Wednesday, June 24, 2026

Pidato yang Melemahkan Nilai Tukar Mata Uang

Ilustrasi: Pixabay 

"Kiamat maju enam hari lagi nh."

"Pak Presiden pidato lagi?"

"Betul."

"Kapan?"

"Kemarin siang."

"Kok aku baru tahu ya?"

"Ah! Kamu emang manusia kudet."

"Terus selain kiamat maju enam hari, apa lagi dampak buruk pidato presiden?"

"Nilai mata uang kita anjlok lagi."

"Busyeeeeet! Emang ngomong apaan sih kok bisa gitu efeknya?"

"Beliau ngomong bahwasanya tidak ada yang lebih krusial daripada makan. Kalau tidak makan, pasti mati!""

"Mbelenggedeng! Kok bisa-bisanya beliau ngomong kayak gitu. Itu sama aja artinya pemerintah tidak mengutamakan perbaikan ekonomi. Seharusnya, beliau ngomongnya bakal membuka lapangan kerja agar rakyat bisa dapat uang untuk makan sehingga tidak mati."

"Itu kalau kamu presidennya. Lhah ini beliau, mau apa lagi?"

"Kalau gini terus, aku pikir negara kita akan hancur dan tinggal sejarah. Terbayang, orang-orang masa depan akan tahu bahwa Negara Republik Jadualuza pernah ada dengan jumlah penduduk terbesar ketiga di bumi."

"Tiba-tiba aku jadi teringat negara-negara besar yang sudah tiada, seperti dinasti -dinasti di Cina, Majapahit, Turki Utsmaniyah, dan lainnya."

"Ya, negara-negara besar pun bisa hancur dan tinggal kenangan. Apalagi negara kita yang hingga detik ini masih berstatus sebagai negara berkembang."

***

0 comments: