Sunday, August 18, 2019

Dari Nyaris Bentrok di Surabaya hingga Kericuhan Kota Manokwari


Peristiwa bermula dari kejadian nyaris bentrok antara mahasiswa Papua dengan beberapa organisasi masyarakat di Surabaya, Sabtu (17/8/2019). Kemudian personel Polrestabes Surabaya berhasil mengamankan berbagai atribut bercorak separatisme, puluhan senjata tajam (sajam), dan bom molotov di Asrama Mahasiswa Papua yang berada di Jalan Kalasan, Surabaya.

Lalu, penangkapan dan penginterogasian sejumlah mahasiwa Papua dari asrama itu juga dilakukan aparat di Ibukota Jawa Timur tersebut.

Ternyata, meskipun para mahasiswa sudah dikembalikan ke asrama mereka, kejadian ini tidak berhenti sampai di situ. Peristiwa di Surabaya itu berbuntut panjang, yakni hari ini, Senin (19/8/2019) terjadi kericuhan di Kota Manokwari.

Dikutip dari RMOL, Senin (19/8/2019), sekelompok mahasiswa memblokade jalan. Mereka melakukan aksi bakar ban di tengah jalan dan merusak pertokoan. Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjend Dedi Prasetyo membenarkan kabar kericuhan yang terjadi di Manokwari tersebut.

Bahkan, Kantor DPRD Provinsi Papua Barat dibakar massa yang menggelar aksi di Manokwari. Begitu pula sejumlah fasilitas juga ikut dibakar dalam gelombang aksi yang digelar merespons situasi di Surabaya itu.

Soal Ceramahnya yang Viral tentang Salib, Apa Tanggapan Ustadz Abdul Somad?


Viralnya video Ustadz Abdul Somad (UAS) saat menjawab pertanyaan jemaah pengajian tentang salib telah menjadi sorotan publik.

UAS pun angkat bicara menanggapi hal tersebut. Seperti terlansir Arrahmah, video penjelasan UAS ini kemudian diunggah oleh akun YouTube FSRMM TV pada Ahad (18/8) dengan judul "Klarifikasi Tentang Anggapan Ustadz Abdul Somad Menghina Kristen/Menghina Salib."

UAS menjelaskan, “Pertama, itu saya menjawab pertanyaan, bukan saya membuat-buat untuk merusak. Ini perlu dipahami."

Kemudian ia menambahkan, “Itu pengajian di dalam masjid tertutup, bukan di stadion, bukan di lapangan sepak bola. Bukan di TV, tapi untuk intern umat Islam menjelaskan pertanyaan umat Islam mengenai patung dan tentang kedudukan Nabi Isa. Untuk orang Islam dalam sunah Nabi Muhammad (saw)."

Dirinya pun mengaku heran, “Kenapa diviralkan sekarang, kenapa dituntut sekarang? Saya serahkan kepada Allah SWT. Sebagai warga yang baik saya tidak akan lari, saya tidak akan mengadu. Saya tidak akan takut, karena saya tidak merasa bersalah, saya tidak pula merusak persatuan dan kesatuan bangsa."

Sebagaimana diketahui ceramah yang mengandung polemik itu, jelas UAS, di lakukan di masjid An-Nur sekitar tiga tahun lalu.


Sekilas tentang Jaringan Bambu, Kekuatan Ekonomi China Rantau


BAMBU. Tanaman ini agaknya sangat erat dengan bangsa-bangsa di atau dari daratan China. Istilah yang mengacu pada daratan tersebut dengan menggunakan kata bambu pun dikenal luas. Sebut saja "tirai bambu" dan "jaringan atau jejaring bambu".

Khusus hal terakhir di atas berkaitan langsung dengan Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Nah lalu, apa sebenarnya jaringan bambu itu?

Secara mudah, istilah ini dapat dipahami untuk menyebut konsep hubungan antara bisnis yang dioperasikan oleh komunitas China Rantau di Asia Tenggara.

Bisa dikatakan jaringan bisnis China Rantau tersebut sebagai satu-satunya kelompok bisnis swasta paling dominan di luar Asia Timur.  Tentu saja jaringan bambu ini menghubungkan komunitas bisnis China Rantau Asia Tenggara (Myanmar, Malaysia, Indonesia, Thailand, Vietnam, Filipina, dan Singapura) dengan ekonomi China Besar (Republik Rakyat China, Hong Kong, Makau, dan Taiwan), sebagai wadah sejumlah besar Komunitas mereka (baca: China) hidup.

Saat ini, etnis China memang memainkan peran utama dalam sektor bisnis Asia Tenggara. Hal itu karena mereka mendominasi ekonomi Asia Tenggara. Bahkan, mereka membentuk elit ekonomi di semua negara Asia Tenggara utama. 

Selain itu, orang Cina Rantau menggunakan pengaruh ekonomi yang luar biasa atas rekan-rekan mayoritas mereka di Asia Tenggara dan memainkan peran utama dalam vitalitas ekonomi kawasan. 

Memang dalam kenyataannya, sejak pergantian abad ke-21, Asia Tenggara pascakolonial kini telah menjadi pilar penting perekonomian China Rantau karena jaringan bambu mewakili simbol penting yang memanifestasikan dirinya sebagai pos ekonomi internasional yang diperluas dari China Daratan.

Sumber: Wikipedia

Friday, August 16, 2019

Mengenal Lompatan Jauh ke Depan, Program Partai Komunis China


Secara sederhana Lompatan Jauh ke Depan atau Great Leap Forward merupakan sebuah program yang disusun oleh Partai Komunis China di Republik Rakyat China (RRC). Program ini telah berlangsung antara tahun 1958 hingga 1960. Tujuan utamanya adalah untuk membangkitkan ekonomi RRC. Cara yang ditempuh mereka melalui industrialisasi secara besar-besaran dan memanfaatkan jumlah tenaga kerja murah.

Meski terkesan khas China, tapi sebenarnya Lompatan Jauh ke Depan ini hasil menjiplak dari sistem yang telah dilakukan Uni Soviet dengan memasukkan unsur tradisional China.

Sementara pelaksanaannya sendiri dilakukan melalui dua jalur. Pertama, pada peningkatan produksi baja sebagai bahan baku. Kedua, pendirian industri ringan dan konstruksi.

Jika diperhatikan, sejak awal program ambisius Mao Zedong ini memang kurang realistis. Mengapa demikian?

Dalam Lompatan Jauh ke Depan, tenaga kerja produktif di bidang agraris ditransfer seluruhnya ke bidang industri. Hal ini menyebabkan otomatis tidak ada petani yang menanam tanaman untuk stok bahan pangan.

Pemerintah RRC pun mengumumkan program ini menyebabkan kematian tidak wajar sekitar 21 juta orang lebih. Lembaga-lembaga non pemerintah lainnya juga mengeluarkan statistik yang tidak jauh sekitar 20 juta orang lebih meninggal karena kelaparan.

Bisa dikatakan, program hasil jiplakan dari Uni Soviet ini akhirnya menuai bencana besar di RRC pada abad ke-20.

Sumber: Wikipedia

Thursday, August 15, 2019

Tiga Tujuan Layanan Khusus Pemulangan bagi Jemaah Haji oleh Arab Saudi


Musim haji tahun 1440H/2019M ini Pemerintah Kerajaan Arab Saudi   menerapkan Eyab atau layanan khusus pemulangan bagi jamaah haji. Layanan itu berlaku untuk 3 negara saja, yakni India, Indonesia, dan Malaysia.

Adapun tujuan dari pelaksanaan Eyab tersebut menurut Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Bandara Jeddah-Madinah, Arsyad Hidayat, seperti terlansir Hidayatullah, Jumat (16/8/2019), ada tiga.

Pertama, untuk mengurangi waktu tunggu jamaah haji di bandara. Baik Bandara King Abdulaziz, Jeddah dan Bandara Prince Mohammed bin Abdulaziz, Madinah.

Kedua, kata Arsyad, untuk mengantarkan barang bawaan jamaah haji lebih dulu ke bandara hingga ke Indonesia. Barang bagasi atau koper jamaah dikirim terlebih dahulu yaitu 48 jam sebelum pesawat take off.

Dan tujuan ketiga, Pemerintah Saudi ingin lebih memperkenalkan kebudayaannya kepada jamaah haji, sekaligus menjadi ajang promosi pariwisata.

Zakir Naik: Tuduhan terhadap Dirinya yang Diwartakan Media Bersifat Jahat


Dr Zakir Naik yang merupakan ulama terkenal dari India menyangkal tuduhan  bahwa dirinya menciptakan suasana tidak harmonis di Malaysia.

Ia menjelaskan pengkritiknya salah dalam menafsirkan ucapannya demi tujuan politik.

Seperti terlansir Sinar Harian, Rabu (14/8/2019) Zakir menjelaskan, ketika ucapannya di Stadium Sultan Muhammad IV di Kota Bharu, 9 Agustus lalu, dirinya memuji langkah Malaysia yang mengamalkan pendekatan Islam memberi layanan adil kepada masyarakat India dan menegakkan hak mereka.

Ia menambahkan, situasi Islami itu berbeda di India. Menurutnya, India gagal melakukan perkara yang sama terhadap muslim sebagai golongan minoritas di sana.

Itulah sebabnya, ulama yang satu ini menegaskan bahwa tuduhan terhadap dirinya yang diwartakan dalam media adalah bersifat jahat yang direkayasa dalam mempolitikkan dirinya dan juga untuk mewujudkan ketidakharmonisan agama dalam masyarakat di Malaysia.

Dirinya yakin, InsyaAllah percobaan jahat mereka (baca: penuduh dirinya) tersebut akan gagal.

Wednesday, August 14, 2019

Tragis, Setelah Publikasikan Surat Para Tahanan, Pemuda Uighur Ini Ditahan China


Nasib tragis tak henti-hentinya menimpa kaum muslim Uighur di Republik Rakyat China.

Seorang pemuda Uighur--Abdurahaman Memet (30)-- yang memviralkan surat-surat dari tahanan di kamp-kamp pengasingan rahasia China di Xinjiang  ditahan.

Informasi itu berdasarkan laporan para aktivis dan anggota keluarganya.

Awalnya, seperti terlansir Hidayatullah, Kamis (15/8/2019) pemuda yang merupakan seorang pemandu wisata di Turpan itu menerima surat dari orang tua dan saudara laki-lakinya tahun lalu. Surat-surat tersebut ditulis dari dalam pusat penahanan di wilayah barat. Ada sebanyak 1,5 juta muslim diyakini telah ditahan di dalam kamp re-edukasi dan kamp lainnya.

Kemudian, pada bulan Juli, surat-surat itu pun diterjemahkan dan diterbitkan dalam Database Korban Xinjiang, yakni sebuah situs penyimpanan dan pengawas publik.

Lalu dokumen-dokumen langka, di antara yang pertama dari dalam kamp ini menyebar dengan cepat secara daring. Dalam dua hari setelahnya, Memet memberi tahu keponakannya yang ada di luar RRC bernama Muhammad’ali bahwa dia telah menerima telepon dari polisi yang meminta untuk mengetahui dengan siapa dia membagikan surat-surat itu.

Dan, pada akhir bulan, Muhammad’ali mengetahui melalui kontak bahwa pamannya itu telah ditahan di Turpan.

Waw, Pemustaka Dilayani Perpustakaan Yogyakarta Tanpa Harus Turun dari Kendaraan


Buku adalah jendela dunia. Kalimat itu sangat populer di Indonesia. Gerakan literasi sudah seharusnya diarahkan pada kegiatan membaca ini. Artinya tidak melulu berkutat dalam gerakan ayo menulis.

Berkenaan dengan hal ini, Perpustakaan Kota Yogyakarta patut menjadi contoh bagi perpustakaan-perpustakaan lain. Khususnya  dalam hal pengembalian dan peminjaman buku. Perpustakaan di Kota Gudeg ini berinovasi dengan Sapa Ratu atau sarana peminjaman dan pengembalian tanpa harus turun dari kendaraan.

Dikutip dari Antara, Rabu (14/8/2019), Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Yogyakarta Wahyu Hendratmoko di Yogyakarta, mengatakan, “Konsep Sapa Ratu ini semacam ‘drive thru’ di restoran cepat saji sehingga layanannya pun diusahakan bisa dilakukan dalam waktu cepat."

Ia berpendapat bahwa layanan tersebut hadir untuk memudahkan pemustaka yang tidak memiliki banyak waktu tetapi sudah harus mengembalikan atau meminjam buku dan kesulitan dalam mencari tempat parkir.


Tuesday, August 13, 2019

Tahniah, Saudi Aramco Pilih Malaysia Ketimbang RI meskipun Jokowi Sudah Lobi Pangeran Arab


Malaysia tengah berjalan gagah dan sesekali mengaum bak harimau Malaya yang perkasa. Bangsa Melayu patut bangga atas capaian itu. Dan, agaknya perlu dicontoh oleh pemerintah dari negara lain semisal di Indonesia.

Nah, salah satu kesuksesan Malaysia itu sebut saja yang tersiar CNBC Indonesia, Selasa (13/8/2019), bahwa perusahaan minyak raksasa asal Arab Saudi--Saudi Aramco--akan fokus mengoptimalkan aset-aset bisnisnya di luar negeri, dan Malaysia salah satu negara yang akan terdampak.

Tentu saja, Indonesia sudah melakukan pendekatan ke Saudi Aramco. Hal itu sudah dilakukan sejak 2014 lalu. Bahkan, Presiden Joko Widodo  (Jokowi) secara langsung sudah melobi Pangeran Arab agar ada kepastian proyek menggiurkan ini dan berharap setidaknya mendapatkan barang setetes rezeki dari perusahaan minyak Arab tersebut.

Secara khusus, tujuan lobi Presiden RI adalah agar perusahaan raksasa ini berkenan berinvestasi di Kilang Cilacap bersama dengan PT Pertamina.

Namun, apa mau dikata? Hingga detik ini cerita investasi yang dilobi Jokowi tersebut menggantung tak jelas ujungnya.

Mak: Pemerintah (Hong Kong) Sangat Tidak Berguna dan Tidak Melakukan Apa-Apa untuk Merespons Para Pendemo


Hong Kong mencekam. Mungkin demikianlah pandangan sebagian orang di antero dunia. Sebut saja alasannya, yakni karena penerbangan di sana seperti mati suri.

Nah, dari realitas tersebut ada yang mengharukan. Apakah itu? Meski penerbangan di sana dibatalkan sebagai akibat demonstrasi, tetapi sejumlah penumpang pesawat yang terjebak di Bandara Internasional Hong Kong menyatakan dukungan untuk para pengunjuk rasa. Ini sungguh wujud  empati yang luar biasa.

Dikutip dari CNN Indonesia, Selasa (13/8/2019), seorang penumpang pesawat yang terkena dampak demo--Mag Mak--menuturkan pesawatnya dari Dubai menuju Hong Kong terpaksa ditunda selama lima jam akibat penutupan bandara kemarin. Meski begitu, Mag Mak mengatakan dia tetap mendukung demonstrasi yang telah berlangsung selama 10 pekan berturut-turut ini.

"Situasi ini mungkin mempengaruhi saya, tapi saya tahu betul apa yang sedang mereka lakukan dan saya mendukung mereka. Jadi ini tidak masalah," kata Mag Mak, yang merupakan seorang pegawai lembaga periklanan kepada AFP, Selasa (13/8) dan dikutip CNN Indonesia (13/8/2019).

Dirinya juga menambahkan, "Pemerintah (Hong Kong) sangat tidak berguna seperti sampah dan mereka tidak melakukan apa-apa untuk merespons para pedemo."

Hal serupa diutarakan Frank Filser, "Mereka berjuang untuk Hong Kong dan itu pandangan mereka. Saya bisa kembali ke Jerman kapan saja, tapi bagaimana dengan nasib orang-orang yang tumbuh di sini? Ini adalah rumah mereka."

Monday, August 12, 2019

Hadirilah dan Jadilah Saksi PASUKAN GILA, Teater Jalanan Terbesar Se-Kalimantan Selatan


Seluruh warga, siapa pun Anda,  terutama yang berada di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) jangan lupa saksikan teater jalanan terbesar se-Kalimantan Selatan berjudul "Pasukan Gila" bersama seribu pelajar Kabupaten HSU.

Pertunjukan yang merupakan karya Andi Sahludin dengan Sutradara Hendra Royadi Saina ini InsyaAllah berlangsung pada Minggu, 18 Agustus 2019, pukul 16.00 Wita.

Adapun panggung di seputar Kota Amuntai, Hulu Sungai Utara, yakni:
1. Tugu Pahlawan
2. Taman Junjung Buih
3. Halaman Pemda HSU
4. Tugu Maskot Itik

Sumber: Akun FB Andi Sahludin


Habib Rizieq Shihab Tekankan Totalitas Iman dan Takwa saat Ceramah di Padang Arafah


Habib Rizieq Syihab yang merupakan  Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) telah  memberikan ceramah saat pelaksanaan wukuf di Padang Arafah.

Dikutip dari Kiblat, Senin (12/8/2019) berdasarkan isi video yang diupload oleh Kanal Pecinta Habib Rizieq Syihab di Youtube, di awal, beliau menyampaikan tentang arti dari takwa.

“Takwa kepada adalah menjalankan segala perintah Allah. apa yang Allah perintahkan kita laksanakan. Allah memerintahkan menegakkan hukumnya, tegakkan. Juga menjauhi segala larangan. Apapun larangannya, kita tinggalkan. Itu semua harus dengan niat mengharap ridho Allah."

Kemudian, Habib Rizieq meminta jamaah haji mengambil hikmah dari kisan Nabi Ibrahim, Nabi Ismail dan Siti Hajar. Mengapa? Karena, mereka memiliki iman yang totalitas dan tanpa keraguan kepada Allah.

Dari sumber yang sama, beliau menegaskan, “Maka kalau itu sudah perntah Allah, kerjakan saja. Apa yang nabi perintahkan laksanakan. Minuman keras diharamkan, jangan protes. Jangan banyak alasan, minuman keras kan bisa menyerap tenaga kerja, innalilahi wa innailaihi roji'un. Sekali haram tetap haram."

Saturday, August 10, 2019

Sebagian Warga Makassar Berlebaran Kelabu


Nyaris 74 tahun Indonesia merdeka. Negeri ini pun dianugerahi sumber daya alam dan manusia yang berlimpah ruah.

Orang luar pasti menyangka kehidupan rakyatnya sangat makmur dan sejahtera. Tapi, kenyataannya tidaklah demikian.

Sebagai salah satu contohnya,
sebagian warga di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, menyambut Hari Raya Idul Adha 1440H, Ahad (11/08/2019) dengan suasana yang “kelabu”.

Bagaimana tidak kelabu? Di sana, selain listrik padam, warga pun kekurangan air bersih, dan ketiadaan gas elpiji.

Dikutip dari Hidayatullah, Minggu (11/8/2019), hal itu menimpa warga utara Kota Makassar khususnya di Kecamatan Ujung Tanah dan Tallo.

Warga setempat  menyebut malam Idul Adha kali ini dengan "lebaran kelabu".

Friday, August 9, 2019

Prihatin, China Perintahkan Cathay Pacific Berhentikan Karyawan Pendukung Pro-Demokrasi


Orang bijak mengatakan balaslah pukulan dengan kelembutan. Atau setidaknya imbang, semisal suara dibalas dengan suara.

Namun, hal bijak itu tampaknya tidak berlaku bagi Republik Rakyat China (RRC). Masih ingat pembantaian massal oleh RRC di Lapangan Tiananmen dulu?

Lalu kejadian itu seakan berulang kembali pada masa kini saat rakyat Hong Kong tidak sejalan dengan RRC.

Diketahui Hong Kong saat ini sedang bergolak. Sementara pemerintah setempat tidak melakukan apa pun untuk mendengarkan masyarakat di sana. Dengan kata lain pemerintah tidak memberikan solusi untuk menyelesaikan masalah politik yang mereka munculkan.

Bahkan, dikutip dari Hidayatullah, Sabtu (10/8/2019) RRC malah memerintahkan maskapai penerbangan Cathay Pacific yang berbasis di Hong Kong untuk memberhentikan siapa saja karyawannya yang mendukung unjuk rasa pro-demokrasi di teritori itu.

Selain itu, dari sumber yang sama dikabarkan bahwa Cathay juga menghadapi tekanan online setelah koran yang dikelola Pemerintah RRC memanas-manasi publik dengan hashtag #BoycottCathayPacific, yang menjadi tren di media sosial China.

Megawati-Prabowo Begitu Harmonis, Surya Paloh Terusik


Begitulah politik. Hari ini mesra, besok saling serang. Di mana ada keuntungan, di situlah tubuh diletakkan.

Hal itulah yang saat ini ditunjukkan Megawati dan Prabowo. Saat pilpres 2019 lalu mereka saling bersaing. Kini, mereka sangat harmonis. Bahkan ada yang mengatakan keduanya sangat mesra.

Nah, keharmonisan itu salah satunya terlihat nyata dari sikap Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, yang acapkali menyebut nama Prabowo Subianto dalam Kongres PDIP V.

Dan, rupanya ada yang terusik karena keharmonisan keduanya tersebut. Ialah    Surya Paloh. Ketum Nasdem ini dikabarkan tak nyaman.

Dikutip dari Idtoday, Sabtu (10/8/2019) pengamat politik Arya Fernandes kepada Kantor Berita RMOL mengatakan, "Tentu saja Surya Paloh enggak nyaman. Setelah Pileg selesai dan Capres ditetapkan, PDIP justru menarik-narik Gerindra untuk masuk ke dalam kekuasaan."

Sebagaimana diketahui bahwa partai pendukung Jokowi sebelumnya sudah siap dengan risiko politik yang diterima saat mengusung Jokowi kembali menjadi Capres. Namun kekecewaan dan ketidaknyamanan itu muncul karena PDIP me-loby partai lain masuk dengan alasan rekonsiliasi.

Arya juga menambahkan bahwa hadirnya Prabowo tentu akan membuat Jokowi sibuk menyesuaikan kembali alokasi kursi yang diperuntukkan bagi parpol koalisi.

Jika dunia politik demikian terus, lalu di manakah posisi rakyat bagi mereka?

Nih Undangan Penulisan Puisi Festival Sastra Toyabungkah 2019, Berikut Kriterianya


Sebuah kabar gembira datang dari Bali. Panitia Festival Sastra Toyabungkah (FST) 2019 mengundang para penyair dalam dan luar negeri turut berpartisipasi mengirimkan karya puisinya untuk dibukukan dalam kegiatan festival yang akan digelar tanggal 21--22 September 2019 di kawasan Batur Unesco Global Geopark, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali.

Kriteria Pengiriman Puisi:
1. Peserta berasal dari dalam negeri (WNI) dan luar negeri (WNA).

2. Mengirimkan maksimal tiga (3) puisi berbahasa Indonesia dengan panjang setiap puisi maksimal dua halaman. Isi puisi berbicara tentang kawasan geopark Batur, yakni Toyabungkah, Batur, Kintamani, dan sekitarnya.

3. Puisi asli karya peserta (tidak plagiat), boleh yang sudah pernah dimuat media massa, namun belum pernah dibukukan.

4. Puisi diketik dengan jenis huruf Times New Roman, ukuran font 12, dan satu spasi.

5. Puisi dan biodata singkat dikirim dengan cara “attach files” ke email: puisitoyabungkah@gmail.com dengan format file “Nama -- Asal penyair”.

6. Batas pengiriman puisi tanggal 25 Agustus 2019.

7. Hasil kurasi akan diumumkan tanggal 31 Agustus 2019.

8. Puisi akan dipilih oleh tiga kurator, yakni Wayan Jengki Sunarta, Dewa Putu Sahadewa, dan Gde Artawan.

9. Puisi yang lolos seleksi tidak mendapatkan honor, namun akan diterbitkan dalam sebuah buku antologi bersama.

10. Peserta yang puisinya lolos seleksi akan diundang dalam Festival Sastra Toyabungkah 2019. Namun, panitia TIDAK menanggung biaya transportasi peserta. Panitia hanya menanggung konsumsi dan akomodasi (ala perkemahan).

11. Setiap peserta yang puisinya lolos seleksi berhak mendapatkan buku puisi yang akan diluncurkan saat kegiatan festival ini. Bagi yang berhalangan hadir, buku akan dikirimkan kepada peserta dengan mengganti ongkos kirimnya.

Salam Literasi,

Panitia

(sumber akun FB Wayan Jengki Sunarta)

Thursday, August 8, 2019

Badan Meteorologi Malaysia akan Terus Pantau Kebakaran Hutan di Indonesia


Kebakaran hutan dan plus lahan atau karhutla memang sudah menjadi agenda tahunan di Indonesia hingga saat ini.

Kabut asap yang dihasilkan sangat menganggu keseimbangan alam. Dan, yang lebih parahnya lagi, dampaknya tidak hanya dirasakan penduduk yang bermukim di Indonesia, melainkan juga di negara-negara jiran kita. Sebut saja Malaysia.

Dikutip dari CNN Indonesia, Kamis (8/8/2019) Direktur Jenderal  Badan Meteorologi Malaysia (MetMalaysia), Jailan Simon, mengatakan lembaganya akan terus memantau situasi kebakaran hutan yang ada di Indonesia secara nasional.

Berdasarkan pantauan di lapangan, Malaysia telah mengidentifikasi ada  enam titik di Kalimantan, dan 40 titik panas di Sumatera.

Selain itu, Pusat Meteorologi Khusus ASEAN (ASMC) memberikan pernyatakan bahwa musim kemarau dan embusan angin kencang dari sebelah tenggara dan selatan bisa menyebabkan titik api bisa bertambah.

Keluarga Besar Allahyarham KH Maimoen Zubair Berterima Kasih dan Silaturahim di Kediaman Habib Rizieq Shihab


Setelah secara khusus meminta Imam Besar Front Pembela Islam (FPI)--Habib Rizieq Shihab--agar datang mengimami salat jenazah Mbah Maimoen dan mendoakannya, pihak keluarga Allahyarham KH Maimoen Zubair berterima kasih dan silaturahim di kediaman Habib Rizieq Shihab (di) Makkah Al Mukarramah, Saudi Arabia.

Dikutip dari Faktakini, Kamis (8/8/2019), melalui status di akun Whatsapp-nya, Gus Wafi menyatakan, "Assalammualaikum War. Wab. Saya al-Faqir Wafi bin Maimoen Zubair mengucapkan Jazakumullah Khairan Katsira Jazakumullah Ahsanal Jaza', ucapan terimakasih yang sangat tinggi kepada Habib Hanif al Atthas dan Habib Muhammad Rizieq Syihab yang telah memimpin *pembacaan Talqin dan Do'a* untuk abah kami, Al maghfurlahu KH. Maimoen Zubair atas permintaan kakak kami, KH. M. Najih Maimoen. Semoga beliau berdua dijaga oleh Allah SWT, diberi kesehatan dan bisa Istiqamah untuk meneruskan perjuangan datuknya. Amiiin. Wassalammu'alaikum War. Wab."

Adapun kedatangan tamu keluarga Allahyarham KH Maimoen Zubair ini disambut dengan hangat oleh Habib Rizieq Shihab dan menantu beliau Habib Hanif bin Abdurrahman Alatas.

Tersiar Kabar PLN Potong Gaji Karyawan untuk Bayar Kompensasi, Benarkah?


Pemadaman listrik oleh PLN beberapa waktu lalu berbuntut panjang. Sebelumnya, Plt Direktur Utama PLN--Sripeni Inten Cahyani--mengatakan bahwa total kompensasi yang harus dibayarkan PLN sebesar Rp 839 miliar untuk 21,9 juta pelanggan terdampak.

Besarnya angka ganti rugi tersebut memunculkan kabar baru bahwa akan terjadi pemotongan gaji karyawan untuk membayar kompensasi kepada pelanggan terdampak pemadaman itu.

Lalu benarkah pihak PLN akan melakukan pemotongan gaji karyawannya?

Menjawab kabar ini, seperti terlansir Republika, Kamis (8/8/2019), Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Barat PLN Haryanto WS mengatakan, kabar pemotongan gaji karyawan untuk membayar kompensasi kepada pelanggan akibat pemadaman listrik massal atau blackout, tidak benar. PLN akan membayar kompensasi dengan dana internal.

Mengenai Izin FPI, Din: Pemerintah Tidak Boleh Semena-mena


Sudah menjadi rahasia umum bahwa  pemerintah wajib memberikan jaminan kepada masyarakat Indonesia untuk berkumpul, berpendapat, dan juga berserikat.

Itulah sebabnya, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, secara tegas mengatakan Pemerintah Indonesia tidak boleh semena-mena dalam membuat keputusan terhadap perpanjangan ormas Front Pembela Islam (FPI). Dan tentunya, konstitusi harus menjadi landasan dalam setiap kebijakan yang akan diambil untuk diterapkan.

Hal itu ia nyatakan seusai diskusi di Centre for Dialogue and Cooperation among Civilizations di Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu (7/8).

Selain itu, dikutip dari RMOL, Kamis (8/8/2019) Din juga menyampaikan, "Jangan sampai pemerintah otoriter, represif, dan melanggar konstitusi itu."


Wednesday, August 7, 2019

Ternyata Sandi Punya Pengalaman Buruk Berbisnis dengan Pengusaha China


Kata sebagian orang, berbisnis itu seperti bertualang di tengah rimba. Jika tak hati-hati, bisa saja kaki akan terperosok dalam lubang berbahaya atau malah pulang tinggal nama karena terkena serangan ular berbisa. Yang lebih parah, tak akan kembali selamanya.

Sandiaga Salahuddin Uno pun tak luput dari bahaya di dunia usaha yang digelutinya. Artinya, ia pernah mengalaminya hal buruk dalam berbisnis. Mau tahu jelasnya?

Ceritanya terjadi saat dirinya bekerja sama dalam proyek pembangkit listrik. Kala itu ia berbisnis dengan pengusaha China.

Dikutip dari Teropong Senayan, Kamis (8/8/2019),  Sandiaga menceritakan pengalaman buruknya itu,  "Saya pernah mengalami sewaktu membangun pembangkit listrik, awal-awalnya berjalan baik, senang-senang saja tapi ternyata begitu selesai dibangun, sewaktu pengoperasian, semua tenaga kerja didatangkan dari China. Bahkan tukang masaknya juga dari China."

Perlu Waspada terhadap BRI


Investasi asing hingga saat ini ibarat angin surga bagi sebagian orang di Indonesia. Hal itu tidak terlepas dari iming-iming yang sangat menggiurkan. Ya, begitu banyak investasi yang memang menjanjikan dampak positif. Tapi, benarkah kenyataannya seperti itu?

Dalam hal ini, Sandiaga Salahuddin Uno  mengingatkan kepada pemerintah Indonesia agar berhati-hati pada proyek yang kini bernama Belt Road Initiative (BRI).

Dikutip dari RMOL, Kamis (8/8/2019), Wakil Ketua Kamar dan Industri (Kadin) Pusat itu meminta Jokowi cs memastikan bahwa investasi yang dilakukan China benar-benar bisa dimanfaatkan untuk membuka lapangan kerja bagi rakyat Indonesia. Jangan sampai, justru sebatas menjadi tempat untuk menampung tenaga kerja asal negeri tirai bambu itu sendiri.

Sandi menegaskan, "Jangan sampai mereka berinvestasi di sini, tapi tidak membuka lapangan kerja. Malah kesempatan itu dibuka kepada lapangan kerja dari negara asalnya. Jadi ini yang menjadi catatan utama."


Kasus FPI Berbeda dengan Pembubaran Partai Komunis Indonesia


Front Pembela Islam (FPI) masih menjadi buah bibir di Indonesia. Tentu saja, selain mengenai segala nilai positif FPI seperti bantuan mereka di bidang kemanusiaan, ada saja yang menjelek-jelekkan ormas ini. Salah satunya berkaitan dengan isu pembubarannya.

Nah, menyikapi hal terakhir tadi, seperti terlansir Era Muslim,  Ketua Bantuan Hukum FPI--Sugito Atmo Prawiro--mengatakan kasus FPI berbeda dengan pembubaran Partai Komunis Indonesia atau Hizbut Tahrir Indonesia.

Ia menegaskan, “Dalam konteks FPI, alasan yuridis apa yang dipergunakan untuk membubarkan FPI? Pertanyaan yang mengemuka kemudian adalah dari mana datangnya desakan keras untuk membubarkan FPI, sebagaimana HTI beberapa waktu lalu? Dua pertanyaan inilah yang belum terjawab,”

Lebih lanjut dirinya menambahkan bahwa sebenarnya FPI hanya perlu melengkapi sejumlah syarat perpanjangan usai masa berlaku izinnya habis pada 20 Juni lalu. Apalagi, secara yuridis, telah ada putusan MK Nomor 82/PUU-XI/2013.

Tuesday, August 6, 2019

Komunitas China dan Tamil Keberatan, Wan Azizah: Kaligrafi Melayu-Arab Bentuk Seni


Komunitas China dan Tamil di Malaysia merasa keberatan terhadap pengenalan khat yang merupakan kaligrafi Melayu-Arab atau Jawi dalam pelajaran Bahasa Melayu kepada murid sekolah kelas empat mulai tahun depan.

Keberatan mereka menyusul pernyataan Perdana Menteri Mahathir Mohamad Sabtu (3/8/2019) bahwa pengenalan khat bagi siswa kelas empat pada mata pelajaran Bahasa Melayu boleh dilaksanakan.

Menanggapi keberatan tersebut, seperti terlansir Hidayatullah, Rabu (7/8/2019) Wakil Perdana Menteri Malaysia--Wan Azizah Wan Ismail--hari Senin (5/8/2019) mengatakan bahwa  Khat, kaligrafi Melayu-Arab atau Jawi, merupakan salah satu bentuk karya seni dan tidak ada kaitannya dengan elemen agama apa pun.

Dicurigai Bom, Jeriken Kotoran Sapi Diledakkan, Suaranya Biasa Saja, tapi Hasilnya Melebar ke Mana-Mana


Sebuah peristiwa menegangkan telah terjadi di dekat Kantor Bupati Sumbawa. Betapa tidak? Jeriken warna biru ukuran 20 liter diledakkan aparat setempat.

Suara ledakannya bisa dikatakan biasa saja. Tidak seperti lazimnya bom sungguhan. Meskipun demikian, efek yang dihasilkan lumayan besar. Ya, akibat ledakan tersebut, percikan  jeriken beserta isinya berupa kotoran sapi yang masih basah dan cair itu melebar kemana-mana. Terlebih, satu hal yang menghebohkan, yakni baunya sangat menyegat.

Bisa dibayangkan betapa mencengangkannya peristiwa tersebut terjadi di sana pada Senin (5/8/2019) kemarin.

Nah, kecurigaan warga terhadap jeriken itu sebagai bom disebabkan oleh bagian tutupnya ada keran besi. Apalagi penemuannya hanya beberapa meter dari Kantor Bupati Sumbawa. 

Untuk diketahui, informasi yang diperoleh SAMAWAREA, kotoran sapi di dalam jeriken tersebut merupakan bagian dari kegiatan Expo Aktivitas yang digelar sejumlah kelompok mahasiswa KKN UTS. Hasil KKN-nya yang berupa karya dan produknya di 5 kecamatan dalam wilayah Kabupaten Sumbawa dipamerkan dan didemontrasikan di Taman Mangga, Minggu (4/8/2019).

Monday, August 5, 2019

Listrik Padam, Rizal: Menunjukkan Sistem Indonesia Lemah Sekali


Pemadaman listrik sudah sering terjadi di Indonesia, khususnya wilayah Kalimantan dan luar Jawa. Akibatnya sangat merugikan rakyat Indonesia yang mengalaminya, yakni fasilitas mendasar masyarakat umum ikut lumpuh bersamaan dengan pemadaman listrik, seperti layanan ATM hingga kartu kredit.

Meski demikian, kasus listrik padam tersebut baru viral di jagat nusantara, bahkan internasional baru-baru ini saja.

Penyebabnya adalah pemadaman terjadi di Pulau Jawa sampai Bali. Akibatnya sama dengan yang dialami rakyat di Kalimantan.

Menanggapi pemadaman ini, tokoh nasional, Dr. Rizal Ramli, menulis status di akun Twitter pribadinya, Senin (5/8/2019) bahwasanya kasus listrik padam menunjukkan sistem kita (baca: Indonesia) lemah sekali. .

Menurutnya, melumpuhkan Indonesia sangat mudah. Hanya dengan pemadaman listrik, fasilitas umum pun ikut lumpuh. Ia berpendapat seharusnya ada perbaikan dalam sistem di Indonesia. Dirinya berharap fasilitas-fasilitas itu memiliki sistem yang mandiri.

Dengan begitu, tidak lagi tergantung pada listrik dari PLN.


Menjadi Oposisi Sendirian, PKS Siap


Dunia politik mungkin mirip-mirip daun talas. Ketika ada air yang jatuh ke permukaannya, maka zat cair itu tidak menetap. Kadang ke kanan, kiri, depan, belakang, atau berputar-putar tidak menentu hingga gugur dan meresap dalam tanah. Hanya sebagian air yang menetap di tengahnya.

Secara kasat mata, sebagian politikus pun demikian. Yang tadinya lawan bisa menjadi kawan, atau malah sebaliknya. Dan, hal seperti itu tampaknya tidak berlaku bagi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Dengan kata lain, partai yang dikenal Islami tersebut bak air yang tinggal di tengah daun talas di atas. Ya, PKS menyatakan siap jika di kemudian hari menjadi satu-satunya partai oposisi di negeri ini.

Dikutip dari Detikcom, Senin (5/8/2019) Presiden PKS, Sohibul Iman  mengatakan, "Iya lah (siap jadi oposisi sendiri). Kita kan sudah berpengalaman juga. Karena kita kemarin oposisi juga nggak ada apa-apa kan. Justru itu karena udah berpengalaman, masa yang periode kedua malah menjadi mengkeret, nggak mungkin kan."

Dalam hal ini Sohibul menyatakan bahwasanya PKS menjalankan logika dasar demokrasi dengan adanya check and balance.

Menyinggung Partai Gerindra, Sohibul menyebut partai yang dipimpin Prabowo Subianto tersebut sudah ada proses bergabung ke pemerintah. Meskipun demikian, ia yakin mantan calon presiden nomor urut 02 itu ujungnya tidak bergabung ke pemerintah.

Saturday, August 3, 2019

Makassar Harus Bebas dari Paham Marxisme dan Leninisme


Perkembangan dunia filsafat aliran materialisme historis dan dialektis ala Karl Marx agaknya masih terus menjalari hidup dan kehidupan di Indonesia.

Hal ini terbukti dengan peredaran buku-buku berisi paham tersebut di beberapa tempat dalam wilayah NKRI. Sebut saja yang terbaru dan bahkan mencengangkan. Buku-buku seperti itu dijual bebas di toko buku raksasa Indonesia, Gramedia.

Kemarin, Sabtu (3/8/2019) sejumlah massa melakukan sweeping dan menemukan buku-buku berisi Marxisme dan Leninisme dipajang di Toko Buku Gramedia Kota Makassar. 

Suka tidak suka, menerima atau menolak, pada kenyataannya dengan adanya buku buku seperti ini jelas berpotensi tersebarnya paham (baca: Marxisme dan Leninisme) yang jelas dilarang di Indonesia.

Seperti terlansir Detikcom, Minggu (4/8/2019) juru bicara massa itu mengatakan, "Alhamdulillah kami bekerjasama dengan pihak Gramedia untuk menarik buku ini dan mengembalikan ke percetakannya. Kita sepakat bahwa Makassar harus bebas dari paham Marxisme dan Leninisme."

Ini Rahasia Rumah Adat Baduy Tetap Kukuh Saat Gempa M 6,9 Banten


Gempa telah melanda Banten dengan kekuatan magnitudo 6,9 pada pukul 19.03, Jumat (2/8/2019) dan berpotensi tsunami. 

Banyak warga yang mengungsi. Bahkan, warga Jakarta sempat dibuat panik oleh gempa ini. Begitu pula dengan warga Baduy di pedalaman sempat merasakan gempa dengan koordinat berada di 7,54 LS dan 104,58 B tersebut.

BNPB sendiri menyebutkan ada 200 bangunan yang rusak akibat gempa kemarin itu. Meskipun demikian, ada yang menarik perhatian, yakni rumah orang Baduy yang tidak mengalami kerusakan, satu pun juga. Nah, apa rahasianya?

Kepala Desa Adat Baduy, Jaro Saija, seperti terlansir Detikcom, Sabtu (3/8/2019) mengatakan teknik pembangunan rumah yang digunakan dibuat tidak kaku. Untuk Baduy Dalam, rumah dibuat tanpa menggunakan paku.

Ia menegaskan bahwa aturan tersebut baku dan harus dilaksanakan warganya. Dirinya juga menjelaskan, bahan yang digunakan seringan mungkin. Tujuannya agar tidak menimbulkan korban jiwa jika suatu saat ambrol. Kalau di sini ada rotannya yang membuat bangunan lentur.

Di samping itu, kepala desa ini menambahkan penjelasannya tentang jarak dan lokasi pendirian rumah, yakni tiap warga yang akan membuat rumah diatur masing-masing jarak dan lokasinya. Termasuk larangan membuat rumah di bantaran sungai sebagai upaya pelestarian.

Sekadar untuk diketahui, dalam sejarahnya, belum pernah ada rumah di Baduy yang ambruk akibat gempa.

Friday, August 2, 2019

Fahri: Bangun Rumah Korban Bencana Belum Selesai Mau Bangun Ibukota 500T


Hal yang sangat wajar saat utang Indonesia begitu luar biasa besarnya, maka rencana perpindahan Ibu Kota Negara RI dari Jakarta ke daerah lain pun terus mendapatkan kritik dari berbagai pihak. 

Salah satunya dari Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah. Ia berpendapat sudah seharusnya pemerintah era Jokowi-JK menuntaskan terlebih dahulu pembangunan rumah-rumah korban bencana yang masih belum selesai. Sebut saja di Nusa Tenggara Barat (NTB), Banten, dan juga daerah terdampak bencana lainnya.

Dikutip dari Era Muslim, Sabtu (3/8/2019) yang sebelumnya terlansir Inilahcom, Fahri mengatakan,  "Hampir 500-an ribu menjadi pengungsi, mereka kehilangan pekerjaan, pariwisata merosot, trauma tentang bencana membekas pada memori kolektif warga. Yang perlu dicatat, pasca #1TahunGempaNTB, pembangunan rumah masih belum tuntas, masih ada korban yang belum tercover. Itu bermula dari kerumitan peraturan teknis, yang jangan diulangi lagi pada daerah lainnya."

Ia juga menegaskan, "Bangun rumah korban bencana belum selesai mau bangun ibukota 500T."

Thursday, August 1, 2019

Amnesty International dan Dewan Negara Belanda Menentang Larangan Kenakan Cadar bagi Muslimah


Belanda mulai memberlakukan larangan mengenakan penutup wajah penuh, termasuk burka atau cadar bagi muslimah  di tempat-tempat tertentu sejak Kamis (1/8/2019).

Adapun yang termasuk tempat-tempat tertentu tersebut adalah, di instansi pendidikan, perawatan kesehatan, transportasi massal, atau tempat-tempat pemerintah.

Dikutip dari Arrahmah, Jumat (2/8/2019) menurut media Belanda, pelanggaran terhadap larangan tersebut bisa didenda minimal € 150 atau 165 USD.

Menanggapi larangan itu, Amnesty International dan Dewan Negara Belanda menentang larangan tersebut, yakni dengan mengatakan bahwa hal itu membatasi kebebasan beragama.