![]() |
| Foto: Pixabay |
Apakah dengan swasembada pangan membuat beras dan makanan lainnya menjadi gratis?
Agaknya itu jauh dari harapan. Ketika pemerintah berkoar-koar bahwa Indonesia swasembada pangan, makanan tetaplah berbayar.
Lalu jika tidak gratis, apakah harga makanan di pasaran turun? Jawabannya malah naik.
Lantas, apa benar kita swasembada pangan?
Konon, ketika terjadi swasembada pangan, maka setidaknya dampak positif yang sampai di masyarakat adalah harga makanan seperti beras pasti turun.
Dengan kondisi di lapangan yang bertentangan dengan klaim pemerintah soal swasembada pangan tersebut, mungkinkah rakyat akan terbebas dari kelaparan?
Jawabannya pastilah tidak. Sebagai contoh, para pekerja harian, sebutlah tukang bangunan, saat mereka tidak mendapatkan pekerjaan membuat atau memperbaiki rumah, tentu tidak memiliki uang untuk membeli beras. Selanjutnya, mereka lapar. Dan, pertanyaan yang paling sederhana, apa wujud tanggungjawab presiden saat mereka lapar?









0 comments:
Post a Comment