![]() |
| Ilustrasi: Pixabay |
Judul di atas sebenarnya hanyalah sindiran bagi sebagian orang yang menghabiskan sisa-sisa umur saat sudah berusia renta hanya untuk ambisi dunianya. Orang-orang seperti ini memang benar-benar ada. Bisa dikatakan memang fakta dalam realitas yang nyata. Sebutlah misalnya seorang presiden yang meskipun sudah berusia 70-an tahun, tetapi masih saja berambisi ingin menjadi presiden lagi dan lagi. Bahkan, dengan senang hati menggunakan uang rakyat demi hal tersebut
Dan, jika berpidato, dirinya selalu berapi-api mengatakan bahwa semua program yang dijalankannya demi rakyat. Padahal demi dirinya sendiri. Alhasil, dia pun menyombongkan dirinya sendiri sukses ini dan itu.
Mengenai kesuksesan yang digembar-gemborkannya tersebut sejatinya hanyalah klaim semu. Sebutlah program bagi-bagi menu makanan yang dia jalankan, labanya tidak ada. Program itu dibiayai dari anggaran belanja negara. Begitu juga pendirian banyak minimarket di berbagai daerah, masih ditopang dengan anggaran dari sumber yang sama.
Khusus bagian terakhir di atas malah menjual barang-barang dari gudang minimarket lainnya. Ini berkebalikan dari yang dikatakan sang presiden. Sebelumnya dia berkoar-koar akan membeli produk dari para petani, peternak, dan juga produk-produk olahan UMKM lokal. Itu jelas kebohongan luar biasa oleh orang yang berusia tua demi ambisi dunianya.
Nah, kalau diperhatikan secara saksama, rakyat tidak butuh program-program pemborosan tersebut. Mengapa demikian? Sebab, semuanya bukanlah program prorakyat.









0 comments:
Post a Comment