![]() |
| Ilustrasi: Pixabay |
"Ciyeeeee pink ungu. Ha ha ha"
"Ciye ciyeeeee wekawekaweka."
"Eh, bagus lho warnanya. Ada pink-nya,.ada ungunya. Serasi banget deh."
"Iya, bagus emang. Terlihat damai. Terasa nyaman. Tapi, kesannya kayak perpaduan pasangan sejenis ga sih?"
"Eemmm, ga juga. Yaaaa tepatnya terkesan romantis aja sih menurut aku."
"Sayangnya udah beberapa yang berjatuhan."
"Bener. Gimana ga berjatuhan, bikinnya asal-asalan gitu."
"Aku selalu ketawa saat melihat ada Koperasi Pink Ungu dibangun di tempat sepi. Di tengah hutan apa ya? Pokoknya sepi gitu."
"Siapa yang mau beli coba?"
"Eh iya, itu sebenarnya koperasi atau toko kelontongan sih? Kok yang terlihat cuma toko gitu."
"Namanya sih koperasi, tapi wujudnya minimarket yang menjual barang-barang dari gudang minimarket lain."
"Jadi dari gudang minimarket lain? Seriusan?"
"Iya. Aku lihat sendiri mereka ngangkut barang-barang dagangan dari sana."
"Berarti yang dikatakan mereka nyerap produk lokal di desa itu bohong belaka?"
"Yes. Benar sekali."
"Ternyata mereka Pinokio semua. Mengapa ga dinamakan Koperasi Pinokio aja ya?"
"Ha ha ha ha ha. Benar-benar. Tepat itu."
"Bahkan saat ada kunjungan bos besarnya, ada pihak Koperasi Pinokio yang menjual gas dengan harga palsu."
"Ya, aku juga lihat itu. Harga sebenarnya 40 ribu, dikatakan kepada bos besarnya hanya 16 ribu."
"Waduuuuh! Parah banget."
***









0 comments:
Post a Comment