Sunday, May 24, 2026

Militer Indonesia Dibidik Parlemen Eropa

Ilustrasi: Pixabay 

Bisa dikatakan militer Indonesia menjadi buah bibir di antero dunia. Termasuk Parlemen Eropa (PE). Salah satu lembaga utama Uni Eropa yang berfungsi sebagai badan pembuat undang-undang ini menyoroti kasus pelanggaran HAM oleh militer Indonesia.

Lebih detail lagi mengenai kasus pembela HAM Andrie Yunus dan pembela lingkungan Muhammad Rosidi. Secara garis besar Parlemen Eropa menginginkan pihak Indonesia benar-benar mengadili para pelaku dan dalang utamanya tanpa campur tangan militer. 

Lantas apakah Pemerintah Indonesia bereaksi terhadap fenomena ini? 

Kalau diperhatikan, sebenarnya inilah momen penting bagi Presiden Prabowo Subianto unjuk gigi. Sebagai seorang presiden, idealnya dapat memenuhi tuntutan Parlemen Eropa tersebut. Bayangkan seandainya Presiden Prabowo berhasil menangkap, mengadili, dan menghukum dalang utamanya, pastilah semua manusia di bumi ini akan salut kepadanya. 

Orang-orang tentu akan menaruh hormat luar biasa kepada Presiden yang terkenal dengan makan bergizi gratis itu. Tetapi, bagaimana jika sebaliknya? Semua manusia di bumi akan meremehkannnya, bahkan tidak akan ada lagi yang mau memandangnya dengan hormat meski sepersekian detik saja.


0 comments: