Tuesday, May 19, 2026

WNI Ditahan di Negara yang Dijamin Presiden RI Keamanannya

Ilustrasi: Pixabay 

Kata Presiden Prabowo Subianto, '"Saya juga terang-terangan mengatakan perdamaian hanya bisa datang kalau semua orang mengakui, menghormati, dan menjamin keamanannya Israel." 

Perkataan di atas sebenarnya merupakan dukungan penuh kepada negara Israel yang jelas-jelas merupakan negara penjajah. Ya, fakta di lapangan menunjukkan bahwa yang membuat tidak ada perdamaian di Timur Tengah adalah Israel. Jadi, sejatinya untuk menciptakan perdamaian di sana hanya dapat dilakukan dengan menghancurkan Israel. Bukan malah mengakui, menghormati, dan menjamin keamanan negara penjajah. Dan, dengan mendukung Israel, berarti mendukung pula penjajahan di muka bumi. Ini sama halnya ketika Indonesia belum merdeka dan dukungan penuh mengalir kepada negara penjajah, baik Belanda, maupun Jepang. 

Terkait hal di atas, agaknya tidak mungkin jika Presiden Prabowo Subianto langsung menemui Benyamin Netanyahu untuk membebaskan sembilan warga WNI yang ditahan Israel. 

Kesembilan warga negara Indonesia tersebut tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla yang menuju Gaza, Palestina. Mereka terdiri atas lima aktivis dan empat jurnalis. 

Meski demikian, Kemenlu RI sedang berkoordinasi dengan KBRI Ankara, KBRI Roma, Kairo, KBRI Amman, dan KJRI Istanbul, serta melakukan pendekatan kepada otoritas setempat untuk memastikan akses transit pemulangan kesembilan WNI jika sudah dibebaskan Israel tanpa hambatan keimigrasian. 


0 comments: