Tuesday, July 21, 2026

Mencerdaskan Bangsa Ditendang? Pemerintah Adalah Peternak Rakyat?

Ilustrasi: Chatgpt 

Benarkah demikian? 

Anggaran untuk Perpustakaan Nasional (Perpusnas) dipotong hingga 48%. Tahun 2025 masih Rp72I miliar. Pada tahun ini menjadi Rp377,9 miliar. Alhasil, Perpusnas tidak bisa menyalurkan buku-buku cetak ke daerah-daerah yang belum memiliki akses internet. 

Paragraf di atas adalah kisah nyata. Fakta dalam realitas yang ada di Indonesia. Bukan rekayasa. Kenyataan pahit itu disampaikan langsung oleh Kepala Perpustakaan Nasional, Prof. E. Aminudin Aziz, M.A., PhD. 


Apa yang terbayang? 

Ah, tidak usah dibayangkan! Sudah jelas bahwa orang-orang di sana tidak mendapatkan buku-buku terbaru. Sebab, satu-satunya cara agar mereka dapat membaca sudah dilenyapkan. 

Lantas bagaimana bisa mereka, khusus anak-anak, bisa cerdas tanpa bahan bacaan? 

Susah. Itu jawaban paling singkat, tetapi penjabarannya mungkin bisa bermil-mil. 

Lalu, hasil pemotongan anggaran menuju Indonesia emas tersebut di salurkan ke mana?

Agaknya semua orang sudah tahu. Pemerintah sangat memerlukan banyak uang demi Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih. 

Menurut sebagian pihak, melihat fenomena langka ini sungguh menyedihkan. Betapa tidak? Pada bagian mencerdaskan bangsa,. pemerintah kurang perhatian, tetapi pada sesi memberikan makanan kepada yang tidak kelaparan malah dinomorsatukan. 

0 comments: