![]() |
| Ilustrasi: Pixabay |
Benarkah demikian? Agaknya ini merupakan pertanyaan yang membuat publik berambisi menjawabnya. Ya, selama ini deretan pidato sang presiden yang diluncurkan dengan bantuan pengeras suara memang membuat banyak orang geram.
Hal terakhir di atas sering ditanggapi dengan kata-kata yang tidak pernah dilontarkan kepada presiden sebelumnya. Sebutlah misalnya, "Jangan kasih dia mic!" dan "Presiden pidato, kiamat kian dekat satu jam." Kalimat-kalimat tersebut sebenarnya bukan sekadar asal keluar atau asal bunyi, tetapi menjadi tanda bahwa masyarakat kebanyakan tidak menyukai gaya dan isi pidato presiden.
Menurut masyarakat luas--dilihat dari komentar di media sosial--perkataan demi perkataan presiden memang tidak sinkron dengan fakta di lapangan dan terkesan jauh dari kata empati terhadap rakyat.
Nah, disadari sang presiden atau tidak, sebenarnya pidatonya ialah cerminan dari keaslian dirinya yang dapat ditangkap oleh banyak orang. Ini bukan sekadar pola pikir dan wawasannya, tetapi keseluruhan dirinya. Sebutlah contohnya ketika presiden mengatakan A, tetapi di lapangan B. Ini bukti bahwasanya ia seorang pembohong. Publik pun akhirnya menilai masih pantaskah dirinya tetap menjadi presiden atau tidak.
Itulah sebabnya, jangan heran jika banyak orang menginginkan sang presiden mundur dari kursi jabatannya.









0 comments:
Post a Comment