Monday, May 25, 2026

Minimarket Koperasi Desa Langsung Dibangun Banyak

 

Ilustrasi: Pixabay 

"Serius kagak ada uji cobanya gitu?"

"Serius lah. Ngapain juga guwa ngebohingin lu?"

"Kagak habis pikir dah. Guwa aja sebelum buka sepuluh cabang usaha es ini perlu mempelajarinya tiga tahun dulu."

"Mending lu tiga tahun. Nah guwa perlu waktu lebih lama, Bro. Sebelum punya 25 cabang usaha ayam tepung Cahaya Langit ini, guwa ngadain riset kecil-kecilan. Lalu guwa buka satu warung. Setelah enam tahun pertama,  guwa mulai berani buka cabang. Tahun-tahun berikutnya pun guwa lalui dan setelah sembilan tahun barulah bisa seperti ini."

"Terus bagaimana dengan pertumbuhan minimarket-minimarket itu? Maklum guwa ga sempet ngikutin kinerja pemerintah."

"Belum membahagiakan, Bro. Mulai dari pemangkasan anggaran hingga ada bangunannya yang udah rusak."

"Ya ampuun. Jadi ladang korupsi berarti?"

"Pastinya. Lu pikir aja sendiri dari anggaran 1,6 miliyar, di lapangan hanya sampai setengahnya aja."

"Busyet dah! Pantesan aja ada yang udah rusak."

"Sebagian juga tutup. Sepi pembeli."

"Wadduh!"

"Parahnya lagi saat presiden meresmikan salah satu minimarket itu, eh bisa-bisanya pengelolaannya menjual harga fiktif."

"Ha?! Fiktif bagaimana maksud lu?"

"Harga gas elpiji dijual cuma 16 rebo doang. Padahal ga semurah itu aslinya."

"Sungguh manipulatif banget!"

"Ya. Kayak main-main gitu. Padahal pake anggaran belanja negara. Uang pajak disia-siakan."

***

0 comments: