Friday, May 22, 2026

Indonesia Jadi Target? AS Wajib Lawan RRC terlebih Dahulu!

 

Ilustrasi: Pixabay 

Sebagian pihak cemas kalau-kalau Amerika Serikat (AS) menargetkan Indonesia setelah Venezuela dan Iran. Ketika isu itu berembus, tambang emas di Papua sudah menjadi milik negeri Paman Sam sejak lama. Lalu mereka rela menyerahkan  51% saham PT Freeport kepada Indonesia. Artinya, AS tidak perlu mengambil alih wilayah Indonesia seratus persen. Bisa dikatakan wilayah yang belum mereka kuasai saja. Sebutlah satu contohnya Kalimantan. Dan, itu pun harus diperjuangkan dengan melawan negara yang dikabarkan sudah berhasil menguasai sebagian wilayah Indonesia. 

Entah benar atau tidak, kata sebagian pihak, Republik Rakyat Cina (RRC)  lah negara yang dimaksud di atas. Tahun 2017, misalnya, pihak RRC menerjunkan peneliti dari Hong Kong di Kalimantan. Tujuan penelitian itu untuk mengetahui bagaimana sikap masyarakat pribumi Kalimantan terhadap orang-orang Cina. Pertanyaan yang segera muncul waktu itu adalah, mengapa bukan peneliti Jakarta? Padahal konteks penelitian tersebut ialah terkait pemindahan manusia Jakarta ke Ibu Kota Nusantara (IKN). 

Benar, secara lebih detail yang akan dipindahkan yaitu para PNS dan ASN Jakarta, bukan orang-orang RRC. Sejak saat itulah sebagian pihak khawatir akan adanya eksodus manusia Cina ke IKN dengan dalih investasi plus penggunaan tenaga kerja mereka.

Pertanyaan logisnya, mampukan AS mengusir kekuatan RRC dari Indonesia?

Kalau kita flashback ke beberapa puluh tahun lalu, AS juga harus berjuang melawan Belanda untuk bisaa menguasai wilayah emas Papua. Kala itu mereka berhasil. Lantas, apakah kali ini mereka juga akan berhasil menguasai Indonesia secara keseluruhan?

0 comments: