Saturday, July 25, 2026

Bukan Laporan, tapi Presiden Mendapatkan Perintah dari Bos Besar

Ilustrasi: Pixabay 

Banyak pihak mengira Presiden Kayabayi yang memimpin Republik Ragatusuk itu menerima laporan palsu. Ya, dugaan yang dialamatkan kepada para menterinya tersebut terlihat benar adanya. Akan tetapi, sebenarnya mereka tidak pernah memberikan laporan seperti itu.

Sejatinya segala sesuatu yang akan ditampilkan sang presiden harus sesuai arahan bos besar. Benar, segalanya, termasuk perkataan dalam setiap pidatonya. Sebutlah contohnya tentang dunia pertanian. Atas perintah atasannya tersebut, dia pun berkata bahwa para petani sering berangkat keluar negeri. Atau, dituturkannya pula, pengusaha penggilingan padi meraup untung sampai dua trilyun. Padahal kalimat-kalimat tersebut tidaklah benar.

Lantas mengapa bos besar memerintahkan sang presiden berkata-kata yang berlawanan dengan fakta di lapangan? 

Tentu saja untuk melawan kritik dari para pengamat andal. Bos besar tidak mau rakyat Ragatusuk terpengaruh dengan kebenaran yang disampaikan para pengamat itu. Sudah bisa ditebak bagaimana kalau seandainya rakyat percaya. Rakyat di sana akan bereaksi keras. Lalu mereka mengadakan demonstrasi besar-besaran yang berujung lengsernya kekuasaan bos.besar melalui presiden bonekanya.


0 comments: