negara lain."

"Dasar pria tua bangka tak punya hati nurani."

"Dia itu penderita sakit jiwa."

"Semoga presiden kita tak ketularan gilanya."

"Ya, semoga beliau selalu dijauhkan dari penyakit yang sangat berbahaya tersebut."

***

Wednesday, September 16, 2026

Menggas Program Prioritas: Lapangan Kerja, Pelayanan Kesehatan, dan Pendidikan Berkualitas

 

Ilustrasi Chatgpt 

"Aku salut dengan Presiden Pak Jang Kung yang memprioritaskan pengadaan lapangan kerja, meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, dan juga membangun atmosfer akademi yang luar biasa."

"Begitulah tipe pemimpin negara ideal, yang  diharapkan terus mendukung kemajuan rakyat, bangsa, dan negaranya. Beliau lebih mengedepankan hal-hal yang memang sangat urgen."

"Bagi beliau, terwujudnya kemakmuran bersama dalam negeri haruslah ditunjang terlebih dahulu dengan semuanya itu. Sebutlah misalnya, bagaimana seorang anak bisa makan seandainya para orang tua tidak punya pekerjaan layak? Bagaimana orang-orang bisa bekerja jika tidak ditunjang dengan pendidikan yang berkualitas? Dan, bagaimana semua itu dapat berjalan lancar kalau tingkat kesehatan rendah?"

"Ya, itulah sebabnya mengapa beliau menitikberatkan tiga aspek kehidupan tersebut di tingkat perioritas utama dalam program pemerintahannya."

***

Presiden Licik yang SELALU Menutupi Kegagalannya

Ilustrasi Chatgpt 

"Tiada hari tanpa membohongi rakyatnya."

"Dialah Presiden Bo Hong Yaw. Seorang pria gemuk yang perut buncitnya hanya berisi kebohongan."

"Dan, lemak di wajahhya bercampur dengan  ketamakan dirinya."

"Semua yang dikatakannya selalu bohong. Upah mencabut kumis dikatakannya $500 per helai, upah mengangkat seember debu disebutnya $4000, Program Minum Berkhayal Gratis sukses besar, dan dia dengan congkaknya menyatakan bahwa Republik Ah Kau Ni yang dipimpinnya akan menjadi negara terkuat di dunia pada tahun 8907 Masehi."

"Benar-benar pria yang menggemaskan. Pengen deh aku menendang rambutnya itu ha ha ha."

"Ah, nanggung. Mengapa bukan bibir miringnya itu saja yang kau masukkan ke dalam program pembakaran hutan dan lahan. Dijamin dia tak akan lagi berpidato ha ha ha."

"Berarti kalau begitu, dia akan berhenti membohongi rakyatnya. Ya, kebohongan panjang yang selama ini dia andlaka untuk menutupi seluruh kegagalannya sebagai presiden di sana"

"Tepat sekali. Itulah sebabnya, bergegaslah membakar bibir miringnya itu."

***

Monday, September 14, 2026

Ganti Menteri Jutaan Kali Tidak Ada Gunanya

 

Ilustrasi Chatgpt 

"Kalau di negara yang sudah dikuasai negara lain, ganti menteri jutaan kali tidak ada gunanya."

"Kecuali, negara itu mandiri yang bisa menentukan arah kebijakan sendiri."

"Ya, dalam kaitannya dengan ganti-ganti menteri, sebenarnya masalah utamanya bukan kualitas menterinya yang jelek, melainkan bagaimana bisa seorang menteri melawan atasannya sendiri yang buruk?"

"Dan, pemecatan atau pencopotan seorang menteri dalam situasi yang demikian itu biasanya dikarenakan si menteri bersangkutan melawan ketidakbenaran atasannya."

"Dengan kata lain, semua program yang dijalankan harus sesuai perintah sang bos besar, yakni presiden penjajah itu."

"Contohnya Republik Cu Ek In yang berada di bawah kendali Presiden Si Jin Jit dari Republik Pit Ta Ma."

"Benar. Segala yang ada di Republik Cu Ek In diatur oleh Presiden Si Jin Jit yang menjadi bos besarnya."

"Kesimpulannya, merdeka dulu deh, barulah di sana itu akan diperoleh kemakmuran bersama."

"Pertanyaannya, kapan negara tersebut merdeka? Atau apakah bisa merdeka?"

"Agaknya hanya harapan. Sebab, orang-orang yang menjadi politikus di sana kebanyakan adalah orang-orang keji. Mereka egois. Bagi mereka, asalkan pendapatan lancar dengan menjadi pengkhianat, dijajah selamanya pun tak masalah."

***

PLN Dirudal, Listrik Rakyat Lancar. Kok?

 

Ilustrasi Pixabay 

"Perusahaan Listrik Negara atau PLN di Republik Si Sin Ting akhirnya meledak dahyat."

"Ya, kejadiannya baru saja."

"Sebuah rudal balistik dari Negara Barat menghantam perusahaan itu dan berakhir menjadi kepingan-kepingan seharga barang rongsokan."

"Tapi, untunglah listrik yang dikelola rakyat di sana tetap lancar."

"Itu yang terpenting. Pasokan listrik untuk rakyat masih aman. PLN hancur lebur bukan masalah."

"Jujur, aku salut dengan rakyat di sana. Melalui organisasi kemasyarakatan, mereka bahu-membahu mendirikan dan mengelola listrik mandiri. Mereka memanfaatkan panas matahari, angin kencang, dan juga derasnya arus sungai."

"Begitu pula dengan aspek kehidupan lainnya. Rakyat di sana sangat mandiri."

"Benar. Memang seperti itulah seharusnya sehingga pemerintah tak berani bertindak semena-mena terhadap rakyat yang kuat. "

***

Sunday, September 13, 2026

Beri Makan Rakyat Bukan Cara Mandiri

Ilustrasi Chatgpt 

"Selama itu diberi, tidak ada yang namanya mandiri."

"Itu namanya masih tergantung kepada yang memberi."

"Lalu di mana letak mandirinya?"

"Tidak ada. Yang benar adalah, para orang tua selalu membangun karakter mandiri kepada anak-anak bangsa dengan membuat mereka bisa makan sendiri, bukan diberi."

"Ya, mulai dari mengambil nasi sendiri, lauk sendiri, sayur sendiri, menyuap sendiri, menguyah sendiri, lalu pada tahap mendatang ketika sudah mampu bekerja, anak-anak bangsa mampu membeli makanan sendiri."

"Beri makan rakyat sangatlah aneh. Itu membuat rakyat tidak bekerja. Tentu akan melahirkan bangsa yang malas. Bangsa yang hanya bisa meminta-minta."

"Jadi, cara berpikir Presiden Le Mu Ping itu sungguh aneh. Bisa-bisanya dia berpikir terbalik begitu."

"Aku pikir dia sengaja merencanakan niat jahat kepada bangsa di Republik Xi Jop Kung yang dipimpinnya. Dia bukan seratus persen dari bangsa tersebut. Dirinya keturunan bangsa seberang yang memang terkenal licik."

"Aku setuju. Bangsa seberang tersebut memang sedang berencana menjadi penguasa dunia. Sehingga, mereka membuat rakyat dari bangsa-bangsa lain, khususnya anak-anak untuk berpola pikir bahwa rakyat yang selalu diberi makan merupakan cara mandiri sebuah bangsa. Padahal, jelas sekali bangsa yang mandiri adalah,.bangsa yang rakyatnya mampu mencukupi dirinya sendiri tanpa diberi makan oleh seorang pun."

"Jadi, jelas sekali saat ini mereka sedang membuat bangsa lain pemalas dan mudah dijajah."

***

Bencana Datang, Empati Presiden Hilang

 

Ilustrasi Chatgpt 

"Akhirnya gunung-gunung di Republik Long Ji Kan kompak erupsi."

"Debunya sampai di tempat yang jauh."

"Kabut asap juga tak henti-hentinya diproduksi di negara berjuluk Kupu-Kupu Meriang tersebut."

"Nah kalau itu, benar-benar sudah menjadi produk kebanggaan mereka yang selalu diekspor. "

"Mereka swasembada kabut asap. Setiap.pagi tenggorokanku menjadi korban keganasannya."

"Bukan hanya kamu, aku juga menjadi korban kabut berbahaya itu."

"Tapi, ada yang lebih parah daripada kabut asap, yakni minum beracun gratis."

"Program tersebut menjadi andalan dari presiden di sana."

"Dia selalu riang gembira jika ada rakyatnya yang keracunan dan meninggalkan dunia ini."

"Empati Presiden Tau Pi Kuan itu memang tidak ada. Jadi, wajar kalau dia riang gembira atas kenyataan pahit di masyarakat."

"Apalagi dia dapat duit dengan program yang seolah-olah untuk rakyat."

"Dia pandai berakting. Dia bilang demi rakyat, tapi pajak diperluas, rakyat dipaksa membeli motor listrik sambil mengejek yang masih menggunakan motor bensin, dan anggaran kesehatan dibegal demi program jahat, misalnya. Ini sangat keterlaluan."

"Padahal dengan adanya bencana demi bencana di sana, dia harusnya berubah menjadi baik. Bukannya malah bertindak yang jauh dari empati."

***


Friday, September 11, 2026

Para Pejabat Punya Empati? Tidak Ada!

 

Ilustrasi Chatgpt 

"Semua yang kulihat hanyalah perut buncit, wajah serakah, dan lupa bahwa mereka pernah dilahirkan sebagai manusia."

"Mereka tak ubahnya dahak yang membuat para pengidapnya terkulai lemas."

"Para pejabat di sana benar-benar biadab. Lebih hina daripada ular yang memakan korbannya."

"Terlebih presiden buatan yang tampak asli sebagai presiden itu. Dia sungguh selalu membuat jiwa rakyatnya kian sengsara."

"Yang ada dalam pikiran mereka hanyalah kebutuhan biologis pribadi."

"Rakyat hanyalah sapi perahan yang mereka nikmati susunya, tapi tak dikasih makanan dan minuman."

"Rakyat disuruh bayar pajak, bayar pajak, bayar pajak, dan diinjak-injak."

"Tingkah laku mereka seratus persen sama dengan Tuan Raja Komunis Utara."

"Bos dan anak buah sudah menjadi satu karakter antagonis dunia."

"Masih adakah harapan baik di Republik Sua Pin Aqyu itu?"

"Mustahil ada. Sebab, 99 persen sudah menjadi provinsi Republik Rakyat Utara."

***

Monday, September 7, 2026

Ini Periode Terakhir Penguasaan Itu, maka Tidak Boleh Gagal

 

Ilustrasi Chatgpt 

"Republik Rakyat Utara tak perlu waktu lama lagi untuk menguasai sepenuhnya Republik Jang Na Pan."

"Ya. Nantinya secara de facto, Republik Jang Na Pan adalah bagian dari Republik Rakyat Utara. Statusnya setara provinsi di negara raksasa itu."

"Sungguh tidak disangka ya negara seluas Jang Na Pan dengan kekuatan militer yang lumayan besar itu bisa dikuasai tanpa kontak peperangan fisik sedikit pun."

"Republik Rakyat Utara menggunakan strategi jitu. Mereka menggunakan filsafat militer Sun Tzu. Salah satunya menang tanpa bertempur. Mereka menang melalui strategi dan persiapan yang matang. Kemenangan mereka tanpa harus terlihat dalam pertempuran fisik."

"Sungguh luar biasa. Dengan hanya menjadikan seorang agen lapangan mereka sebagai presiden boneka di Republik Jang Na Pan selama sepuluh tahun dan seorang pengkhianat yang menjadi presiden boneka juga selama dua tahun tambahan di sana, negara itu secara total menjadi wilayah koloni Republik Rakyat Utara."

"Itulah pentingnya otak dipakai."

"Benar sekali. Bukan sekadar disimpan."

***

Racun Penghilang Ingatan dari Utara?

 

Ilustrasi Chatgpt 

"Kamu tentu masih ingat film Blink Twice?"

"Film tahun 2024 kemarin?"

"Yap!"

"Emang ada apa dengan film itu?"

"Yaaaa teringat aja tentang bagaimana sekelompok wanita diberikan parfum beracun agar mereka melupakan kejadian traumatis."

"Terus?"

"Terpikir nggak kemiripan film itu dengan kasus keracunan para pelajar di Negara Pra Woi Jo?"

"Tunggu-tunggu! Emmm... Ada kemiripan sih. Bahkan, kalau dipikir-pikir, kedua kasus itu secara konseptual bisa dikatakan sama. Bedanya yang satu racunnya dicampur dengan parfum sedangkan satunya di dalam minuman."

"Nah, 'kan? Aku curiga ada pihak yang sengaja membuat para pelajar di sana menjadi generasi bodoh pada masa depan."

"Masuk akal. Secara negara itu termasuk kaya dengan jumlah penduduknya yang bisa dimanfaatkan sebagai konsumen raksasa. Di negara itu juga kaya bahan tambang. Upaya penguasaan terhadap negara yang demikian pastilah sangat mungkin dilakukan demi keuntungan pihak tersebut."

***

Thursday, September 3, 2026

Samakah Racun MBG dengan Racun Pemilu?

 

Ilustrasi Chatgpt 

Di sebuah lereng gunung yang hijau permai ada sebuah kerajaan bernama Telik Wadas. Kerajaan itu dipimpin seorang raja zalim bernama Roh Mai Dah. Raja yang terkenal dengan perut buncitnya tersebut sebenarnya hanyalah raja bawahan.

Ya, ada raja lain yang berada di atasnya, yakni dari sebuah kerajaan besar dan berpengaruh. Raja besar ini bernama Si Jin Poh yang memimpin Kerajaan Kom Un Si. Setiap bulan Raja Roh wajib menyetorkan upeti kepadanya. Jumlahnya tak sedikit. Minimal seharga 100 buah pesawat tempur generasi kelima

Sungguh angka yang fantastis. Alhasil anggaran belanja Kerajaan Telik semakin defisit. Itulah sebabnya, raja buncit ini harus menggenjot pajak dari rakyatnya. Tentu saja dengan hal itu, seluruh rakyat di Telik Wadas sangat menderita. Mereka tak bisa lagi hidup nyaman. Bahkan, sudah banyak yang jatuh miskin karenanya. 

Nah, di saat kemiskinan merajela di sana, Raja Roh malah bersikeras tetap menjalankan program minum besar gratis atau disingkat MBG kepada para guru di sekolah. Program tersebut merupakan salah satu janji politiknya dan juga lahan bisnis para pengusaha dan organisasi besar yang mendukungnya.

Di samping itu, MBG juga bermasalah. Banyak  guru yang keracunan akibat minum besar gratis di sekolah mereka dan sebagian besar meninggal dunia. 

Tak pelak banyak pihak mempertanyakan apakah racun dalam minuman tersebut sama dengan racun yang digunakan untuk membunuh para penjaga keamanan saat pemilu berlangsung dua puluh tahun lalu.

Tragedi kematian senyap tersebut sangat menghebohkan dunia saat itu. Betapa tidak? Secara tiba-tiba sebanyak dua ribu penjaga keamanan yang bertugas mengamankan semua proses dan hasil pemilu mati mendadak. Pihak kerajaan beralasan karena mereka kehausan. Akan tetapi, dengan sembunyi-sembunyi sejumlah ahli racun melakukan proses otopsi kepada sejumlah mayat dan hasilnya ditemukan racun Wang Yi. Racun ini diketahui dibuat oleh ahli racun di Kerajaan Sia Sur. 

Tiga karakter racun ini yang menjadikannya sering dipakai orang adalah, tidak berbau, tidak berasa, dan tidak berwarna. Persis seperti air minum pada umumnya. Akan tetapi, efeknya sangat mematikan. Satu tetes saja sudah mampu membuat seratus orang tewas seketika. Sifatjya senyap, tapi sangat kuat. 

Dan, hingga kini pertanyaan di otak banyak pihak tersebut belum terjawab. Entah sama? Atau tidak? 

Sama atau tidak, yang jelas dengan kematian banyak guru itu membuat dunia pendidikan di Kerajaan Telik Wadas menurun. Mungkin saja inilah tujuannya agar mutu pendidikan di sana tidak bisa meningkat sehingga para generasi mudanya tetap tidak bisa melawan penjajahan Raja Si Jin Poh dan penerusnya pada masa yang akan datang. 


Wednesday, September 2, 2026

Setan di Belakang Dua Presiden Boneka

 

Ilustrasi Pixabay 

"Setan itu bernama Si Kil Mu. Dia setan dari kalangan manusia. Kadangkala dia juga ngobrol santai bersama para setan dari golongan jin."

"Lantas apa kesukaannya?"

"Menjajah negara lain."

"Berarti dia memiliki senjata militer yang canggih."

"Bukan senjata militer."

"Kalau bukan, lalu apa?"

"Salah satunya ekonomi."

"Ekonomi? Maksudmu yang seperti apa?"

"Contohnya utang."

"Negara lain berutang kepadanya?"

"Lebih tepatnya berutang kepada negaranya. Sebab, sebenarnya dia itu seorang presiden juga, yakni di Negara Republik Rakyat Utara."

"Lalu bagaimana kalau negara itu tak mau berutang?"

"Dia akan menjadikan anak buahnya menjadi presiden boneka di negara yang akan dikuasainya."

"Bisa kamu jelaskan secara rinci?"

"Pertama, dia akan mencari cara agar presiden asli di negara target tunduk kepadanya. Misalnya dengan mendapatkan rahasia si presiden. Setelah itu dia akan mengancamnya. Kalau tidak mau menurutinya, rahasia itu bakal dibongkar ke publik. Setelah tunduk, dia akan memerintahkan kepada si presiden untuk menjadikan anak buahnya sebagai presiden selanjutnya di negara target tersebut."

"Sungguh luar biasa licik setan itu."

"Kemudian, setelah anak buahnya menjadi presiden boneka di sana, maka dengan mudah dia membuat negara itu berutang. Contohnya di Republik Sua Pin Aqyu yang berutang kepada negaranya untuk membangun jalan tol, berutang untuk membangun bandara-bandara baru, berutang untuk membangun jalur kereta cepat, berutang untuk mendirikan kota baru, berutang untuk program-program yang memboroskan anggaran belanja negara seperti program minum air kelapa gratis bagi nenek-nenek, dan berutang untuk hal-hal lainnya. Semua itu agar negara target tidak bisa membayar seluruh utang tersebut. Tahu sendiri, 'kan akibatnya? Nah itu baru utang."

"Waduh!"

"Pengerukan tambang yang hasilnya tidak dijual, melainkan diberikan gratis kepada Republik Rakyat Utara juga termasuk cara menjajah di bidang ekonomi olehnya. Coba kalau dijual, berapa uang yang masuk ke negara target. Tapi, karena tidak dijual, keuntungan itu nol besar. Semuanya untuknya."

"Apakah Republik Sua Pin Aqyu sudah100% berhasil ditaklukkannya?"

"Sebenarnya target penaklukkan atau penguasaan 100% hanya 10 tahun atau dua periode masa jabatan presiden boneka pertama, tapi, belum tercapai. Awalnya dia mau mengubah aturan di negara itu agar si presiden boneka pertama tersebut bisa lanjut tiga periode, namun gagal. Di negara tersebut masih ada tokoh-tokoh politik yang mempertahankan aturan seseorang hanya boleh menjabat presiden selama dua periode. Alhasil, dijadikanlah seseorang lainnya menjadi presiden boneka selanjutnya atau yang kedua."

"Bagaimana selanjutnya?"

"Pada periode ketiga ini lebih dititikberatkan pada pemiskinan rakyat di Republik Sua Pin Aqyu. Caranya dengan meningkatkan pajak. Secara ekonomi, rakyat di sana diperas dengan kejam. Tujuannya agar rakyat yang nantinya sudah miskin tidak akan melawan pemerintah lagi. Sebab, yang dipikirkan hanyalah urusan lapar. Saat itulah setan Si Kil Mu berkuasa total atas Republik Sua Pin Aqyu."

***

Tuesday, September 1, 2026

Ngakalin Halal, Terpenting Presiden Tidak Ketus

Ilustrasi Chatgpt 

"Apa pun itu yang terpenting Presiden Tu Kang Seng senang. Sebab jika sebaliknya, bakal ditempeleng hingga pingsan."

"Aku juga pernah dengar yang demikian. Presiden terkanak-kanak di dunia tersebut kalau marah tidak terkira. Sangat mengerikan. Dia merupakan monster bertubuh gendut yang ganas."

"Itulah sebabnya, semua pejabat di Republik Jak Tuk Law tidak ada yang berani memberikan laporan buruk kepadanya."

"Ya, benar. Ada yang memberikan laporan mengupas apel dapat 800 ribu Jekai, ada yang melaporkan mengangkat satu karung jagung dapat 200 ribu Jekai, ada juga yang melaporkan bahwa api yang membakar hutan sudah berhasil dibuat pingsan, dan laporan-laporan aneh lainnya."

"Lucunya, Presiden Tu Kang Seng senyum-senyum saja. Lalu dia menaikkan jabatan sang pelapor."

"Ha ha ha iya. Betul sekali, para pelapor itu dinaikkan jabatannya."

"Hadeeeeuh benar-benar presiden tak terkira sepanjang sejarah umat manusia."

***