Wednesday, July 29, 2026

Presiden: Hai Antek-Antek Pajak! Pergi Kalian dari Negera Kami!

Ilustrasi Pixabay 

Begitulah yang sering disuarakan Presiden Bo Bi To dalam setiap pidatonya. Pria berkumis tebal dan berbandan kerempeng itu sangat benci dengan yang namanya pajak.

Baginya, pajak adalah istilah lain dari pembunuhan rakyat. Dirinya juga tak jemu-jemu mengatakan bahwa ketika rakyat berusaha mati-matian bekerja, maka pemerintah haram memalak hasilnya meskipun hanya sedikit.

Itulah sebabnya, dirinya selalu berusaha mendapatkan laba dari setiap perusahaan milik negara yang dia pimpin. Perusahaan-perusahaan tersebut selalu mendapatkan pengawasan ekstra darinya. Jika terjadi penyelewengan di bidang keuangan perusahaan,.misalnya, hukuman berat akan dijatuhkan kepada pelakunya. Alhasil, tak ada lagi yang berani mengulangi perbuatan serupa.

Dengan demikian, keuntungan bersih selalu jauh di atas pengeluaran. Dari situlah segala pembiayaan negara dapat dilakukan tanpa memungut pajak rakyat. Bahkan, Presiden Republik Merekah itu tak jarang menyuruh  orang-orang yang mendukung pajak atau yang disebutnya sebagai para antek pajak segera pergi dari negara tersebut. Para antek pajak ini menginginkan pendapatan yang lebih besar untuk negara. Tujuannya agar gaji mereka bisa lebih banyak lagi. Padahal mereka sudah menerima uang dalam jumlah fantastis setiap bulannya.


0 comments: