![]() |
| Foto: Pixabay |
Waduh! Ini sedang ramai diperbincangkan sebagian netizen terkait Presiden Prabowo Subianto yang menyediakan Bandara Kertajati untuk dijadikan pusat pemeliharaan dan perbaikan pesawat Hercules seluruh Asia.
Sebenarnya hal itu terlihat wajar mengingat Indonesia juga memiliki pesawat jenis tersebut. Akan tetapi, kalau kita memperhatikan awal mulanya mengapa demikian, tentu saja banyak yang terkaget-kaget dan bertanya-tanya, kok bisa?
Ya, ini bermula dari tawaran Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, untuk menjadikan Indonesia pusat pemeliharaan pesawat angkut militer C-130 Hercules seluruh Asia atas biaya Amerika Serikat.
Sontak, sebagian nitizen langsung berpikir dan khawatir adanya kemungkinan bahwa ini merupakan langkah kedua Amerika Serikat membangun pangkalan militernya di Indonesia. Langkah pertama pernah heboh beberapa waktu lalu, yaitu terkait bebas terbangnya pesawat-pesawat tempur Paman Sam di wilayah udara Indonesia. Dari keduanya terlihat Amerika Serikat sudah terlalu ikut campur dan terkesan menyetir negara kita.
Kekhawatiran di atas bukan didasarkan oleh rasa takut, akan tetapi lebih kepada menjaga kedaulatan Indonesia. Bagaimana pun juga, wilayah NKRI, baik darat, laut, maupun udara wajib dijaga dan dipertahankan. Ketika ada gejala-gejala awal yang dinilai dapat mengikis kedaulatan negara, maka wajib diatasi dan dinormalkan kembali. Ingat! Kemerdekaan adalah harga mati. Sekali merdeka, tetap merdeka!









0 comments:
Post a Comment