![]() |
| Ilustrasi: Pixabay |
"Kok sekarang lu panggil guwa 'Jak'? Panggilan apaan tu?"
"Lu, 'kan sekarang pejabat?"
"Lha apa hubungannya pejabat ama panggilan baru guwa?"
"Pejabat, 'kan makan uang pajak?"
"Ah! Lu kalo ngomong emang sering bener."
"Ha ha ha ha ha."
"Terus lu ngapain manggil guwa?"
"Ini guwa mo ngomong santuy aja ama lu."
"Soal apaan?"
"Proposal dana."
"Ah elu! Sama aja berarti kita bedua."
"Sama apaan?"
"Tu soal dana! Dana dari mana coba?"
"Eh iya ya, dari pajak."
"Ha ha ha ha."
"Ok. Kalo ini bener kata lu."
"Emang, dananya buat apaan, Jak?"
"Gini, Jak, di kampung guwa lagi ada rencana ngebangun tempat bersantai."
"Widiiih gaya kampung lu."
"Iya lah. Kampung guwa gitu. Nah, lu mo ga ngebantuin soal ini?"
"Ngebantuin biar dapet dananya?"
"Yes bener banget."
"Oke-oke aja, tapi ga seratus persen."
"Maksud lu?"
"Yaaaa guwa kudu dapet bagian lah."
"Seberapa persen?"
"Ga banyak-banyak amet. Cuma 35 persen aja."
"Busyet gede banget!?"
"Ya emang kudu segitu."
"Yaaaa kalo emang ga bisa ditawar, ga apa-apalah. Toh uang pajak juga."
"Nah gitu baru temen guwa. Besok lu bawa proposalnya. Sisanya biar guwa yang urus."
"Ok."
***









0 comments:
Post a Comment