![]() |
| Ilustrasi: Pixabay |
Aaaaah, emang benar begitu? Tiananmen itu ada di Republik Rakyat Cina. Jauh dari Indonesia. Dalam peta, daerahnya terlihat ada di Utara atau bagian atas Jamrud Khatulistiwa. Menuju ke sana, sungguh melelahkan. Terlebih kalau harus berjalan kaki.
Meskipun demikian, akhir-akhir ini arah reaksi massa di Indonesia menuju ke sana. Benarkah?
Ringkasnya, pada tahun 1989 terjadi demonstrasi besar-besaran di Tiananmen. Walaupun disangkal-sangkal, kenyataannya tindakan aparat Cina Daratan itu benar-benar keras. Konon, banyak sekali demonstran yang meregang nyawa. Alhasil, rezim komunis era Deng Xiaoping tetap aman. Pemerintah di sana terus berjaya.
Nah, kalau demikian, untuk apa demonstrasi di Indonesia ditakuti pemerintah? Eh, bener ya ditakuti? Ga kales!
Atau, sebenarnya malah mirip Gerakan Demokrasi Juni yang terjadi tahun 1987 di Korea Selatan? Gelombang massa nasional ini sukses membuat rezim militer Chun Doo-hwan mengadakan pemilu demokratis dan mengakhiri kekuasaan tangan besi di Negeri Ginseng itu.
Lalu bagaimana sejatinya yang sedang terjadi di negara kita? Apa pun model gerakan demonstrasi yang ada, idealnya tak perlu disikapi berlebihan, termasuk yang kata banyak pihak, menyebabkan Presiden Prabowo "batal" ke Rusia. Caranya cukup dengarkan, pahami, dan lakukan sesuai tuntutan para demonstran. Mudah, 'kan?









0 comments:
Post a Comment