![]() |
| Ilustrasi: Pixabay |
Dan akhirnya sedikit demi sedikit rakyat di Negara Namijersia itu pun merantau di luar negeri. Ada yang berdomisili di Yordania, India, Swiss, Belanda, Afrika Selatan, Turkiye, Amerika Serikat, Jepang, dan negara-negara cerah lainnya.
Bagi mereka, perkataan Presiden Pascaloba Sundulo tersebut sungguh melukai hati terdalam manusia. Betapa tidak? Sejatinya presiden di sana juga sama-sama manusia senegara dengan mereka, tapi sampai hati berkata demikian. Menurut mereka, pria lanjut usia itu sudah keterlaluan.
Itulah sebabnya, seluruh rakyat di negara tersebut akhirnya meninggalkan negara yang dipimpinnya demi menyembuhkan luka hati mereka.
Alhasil, masalah besar pun datang. Pendapatan negara turun drastis. Pajak rakyat tak ada lagi. Nol besar! Yang ada hanyalah pendapatan nonpajak. Sedang utang negara sudah sangat tinggi. Pemerintah di negara tersebut tak memiliki solusi lagi.
Akhirnya tanah air di sana pun dijual 100%. Dunia tak mengenal lagi nama Namijersia. Di peta bumi namanya sudah berganti menjadi Republik Nasionalis Demensia.
***









0 comments:
Post a Comment