Saturday, July 11, 2026

Anak-Anak Lapar karena Pendapatan Ayah Mereka NOL, BUKAN lantaran Ketiadaan MBG


Ilustrasi: Pixabay 


Jangankan beli telur, krupuk mentah saja tak terbeli. Betapa tidak? Pekerjaan masih jauh dari genggaman. 

Begitulah yang dialami pak War Nong (bukan nama sebenarnya) yang merupakan seorang tukang bangunan di Negara Lapir. Saat ada pemborong memerlukan jasanya dalam membangun rumah, misalnya, uang bisa ia dapatkan seminggu sekali. Akan tetapi, jika tak ada panggilan kerja, baik dari pemborong, maupun orang yang rumahnya mengalami kerusakan, secara otomatis pendapatannya nol besar.

Kalau sudah demikian, tak ada pula yang bisa ia beli untuk kebutuhan primernya dan  keluarganya. Inilah penyebab utama anak-anak kelaparan dan mengalami gizi buruk. 

Lantas apa yang idealnya dilakukan pemerintah di sana untuk mengatasi gizi anak seperti ilustrasi di atas?

Tentu saja cabut akar permasalahannya. Ciptakan lapangan pekerjaan untuk para orang tua agar mereka memperoleh pendapatan sehingga bisa memenuhi gizi anak-anak di rumah dan di luar rumah. 

Ya, di rumah anak-anak mendapatkan menu makanan bergizi sebelum dan sepulang sekolah. Sedang di sekolah anak-anak bisa membeli menu makanan bergizi di kantin atau menikmati bekal makanan bergizi dari para orang tua mereka saat jam istirahat tiba.

Hal itu tentulah jauh lebih baik daripada sekadar memberikan siswa minuman bergambar gelas (MBG).

0 comments: