![]() |
| Ilustrasi: Pixabay |
Pertama, memangkas biaya kunjungan kerja ke luar negeri. Ini bertujuan agar dananya dialihkan untuk kesejahteraan rakyat. Malaysia memang sedang menerapkan efisiensi anggaran di seluruh kementerian, kecuali sektor krusial yang meliputi pendidikan, infrastruktur dasar, dan kesehatan.
Kedua, segala program pelatihan aparatur negara digelar di fasilitas pemerintah. Tidak boleh dilakukan di hotel mewah.
Intinya dana negara dihemat demi rakyat Malaysia. Dan, ini sudah berhasil. Buktinya Pemerintah Malaysia sukses menghemat dan menyalurkan kembali dana sebesar RM15,5 miliar kepada masyarakat. Kalau dirupiahkan sektra Rp69,57 trilyun.
Penyaluran dana kepada masyarakat tersebut berupa penyaluran Sumbangan Tunai Rahmah dan Sumbangan Asas Rahmah, suntikan dana tambahan sebesar RM15 miliyar untuk perbaikan puluhan ribu toilet sekolah, dan pembagian voucher buku senillai RM100 bagi seluruh pelajar dan mahasiswa,
Ketiga, komitmen kuat dalam pemberantasan korupsi di bawah kepemimpinan Anwar Ibrahim yang mendongkrak perekonomian Malaysia.
Keempat, kebijakan luar negeri Malaysia yang berprinsip independen dan tegas terhadap isu-isu internasional dalam panggung global menjaga kuatnya hubungan dagang dan aliran dana investasi negara-negara besar.
Kelima, berdoa dengan sungguh-sungguh.
Alhasil, stabilitas politik terjaga dengan baik dan akibatnya kepercayaan investor pun tidak mengalami penyurutan. Ringgit pun menguat.









0 comments:
Post a Comment