Tuesday, September 29, 2026

Presiden Lansia yang Jahatnya Langka

Ilustrasi Chatgpt 

Di sebuah hutan yang tampak rimbun ada tersimpan sebuah cerita yang sangat mengurai air mata. Dua puluh ribu tahun lalu pernah berdiri kerajaan yang besar di sana. Pendirinya adalah Raja Ruam Kio. Rakyatnya sungguh sejahtera. Akan tetapi, setelah sang raja mangkat, salah seorang jenderal langsung mengambil alih kekuasaan atas nama rakyat. 

Di tangannya, sistem pemerintahan diubah menjadi sebuah negara republik yang berasaskan demokrasi. Namanya pun berubah dari yang semula dikenal dengan nama Kerajaan Rai Mu menjadi Republik Ge Muk. 

Sebenarnya banyak orang di sana, termasuk para tokoh yang tidak menyetujui perebutan tahta hingga pengubahan nama itu. Namun, apa mau dikata? Mereka tidak memiliki kekuatan untuk mengalahkan sang jenderal. Terlebih, pria lanjut usia yang dikenal sebagai jenderal pembantai tersebut didukung penuh oleh Presiden Si Jan Sung dari Republik Kriminal Utara. 

Banyak tokoh yang dipenjara karena tak sesuai dengan kehendak sang presiden. Bahkan, tidak sedikit para pengunjuk rasa yang gugur di medan perjuangan saat menyuarakan ketidaksetujuan mereka terhadap program-program pemerintah yang merugikan rakyat. Sebutlah misalnya program makan jagung di kebun dan program jualan tanah mertua. Kedua program itu dijalankan dengan mengambil anggaran kesehatan, pendidikan, dan lainnya. Alhasil, pelayanan kesehatan, misalnya, sangat terganggu. Rakyat sakit kian tersakiti. 

Sementara presiden yang berlatar militer tersebut tetap.kukuh pada pendiriannya meskipun rakyat semakin menjerit dalam penderitaan. Pria yang bernama lengkap Ang Kuh Bong itu sungguh bertangan besi, berotak batu, dan berhati duri. 

Hingga suatu ketika amarah rakyat tak terbendung lagi. Mereka melawan. Segala kekejian pemerintah disikapi dengan kekuatan jiwa yang membara. Walau banyak rakyat yang berjatuhan, pada akhirnya Presiden Ang Kuh Bong tumbang. Tubuh gemuk dan tuanya digantung massa di sebuah bundaran besar hingga ia menghembuskan napas terakhirnya. 

Sisa-sisa rakyat yang masih hidup memutuskan untuk bermigrasi meninggalkan negara tersebut dan berdiaspora di banyak negara lainnya.

***



0 comments: