Tuesday, November 30, 2021

Olahraga Tangan


 

Monday, November 29, 2021

Acar Banjar


 

Sunday, November 28, 2021

Kebersihan Sungai Itu Harus


 

Saturday, November 27, 2021

Cara Membuat Kreasi Pais Sagu


 

Friday, November 26, 2021

Puisi, Menggugah Indonesia Maju


 

Thursday, November 25, 2021

Daripada Dibuang


 

Wednesday, November 24, 2021

Penganan Tradisional yang Eksis


 

Tuesday, November 23, 2021

Kardus Bekas Disulap Jadi Rak Sendok Bermanfaat


 

Monday, November 22, 2021

Yuk, Membaca Puisi


 

Sunday, November 21, 2021

Tanggap Lingkungan Sekitar


 

Saturday, November 20, 2021

Curhatan Tajuddin Noor Ganie dalam Film Pendek Berbahasa Banjar


 

Friday, November 19, 2021

Kecantikan yang Artistik di Tempat Eksotis


 

Thursday, November 18, 2021

Realitas Kehidupan Dayak Halong


 

Wednesday, November 17, 2021

Eksistensi Seni Tari Dayak Deah


 

Tuesday, November 16, 2021

Penyair Lansia Ini Nekat Seberangi Sungai Barito Malam Hari



Hari itu sebuah bus pariwisata melaju dari arah Kabupaten Balangan menuju Kabupaten Barito Kuala. Kedua kabupaten itu termasuk dalam wilayah Provinsi Kalimantan Selatan. Kondisi bus masih sangat layak jalan sehingga sejumlah sastrawan begitu menikmati perjalanan sambil duduk santai di dalamnya. Dan, ada seorang sastrawan di antara mereka yang terlihat mencolok. Janggut panjang berwarna putih bersih menggantung di wajah tuanya. Sesekali janggut sepanjang lebih kurang 20 sentimeter itu bergerak-gerak menemani suaranya yang lantang. 

Ya, dialah si Janggut Naga. Begitu para sastrawan di Kalimantan Selatan menggelari pria kelahiran Agustus 1943 ini. Sebuah gelar kehormatan yang melekat pada dirinya hingga kini. 

Perlahan detik menjelma menit dan begitu seterusnya. Perjalanan pulang sehabis mengikuti acara Aruh Sastra Kalsel XVIII dari tanggal 12--14 November 2021 tersebut terus berjalan lancar.

Nah, saat di Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, mereka singgah untuk makan siang dan salat. Setelah itu, mereka kembali melanjutkan perjalanan. Tepat pukul 19.00 Wita sejumlah sastrawan ini singgah untuk sekedar ngopi di sekitar kawasan air mancur Kota Banjarbaru.  

Jam-jam pun berdentang bersama laju roda perjalanan dan sekitar pukul 21.00 Wita bus berhenti di Pasar Terapung Kuin untuk selanjutnya ke pelabuhan feri penyeberangan Jelapat-- Tamban. Benar, Tamban merupakan kediaman si Janggut Naga. Meskipun penyair senior bernama Ibramsyah Amandit ini dilahirkan di Desa Tabihi Kanan, Kelurahan Karang Jawa, Kecamatan Padang Batung, Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Provinsi Kalimantan Selatan, dirinya tetap memilih Tamban sebagai tempat yang ia tinggali bersama keluarga tercintanya.

Di sekitar pelabuhan ia membayar ongkos tukang ojek sebesar Rp60 ribu. Itu tarif ekstra. Pada siang hari tarifnya hanya Rp25 ribu. Dengan jasa ojek inilah dirinya naik feri dan menuju rumah.

Penyair lansia ini pun menyeberangi Sungai Barito yang lebarnya rata-rata antara 650 hingga 800 meter itu. Udara dingin segera menyergap tubuh tuanya. Sedang suara mesin kapal terus meraung-raung menerjang gelapnya malam.

Dan, feri akhirnya merapat di Tamban. Tanpa buang waktu, dirinya bergegas menuju rumah sambil membawa lencana Setyasastra Nagari atas dedikasinya selama 30 tahun lebih dalam dunia sastra. 

Kreasi Berbahan Utama Kardus


 

Sunday, November 14, 2021

Penyair Kalteng Menerima Lencana Anugerah 30 Tahun Kesetiaan Setyasastra Nagari 2021


Adalah Rosyidi Ariadi
, seorang penyair kenamaan Kalimantan Tengah berhak menerimanya. Tak tanggung-tanggung, anugerah bergengsi itu secara simbolis disematkan langsung oleh H. Abdul Hadi yang merupakan Bupati Kabupaten Balangan, Kalsel, kepadanya saat pembukaan acara Aruh Sastra Kalimantan Selatan XVIII (12--14 November 2021) di sana.

Dalam sebuah wawancara eksklusif dengannya, ia mengatakan, "Lantaran sudah lama berkarya, 30 tahun, bahkan lebih ternyata Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia di Jawa Barat mempunyai kliping yang menandai bahwa kita pantas untuk diberikan (baca: anugerah tersebut). Dari Kalsel lima orang, yakni Tajuddin Noor Ganie, Micky Hidayat, Alm. M. Johansyah, H Iberamsyah Amandit, dan Jamal T Suryanata; dari Kalteng satu orang bernama Rosyidi Aryadi; Kalbar dua orang, Kaltim dua orang sedangkan Kaltara tak ada."

Ia juga menambahkan bahwa semua merupakan buah dari kesabaran, kerja keras, dan kerja cerdas. Ini menambah semangat guna memberikan yang terbaik untuk Palangkaraya, Kalimantan Tengah. 

Sumber foto: arsip Rosyidi Ariadi.

Bersastra Kita Harus Memperhatikan Diri


 

Saturday, November 13, 2021

Pemertahanan Bahasa Daerah dalam Film Pendek


 

Friday, November 12, 2021

Seni Dunia Sekitar


 

Wednesday, November 10, 2021

Hiburan Rakyat

 


Tuesday, November 9, 2021

Melatih Keberanian Anak

 


Berada di dalam Rak, Buku Lebih Aman


 

Sunday, November 7, 2021

Film Pendek Berbahasa Banjar


 

Saturday, November 6, 2021

Makanan Pilihan Saat Siang


 

Friday, November 5, 2021

Malam Buah


 

Thursday, November 4, 2021

Buah Liar yang Nikmat


 

Wednesday, November 3, 2021

Revitalisasi Bahasa Berangas: Upaya Penghidupan Kembali Bahasa Daerah di Kalimantan Selatan


Eka Suryatin

Bahasa Berangas atau bahasa Alalak adalah salah satu bahasa daerah yang ada di wilayah Kalimantan Selatan. Bahasa Berangas merupakan subbahasa Ngaju yang dituturkan oleh masyarakat di hilir sungai Barito, Kalimantan Selatan. Penutur bahasa Berangas berada di wilayah Berangas Timur, Alalak Utara, Bunipah, Tandipah, Sungai Puduk, dan Sungai Takuluk. Namun, seiring perkembangan zaman, bahasa Berangas sudah jarang digunakan. Penutur bahasa Berangas yang tersisa hanya beberapa penutur usia tua. Data ini didasarkan dari hasil kegiatan kajian vitalitas yang sudah dilakukan oleh Badan Pengembangan Bahasa dan Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan. 

Apabila keadaan seperti itu dibiarkan, maka bahasa Berangas akan mengalami kepunahan. Sebagai salah satu lembaga pemerintah yang mempunyai visi dan misi dalam pelindungan bahasa, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa bersama Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan merasa perlu untuk melaksanakan kegiatan revitalisasi guna menghidupkan kembali bahasa Berangas yang hampir punah.  

Upaya penghidupan kembali bahasa Berangas dilakukan di dua daerah, yaitu Desa Alalak Utara dan Desa Berangas Timur. Kegiatan revitalisasi dimulai sejak bulan Juni sampai dengan bulan Oktober. Dalam pelaksanaanya, anak-anak generasi muda yang merupakan tunas bahasa ibu diajak berlatih menggunakan bahasa Berangas. Respon positif ditunjukkan oleh para generasi muda, mereka antusias untuk bisa menuturkan bahasa Berangas. Para generasi muda berlatih menggunakan bahasa Berangas melalui kegiatan berpantun, bercerita, bernyanyi, dan bermain permainan tradisional. Ketika berlatih, para generasi muda dipandu oleh dua orang pengajar yang merupakan warga asli Berangas dan bisa berbahasa Berangas. 

Para generasi tua menyambut baik Kegiatan revitalisasi bahasa Berangas ini. Mereka berharap agar bahasa mereka masih digunakan oleh anak cucu. Tidak hanya itu, pihak pemerintahan dan para pemangku kepentingan juga menyambut baik dan mendukung adanya kegiatan revitalisasi yang dilakukan. Pihak pemerintahan tersebut di antaranya: Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Kuala, Kepala Dinas Pariwisata Barito Kuala, Lurah Desa Alalak Utara, Camat Alalak Utara, Lurah Desa Berangas, Kapolsek Berangas Timur. Bentuk dukungan itu diwujudkan dalam kehadiran mereka ketika pelaksanaan pentas aksi. 

Dalam pentas aksi yang dilaksanakan tanggal 16 Oktober 2021, Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Lutfi Baihaqi, S.S., M.A. mengatakan akan terus merevitalisasi bahasa daerah yang akan punah di Kalimantan Selatan. Beliau juga merasa bangga dan berterima kasih kepada generasi muda yang merupakan tunas bahasa ibu di Berangas dan Alalak Utara karena telah bersedia untuk menggunakan kembali bahasa Berangas. Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Kuala, H. Sumardji, S.Pd., M.A. menyambut baik kegiatan revitalisasi ini dan akan menindaklanjuti  kegiatan revitalisasi bahasa Berangas dengan membuat buku mulok dalam bahasa Berangas. Demikian halnya, dengan Kepala Dinas Penddikan Kota Banjarmasin, Totok Agus Daryanto, M.Pd. beliau sangat mengapresiasi kegiatan ini. Ke depannya mereka berharap agar bahasa Berangas terus dipertahankan dan dihidupkan kembali oleh para generasi muda.

Penulis adalah staf Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan

Sumber foto: Eka Suryatin


Nemu Tanaman Ini


 

Monday, November 1, 2021

Satu Jenis Buah Segar Kalimantan