![]() |
| Ilustrasi: Pixabay |
Idealnya presiden, raja, atau sultan wajib memenuhi segala perintah rakyat yang menggaji dirinya setiap bulan. Mulai dari keamanan hingga kebutuhan bahan rumah tangga.
Ya, ketika rakyat butuh ini, buruh itu, presiden dengan sigap memenuhi semuanya. Bisa dikatakan menjadi presiden harus siap melayani rakyat 24 jam penuh.
Tentu saja dalam melaksanakan pekerjaannya, presiden membutuhkan para menteri dan para pekerja bawahan di setiap kementerian yang ada. Mereka yang membantunya juga digaji rakyat.
Jika seorang presiden melakukan kesalahan, ia pun akan mendapatkan hukuman yang setimpal. Bahkan, bisa saja berupa pemecatan. Dan, presiden baru akan dilantik setelah dipilih rakyat.
Meski pada hakikatnya seperti itu, namun pada kenyataannya malah sebaliknya. Pada umumnya presiden di banyak negara menempatkan dirinya sebagai penguasa kejam. Rakyat diperas dengan pajak. Kalau ada rakyat yang menentangnya, sudah dipastikan akan dihukum berat.
Itulah sebabnya, berlaku hukum kausalitas. Tindakan presiden, raja, atau sultan yang kejam menjadi sebab adanya pemberontakan oleh rakyat. Ada yang berhasil menumbangkan sang presiden. Lalu membangun sistem pemerintahan yang dicita-citakan. Sebutlah Dinasti Yuan yang ditumbangkan rakyat di bawah kepemimpinan Zhu Yuanzhang hingga berdirinya Dinasti. Ming. Atau yang terbaru di Suriah. Presiden Bashar al-Assad berhasil digulingkan pada 8 Desember 2024 dan digantikan dengan pemerintahan yang baru.








