Saturday, February 29, 2020

Benarkah Mahathir Kembali Calonkan Diri sebagai Perdana Menteri Malaysia?


Usia boleh tua. Raga pun telah mengalami perubahan, kulit keriput, rambut beruban, dan lainnya. Tapi, jiwa tetap semangat.

Agaknya itulah gambaran sosok seorang Mahathir Mohamad. Setelah mengundurkan diri sebagai Perdana Menteri Malaysia dan menduduki kursi jabatan itu dalam status sementara, pria dari Negeri Harimau Malaya ini kembali mencalonkan diri sebagai Perdana Menteri Malaysia.

Mengutip Anadolu Agency, Sabtu (29/2/2020), pencalonan Mahathir dilakukan setelah melakukan pertemuan dengan koalisi Pakatan Harapan pada Sabtu pagi.

Dalam pernyataannya, ia mengklaim bahwa saat ini dirinya memiliki angka mayoritas yang diperlukan untuk membentuk pemerintahan baru.

"Karena itu saya siap untuk berdiri sebagai calon kandidat perdana menteri,” ujar Mahathir dalam pernyataannya.

Masih dari sumber yang sama, Mahathir menyampaikan, keputusan ini akan disampaikan langsung kepada Raja Malaysia, Yang Di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah.

Sementara itu, Koalisi Pakatan Harapan (PH) pada Sabtu juga menegaskan pencalonan Mahathir Mohamad sebagai perdana menteri.

“Demi mempertahankan perjuangan, Pakatan Harapan menyatakan dukungan penuh terhadap Mahathir Mohamad sebagai calon perdana menteri,” ujar pernyataan resmi Dewan Presiden PH.


Friday, February 28, 2020

Ketika Sebuah Rumah Sakit Kecil di Delhi Diterjang Gelombang Kekerasan yang Mematikan

Rumah Sakit Al-Hind - Reuters

Pembantaian oleh sekelompok Hindu terhadap muslim di Timur Laut New Delhi begitu merobek-robek batin kemanusiaan. Gerombolan Hindu bersenjata itu mengamuk di jalan-jalan, menyisakan kepedihan yang teramat sangat.

Sebuah rumah sakit kecil yang terletak di lingkungan muslim yang padat tersebut menjadi saksi atas kebiadaban mereka. Ya, Rumah Sakit Al-Hind, di lingkungan Mustafabad telah menjadi saksi sejarah berdarah yang dibanjiri pasien minggu ini dan juga telah menjadi tempat perlindungan bagi orang-orang Islam yang rumahnya dibakar atau dihancurkan.

Mengutip Reuters, Sabtu (29/2/2020), 38 orang terbunuh dan ratusan lainnya terluka dalam kekerasan sektarian terburuk di Delhi dalam beberapa dekade. Dokter menggambarkan kewalahan pada hari Senin dan Selasa ketika puluhan orang yang terluka harus mereka tangani. Banyak obat habis, begitu pula persediaan oksigen. Tetapi aliran pasien tidak berhenti, kata dokter Mehraj Ekram.

“Kami semua menangis ketika kami merawat mereka. Selama sisa hidup saya, saya tidak akan bisa menyingkirkan hari-hari itu dari pikiran saya,” katanya. "Kebrutalan orang yang dipukuli, tidak akan pernah meninggalkanku."

"Pada satu titik, kami harus menarik daun jendela ke bawah, karena kami tidak bisa menerima lebih banyak orang," katanya lagi, air mata mengalir di matanya.

Sementara itu, dari sumber yang sama, M.A. Anwar, seorang dokter lokal yang mendirikan rumah sakit dua tahun lalu untuk menebus kurangnya perawatan primer yang baik di daerah tersebut, mengatakan bahwa fasilitas itu hanya dibangun untuk memberikan pasien perawatan awal dasar.

Tetapi, ketika ribuan orang berkumpul di sekitar rumah sakit pada hari Selasa, ambulans tidak bisa masuk untuk membawa pasien ke rumah sakit yang lebih besar, kata Anwar.

Di tengah teriakan keluarga yang khawatir, Anwar menghubungi pengacara yang memastikan sidang tengah malam dari bangku Pengadilan Tinggi di Delhi yang akhirnya memerintahkan polisi untuk mengawal ambulans ke pintu masuk.

Al-Hind tidak punya kamar mayat. Ketika mereka masuk ke ambulan untuk mengambil mayat-mayat itu, Anwar mengatakan kendaraan itu dikejar oleh orang-orang yang memegang pedang.

“Saya berharap dalam hidup saya, saya tidak harus menyaksikan ketidakmanusiawian seperti itu lagi,” katanya.

Salah satu korban muslim, Shabana Parveen, yang berusia 26 tahun, berhasil melahirkan setelah dipukuli saat sedang hamil berat di rumahnya pada hari Selasa (25/2/2020).

“Massa datang ke rumah saya dan memukul saya dengan tongkat di perut saya. Saya tidak mengira bayi saya akan selamat, ” katanya, ketika bayinya yang merah muda menguap di sampingnya. "Aku tidak tahu ke mana aku akan pergi. Kami kehilangan segalanya."

Muslim Uyghur Dikirim untuk Bekerja di Pabrik-Pabrik China Saat COVID-19 Masih Menyebar

Sumber RFA

Virus masih menyebar dan karantina tetap dilakukan di banyak negara, tapi muslim Uighur malah dipaksa bekerja dengan resiko kematian akibat COVID-19.

Berbicara kepada Layanan Uighur RFA pada hari Kamis, Dolkun Isa, Presiden World Uyghur Congress (WUC) yang berbasis di Munich, mengatakan ia merasa hal itu "mengejutkan" bahwa "Pemerintah Xinjiang memaksa ratusan pekerja Uighur untuk melakukan perjalanan ke bagian lain China untuk bekerja di pabrik pada saat Beijing mengkarantina jutaan orang dan perusahaan menghentikan produksi karena takut akan infeksi coronavirus."

Ia menambahkan, "Jelas bahwa pemerintah China menempatkan orang-orang Uighur ini dalam bahaya karena kehidupan Uighur bukan urusan (penting) Cina. Tidak ada jaminan bahwa (para) Uighur ini akan pulang hidup-hidup. China harus berhenti memaksa orang Uighur pergi ke daratan (China) dan bekerja sebagai buruh murah di bawah ancaman virus corona.”

Sementara itu, seperti terlansir RFA, Kamis (27/2/2020), Memet Imin, seorang peneliti medis Uighur yang berbasis di New York, mengatakan, "China mengirim Uighur karena mereka tidak memiliki sarana untuk menentang pihak berwenang, mereka dapat dipaksa untuk bekerja sebagai tenaga kerja murah, dan perusahaan yang mempekerjakan mereka tidak akan bertanggung jawab, bahkan jika mereka sakit atau mati karena virus korona."

Dikabarkan dari sumber yang sama, pihak berwenang di Daerah Otonomi Uyghur Xinjiang (XUAR) mengirim ratusan etnis Uyghur ke bagian lain Cina untuk bekerja di pabrik-pabrik yang terpengaruh oleh coronavirus novel (COVID-19).

Sebelumnya dikabarkan pula banyak penduduk XUAR telah dibiarkan tanpa makanan dan pasokan yang memadai di tengah karantina yang diberlakukan oleh pejabat setempat untuk menghentikan penyebaran COVID-19 di wilayah tersebut.


Selama 17 Hari Terakhir, Turki Lumpuhkan 1.709 Unsur Rezim Assad di Idlib, Suriah


Rezim Assad dan pasukan Rusia di Idlib terus melanggar gencatan senjata dan menyebabkan lebih daripada 1.300 warga sipil Suriah tewas.

Akibat pelanggaran itu, Turki menampung sekitar 3,7 juta warga Suriah yang melarikan diri dari negara mereka. Bisa dikatakan negara yang dipimpin Presiden Erdogan tersebut, menjadi negara penampung pengungsi paling banyak di dunia.

Padahal, pada September 2018, Turki dan Rusia sepakat untuk mengubah Idlib menjadi zona de-eskalasi di mana tindakan agresi secara tegas dilarang.

Itulah sebabnya, Turki tak tinggal diam. Pasukan Turki mulai bergerak. Seperti terlansir Anadolu Agency, Jumat (28/2/2020), Turki melumpuhkan 1.709 unsur rezim dalam operasi di Idlib, Suriah barat laut selama 17 hari terakhir.

Ya, sebutlah contohnya 55 tank, 3 helikopter, 18 kendaraan lapis baja, 29 howitzer, 21 kendaraan militer, empat senjata anti-pesawat Docka, enam depot amunisi, dan tujuh mortir milik koalisi rezim Assad dan Rusia hancur dalam operasi mereka.

Masih dari sumber yang sama, terletak di barat laut Suriah, Provinsi Idlib saat ini dihuni sekitar 4 juta warga sipil, termasuk ratusan ribu pengungsi dari seluruh penjuru negeri yang kehilangan tempat tinggal mereka beberapa tahun terakhir akibat serangan pasukan rezim Assad dan Rusia.

Thursday, February 27, 2020

Banyak Penduduk XUAR Dibiarkan Tanpa Makanan dan Pasokan Obat. Benarkah? Jika Ya, Mengapa?

Sumber RFA

Untuk menghentikan penyebaran COVID-19 di daerah otonomi Xinjiang Uighur di China bagian barat laut atau dikenal XUAR, banyak penduduknya dibiarkan tanpa makanan dan pasokan obat-obatan.

Seperti terlansir RFA, Rabu (26/2/2020), misalnya, seorang mantan tahanan Uighur dari sebuah kamp interniran di Daerah Otonomi Xinjiang Uyghur Xinjiang China barat laut (XUAR) tidak dapat mendapatkan perawatan untuk masalah medis yang serius.

Pelaporan baru-baru ini oleh Layanan RFA khusus Uyghur telah menemukan bahwa banyak penduduk XUAR dibiarkan tanpa makanan dan pasokan yang memadai di tengah karantina yang diberlakukan oleh pejabat setempat untuk menghentikan penyebaran COVID-19 di wilayah tersebut. Data terakhir, Rabu (26/2) telah terdeteksi 76 infeksi yang telah menyebabkan dua kematian di sana.

Dikabarkan sejak 23 Januari lalu penduduk di sana dikurung di rumah mereka sebagai bagian dari karantina oleh Pemerintah RRC.

Semetara itu, penduduk di daerah-daerah tertentu XUAR, seperti kota Atush (dalam bahasa China, Atushi) di Kizilsu Kirghiz (Kezileisu Keerkezi), yang ditemukan telah meninggalkan rumah mereka tanpa izin selama karantina terkait susahnya makanan dan pasokan lainnya semisal obat,   menghadapi ancaman penahanan 15 hari di wilayah itu.

Dan anehnya, saat menyelidiki dampak karantina di wilayah Peyziwat (Jiashi) di Distrik Kashgar (Kashi), RFA berbicara dengan beberapa pejabat yang menolak berkomentar, mengutip masalah yang berkaitan dengan keamanan publik.

Padahal, kondisi yang demikian itulah yang menyebabkan seorang mantan tahanan Uighur seperti dituliskan di awal artikel berita ini, bernama Abliz Niyaz tak bisa mendapatkan pengobatan. Pasokan obat tidak sampai di rumahnya. Juga, bagaimana ia bisa ke rumah sakit? Sedang keluar rumah saja dianggap melanggar karantina dan terancam penahanan. Ia pun takut dikirim kembali ke kamp karena melanggar karantina.

Masih dari sumber yang sama, Niyaz diketahui menderita dua tumor yang tumbuh di lehernya. Dokter yang sempat menanganinya sebelum karantina mengatakan bahwa apa pun yang terjadi, bahkan jika ia harus pergi ke rumah sakit yang berbeda, dirinya perlu melakukan pemeriksaan rutin.

Wednesday, February 26, 2020

Muslim Melarikan Diri, Beberapa Masjid di Ibukota Hancur, dan Korban tewas Meningkat Setelah Diserang Sekelompok Hindu

Sumber The Guardian

Entah mengapa hampir setiap waktu muslim menjadi target penyerangan di banyak negara. Salah satunya India yang mayoritas beragama Hindu.

Mengutip The Guardian, Rabu (26 Feb 2020, 09.45 GMT) korban tewas akibat kekerasan agama "terburuk" di Delhi dalam beberapa dasawarsa telah meningkat menjadi 21 jiwa, yakni ketika muslim melarikan diri dari rumah mereka dan beberapa masjid di ibukota hancur setelah diserang oleh gerombolan Hindu.

Kronologi bentrokan maut antara kelompok Hindu dan muslim ini dimulai pada hari Minggu (23/2). Kemudian pada hari Selasa sore, gerombolan massa Hindu yang beranggotakan sekitar 500 pemuda turun ke sebuah masjid di Ashok Nagar, mendobrak pintu dan memanjat menara untuk mengibarkan bendera Safron, bendera resmi agama Hindu. Lalu mereka membakar masjid. Malam harinya, masjid lain yang lebih kecil dan toko-toko muslim di pasar lokal juga dibakar mereka (kelompok Hindu). Dan, tidak kunjung menunjukkan tanda-tanda mereda pada hari ketiga berturut-turut, dengan laporan penjarahan dini hari di beberapa rumah muslim yang telah ditinggalkan karena ketakutan.

Sementara kekerasan di Delhi ini dipicu setelah Kapil Mishra, pemimpin dari Partai Bharatiya Janata (BJP) yang berkuasa, menghasut gerombolan Hindu untuk secara kasar menyingkirkan sekelompok Muslim yang memblokir jalan di Delhi barat laut sebagai protes terhadap tindakan kewarganegaraan.

Ya, Pemerintah Modi telah mengeluarkan undang-undang amandemen kewarganegaraan baru (kontroversial), yang memberikan kewarganegaraan bagi para pengungsi dari setiap agama utama Asia Selatan kecuali Muslim, pada bulan Desember.

Tak pelak lagi, undang-undang itu memicu reaksi nasional atas kekhawatiran bahwa undang-undang itu diskriminatif terhadap umat Islam dan akan merusak fondasi sekuler India dengan menjadikan agama sebagai dasar kewarganegaraan, dan demonstrasi terus berlanjut di seluruh India selama tiga bulan terakhir.

Masih dari sumber yang sama, lebih daripada 200 orang dirawat di rumah sakit karena cedera yang berkisar dari luka tembak, luka bakar asam, penusukan dan luka karena pemukulan, dan pelemparan batu. Beberapa dari mereka (muslim) meninggal karena melompat dari gedung-gedung tinggi untuk menghindari serangan gerombolan Hindu tersebut.

Kepada Guardian, seorang muslim setempat yang tidak ingin namanya disebut, mengatakan, “Aku bahkan tidak tahu harus berkata apa. Dalam 35 tahun saya belum pernah melihat situasi seperti ini, umat Hindu dan Muslim selalu hidup damai di sini. Kami semua merayakan Idul Fitri dan Diwali bersama. Wanita Hindu sering datang ke masjid bersama anak-anak mereka, jadi ini bukan hanya bangunan untuk umat Islam tetapi untuk seluruh masyarakat. Tapi kedamaian apa pun yang kita miliki sekarang hilang.”

Meskipun demikian, beberapa umat Hindu setempat berpatroli di daerah itu untuk melindungi masjid dan menawarkan kepada keluarga muslim untuk melindungi mereka dari serangan kelompok Hindu lainnya.

Sedang Perdana Menteri Narendra Modi akhirnya  memohon “perdamaian dan persaudaraan”. Katanya, "Polisi dan agen-agen lain sedang bekerja di lapangan untuk memastikan perdamaian dan keadaan normal."

Tuesday, February 25, 2020

Untuk Dukung Perekenomian, Badan Pariwisata Saudi Luncurkan Sistem Perizinan Pariwisata Instan?

Sumber Arab News

Bicara Arab Saudi, rasanya susah untuk melupakan satu kata, "minyak". Julukan negeri minyak sudah sejak lama melekat padanya. Dan, minyak bumi di sana telah mereka jual sebanyak-banyaknya. Alhasil, Arab Saudi telah menjadi negara kaya raya di dunia.

Tapi, belakang tersiar isu bahwa minyak mereka diperkirakan hanya akan bertahan lebih kurang empat puluh tahunan saja. Setelahnya?

Itulah sebabnya, negeri Saudi memutar otak agar perekenomian mereka tetap aman meski minyak di sana telah habis dikuras. Nah, salah satunya adalah dengan mengembangkan sektor pariwisata.

Hal ini mulai mereka wujudkan. Seperti terlansir Arab News (February 24, 2020, 22:24), Komisi Saudi untuk Pariwisata dan Warisan Nasional (The Saudi Commission for Tourism and National Heritage/SCTH) telah meluncurkan serangkaian layanan elektronik baru untuk lisensi daring sejumlah kegiatan pariwisata.

Baca Juga: Penjual Buku Dihukum hingga 10 Tahun Penjara di China? Mengapa Demikian?

Dalam media itu juga disebut peluncuran sistem, bersama dengan Administrasi Umum Perizinan, adalah untuk memudahkan pertumbuhan di sektor pariwisata dan memfasilitasi pelacakan cepat perizinan. Ini akan meningkatkan kualitas pariwisata di Kerajaan, sejalan dengan rencana Kerajaan 2030 untuk menerapkan adopsi kemajuan elektronik.

Dengan begitu investor dapat mengunjungi portal daeing TLG.scth.gov.sa yang didedikasikan dalam menerbitkan lisensi untuk daftar kegiatan yang dicakup oleh sistem, termasuk pemesanan akomodasi dan perjalanan organisasi.

Ini sebagai upaya SCTH yang bertujuan menciptakan lingkungan yang menarik untuk investasi di sektor pariwisata di Arab Saudi, dan mengimbangi meningkatnya permintaan untuk pariwisata di kerajaan setelah peluncuran visa turis baru untuk pengunjung dari seluruh penjuru dunia. Dan, sejalan dengan tujuan Riyadh untuk menjadikan pariwisata sebagai sektor ekonomi yang berkelanjutan, yang mampu bersaing secara internasional, serta yang berkontribusi untuk mendukung perekonomian.

Monday, February 24, 2020

Penjual Buku Dihukum hingga 10 Tahun Penjara di China? Mengapa Demikian?


Buku adalah jendela dunia. Dengan membaca buku, kita dapat melihat dunia lebih luas lagi. Ya, dunia tak selebar daun kelor, maka bacalah untuk melihatnya.

Tapi, apa jadinya jika penjual buku dihukum? Bahkan, lamanya hukuman tidak main-main, sepuluh tahun penjara.

Dikutip Aljazeera (25/2/2020), sebuah pengadilan di China telah menjatuhkan hukuman 10 tahun penjara kepada seorang penjual buku bernama Gui Minhai.

Sebelumnya, Pengadilan di Kota Timur Ningbo menyatakan bahwa penjual buku itu bersalah dan bahwa kewarganegaraan China-nya dipulihkan pada tahun 2018. Semula Minhai berkewarganegaraan ganda, yakni China-Swedia. Pihak China (RRC) memang tidak mengakui kewarganegaraan ganda dan orang asing diharuskan untuk meninggalkan kewarganegaraan asing mereka begitu mereka memperoleh kewarganegaraan China.

Diketahui, Minhai merupakan satu dari lima penjual buku yang berbasis di Hong Kong dan dikenal menjual buku-buku kritik kepada para pemimpin politik China daratan. Buku-buku itu sendiri dilarang beredar di sana.

Minhai pertama kali lenyap pada 2015 saat berlibur di Thailand dan akhirnya muncul di lokasi yang dirahasiakan di China. Dikabarkan bahwa ia menjalani dua tahun penjara. Akan tetapi, malangnya lagi, tiga bulan setelah pembebasannya (Oktober 2017), dirinya kembali ditangkap saat naik kereta ke Beijing saat bepergian bersama diplomat Swedia.

Sementara itu, para pendukung dan keluarganya mengklaim penahanannya adalah bagian dari kampanye penindasan politik yang diatur oleh pihak berwenang RRC. Kelompok-kelopok hak asasi manusia juga telah menyerukan Minhai harus segera dibebaskan dan diizinkan meninggalkan negara itu. Bahkan, semakin banyak pejabat Eropa bergabung dengan seruan agar Beijing membebaskannya.

Dalam sebuah video yang dirilis China, Gui Minhai mengaku melakukan kesalahan dan menyalahkan Swedia karena "membuat sensasional" kasusnya dan "menghasut" perilaku melanggar hukum.

Meski demikian, video itu ditanggapi teman Gui Minhai, yakni penyair Bei Ling, yang mengatakan bahwa pengakuan Gui Minhai kemungkinan besar dilakukan di bawah paksaan.

Para tersangka kriminal China sering muncul dalam rekaman video "pengakuan" yang oleh kelompok-kelompok hak asasi manusia kadang-kadang menunjukkan ciri-ciri pemelintiran informasi secara resmi.

Mengapa Wuhan yang Memiliki Sejarah Panjang Telah Dilupakan Barat? Dan, Kini Jadi Sorotan Dunia!

Sumber CNN

Adalah Paul French yang merupakan penulis "Midnight in Peking" dan "City of Devils: A Shanghai Noir" menuliskan sejarah Kota Wuhan, Hubei, China dan telah dimuat CNN (23/2/2020). Dalam tulisannya, ia membawa pembaca ke masa-masa akhir Dinasti Qing. Sebuah dinasti yang didirikan Bangsa Manchuria dan sebagai dinasti terakhir di daratan China.

Mengawali tulisannya, ia menyebutkan bahwa dua generasi yang lalu, kota berpenduduk 11 juta jiwa ini (Wuhan) yang berada di persimpangan Sungai Yangtze dan Sungai Han, di Cina Tengah, dikenal dunia Barat sebagai kota industri yang besar.

Artinya, Wuhan masa itu sudah menjadi tempat yang di dalamnya banyak kekuatan Eropa dengan konsulatnya,  perusahaan dagang utama Barat dan Jepang, perusahaan tekstil dan teknik internasional, serra memiliki pabrik dan kantor penjualan.

Selain itu, dalam tulisannya, ia juga menyebutkan Wuhan merupakan tempat lahir revolusi Cina pada tahun 1911. Dan, seperempat abad kemudian, kota itu berdiri sebagai Ibukota China Nasionalis.

Dengan kata lain, sebelum kota tersebut terkenal dan menjadi sorotan dunia sebagai tempat munculnya COVID-19 pada Desember tahun lalu, Wuhan sudah dikenal secara internasional.

Ya, dari pertengahan abad ke-19 hingga pertengahan abad ke-20, Wuhan adalah sebuah kota yang secara teratur muncul dalam pers internasional, juga sebagai pusat perdagangan untuk teh dan sutra di antara komoditas lainnya, yang secara langsung berdampak pada kehidupan orang-orang di Barat.

Tetapi, mengapa setelahnya Wuhan dilupakan Barat? Barulah setelah COVID-19 muncul, kota ini bak artis yang menjadi buah bibir dunia.

Jawaban pertanyaan di atas, tentu tak lepas dari sejarah berdarah daratan China. Seperti kita ketahui daratan itu memang terkenal dengan perebutan kekuasaan dengan peperangan, dari dinasti satu ke dinasti berikutnya. Bahkan, dua bangsa luar telah pula berhasil menjajah daratan China, yakni Bangsa Mongol yang mendirikan Dinasti Yuan dan Bangsa Manchuria yang mendirikan Dinasti Qing.

Paul French menuliskan dengan sangat jelas bahwa setelah kekacauan dan kehancuran Perang Dunia Kedua, Revolusi Komunis menjatuhkan Tirai Bambu dengan kuat. Perdagangan internasional terhenti, komunitas bisnis asing pergi, dan dunia Barat sebagian besar melupakan Wuhan.

Saturday, February 22, 2020

Lobak "Berkepang" Telah Ditemukan di Nara, Jepang Barat. Bagaimana Wujudnya?

Lobak Berkepang - Shigeru Degaki, Kyodo News

Agaknya hampir semua orang di dunia ini pernah melihat wujud lobak. Begitu pula dengan rasa dan cara menikmatinya. Tapi, bagaimana jika lobak berwujud tak seperti biasanya? Berkepang, misalnya? Waw, seperti rambut gadis saja ya? He he he.

Tapi, itulah yang ditemukan seorang petani di Distrik Nara, Jepang Barat. Awalnya ia terkejut saat memanen lobak langka pada awal pekan ini yang terlihat seolah-olah telah dikepang di tanah.

"Saya tidak tahu mengapa itu berakhir seperti itu," kata Shigeru Degaki, 62, dari Tenri, seperti terlansir Kyodo News, Sabtu (22/2/2020).

Lobak sengaja ia tanam untuk membuat sayuran acar.

Masih dari sumber yang sama, Degaki mengatakan bahwa ia tidak akan bisa membuat acar dari lobak tersebut karena bentuknya yang terjalin (berkepang). Jadi, ia berencana untuk memakannya sebagai hidangan yang direbus setelah menghabiskan waktu hanya untuk menghargai penampilannya yang unik.


Diberitakan Media Asing: Pengungsi yang Terjebak di Indonesia Alami Krisis Mental. Benarkah?

M. Seras di ruangannyaBuzzfeed News

Ribuan pengungsi yang bepergian ke Indonesia berharap bisa ke Australia. Begitulah kalimat pembuka sebuah media asing, Buzzfeed News, tentang pengungsi di Indonesia.

Media itu melaporkan kunjungan salah seorang jurnalisnya, JN Joniad, ke sebuah klinik di Makassar, Indonesia pada pertengahan Januari lalu. Juga prihal lainnya tentang pengungsi di Indonesia secara singkat.  Jurnalis itu berkunjung yang kedua kalinya untuk menemui seorang pengungsi bernama M. Seras dari Rohingya. Bagaimana dengan kunjungan pertamanya? Katanya, saat pertama kali di sana ia gagal menemukan Seras. Padahal dirinya sudah berada tepat di depan klinik yang ia sebut lebih mirip toko obat tersebut.

Ia pun mulai melaporkan hasil kunjungannya. Sebelum masuk ke dalam klinik, dirinya bertanya kepada penjaga toko terdekat tentang klinik itu. Kata penjaga toko, “Ada banyak keluhan yang dibuat terhadap klinik ini. Para dokter jarang mengunjungi pasien. Sebagian besar waktu, perawat tidak profesional merawat pasien. Dua kenalan saya dirawat di klinik ini selama dua tahun, tetapi tidak ada perubahan dalam kesehatan mereka. Dua kali saya berkunjung ke sana dan saya belum pernah melihat dokter di tempat itu."

Kemudian, meskipun hanya pemegang kartu yang diizinkan masuk, tetapi setelah meyakinkan penjaga keamanan dan perawat, sang jurnalis diizinkan masuk klinik selama lima menit. Ia menyebut bagian dalam klinik seperti penjara dan Seras dikurung dalam ruangan yang hanya bisa digambarkan sebagai sel. Walau ia sudah meminta perawat untuk membiarkan Seras keluar untuk berbicara kepadanya, namun perawat menolak dan  mengatakan, "Dia (Seras) berbahaya dan tidak diizinkan".

Maka, sang jurnalis dan Seras berbicara melalui jendela kecil di pintu ke ruangannya (Seras).

Dalam laporan yang ia buat itu, Seras berkata, “Saya menderita mental tanpa perawatan medis yang layak selama tiga tahun. Ini adalah keempat kalinya saya di klinik ini dan mereka membuat saya terkunci sepanjang hari. Selain Seras, yakni ketika mereka (jurnalis dan Seras berbicara) seorang pengungsi Somalia yang lewat memperhatikan sang jurnalis dan berseru, “Tolong bantu saya!” Dan, perawat menjelaskan, "Dia sangat tertekan dan stres."

Dijelaskan pula bahwa pada 2013, ketika Pemerintah Myanmar mengerahkan pembantaian terhadap muslim Rohingya di negara bagian Rakhine, Seras melarikan diri dari Myanmar dengan perahu bersama sekitar 100 orang. Setelah 10 hari di laut, dengan hampir tidak ada makanan dan air, ia  berlabuh dan tinggal sementara di Aceh, Indonesia. Ia dirawat di rumah sakit selama dua minggu dan kemudian dipindahkan ke pusat penahanan di Kupang, di mana dia tinggal selama hampir setahun. Setelah diakui sebagai pengungsi oleh UNHCR, ia kemudian dilepaskan ke perumahan komunitas IOM (International Organization for Migration) di Makassar pada tahun 2014, di mana ia pertama kali mengalami masalah kesehatan mental. Seras kemudian menikah dengan seorang wanita lokal dan mereka memiliki dua anak. Dan entah mengapa, tanpa penjelasan apa pun, singkat cerita ia berada di Klinik tersebut di atas.

Di samping itu, media asing tersebut juga melansir tentang Erfan Dana--seorang pengungsi Hazara dan tokoh masyarakat--yang mendaftarkan tujuh pengungsi Hazara yang tewas karena bunuh diri di berbagai kota di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Salah satunya adalah temannya, Abbas Mohammedi, seorang pengungsi Hazara berusia 22 tahun yang menulis surat kepada Dana sebelum bunuh diri di Batam pada 30 September 2018. Surat itu berbunyi, “Tidak ada yang bersalah atas apa pun yang terjadi padaku. Saya pribadi mengambil keputusan untuk bunuh diri. Saya lelah hidup di dunia ini, saya ingin menghibur diri.”

Sementara negara tujuan mereka, Australia, yang menandatangani konvensi pengungsi PBB, melalui perdana menteri Kevin Rudd pada 2013 menyatakan bahwa siapa pun yang datang dengan kapal, meskipun terdaftar di UNHCR, tidak dapat lagi berharap untuk pemukiman kembali di Australia. Tujuan kebijakan Australia adalah untuk menghentikan orang-orang yang memulai perjalanan seperti itu setelah banyak yang mati di laut.

Friday, February 21, 2020

Apakah Pasien COVID-19 yang Dipulangkan dari Rumah Sakit di China Sudah Pasti Sembuh?


Pertanyaan itu mau tak mau muncul untuk memastikan bahwa pihak China benar-benar berhasil dalam penyembuhan pasien COVID-19.

Jika ternyata memang benar sembuh, artinya dunia sedikit lega. Akan tetapi, kenyataan berkata lain. Ada pasien COVID-19 kembali dirawat di rumah sakit di Chengdu, China, setelah dites dan sinyatakan positif lagi.

Dikutip Reuters, seorang pasien coronavirus (COVID-19) yang awalnya dipulangkan setelah pulih di barat daya Kota Chengdu, Provinsi Sichuan, telah  kembali dirawat di rumah sakit setempat setelah dinyatakan positif selama masa karantina di rumah, kata pusat klinis kesehatan masyarakat kota itu, Jumat (21/2/2020).

Parahnya, kasus serupa juga telah dilaporkan di daerah lainnya.

Baca Juga: Alhamdulillah Wanita Uighur Ini Selamat Setelah Pintu Rumahnya Diikat Rapat lalu Dibakar di Kazakhstan

Terkait masalah ini, pedoman resmi mengatakan pasien harus melakukan tes negatif virus sebanyak dua kali, dengan setidaknya satu hari di antara tes, sebelum dipulangkan.

Rumah sakit setempat telah menggunakan penyeka hidung dan tenggorokan untuk tes tersebut sebelum mengeluarkan pasien, tetapi sekarang diminta untuk menggunakan sampel dari paru-paru, di mana virus kemungkinan besar akan terdeteksi saat berkembang.

Masih dari sumber yang sama, Komisi Kesehatan Nasional China merekomendasikan kepada pasien yang pulih untuk memantau kesehatan mereka sendiri selama 14 hari, memakai masker, dan mengurangi kegiatan di luar ruangan setelah meninggalkan rumah sakit dengan alasan risiko tertular patogen lain.

Alhamdulillah Wanita Uighur Ini Selamat Setelah Pintu Rumahnya Diikat Rapat lalu Dibakar di Kazakhstan

Sumber: RFA

Sebuah kekejian teramat sangat telah dilakukan oleh pihak terkejam di dunia terhadap seorang wanita. Pekan lalu wanita Uighur, Tursunay Ziyawudun, yang membuka rahasia penyiksaan dan pelanggaran lainnya oleh Pemerintah China di kamp interniran akhirnya selamat dari serangan mematikan di rumahnya.

Dikutip dari RFA, berbicara kepada Layanan Uighur RFA, Tursunay Ziyawudun mengatakan bahwa setelah suaminya membangunkannya dengan teriakan bahwa rumahnya terbakar, mereka menemukan bahwa pintu mereka telah diikat rapat, mencegah mereka melarikan diri.

Katanya lagi, adik perempuan suaminya dan keponakannya yang berusia 10 tahun juga berada di rumah yang terletak di daerah Chilek di luar kota Kazakh, Almaty.

Ia pun melanjutkan kronologi kejadiannya, "Kami terus mendorong, tetapi tidak bisa membukanya. (Kemudian) Kami menelepon pemadam kebakaran dan dapat menggunakan pisau untuk memotong tali dan keluar pada saat mereka tiba. Kami nyaris berhasil keluar. ”

"Apakah ini rencana untuk membakar kita sampai mati?" ia bertanya.

Sebelum serangan 14 Februari lalu di rumahnya itu, terlebih dulu ada serangkaian panggilan telepon yang mengancam dan sebuah insiden di mana suami Tursunay, Halmirza Haliq, didekati oleh orang asing yang memperingatkannya untuk "tetap diam."

Suaminya menjelaskan, "Pada hari Jumat itu, ketika aku kembali dari doa (menunaikan sholat dan berdoa), seseorang mendatangiku dan memberitahuku bahwa Tursunay dan aku harus diam."

Kata suaminya lagi, "Itu seseorang dari Cina."

"Kekhawatiran saya sekarang adalah bahwa ini adalah bagian dari komplotan melawan saya," kata Tursunay. Ia pun bingung, "Apa yang akan aku lakukan?"

Sementara itu, dari sumber yang sama, aktivis hak-hak Kazakh, Serikzhan Bilash, yang kelompoknya telah membantu Tursunay menerbitkan laporan kehidupannya di kamp-kamp China (RRC) setelah ia melarikan diri ke Kazakhstan pada bulan September lalu, mengatakan bahwa polisi Kazakh telah menggerebek kantornya pada 17 Februari, tiga hari setelah api melahap rumah Tursunay.

“Mereka menunjukkan kepada kami surat-surat mereka. Mereka berasal dari polisi Almaty, " katanya, sambil menambahkan," Mereka menurunkan semua spanduk dan barang-barang lain yang tergantung di dinding kami, dan mereka mengambil semua buku catatan dan register kami."

Ia menambahkan, “Seorang polisi mengatakan kepada kami bahwa kami telah mengadakan pertemuan ilegal, tetapi kami menjelaskan bahwa kami hanya membantu orang-orang yang telah ditahan di China. Kemudian mereka mengatakan bahwa kami secara ilegal menggunakan logo yang terdaftar di pemerintah, tetapi kami memberi tahu mereka bahwa logo kami berbeda.”

"Pokoknya, mereka hanya membuat alasan. Mereka ingin menghentikan pekerjaan kami, ”katanya.

Kazakhstan dan negara-negara Asia Tengah lainnya memang mendapatkan kecaman dari China dalam beberapa tahun terakhir karena China menargetkan para aktivis yang telah berbicara, dan warga negara China (etnis Uighur) yang telah melarikan diri, terkait penahanan massal Beijing di XUAR.

Thursday, February 20, 2020

Presiden Duterte Memecat Sekelompok Pejabat Imigrasi yang Mengizinkan Warga Negara China Memasuki Filipina Secara Ilegal


Filipina mandiri. Agaknya itulah yang cocok untuk negara yang berdiri dengan kaki sendiri. Berani mengambil sikap demi kebaikan bangsa dan rakyatnya. Dan itu ditunjang oleh sosok pemimpin yang benar-benar pemimpin negara.

Adalah Presiden Rodrigo Duterte yang berani memecat sekelompok pejabat imigrasi yang terkait dengan skema suap di mana petugas kontrol perbatasan diduga mengizinkan warga negara China yang bekerja di industri game online yang sedang booming untuk memasuki Filipina secara ilegal, kata juru bicaranya Kamis seperti terlansir RFA (20/2/2020).

Dalam media itu disebutkan Senator Risa Hontiveros mengungkap skandal itu selama penyelidikan legislatif awal pekan ini, ketika ia menuduh bahwa sejumlah pejabat imigrasi yang tidak ditentukan telah menerima suap hingga 10.000 peso (US $ 185) yang digulung dalam kertas obligasi untuk memungkinkan orang Cina masuk.

Dalam hal ini Presiden Duterte menganggap masalah ini sebagai "anomali" dan "bentuk korupsi yang serius" yang tidak boleh ditoleransi.

"Seperti yang telah kami tekankan berulang kali, tidak ada sapi suci dalam pemerintahan ini," kata juru bicara kepresidenan Salvador Panelo.

Baca Juga: Apa Kata Pejabat Inggris Terkait Penikaman dalam Masjid Sentral London

Panelo menambahkan,  "Setiap pejabat atau karyawan yang melakukan kesalahan, pelanggaran hukum apa pun dalam menjalankan tugasnya masing-masing akan dijatuhi hukuman."

Diketahui bahwa Duterte, 74, terpilih sebagai presiden pada tahun 2016 dengan janji untuk mengakhiri perdagangan narkoba di negara dan korupsi pemerintah.

Biro imigrasi sebelumnya mengatakan ada lebih dari 200.000 warga negara Cina yang bekerja di Filipina, yang sebagian besar dipekerjakan di industri game.


Apa Kata Pejabat Inggris Terkait Penikaman di dalam Masjid Sentral London?

Sumber BBC

Masjid adalah tempat suci dalam peribadahan umat Islam. Orang-orang sholat, membaca Alquran, berzikir, dan memanjatkan doa di dalamnya. Tapi, apa yang terpikirkan oleh seseorang sehingga berbuat dosa di dalamnya?

Dikutip dari BBC, Kamis (20/2/2020 waktu Inggris), seorang pria telah ditangkap atas dugaan percobaan pembunuhan setelah menikam seorang muazin di dalam Masjid Sentral London. Peristiwa tersebut terjadi tak lama setelah pukul 15:00 GMT saat sholat sore/'Ashar (20/2/2020).

Diketahui korbannya berusia 70-an tahun dan terluka dalam serangan itu. Ia dibawa ke rumah sakit dan kata paramedis kondisi luka dinilai tidak mengancam jiwanya.

Hal itu pun dibenarkan Direktur Jenderal Masjid, Dr Ahmad Al Dubayan yang mengatakan bahwa ia melakukan percakapan telepon singkat dengan sang muazin di rumah sakit, yang mengatakan ia (korban) "baik dan merasa sehat".

Sementara Ayaz Ahmad, seorang penasihat masjid, mengatakan penikaman itu "akan mengancam jiwa jika bukan karena para jamaah".

Selanjutnya, Mustafa Field, Direktur Faiths Forum untuk London, juga mengatakan kepada wartawan bahwa serangan itu berupa "satu tikaman, satu serangan, di leher" korban. Ia menambahkan, "Kemudian anggota jemaah, beberapa dari mereka membatalkan ibadah mereka, dan turun tangan, menahan individu (penyerang) itu."

Sedang pelaku penikaman adalah seorang pria berusia 29 tahun yang telah ditangkap oleh para jemaah untuk menahannya sampai polisi tiba.

Abi Watik, yang menyaksikan serangan itu, mengatakan pria yang ditangkap telah terlihat di masjid sebelumnya. Ia berdoa di belakangnya (muazin/korban) dan kemudian ia menikamnya.

Lalu apa kata para pejabat Inggris terkait penikaman ini?

Walikota London, Sadiq Khan, mengatakan Polisi Metropolitan akan "menyediakan sumber daya tambahan di daerah" setelah serangan itu.

"Setiap warga London berhak merasa aman di tempat ibadah mereka," tweetnya.

Di lain pihak, Perdana Menteri Boris Johnson dalam tweetnya mengatakan bahwa ia "sangat sedih" oleh penikaman dan "pikirannya terhadap korban dan semua yang terkena dampak".

Wednesday, February 19, 2020

Akhirnya Perempuan Ini Ajukan Gugatan Perdata karena Merasa Kena Tipu Ustaz Yusuf Mansur


Penipuan selalu mengintai siapa saja. Bagi yang lengah, kemungkinan besar akan mudah tertipu. Para penipu pun terus mengasah otak mereka agar penipuan bisa berjalan lancar.

Terkait penipuan, kasus yang sedang santer saat ini adalah tidak sedikit orang yang merasa tertipu ketika masih bergabung dalam program dan bisnis Ustaz Yusuf Mansur. Diketahui ustaz muda itu memang aktif menjalankan sejumlah program dan bisnis.

Dari sekian yang merasa menjadi korban tersebut ialah Hilwa Humaira. Ia merupakan warga Sidoarjo dan pernah menjadi star leader internasional dan marketing executive dari lini usaha yang dijalankan sang ustaz.

Ketika masih bergabung, dirinya mendapatkan tugas sebagai pencari anggota baru.

Menurut Hilwa, seperti terlansir RMOL, para TKW yang menjadi member juga ditarik sedekah bulanan dengan janji anak-anak mereka bisa masuk ponpes tanpa biaya. Tetapi, ternyata saat masuk pondok semua berbayar mahal.

Masih dari sumber yang sama, Hilwa juga tergiur investasi proyek Condotel Moya Vidi dan lini usaha wisata umroh dan haji. Setiap sertifikat harus ditebus seharga Rp 2,7 juta.

Sementara total kerugian uang yang dialaminya di atas Rp 50 juta. Atas kerugian ini dirinya telah melakukan somasi ke Ustaz Yusuf Mansur tapi tidak direspons. Dan kini, ia akan mengajukan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri Tangerang, sambil menunggu respons teman-temannya sesama korban.

Kasus yang dialami Hilwa dan teman-temannya menjadi pembelajaran berharga untuk terus berhati-hati agar terhindar dari penipuan.

Jurnalis The Wall Street Journal Diusir China!


Apakah media sudah mendapatkan kemerdekaan bersuara? Bebas dari tekanan? Lepas dari kekangan dan tuduhan?

Tampaknya jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan di atas, adalah belum sepenuhnya terwujud. Kasus terbaru dialami para jurnalis The Wall Street Journal.

Bermula dari sebuah artikel yang diterbitkan pada tanggal 3 Februari di media itu. Isinya berupa kritik atas tanggapan Negara China terhadap wabah COVID-19 yang mematikan.

Akan tetapi, pihak China (Republik Rakyat China) tidak dapat menerima kritikan ini. Seperti terlansir BBC, Juru bicara Kementerian Luar Negeri China--Geng Shuang--mengatakan artikel itu "rasis" dan "merendahkan" upaya China untuk memerangi wabah yang telah menewaskan lebih dari 2.000 orang di negara tersebut.

Alhasil, China telah memerintahkan tiga jurnalis asing The Wall Street Journal untuk meninggalkan negara itu karena pendapat yang dikatakan "rasis" itu.

Ini untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua dekade wartawan yang memiliki kredensial sah telah diperintahkan untuk meninggalkan Cina, kata wartawan BBC, John Sudworth, di Beijing.

Sementara itu, Klub Koresponden Asing China menyebut keputusan itu "suatu upaya yang ekstrem dan jelas oleh otoritas Cina untuk mengintimidasi organisasi-organisasi berita asing".

Selain jurnalis asing, dua jurnalis warga China yang menghilang minggu lalu setelah meliput COVID-19 di Wuhan, pusat penyebaran wabah di Provinsi Hubei, juga tetap hilang hingga sekarang. Ya, ialah Fang Bin dan Chen Qiushi yang telah berbagi video dan gambar secara daring dari dalam kota yang dikarantina itu.

Sebenarnya, terkait kebebasan pers di China tidak melulu sebatas perkara COVID-19. Sebutlah pada 2018, Kepala Biro Beijing untuk BuzzFeed News, Megha Rajagopalan, tidak dapat memperbarui visanya setelah melaporkan penahanan minoritas Muslim Uighur dan lainnya di wilayah Xinjiang, China.


Pemerintah Berencana Buka Keran Impor Gula, Akankah Petani Lokal Menjerit?


Di pinggir-pinggir jalan terkadang ada penjual es tebu. Mereka memeras batang-batang tebu dengan alat khusus. Setelah air tebu terkumpul, dimasukanlah ke dalam gelas atau wadah lain sesuai pesanan para pembeli.

Pemandangan yang tampak jelas seperti itu membuktikan petani lokal masih memiliki prospek cerah meski hasil panen mereka tidak dijadikan bahan membuat gula. Sementara yang hasil panennya dijadikan produk gula, bisa saja sedikit berpikir meski sejenak terkait rencana impor gula oleh Pemerintah Indonesia.

Ya, pemerintah memang berencana membuka keran impor gula konsumsi. Jumlah yang direncanakan sebanyak 200 ribu ton.

Baca Juga: Jeritan Muslim Rohingya Tatkala Bangladesh Mulai Bangun Pagar Kawat Berduri di Sekitar Kamp Mereka

Seperti terlansir CNN Indonesia (19/2/2020), Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto, mengatakan kajian dilakukan dengan melibatkan banyak pihak. Pelibatan dilakukan karena keputusan impor gula untuk konsumsi harus dilakukan melalui koordinasi antar kementerian dan lembaga.

Selain itu, ia juga meyakinkan petani tidak akan diganggu dengan impor gula konsumsi ini. Caranya adalah menetapkan harga jual gula impor tak akan lebih murah dari harga produksi lokal.

Monday, February 17, 2020

Persatuan Sangat Penting, Mengapa Fatah dan Hamas malah Saling Menyalahkan?


Persatuan sebuah bangsa dapat dipandang sebagai syarat utama berdirinya sebuah negara yang kuat. Tanpa itu, agaknya hanya menjadi bulan-bulanan negara lain yang lebih berkuasa.

Sebutlah Palestina. Di sana ada wilayah Tepi Barat dan Jalur Gaza. Keduanya dikuasai kubu masing-masing. Fatah di Tepi Barat sedangkan Hamas berkuasa di Jalur Gaza. Dan, seperti terlansir Arab News, kini Fatah dan Hamas telah saling menyalahkan karena kurangnya rekonsiliasi mereka setelah rilis rencana perdamaian Timur Tengah Presiden AS Donald Trump.

Dalam hal ini, Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas meminta semua faksi untuk bersatu dan mengembangkan strategi bersama untuk melawan perjanjian perdamaian dan ada harapan dia akan mengirim tim PLO ke Gaza untuk berdamai dengan lawan-lawan politiknya di Hamas, mengakhiri 13 tahun pembagian internal.

Namun, sangat disayangkan, pertemuan belum terwujud karena masing-masing pihak menuduh pihak lain menghalangi dan mengucilkan.

Baca Juga: Jeritan Muslim Rohingya Tatkala Bangladesh Mulai Bangun Pagar Kawat Berduri di Sekitar Kamp Mereka

Seperti diketahui bahwa Hamas merebut kendali atas Jalur Gaza dengan kekuatan dari tangan Otoritas Palestina pimpinan Fatah pada 2007 silam. Dengan pengambilalihan itu membuat warga Palestina terbagi antara dua pemerintah. Ya, Hamas mengendalikan Gaza. Sementara Otoritas Palestina yang diakui secara internasional memerintah daerah otonom Tepi Barat yang diduduki Israel. Kedua belah pihak pun hingga kini (masing-masing) tetap menjadi musuh yang sengit.

Saeb Erekat dari PLO, yang merupakan sekretaris komite eksekutif, mengatakan bahwa faksi-faksi organisasi tersebut siap untuk pergi ke Jalur Gaza. "Hamas yang menunda kunjungan, dengan menolak mengundang faksi untuk mengadakan pertemuan yang mencakup semua faksi di Gaza," katanya kepada sumber yang sama.

Selain itu, Azzam Al-Ahmad, Anggota Komite Pusat Fatah, mengatakan sedang menunggu tanggal resmi dari Hamas untuk mengadakan pertemuan faksi di Gaza.

Sedang di pihak lain, Pemimpin Hamas--Ismail Radwan--mengatakan "Ini (Hamas) telah berulang kali menyambut kunjungan delegasi untuk mencapai rekonsiliasi, saudara-saudara dalam Jihad Islam dan front populer, dan demokratis menyetujui itu."

Ia juga menambahkan, "Masalahnya terletak pada pemikiran politik Abbas dan timnya, yang tidak percaya pada kemitraan nyata di lapangan, dan mereka suka mengecualikan faksi perlawanan yang telah menghadirkan ratusan martir."

Delegasi Fatah mengunjungi Gaza minggu lalu tanpa bertemu Hamas. Radwan mengatakan tidak ada pertemuan karena delegasi bersikeras mengadakan "pertemuan bilateral" dengan Hamas saja.

Jeritan Muslim Rohingya Tatkala Bangladesh Mulai Bangun Pagar Kawat Berduri di Sekitar Kamp Mereka


Rohingya, adalah kelompok yang paling teraniaya di dunia. Begitulah menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Sementara menurut Badan Pembangunan Internasional Ontario (OIDA), seperti terlansir Anadolu Agency, sejak 25 Agustus 2017, lebih daripada 24.000 Muslim Rohingya telah dibunuh oleh tentara Myanmar. Lebih dari 34.000 orang Rohingya juga dibakar, sementara lebih dari 114.000 lainnya dipukuli.

Selain itu, sekitar 18.000 perempuan Rohingya diperkosa oleh tentara dan polisi Myanmar dan lebih dari 115.000 rumah Rohingya dibakar sementara 113.000 lainnya dirusak.

Masih dari sumber yang sama, berdasarkan data Amnesty International, lebih dari 750.000 pengungsi, sebagian besar anak-anak dan perempuan, telah melarikan diri dari Myanmar dan menyeberang ke Bangladesh setelah pasukan Myanmar melancarkan tindakan kekerasan terhadap komunitas Muslim minoritas pada Agustus 2017.

Dan kini, Bangladesh mulai membangun pagar kawat berduri di sekitar kamp-kamp pengungsi Rohingya.

"Langkah-langkah lain, termasuk pemasangan menara pengawal dan kamera CCTV juga mulai efektif untuk memperkuat pengawasan terhadap warga Rohingya dan kamp-kamp pengungsi," kata Menteri Dalam Negeri Bangladesh Asaduzzaman Khan Kamal, Minggu, kepada Anadolu Agency.

Menyusul pembangunan itu, para pengungsi muslim Rohingya dan kelompok hak asasi Rohingya mendesak pemerintah untuk tidak membangun pagar kawat berduri di sekitar kamp dengan alasan pelanggaran hak-hak pengungsi.

“Kami memahami bahwa Bangladesh memiliki kepedulian terhadap keamanan nasionalnya, tetapi kami bukan ekstrimis yang harus terus diawasi. Kami adalah korban genosida dan berlindung untuk menyelamatkan hidup kami,” kata Myo Thant, seorang pengungsi di kamp Cox's Bazar, kepada sumber yang sama.

Myo juga menambahkan bahwa menempatkan pagar kawat dapat menyebabkan gangguan psikologis dan mental, dan itu lebih mirip dengan kamp konsentrasi daripada menjaga keamanan kamp.

Selanjutnya Nay San Lwin, salah satu pendiri Koalisi Rohingya Merdeka, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa memagari kamp akan merusak rasa kemanusiaan yang telah ditunjukkan Bangladesh dan mengubah kamp menjadi kamp konsentrasi dengan kabel berduri, menara pengawas, dan CCTV.

“Penghuni kamp ini pernah berada di penjara terbuka Myanmar selama beberapa dekade. Sekarang mereka lagi-lagi menghadapi penolakan yang sama terhadap kebebasan mutlak di Bangladesh, tempat perlindungan mereka,” ungkap San Lwin

Itulah sebabnya, ia juga meminta pemerintah untuk membatalkan rencana tersebut.

Sebelumnya, The Human Rights Watch mengatakan rencana untuk kawat berduri dan menara penjaga di sekitar kamp-kamp pengungsi Rohingya di Cox's Bazar melanggar hak kebebasan bergerak pengungsi.


Imbas COVID-19, Bagaimana Bisnis Kasino di Makau?


Serangan COVID-19 telah membuat dunia tercengang, panik, dan berduka. Tak sedikit yang meregang nyawa setelah mendapat serangan virus mematikan itu. Geliat perekenomian pun seakan berhenti di tanah asalnya, Wuhan, dan daerah-daerah lainnya di Republik Rakyat China (RRC). Salah satunya Makau.

Wilayah di pesisir selatan RRC tersebut terkenal dengan bisnis perjudiannya. Bisa dibilang Makau adalah Las Vegasnya Asia. Perjudian begitu menggeliat di sana.

Lalu bagaimana nasib bisnis kasino di Makau terkini?

Seperti terlansir The Japan Times,  Senin (17/2/2020), penghentian operasi permainan judi yang belum pernah terjadi sebelumnya di Makau,  dimulai 5 Februari lalu. Dan, pihak berwenang di sana memberlakukan suspensi itu selama dua minggu atau sampai tanggal 19 (Rabu) mendatang. Itulah sebabnya, hingga hari ini bisnis kasino di Makau belum dapat beroperasi.

Berdasarkan peraturan di atas, maka bisnis kasino Macau akan mulai beroperasi kembali pada tanggal 20 Februari mendatang atau hari Kamis setelah ditangguhkan karena COVID-19.

Meski demikian, pihak berwenang memperingatkan bahwa warga perlu tetap waspada (belum sepenuhnya kembali normal). Pemerintah Macau telah memberi tahu operator kasino, yang meliputi Sands China, Wynn Macau, SJM Holdings, MGM China, Galaxy Entertainment dan Melco Resorts, mereka memiliki 30 hari untuk kembali ke bisnis secara penuh (sediakala).

Masih dari sumber yang sama, hampir 30 hotel, sebagian besar bergabung dengan kasino dan juga telah ditutup selama dua minggu terakhir karena suspensi.

DKI Jakarta Menandatangani Paket Kontrak Kerja dengan Shimizu-Adhi Karya Joint Venture, Sebuah Langkah Maju

Gubernur Anies Baswedan - Facebook

Indonesia punya sejarah, Indonesia punya cerita. Jika ingin memiliki sejarah yang hebat, maka buatlah kebajikan setiap hari.

Agaknya begitulah yang tengah dilakukan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, beserta seluruh jajarannya. Hal-hal baik terus mereka lakukan. Sebutlah salah satunya tentang transportasi di sana.

Mengutip halaman resmi Gubernur Anies di Facebook, kabar baik tentang transportasi Jakarta terus bermunculan. Hari ini (17/2/2020) Pemprov DKI Jakarta melalui PT MRT Jakarta (Perseroda) menandatangani Paket Kontrak Kerja dengan Shimizu-Adhi Karya Joint Venture (SAJV) untuk Design and Build Underground Section MRT Jakarta Project Phase 2 Contract Package 201 (CP 201) sepanjang 2,8 km.

Katanya, ini semua bagian dari membangun transportasi massal umum di Jakarta yang terintegrasi. Harapannya project ini berjalan sesuai jadwal, sesuai kualitas dan sesuai anggaran. Tujuannya agar masyarakat bisa berkegiatan seperti biasanya, dan seminim mungkin terdampak proses pembangunan.

Ia pun mengapresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam proses pembangunan MRT Fase 2A itu.

Terima kasih ia sampaikan kepada Dubes Jepang Mr. Masafumi Ishii dan JICA, yang dalam proses tersebut mengawal dengan amat luar biasa. Menurutnya hubungan dan persahabatan antar bangsa yang diwujudkan dalam kolaborasi yang sangat baik telah menghasilkan sebuah karya yang monumental untuk perjalanan bangsa Indonesia.

Dirinya juga berterima kasih juga kepada  Pemerintah Pusat yang telah memberikan dukungan terus-menerus.

Dalam hal ini Anies menjelaskan bahwa pembangunan MRT Fase 2 dimulai dari stasiun eksisting Bundaran HI menuju ke Stasiun Kota dengan meliputi total panjang jalur 6 kilometer dan terdiri dari 7 stasiun bawah tanah yaitu Stasiun Thamrin, Stasiun Monas, Stasiun Harmoni, Stasiun Sawah Besar, Stasiun Mangga Besar, Stasiun Glodok dan Stasiun Kota. InsyaAllah nanti tuntas di akhir 2024.

Semoga pembangunan tersebut berjalan lancar sebagai kebajikan yang menjadi sejarah hebat bangsa Indonesia.

Sunday, February 16, 2020

Malaysia dalam Merebut Emas dan Bisnis Halal Olimpiade Tokyo 2020


Olimpiade Tokyo sudah di hadapan mata. Beragam cabang olahraga akan dipertandingkan. Tentu saja bukan hanya para atlet beserta rombongan tiap negara, tetapi juga para suporter dan wisatawan diprediksi akan banyak yang hadir dalam gelaran olahraga terbesar tahun 2020 ini.

Momen besar tersebut juga menjadi magnet tersendiri bagi para pebisnis. Salah satunya pabrik kecil di Ibukota Malaysia yang sedang menyiapkan ribuan makanan halal siap saji, dari nasi goreng hingga ayam biryani, untuk dikirim ke Jepang untuk acara Olimpiade tersebut.

Mengutip Arab News, perusahaan makanan dari Malaysia yang mayoritas Muslim, diharapkan menjadi pemenang besar dari serbuan wisatawan Muslim ke Jepang untuk Olimpiade dan Paralimpiade, dari akhir Juli hingga September.

"Ini adalah platform dan peluang besar bagi kami," kata Ahmad Husaini Hassan, bos perusahaan MyChef yang membuat makanan di Kuala Lumpur. “Niat kami adalah untuk tidak keluar-masuk. Kami sudah masuk dan tinggal untuk jangka panjang."

Dalam media itu dikatakan bahwa Malaysia ingin menggunakan Olimpiade sebagai batu loncatan untuk mendorong ekspor halal, termasuk makanan dan kosmetik, sekitar seperlima hingga $ 12 miliar tahun ini. Perusahaan itu mengekspor barang halal senilai $ 604 juta ke Jepang pada 2018, 90 persennya berupa bahan makanan dan makanan.

Pada kenyataannya memang Malaysia adalah satu-satunya negara yang telah mencapai kesepakatan kerja sama halal dengan Tokyo untuk Olimpiade.

Sementara itu, MyChef bertujuan untuk melipatgandakan pendapatannya menjadi 4,5 juta ringgit ($ 1 juta) tahun ini. Saat ini sedang dalam pembicaraan dengan pengecer Jepang Aeon untuk bersama-sama mengembangkan lini makanan halal siap saji dan camilan, kata Ahmad Husaini.

Dalam sektor ekonomi, Pemerintah Malaysia telah menetapkan target ambisius untuk menjual makanan dan produk halal senilai $ 300 juta kepada Muslim dan non-Muslim di seluruh Pertandingan.

Di sisi lain, Hideto Nakajima, penasihat ekonomi di kedutaan Jepang di Malaysia, seperti terlansir dalam sumber yang sama, mengatakan, "Kami harus banyak belajar dari pihak berwenang Malaysia dan sebagai gantinya, perusahaan-perusahaan Malaysia memiliki lebih banyak peluang untuk mengembangkan bisnis mereka."

TUNGGU RENDRA, MAMA! (Sebuah cerpen tiga paragraf karya Syahrian Tanjung)


"Besok aku harus pulang!" ucap Rendra seraya bangkit dari atas ranjang. Sedari tadi matanya tak mau diajak kompromi untuk segera tidur. Rendra bergegas mengambil tas besar dan mulai mengemasi pakaiannya, termasuk foto terakhir seluruh keluarga yang baru dicetaknya, dan fotokopi Asmaul Husna.

Sudah sekitar dua jam Rendra menunggu di sebuah warung minum tepi jalan, tapi belum ada angkot yang lewat pagi ini. Perjalanan ke kampung halaman Rendra sebenarnya hanya sekitar enam sampai tujuh jam. Karena sulitnya mendapatkan angkot di daerahnya, perjalanan pun menjadi lebih lama. Ponsel Rendra berdering. Kakak perempuannya menelepon, memberikan kabar bahwa kondisi mama mereka sudah kritis dengan mata yang terpejam saja, juga tak menyahut lagi ketika diajak bicara. Dengan perasaan kalut, Rendra meminta kakaknya agar mendekatkan ponselnya ke telinga sang mama. Kemudian Rendra berkata, "Mama,  ini Rendra dalam perjalanan pulang. Tunggu Rendra ya, Ma!"

Rendra semakin gelisah. Kali ini dia berdiri di pinggir jalan menengok ke arah muara jalan. Lelah berdiri, ia duduk kembali ke bangku warung, bolak balik berkali-kali. Masih belum ada angkot ke arah kampungnya yang lewat. Sekian waktu berlalu, ponsel Rendra berbunyi lagi. Dari kakak perempuannya, "Rendra,  mama sudah pergi." Terdengar isak kakak perempuannya itu.  Rendra langsung lemes. Kakinya bergetar menuju bangku warung. Membuka tas, mengambil fotokopi Asmaul Husna yang sering diamalkan mamanya dan  rencananya akan dia dibacakan agar mamanya mengiringi bacaannya. Kemudian Rendra mengambil foto seluruh keluarga yang akan diperlihatkan pada mamanya. Dengan mata yang sudah basah, Rendra menatap wajah mamanya dalam foto tersebut. Perlahan air matanya menetes tepat di permukaan foto wajah sang mama.

Jorong,  1 Februari 2020



Syahrian Tanjung adalah sastrawan tinggal di Kalimantan Selatan.

Saturday, February 15, 2020

Meskipun Ziyawudun Pernah Lolos dari Kamp Penganiayaan Brutal China, tapi Ia Bisa Dikirim Kembali ke Sana


Tursunay Ziyawudun telah dua kali ditahan di Kamp Xinjiang, mengalami interogasi, dan penghinaan ritual selama berbulan-bulan di tangan pejabat kamp sebelum dia dibebaskan. Kini, ia takut dirinya akan dikirim kembali ke "neraka" itu.

Suaminya adalah warga negara Kazakhstan, dan  awalnya ia diberikan visa untuk tinggal. Tapi tahun lalu, dirinya mendapatkan kabar buruk bahwa ia harus kembali ke China daratan (RRC) untuk mengajukan visa jenis Kazakh baru jika dia ingin tinggal di Kazakhstan.

Seperti terlansir BuzzFeed News, Pemerintah Kazakh mengatakan ini adalah masalah prosedural. Meski demikian, Ziyawudun tahu bahwa kembali ke China kemungkinan akan berarti ia akan dikirim kembali ke tahanan karena dirinya seorang Uighur.

Sudah menjadi rahasia umum, China telah menahan lebih dari satu juta warga Uighur, Kazakh, dan minoritas Muslim lainnya di ratusan kamp interniran di wilayah Xinjiang, China bagian barat.

Kampanye, yang menurut pemerintah China merupakan upaya untuk memerangi ekstremisme dan "mendidik kembali" penduduk Xinjiang tersebut, telah dikutuk oleh AS, Parlemen Uni Eropa, otoritas PBB, dan organisasi hak asasi manusia global.

Sementara Kazakhstan, yang berbatasan dengan Xinjiang, adalah tujuan bagi ribuan etnis Kazakh dan Uighur yang melarikan diri dari kampanye itu. Namun, warga Uighur seperti Ziyawudun memiliki hak terbatas untuk menetap di sana.

Ziyawudun adalah salah satu dari sejumlah kecil mantan tahanan yang telah berbicara secara terbuka tentang pengalaman mereka di kamp-kamp tersebut meskipun secara eksplisit disuruh diam oleh para pejabat China. Ia juga memberikan catatan identifikasi dan imigrasi, termasuk korespondensi dengan otoritas imigrasi Kazkakh, kepada BuzzFeed News sebagai sarana untuk menguatkan kisahnya.

Mengutip media tersebut, Ziyawudun menceritakan kisahnya di kamar tidur sebuah apartemen sempit di kota Almaty, yakni beberapa jam dari desa tempat ia tinggal sekarang.

Dengan mengenakan jins gelap dan jilbab biru lembut, suara Ziyawudun serak karena batuk kering yang sedang ia lawan. Ketika dirinya berbicara tentang kegentingan kehidupan barunya di Kazakhstan  dan kemungkinan dia mungkin dikirim kembali ke China untuk menghadapi interniran lagi - tubuhnya terangkat oleh isak tangis. "Aku takut," katanya. “Jika saya akan dikirim kembali ke China, saya sudah memutuskan. Aku akan membunuh diriku sendiri."

Ziyawudun lahir pada musim panas 1978 di sebuah dusun kecil di Yili, bagian dari Xinjiang di mana etnis Kazakh adalah kelompok minoritas yang dominan.

Setelah menikah, ia pindah ke Kazakhstan bersama suaminya, seorang etnis Kazakh dari wilayah yang sama dengannya, dan akhirnya tinggal di sana selama lima tahun. Di sana, ia bekerja di klinik medis.

Dirinya melintasi perbatasan kembali ke China pada November 2016 dengan suaminya dan segera ditahan, lalu diinterogasi selama setengah jam. Polisi mengatakan bahwa hal itu karena ia adalah Uighur.

Kemudian, ketika ia tiba di kampung halaman saudara laki-lakinya, polisi setempat memanggilnya ke stasiun lagi. Kali ini untuk memindai irisnya, suaranya direkam, air liurnya diseka, dan sidik jari diambil. Dalam perjalanan pulang, ia dihentikan di pos pemeriksaan pinggir jalan dan alarm berbunyi, kemungkinan menandakan ia ada dalam daftar hitam pemerintah.

“Saya takut dan malu. Orang-orang di sekeliling saya, memandang saya seolah-olah saya adalah seorang penjahat, ”katanya. "Kalau dipikir-pikir, itu pertanda aku akan dibawa ke kamp."

Polisi juga mengambil paspornya, dan juga milik suaminya. Itu merupakan tindakan umum yang diambil untuk mencegah minoritas Muslim di wilayah tersebut bepergian.

April 2017 polisi memanggilnya ke sebuah pertemuan.  Pejabat pemerintah memberi tahu semua orang yang hadir bahwa mereka perlu "mendapatkan pendidikan."

Dari sana, polisi mengantar mereka ke tempat yang mereka sebut "sekolah pelatihan kejuruan." Pada saat itu, Ziyawudun ketakutan.

Di malam hari, para instruktur mengajar para tahanan untuk melakukan tarian tradisional Tiongkok di halaman gedung, katanya. Kadang-kadang ada kuliah, yakni dari seorang imam yang bekerja untuk negara datang dan berbicara tentang betapa pentingnya untuk menghindari praktik "ekstrem" seperti mengenakan jilbab.

Ziyawudun dibebaskan beberapa minggu kemudian. Ia merasa lega, tetapi suaminya panik. Dirinya telah mendengar dari kerabat bahwa situasinya berubah menjadi lebih buruk.

Benar saja, pada 9 Maret 2018, polisi mendatanginya lagi dan menahannya di kamp kembali dengan alasan dirinya membutuhkan lebih banyak "pendidikan."

Tetapi kompleks tempat ia dibawa sekarang tampak sangat berbeda. Misalnya pintu masuk baru yang dibangun dengan gerbang logam besar, dijaga oleh polisi bersenjata, ada dinding bata menjulang tinggi di atasnya, dan lingkaran kawat berduri mengelilingi bagian atasnya.

Polisi mengatakan kepada para wanita untuk melepaskan kalung dan anting-anting mereka. Sebab, tidak ada logam yang diizinkan di dalam kompleks, bahkan ritsleting di pakaian mereka. Ziyawudun mengatakan itu adalah hari paling menakutkan dalam hidupnya.

Ia melihat setiap kamar memiliki pintu logam berat di bagian depan. Ada kamar mandi umum di aula, dan berada di kamar mandi dibatasi hanya tiga menit. Di malam hari, mereka harus menggunakan ember di dalam ruangan. Itu memalukan.

Sesekali, tahanan akan dibawa ke ruang interogasi tentang masa lalu mereka, seringkali berjam-jam. Dirinya mengatakan, “Mereka memberi tahu saya bahwa saya adalah orang yang tidak bisa diandalkan." Para interogatornya bertanya apakah ia pernah mengenakan jilbab dan berapa lama ia mengenakan roknya.

Selain dari interogasi, kehidupan sehari-hari di kamp berkisar dari yang membosankan sampai yang menakutkan dan aneh. Beberapa hari, para tahanan dipaksa duduk di kursi plastik di samping tempat tidur mereka, dengan punggung lurus dan tangan di lutut, menonton program televisi pemerintah yang tak ada habisnya memuji Presiden Tiongkok Xi Jinping.

Kesehatan Ziyawudun mulai memburuk. Dirinya menjadi anemia. Tetapi bangunan rumah sakit di kompleks itu bahkan lebih mengerikan. Di sana, ia melihat orang-orang datang dengan memar karena dipukuli dan bekas luka yang ia pikir berasal dari tongkat listrik.

Sedang kamar asrama Ziyawudun memiliki tiga kamera, yang digunakan penjaga untuk memantau para wanita setiap saat.

Suatu hari di bulan Juni atau Juli 2018--Ziyawudun tidak ingat kapan tepatnya--salah seorang penjaga memberi tahu para wanita bahwa rambut mereka harus dipotong pendek.

Saat itu Ziyawudun mengharapkan penata rambut yang datang. Tapi malah sebaliknya, yang datang  hanya seorang wanita dengan gunting di tangannya. Wanita tersebut memotong rambut panjang masing-masing tahanan hingga sepanjang dagu. Padahal bagi banyak wanita dari budaya Asia Tengah, mengenakan rambut panjang bukan hanya gaya tetapi simbol kecantikan dan kebanggaan wanita. Pengalaman ini, bagi Ziyawudun, sangat menghancurkan.

Kadang-kadang di malam hari, katanya, wanita yang lebih muda akan menghilang dan kembali tanpa penjelasan. Dalam kegelapan ruangan, ia akan mendengar mereka diam-diam menangis.

"Saya tidak dipukuli atau dilecehkan," katanya. “Bagian tersulit adalah mental. Itu adalah sesuatu yang tidak bisa saya jelaskan. Anda menderita secara mental. Ditahan di suatu tempat dan dipaksa untuk tinggal di sana tanpa alasan. Anda tidak memiliki kebebasan. Kamu menderita.”

Pada Desember 2018, salah satu penjaga masuk ke kamar asrama dan bertanya apakah ada yang punya saudara di Kazakhstan. Ziyawudun mengangkat tangannya. Beberapa hari kemudian, pada 26 Desember 2018, dia dibebaskan dari kamp.

Dan, susuai perkataan pengacaranya. status pencari suaka Ziyawudun di Kazakhstan kemungkinan akan berlangsung hingga pertengahan Mei mendatang.

Ziyawudun takut ia, seperti orang Uighur lainnya, akan ditahan lagi di perbatasan jika dirinya kembali ke China. Gagasan untuk kembali membuatnya gelisah, dan ketika ia berbicara tentang hal itu, suaranya pecah. Dirinya berdiri dan mulai mondar-mandir di ruangan kecil itu.

Pengacaranya, Aina Shormanbayeva, mengatakan,
"Kami siap mengajukan banding ke pengadilan. Terus terang, ini adalah masalah pelanggaran berat hak asasi manusia di Xinjiang. Kazakhstan harus mengakui pelanggaran ini dan memberikan status pengungsi"

Sementara Ziyawudun berkata bahwa dia merasa tidak berdaya.


Punya Rencana ke Mesir Tahun 2020? Berikut Tempat Baru untuk Anda Kunjungi

Opet Temple - Daily News Egypt

Agaknya nyaris semua orang pernah mendengar nama Mesir. Sebuah negara yang terkenal dengan piramida-piramidanya. Tersohor pula dengan universitas ternama ya, Al-Azhar.

Nah, baru-baru ini, pariwisata dan purbakala di sana membuka beberapa tujuan wisata yang baru saja dipulihkan, termasuk piramida, masjid, dan kuil, dengan rencana untuk membuka lebih banyak situs arkeologi di kuartal pertama dan kedua tahun ini.

Seperti terlansir Daily News Egypt, Mesir membuka sembilan tempat baru pada 2019, membuka rahasia kuno, dan memberi pengunjung cerita yang menarik untuk diceritakan. Lebih daripada sembilan tempat ditetapkan untuk mulai beroperasi setelah pemulihan pada tahun 2020.

Nah, mengutip Daily News Egypt, Anda akan dibawa dalam perjalanan singkat melalui tulisan di bawah ini untuk melihat ke tempat-tempat wisata tersebut.

1. Opet Temple (dibuka 19 April)

Kuil kuno ini terkait dengan mitos Mesir. Dikatakan bahwa Dewa Amun mati sebagai Osiris, hanya untuk dilahirkan kembali melalui ibu-Dewi Opet. Secara paralel, Khonsu, anak Amun-Ra dipandang sebagai Dewa Matahari yang baru dilahirkan kembali.

Kedekatan Kuil Opet dan koneksi ke Kuil Khonsu mendukung teori bahwa mereka terhubung satu sama lain.

Awalnya kuil ini dibangun oleh Firaun Nectanebo I (380--362 SM). Dia adalah pendiri pribumi terakhir dan Dinasti ke-30 Mesir.

Kuil ini terletak di barat daya Precinct of Amun-Ra di Karnak, Luxor. Meskipun Opet telah dimodifikasi oleh Ptolemy III dan Ptolemy VIII, dekorasi eksterior dilakukan di bawah Kaisar Romawi.

2. Masjid Fatima Shaqra (dibuka 2 Mei)

Masjid Al-Mar'a (Masjid Wanita) atau Masjid Fatima Shaqra diyakini dibangun oleh putri seorang pangeran Mamluk di Distrik Al-Darb Al-Ahmar, Kairo.

Satu-satunya bagian masjid yang terinspirasi Mamluk yang tersisa adalah portal dan mihrab, sementara bagian masjid lainnya dimodifikasi oleh penguasa Ottoman, termasuk menara.

Dalam cerita lain, Fatima adalah budak Rusia di era Ottoman. Setelah dia mendapatkan kebebasannya, dia membangun masjid. Masjid ini memiliki dua kuburan, salah satunya milik Fatima.

3. Masjid Khund Aslabay (dibuka 28 Juni)

Masjid Sultan Al-Ashraf Qaytbay atau Khund Aslabay dibangun pada era Mamluk pada tahun 1476 oleh Khund Asalbay, istri dari Mamluk Sultan Qaytbay. Masjid ini terletak di Kota Fayoum.

Masjid ini memiliki monumen yang khas seperti bangku reciter dan pintu minbar. Masjid dibuka setelah restorasi yang dimulai pada 2013.

4. El Lahun Pyramid (dibuka 28 Juni)

Piramida Senurest II atau Piramida Lahun terletak 22 Km dari Gubernur Fayoum. Itu terbuat dari batu bata lumpur, dan dibangun untuk Firaun Senusret II pada Dinasti ke-12. Berada di bukit setinggi 12 meter di pinggiran Kota Lahoun. Piramida ditemukan pada tahun 1889, tetapi tidak terbuka untuk pengunjung sampai tahun lalu.

Tidak seperti piramida Mesir lainnya yang memiliki pintu masuk di sisi utara, pintu masuk Piramida Lahun adalah poros vertikal di bawah makam puteri yang terletak sekitar selusin meter di sebelah timur bangunan selatan. Pengaturan ini dimaksudkan untuk mencegah perampok makam.

5. Bent Pyramid (dibuka 13 Juli)

Bent Piramida, juga dikenal sebagai Piramida Melengkung Raja Sneferu, dibangun di era Kerajaan Lama oleh Firaun Sneferu 2600 SM.

Menyajikan gaya transisi antara piramida sisi-sisi dan sisi-halus, itu adalah piramida kedua yang dibangun oleh Sneferu. Piramida ini terletak di Nekropolis Kerajaan Dahshur, Kairo selatan.

6. Piramida Ideologis Ela (ka) (dibuka 13 Juli)

Piramida itu diyakini telah digunakan untuk menempatkan guci Canopic yang digunakan untuk menyimpan dan melestarikan visera Firaun selama proses mumifikasi untuk akhirat.

Orang Mesir Kuno percaya bahwa jiwa seseorang memiliki banyak bagian, dan bahwa semua orang dan bagian jiwa mereka diukir dari tanah oleh dewa berkepala domba bernama Khnum. Salah satu bagian ini disebut ka. Ka konon tinggal di dalam tubuh sampai mati. Karena itu, tubuh perlu dilestarikan, sehingga ka bisa bertahan dan mereka bisa hidup kembali.

7. Museum Naguib Mahfouz (buka 14 Juli)

Museum ini terletak di Kompleks Muhammad Bek Abul-Dahab yang dibangun pada 1774 di bawah Pemerintahan Ottoman.

Terdiri atas dua lantai, lantai dua museum mencakup serangkaian sertifikat yang diperoleh oleh penulis akhir dan pemenang Nobel Naguib Mahfouz. Ini juga mencakup semua karyanya dalam cetakan lama dan baru, bersama dengan barang-barang pribadinya.

8. Museum Tanta (dibuka 31 Agustus)

Setelah 19 tahun penutupan, museum berlantai empat akhirnya dibuka kembali. Lantai pertama menjadi tuan rumah koleksi besar artefak Firaun dan lantai kedua menampilkan beberapa barang antik yang berasal dari zaman Romawi Yunani. Lantai ketiga diperuntukkan bagi barang antik Koptik dan Islam, dan lantai keempat memiliki perpustakaan besar dan aula konferensi.

9. Istana Pangeran Youssef Kamal di Nagaa Hammadi (dibuka 29 September)

Pangeran Youssef Kamal, salah satu Keluarga Kerajaan Mohammed Ali, membantu mendirikan Universitas Kairo dan merupakan pendiri Fakultas Seni Rupa di Mesir. Kamal juga membangun tiga istana di Kairo, Alexandria, dan Nagaa Hammadi.

Istana Nagaa Hammadi didirikan pada tahun 1908, di bawah pengawasan arsitek Antonio Lashiak, salah satu arsitek paling terkenal yang datang ke Mesir pada abad ke-19.

Istana ini menghadap ke Sungai Nil dan memiliki tangga marmer ganda yang mengarah ke teras depan. Fasad utara-barat diselingi oleh serangkaian balkon marmer.

Bangunan itu terdiri dari dua lantai dan satu basement. Salah satu hal unik di istana adalah lift kayu yang dibuat oleh pangeran untuk ibunya yang menderita penyakit jantung.

10. Sinagog Eliyahu Hanavi (dibuka 10 Januari 2020)

Sinagog abad ke-14 yang baru direnovasi dibuka pada 10 Januari. Juga dikenal sebagai Sinagoga Nabi Daniel di Alexandria, tempat itu adalah yang terbesar dari dua sinagog yang tersisa di kota, dengan kapasitas sekitar 700 jamaah.

Dengan jendela-jendela kaca berwarna hijau dan ungu dan pilar-pilar marmer yang menjulang, sinagoge dibangun kembali dalam bentuknya yang sekarang pada tahun 1850 di bawah pemerintahan Muhammad Ali. Bangunan aslinya rusak parah oleh invasi Perancis ke Mesir pada 1798.

11. Museum Hurghada (tanggal pembukaan harus dikonfirmasi)

Bergaya modern, museum ini benar-benar sebuah bangunan kelas dunia. Ini menghadirkan sisi estetika dan kemewahan peradaban Mesir sepanjang zaman. Museum akan menampilkan manifestasi kegiatan olahraga, seperti memancing dan berburu, serta acara musik dan tari.

12. Istana Baron Empain (dibuka pada bulan Februari)

Rumah bersejarah yang diilhami oleh India ini dibangun oleh insinyur jutawan Belgia, Edouard Louis Joseph di Heliopolis, Kairo.

Terinspirasi oleh Angkor Wat, kompleks Kuil Hindu Orissa di Kamboja, Istana Baron Empain dirancang oleh arsitek Prancis Alexandre Marcel pada tahun 1928 dan didekorasi oleh Georges-Louis Claude.

Istana selama bertahun-tahun dikenal sebagai rumah berhantu, dengan beberapa cerita hantu yang mengerikan beredar tentang hal itu.

Menara istana digunakan untuk bergerak ke arah matahari, tetapi orang-orang mengatakan itu berhenti bergerak pada hari yang sama ketika Baron meninggal.

Diharapkan akan dibuka kembali untuk pengunjung setelah pemulihan bulan ini (menurut sumber di Kementerian Purbakala dan Pariwisata).

13. Museum Royal Chariots (tanggal pembukaan akan dikonfirmasi)

Awalnya itu adalah kandang kuda pacuan di Al-Jazira Club. Museum akan menampilkan gerobak yang digunakan pada zaman Kerajaan Mesir dari 1863 di bawah Khedive Ismail ke 1952 di bawah Raja Farouk.

Setelah Revolusi 1952, tempat itu ditutup, tetapi akan dibuka kembali tahun ini sebagai museum yang menampilkan gerobak kerajaan yang digunakan di Mesir, di samping model lama kereta yang digunakan di zaman Firaun.

Friday, February 14, 2020

Menyusul Kritik Keras Menkes Terawan, Profesor Harvard: Negara Indonesia Mungkin Telah Melewatkan Kasus


Klaim Indonesia bebas COVID-19 membuat dunia bertanya-tanya. Termasuk para akademisi di universitas terkemuka, Harvard.

Salah satunya mereka mempertanyakan peralatan yang dimiliki Indonesia untuk mendeteksi virus dari Wuhan tersebut. Itulah sebabnya, Menteri Kesehatan Indonesia, Terawan Agus Putranto, menyebut laporan Harvard itu "menghina" dan mengatakan Indonesia memiliki peralatan pengujian yang tepat.

Di sisi lain, Profesor Harvard, Marc Lipsitch, seperti terlansir The Guardian mengatakan negara terpadat keempat di dunia (Indonesia) mungkin telah melewatkan kasus COVID-19. Dengan kata lain, ada kemungkinan kasus virus ini yang tidak dilaporkan di Indonesia.

Dari sumber yang sama, Lipsitch, yang bekerja di Pusat Dinamika Penyakit Menular di Harvard TH Chan School of Public Health ini, menambahkan,  “Saya tentu saja tidak bermaksud menghina negara atau orang mana pun. Peran kesehatan masyarakat adalah untuk menemukan masalah potensial dan menunjukkannya."

Lanjutnya, “Jika kasus telah diperkenalkan ke Indonesia, maka ada kemungkinan besar lebih banyak kasus beredar melalui transmisi dari kasus tersebut. Jika demikian, mereka mungkin tidak terdeteksi selama beberapa minggu karena individu mungkin tidak mencari perawatan atau mungkin tidak dicurigai dan diuji untuk coronavirus, terutama jika tidak ada hubungan langsung ke China.”

Selain itu, The Guardian juga melaporkan bahwa seorang mantan diplomat senior di Indonesia, yang tidak ingin disebutkan namanya, mengatakan dia tidak percaya pernyataan resmi bahwa tidak ada kasus yang ditemukan (di Indonesia). "Ada kecenderungan untuk menyembunyikan atau menutupi masalah serius di tingkat atas pemerintahan," katanya. "Aku agak khawatir."

Terlepas dari klaim-klaim di atas, kita semua tentu berharap Indonesia selalu bebas dari COVID-19.

Novelis Asli Erdogan Akhirnya Dibebaskan Pengadilan Turki Terkait Militan Kurdi

Asli Erdogan - Wikipedia

Agaknya ini sebuah kabar menggembirakan dalam hal kebebasan bersuara di media. Seperti terlansir Reuters, Pengadilan Istanbul membebaskan novelis bernama Asli Erdogan pada hari Jumat (14/2) atas tuduhan keanggotaan kelompok teroris, dalam salah satu dari serangkaian kasus yang memicu kekhawatiran di antara negara-negara Uni Eropa dan kelompok-kelompok hak asasi manusia tentang kemunduran kebebasan media di Turki.

Novelis kelahiran 1967 itu, yang sekarang tinggal di pengasingan di Eropa, merupakan salah seorang dari sekitar dua lusin staf dari surat kabar pro-Kurdi Ozgur Gundem yang ditahan pada tahun 2016 sebagai bagian dari penyelidikan dugaan hubungan mereka dengan militan Kurdi.

Sebenarnya Erdogan telah menghadapi hukuman hingga sembilan tahun dan empat bulan penjara jika dirinya terbukti bersalah, meskipun ia telah tinggal sebagian besar di luar negeri sejak larangan bepergian dicabut terhadapnya pada tahun 2017 lalu.

Baca Juga: Sepenggal Kisah Bisnis Permen dan Camilan di Gaza

Pada saat penangkapan sang novelis yang juga aktivis hak asasi manusia tersebut, pengadilan menutup surat kabar itu. Alasannya karena menyebarkan propaganda Partai Pekerja Kurdistan (PPK) yang militan, yang dianggap sebagai organisasi teroris oleh Turki, Amerika Serikat, dan Uni Eropa.

Surat kabar Ozgur Gundem memusatkan perhatian pada konflik PPK di Turki, terutama di tenggara Kurdi dan telah menghadapi banyak penyelidikan, denda, dan penangkapan koresponden pada tahun-tahun sebelum ditutup.

Dalam catatan sejarah, PPK mengangkat senjata melawan negara Turki pada tahun 1984 dan lebih dari 40.000 orang tewas dalam konflik tersebut.

Asli Erdogan sendiri adalah penulis Turki. Kisah pertamanya, The Final Farewell Note, memenangkan hadiah ketiga dalam Kompetisi Menulis Yunus Nadi 1990. Novel pertamanya, Kabuk Adam (Crust Man), diterbitkan pada 1994.  Cerpennya Wooden Birds menerima hadiah pertama dari radio Deutsche Welle dalam kompetisi 1997 dan novel keduanya, Kirm─▒zi Pelerinli Kent (Kota di Crimson Cloak), menerima banyak penghargaan di luar negeri dan telah diterbitkan dalam terjemahan bahasa Inggris.

Ia banyak bepergian dan memiliki minat dalam antropologi dan budaya penduduk asli Amerika. Setelah kembali ke Turki, ia terus menulis untuk harian pro-Kurdi Ozgur Gundem.

Thursday, February 13, 2020

Sepenggal Kisah Bisnis Permen dan Camilan di Gaza


Warga Gaza menyukai permen yang diproduksi secara lokal. Demikian yang dituliskan Arab News dalam laporan mereka (14/2/2020).

Media itu secara apik menggambarkan situasi sekitar sebuah pabrik camilan. Dikatakan, dari jalan tanah yang bergelombang di kota Gaza, sekelompok anak berdiri di luar pintu pabrik setengah terbuka, putus asa untuk mendapatkan apa yang sedang dibuat di dalamnya.

"Kami ingin cokelat!" mereka meneriaki seorang pekerja ketika dia meninggalkan pabrik Al-Arees, yang meskipun menghadapi banyak rintangan, mulai dari biskuit berselimutkan cokelat hingga versi Gaza yang  terkenal di dunia, "Natalia".

Cerita pun berlanjut. Sambil tertatih-tatih menghadapi anak-anak tersebut, lelaki itu muncul di balik pintu dan kembali dengan cokelat gratis yang cukup untuk membusukkan gigi mereka yang sedang tumbuh.

Disebutkan bahwa produk-produk Al-Arees adalah produksi lokal orang Gaza, tetapi komponennya tidak, karena beberapa bahan baku dasar diproduksi di jalur pesisir Mediterania yang miskin.

Selain itu, pabrik pun bergantung pada cokelat dari jauh seperti Argentina, gula dari negara-negara Afrika, dan telur kering dari Belanda, dengan barang-barang penting lainnya diimpor dari Turki dan Israel.

Dan, tahukah Anda, Israel mengendalikan semua barang yang memasuki Gaza, memaksakan blokade yang diperketat setelah kantong kecil itu direbut oleh kelompok Islam Hamas pada 2007 silam.

Wael Ai, kepala Al-Arees, menceritakan kepada AFP yang dikutip Arab News, "Dari Ashdod kami membayar pekerja dan truk yang membawa barang-barang ini ke persimpangan perbatasan Kerem Shalom (antara Gaza dan Israel)."

"Kemudian Anda mengeluarkan mereka dari truk untuk diperiksa, lalu ke truk lain dari Gaza dan setelah sekitar 500 meter Anda memiliki pos pemeriksaan lain untuk Hamas," tambahnya.

Kemudian ia melanjutkan, "Saya membayar bea cukai dua kali."

Ya, itu artinya sekali di Ashdod di mana Israel mengumpulkan biaya atas nama pemerintah resmi Palestina yang berbasis di Tepi Barat dan kemudian di Gaza ke Hamas.

Nah, lantaran kekurangan listrik di Gaza, Ai telah memasang tiga generator bahan bakar.

Satu kalimat yang keluar dari mulutnya yang cukup menyentuh soal pasokan listrik di atas, "Jika Anda ingin sesuatu dilakukan di Gaza, Anda harus melakukannya sendiri."

Selain Al-Arees, pabrik-pabrik lokal lainnya juga membuat Crimpos, marshmallow besar yang dilapisi lapisan cokelat tebal.

Ada kabar yang sedikit menghibur mereka bahwa meskipun ketegangan terus berlangsung, Israel dan Hamas telah mencapai serangkaian perjanjian selama tahun lalu yang sedikit meredakan ketegangan.

Dan, dari kesepakatan yang rapuh itu mengarah pada suatu peristiwa di bulan Desember lalu, yakni untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun Gaza mengekspor barang-barang manis.