Sunday, May 31, 2026

Presiden Perut

Ilustrasi: Pixabay 

"Dengar-dengar pak presiden ngebahas soal lapar. Benar begitu?"

"Halaaaah itu mah emang udah menjadi agenda rutin yang ada dalam setiap pidatonya."

"Maksudmu gimana? Maklum aku nggak pernah dengerin kalau bapak itu lagi pidato."

"Jadi, ngebahas perut udah jadi persembahan rutin yang keluar dari mulut bapak itu."

"Termasuk perut buncitnya?"

"Ha ha ha ha ha!" (Mereka tertawa bersama dengan nyaring dan keras.)

"Yaaa intinya pemerintahan era si bapak itu emang khusus mengenai perut. Mulai perut kosong hingga perut buncit."

"Iya sih. Ga ada program lain. Hanya perkara perut dan perut. Menurutku sih hal tersebut terlalu monoton. Apa ya istilah tepatnya...? Hmm... Pokok kehidupan ini dimaknainya begitu sempit, yakni hanya soal perut."

"Padahal masih banyak yang harus diselesaikan. Kita lihat saja bagaimana susahnya para pelajar di pelosok untuk menuju sekolah mereka. Bahkan, ada sejumlah pelajar yang harus menyeberangi sungai dengan memakai baskom."

"Hadeeeuh! Kalau begini terus, agaknya negara kita tidak akan mengalami kemajuan."

"Boro-boro maju, bertahan aja susah. Contohnya aja nilai mata uang kita yang terus saja melemah. Harga-harga menjadi naik di masyarakat."

"Dan, saat rakyat menjerit, si bapak presiden adem ayem aja. Dia sibuk dengan dirinya sendiri."

"Termasuk ngurusin perut buncitnya."

"Ha ha ha ha ha!" (Sekali lagi mereka tertawa terbahak-bahak.)

***

0 comments: