Monday, June 1, 2026

Pemerintah Ini Adalah Kebohongan

Ilustrasi: Pixabay 

"Presiden dan wakil presiden suatu negara dipilih oleh pemerintah negara lain sebagai boneka dan wakil boneka mereka."

"Kedengarannya menarik. Siapa penulis buku yang kamu baca itu?"

"Namanya Menjala Ikan Sungai."

"Wow keren sekali namanya."

"Kata-katanya?"

"Keren juga."

"Kalau keren, berarti kamu percaya ada negara dengan presiden dan wakil presiden seperti itu?"

"Pastinya."

"Tapi, ini buku fiksi lho! Emang ada contoh nyatanya?"

"Ada."

"Negara mana?"

"Negara itu ada di Asia Utara sekitar 2.000 tahun lalu. Namanya Batukensia."

"Kalau pemerintah yang memilih mereka dari negara mana?"

"Owh, kalau itu negara di bagian selatan bumi ini. Namanya Tulangan Iwak."

"Kok bisa?"

"Bisa lah. Negara-negara kecil tanpa kekuatan militer dan ekonomi yang besar, mudah diperlakukan demikian oleh negara adidaya."

"Pemilihan keduanya bagaimana?"

"Sudah ditentukan siapa yang bakal menjadi presiden dan wakilnya. Pemilu hanyalah sandiwara."

"Mengenai penghitungan di lapangan?"

"Angka-angka dengan mudah direkayasa mereka. Dan setelah semuanya usai, pemerintahannya pun penuh kebohongan."

"Rakyat terus-menerus dibohongi?"

"Ya. Bilangnya putih, tapi di lapangan hitam. Kalau dikriitik, jawabannya juga berisi kebohongagan."

"Misalnya?"

"Perjalanan dinas presiden ke luar negeri disebut memakai uang pribadi presiden, padahal dari anggaran negara."

"Wah parah banget!"

"Ya begitulah."

"Lalu bagaimana akhir cerita dari negara itu?"

"Bubar."

"Penyebab utamanya?"

"Selain soal kebohongan, itu juga dikarenakan oleh pemerintah yang berupa kebohongan tersebut terlalu besar menaikkan pajak. Rakyat, baik dari kalangan bawah, maupun para pengusaha kelas atas berontak, lalu mendirikan beberapa negara baru di sana."

"Wadduh!"

***