Monday, February 24, 2020

Penjual Buku Dihukum hingga 10 Tahun Penjara di China? Mengapa Demikian?


Buku adalah jendela dunia. Dengan membaca buku, kita dapat melihat dunia lebih luas lagi. Ya, dunia tak selebar daun kelor, maka bacalah untuk melihatnya.

Tapi, apa jadinya jika penjual buku dihukum? Bahkan, lamanya hukuman tidak main-main, sepuluh tahun penjara.

Dikutip Aljazeera (25/2/2020), sebuah pengadilan di China telah menjatuhkan hukuman 10 tahun penjara kepada seorang penjual buku bernama Gui Minhai.

Sebelumnya, Pengadilan di Kota Timur Ningbo menyatakan bahwa penjual buku itu bersalah dan bahwa kewarganegaraan China-nya dipulihkan pada tahun 2018. Semula Minhai berkewarganegaraan ganda, yakni China-Swedia. Pihak China (RRC) memang tidak mengakui kewarganegaraan ganda dan orang asing diharuskan untuk meninggalkan kewarganegaraan asing mereka begitu mereka memperoleh kewarganegaraan China.

Diketahui, Minhai merupakan satu dari lima penjual buku yang berbasis di Hong Kong dan dikenal menjual buku-buku kritik kepada para pemimpin politik China daratan. Buku-buku itu sendiri dilarang beredar di sana.

Minhai pertama kali lenyap pada 2015 saat berlibur di Thailand dan akhirnya muncul di lokasi yang dirahasiakan di China. Dikabarkan bahwa ia menjalani dua tahun penjara. Akan tetapi, malangnya lagi, tiga bulan setelah pembebasannya (Oktober 2017), dirinya kembali ditangkap saat naik kereta ke Beijing saat bepergian bersama diplomat Swedia.

Sementara itu, para pendukung dan keluarganya mengklaim penahanannya adalah bagian dari kampanye penindasan politik yang diatur oleh pihak berwenang RRC. Kelompok-kelopok hak asasi manusia juga telah menyerukan Minhai harus segera dibebaskan dan diizinkan meninggalkan negara itu. Bahkan, semakin banyak pejabat Eropa bergabung dengan seruan agar Beijing membebaskannya.

Dalam sebuah video yang dirilis China, Gui Minhai mengaku melakukan kesalahan dan menyalahkan Swedia karena "membuat sensasional" kasusnya dan "menghasut" perilaku melanggar hukum.

Meski demikian, video itu ditanggapi teman Gui Minhai, yakni penyair Bei Ling, yang mengatakan bahwa pengakuan Gui Minhai kemungkinan besar dilakukan di bawah paksaan.

Para tersangka kriminal China sering muncul dalam rekaman video "pengakuan" yang oleh kelompok-kelompok hak asasi manusia kadang-kadang menunjukkan ciri-ciri pemelintiran informasi secara resmi.

0 comments: