![]() |
| Ilustrasi: Pixabay |
"Kamu denger ga kemarin bapak itu bilang kalau dirinya pengen jadi presiden sejak tahun 1990-an?"
"Iya. Katanya sejak tahun tersebut pemerintahan negara kita salah arah. Itulah sebabnya, beliau ingin jadi presiden."
"Bener banget. Aku jadi ingat perkataan beliau saat diwawancarai media asing pada pertengahan tahun '90an."
"Oh yang beliau bilang bahwa mertuanya sudah tua itu, 'kan?"
"Yes bener banget. Aku ingat betul beliau juga bilang ke wartawan tersebut mertuanya tidak pernah ikut pelatihan militer di luar negeri. Dengan kata lain kurang wawasan yang luas."
"Iya, aku juga masih ingat kok. Bahkan, katanya harus segera diganti."
"Dari kedua perkataan bapak itu pada masa yang berbeda tersebut ternyata membuatku paham bahwasanya beliau sudah mengincar jabatan sang mertua sejak lama."
"Aku yakin ketika mertuanya lengser.yang kemudian digantikan wakilnya, adalah angin segar bagi bapak itu. Rencana beliau pun terus bergulir dengan mengumpulkan tentara dari setiap daerah di ibukota untuk melakukan kudeta militer."
"Dan sebelum terwujud, rencana licik beliau dapat dibaca oleh orang lain. Dari orang lain itulah, presiden pengganti sang mertua langsung melepaskan jabatan beliau agar tidak bisa lagi memerintahkan para tentara untuk melakukan kudeta."
"Tak lama kemudian, beliau juga dipecat secara tidak hormat."
"Sebegitu ngerinya ya dunia perpolitikan di negara kita?"
"Ya. Meskipun demikian, aku masih berharap Negara Republik Surga Segar Raya ini tetap bertahan selama mungkin."
***









0 comments:
Post a Comment