Wednesday, March 4, 2020

4 Langkah Mudah Membuat Hand Sanitizer Sendiri

Membuat hand sanitizer sendiri - Wikihow

Ada dua wujud dagangan yang langka seiring mewabahnya COVID-19. Terlebih pascamasuknya virus sangat mematikan itu di Indonesia. Apa dua wujud itu? Masker wajah (hidung sampai mulut) dan hand sanitizer. Kalau Anda tidak percaya, silakan cek sendiri di pasaran.

Meski demikian, Anda tak perlu panik seperti sedang berada di sebuah kapal perang yang nyaris tenggelam. Masih ada cara lain memiliki keduanya. Bagaimana caranya? Buat sendiri (bisa dibantu teman atau yang lainnya). Mengenai pembuatan masker wajah sudah dijelaskan di artikel sebelumnya (klik di sini).

Nah, kali ini, akan dijelaskan empat langkah mudah membuat hand sanitizer sendiri. Mengutip Wikihow yang terlansir Yahoo, berikut keempat langkah tersebut.

Pertama, siapkan bahan-bahan untuk membuatnya. Ada beberapa bahan, berikut rinciannya:

1) 2/3 cup alkohol 99% atau alkohol isopropyl

2) 1/3 cup gel aloe vera murni

3) 8 -- 10 tetes minyak esensial seperti lavender, cinnamon atau peppermint

4) Mangkuk

5) Sendok

6) Botol plastik

7) Corong

Kedua, campurkan alkohol 70% dengan gel aloe vera di dalam mangkuk dan aduk hingga merata. Jika Anda merasa tekstur kurang lembut, tambahkan aloe vera lagi secukupnya.

Ketiga, tambahkan minyak esensial dan aduk secara perlahan. Anda bisa menyesuaikan jumlah minyak esensial sesuai dengan aroma yang disenangi.

Keempat, jika sudah dirasa cukup, masukkan cairan tersebut ke dalam botol plastik yang sudah disiapkan menggunakan corong. Hand sanitizer ini pun sudah siap digunakan di setiap saat Anda membutuhkannya.

Mudah, 'kan? Selamat mencoba!

Tuesday, March 3, 2020

Ibu dan Anak dari Etnis Uighur Dijatuhi Hukuman Penjara (yang Lama) hanya karena Kaya dan Berkomunikasi dengan Keluarga Mereka di Luar Negeri

Sumber RFA

Begitu berat hidup sebagai muslim Uighur di wilayah Otonomi Xinjiang Uighur (XUAR). Sebagian besar kebebasan mereka dirampas, terutama jika terkait dengan Islam dan hubungan luar negeri.

Baru-baru ini, seperti terlansir RFA, Selasa (3/3/2020), seorang ibu dan putrinya dari keluarga Uighur yang kaya di wilayah Otonomi Xinjiang Uighur (XUAR) barat laut China telah dijatuhi hukuman penjara yang lama terkait dengan koneksi/hubungan luar negeri mereka. Hal ini sesuai informasi dari anggota keluarga yang tinggal di luar negeri dan juga dari pejabat lokal.

Salah seorang anggota keluarga mereka tersebut adalah seorang pengasingan Uighur di Turki bernama Zohre Abduhemit.  Awal tahun ini ia memublikasikan kesaksian dalam video sebagai bagian dari proyek “Uighur Pulse” yang mendokumentasikan kerabat yang hilang di XUAR. Dalam kesaksiannya, Abdulhemit mengatakan bahwa sepupunya yang bernama Nigare Abdushukur (25) dan ibunya yang berusia 52 tahun, Merhaba, telah dijatuhi hukuman hampir dua dekade penjara oleh Pemerintah RRC.

"Mereka ditahan di kamp interniran dan pada akhir 2018 dijatuhi hukuman penjara 19 tahun," kata Abduhemit dalam video itu.

Ia melanjutkan, “Hei, Komunis China, apa kejahatan mereka? Anda telah mengunci lebih dari 3 juta orang kami di kamp. Apa kejahatan mereka? Saya meminta bantuan untuk Turkestan Timur dari PBB dan negara-negara Muslim."

Nama Turkestan Timur memang sering digunakan orang Uighur untuk merujuk ke XUAR.

Sementara kamp yang dimaksud berdasarkan  pelaporan oleh Layanan Uighur RFA dan outlet media lainnya menunjukkan bahwa mereka yang berada di kamp sebenarnya ditahan sebagai sasaran indoktrinasi politik yang secara rutin menghadapi perlakuan kasar di tangan pengawas mereka, dan menjalani diet yang buruk, serta kondisi yang tidak higienis di fasilitas yang sering penuh sesak.

Masih dari sumber yang sama, setelah Abduhemit merekam dan memublikasikan kesaksian di videonya, seorang wanita Uighur di Jerman bernama Gulzire Taschmemet, yang akrab dengan Abdushukur dan kerabatnya, memposting informasi di media sosial mengatakan bahwa ia yakin Abdushukur dihukum karena dia berkomunikasi dengan saudara lelakinya, yang juga tinggal di Jerman, sementara Merhaba mungkin menjadi sasaran karena melakukan perjalanan dua minggu ke Turki pada 2015.

Layanan Uighur RFA berbicara dengan seorang pegawai pemerintah kabupaten yang mengatakan bahwa Abdushukur telah dikirim ke kamp magang pada bulan November 2017 karena memberi tahu saudara lelakinya tentang penahanan ibu mereka melalui telepon.

Pegawai itu menambahkan, "Ibunya, Merhaba, ditahan di sebuah kamp karena pergi ke Turki, tetapi saya tidak tahu masalah apa yang mungkin muncul selama interogasinya yang menyebabkan ia dipenjara."

Khusus mengenai status keduanya dari kalangan orang kaya, pihak berwenang di XUAR secara teratur menargetkan orang Uighur kaya yang mereka pandang sebagai ancaman terhadap kekuasaan Partai Komunis di wilayah tersebut.

Contoh lain, pada bulan Desember, RFA mengetahui bahwa Eli Abdulla, CEO Xinjiang Yu Cheng (Kota Giok) Pengembangan Real Estat Ltd. dan salah satu orang Uighur terkaya di Distrik Hotan (Hetian), dipenjara seumur hidup pada tahun 2017 setelah ia hilang setahun sebelumnya. Puluhan kerabat serta karyawannya juga telah dijatuhi hukuman penjara.

Seorang pejabat mengatakan dia diberitahu bahwa Abdulla dihukum karena dia telah menyumbangkan sejumlah besar uang untuk sebuah masjid lokal.

Korea Selatan dan Iran Serius "Perang" terhadap COVID-19, Bagaimana Langkah-langkahnya?

Sumber The Guardian

COVID-19 sungguh menjadi perhatian dunia. Penyebarannya kian meluas. Di luar China daratan, Korea Selatan memiliki kasus Covid-19 terbanyak setelah China.

Mengutip The Guardian, Selasa (3/3/2020), Korea Selatan memiliki jumlah total kasus COVID-19 sebanyak 4.812. Sekitar 75% dari kasus berada di Kota Daegu tenggara. Negara ini juga mencatat total 28 kematian, menambah kematian global menjadi lebih daripada 3.100 jiwa.

Menyikapi hal itu, Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, mengatakan negaranya sekarang melakukan "perang" terhadap virus tersebut dan pemerintah akan menyuntikkan US $ 25 miliar ke dalam langkah-langkah untuk membendungnya.

Dirinya memerintahkan semua organisasi pemerintah untuk beralih ke "sistem ruang situasi darurat 24 jam".

Sementara Iran, memiliki lebih daripada 1.500 infeksi yang dikonfirmasi dan 66 kematian akibat Covid-19.

Kantor berita Fars melansir bahwa Iran "mempercepat langkah-langkah" dalam perang melawan virus itu, meningkatkan produksi masker wajah menjadi 1,5 juta per hari dan bahan sterilisasi.

Monday, March 2, 2020

Panduan Membuat Sendiri Masker Hidung dan Mulut, di Pasaran Harganya Mencapai Rp850.000


Pernah mendapati kelangkaan masker? Ketika Anda hendak membelinya, tapi stoknya kosong? Atau pernahkah Anda membeli masker hidung dan mulut dengan harga selangit?

Menyusul wabah COVID-19 yang terus menyebar, khususnya setelah masuk di Indonesia, masker menjadi kebutuhan primer saat ini. Banyak orang berburu benda tipis yang dikenakan di wajah bagian  bawah mata sampai dagu tersebut.

Tapi, agaknya Anda perlu menahan emosi ketika belum mendapatkan hasil buruan itu. Jikalau mendapatkannya pun harganya mahal. Seperti terlansir Solopos, ungkap seorang pedagang di Pasar Glodok, Senin (2/3/2020), "Kalau masker merek Nexcare mencapai Rp850.000 per kotak, Sensi Rp450.000 per kotak dan Accurate Rp400.000 per kotak. Sekotak isi 50 potong."

Tentu saja hal di atas bukan sesuatu yang membahagiakan. Meski demikian, kita masih bisa menyiasatinya dengan membuat masker sendiri.

Mengutip Cloth With Pegs, berikut adalah panduan sederhana membuat masker hidup dan mulut di tengah mewabahnya COVID-19.

Hal terpenting siapkan terlebih dahulu peralatan dan bahan-bahannya.

1. Pola masker (Contoh masker yang sudah
ada).

2. Mesin jahit atau jarum manual untuk menjahit masker.

3. Setrika untuk mengepres lipatan-lipatan
masker.

4. Pensil kain atau lainnya untuk membuat penanda pada kain.

5. Gunting dan penggaris (meteran kain).

6. Benang jahit (pilih yang warnanya sesuai
dengan bahan kain).

7. Kain yang mudah dijahit dan bertekstur lembut seperti katun.

8. Tali elastis (bisa berupa kolor sisa) untuk tali masker.


Setelah semuanya  lengkap, maka mulailah proses pembuatannya.

Pertama, ambil pola masker. Ini adalah dimensi masker secara umum, yakni 17.5cm x 17cm, dan rincian lainnya. Perhatikan gambar berikut.




Kedua, potonglah kain sesuai garis-garis yang telah dibuat berdasarkan pola masker di atas. Kemudian tandai dan terus menandai lipatan tengah masker. Lebih jelas lihat gambar di bawah ini.




Ketiga, buat lipatan-lipatan sesuai tanda yang sudah ada. Lalu lipatan-lipatannya disetrika pada tempatnya seperti pada gambar.




Keempat, buat jahitan lurus di kedua sisi untuk menahan lipatan di tempatnya. Setelah itu, ambil tali elastis dan mengukur panjangnya sesuai yang Anda butuhkan.




Kelima, menjahit tali ke kain atas dan bawah (di sisi yang sama). Potong kelebihannya jika ada dan ulangi untuk sisi lainnya.



Selesai.



Selamat mencoba dan semoga berhasil.

Sunday, March 1, 2020

25 Rumah Sakit Telah Disiapsediakan di Seluruh Kerajaan Arab Saudi untuk Tangani COVID-19 yang Mungkin Terdeteksi

Sumber Arab News

COVID-19 atau virus korona jenis baru yang pertama kali muncul di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China, Desember lalu sudah menjadi momok menakutkan di banyak negara.

Tak terkecuali Kerajaan Arab Saudi. Negara yang menjadi tujuan ibadah haji dan umrah tersebut telah menyiapkan dua puluh lima rumah sakit di seluruh kerajaan untuk menangani infeksi virus korona yang mungkin terdeteksi.

Bahkan, seperti terlansir Arab News, Juru Bicara Kementerian Kesehatan Arab Saudi, Mohammed Abdelali, pada Minggu (1/3/2020) mengatakan bahwa semua warga negara Saudi di luar negeri telah dievakuasi dari daerah endemis dan telah kembali ke kerajaan serta menerima tindakan kesehatan yang diperlukan.

Baca Juga: Turki Telah Luncurkan Operasi Perisai Musim Semi di Idlib, Bagaimana Wujudnya?

Ia juga menambahkan bahwa 2.200 tempat tidur rumah sakit didedikasikan untuk kasus karantina. Sementara itu, aktivitas perdagangan Arab Saudi belum terpengaruh dan berjalan seperti biasa.

Selain itu, masih dari sumber yang sama, Wakil Sekretaris Departemen Haji dan Umrah, Abdulaziz Wazzan, mengatakan bahwa kementerian telah mulai menghentikan sistem otomatis untuk mengeluarkan visa umrah dan sistem pemrosesan visa untuk waktu yang singkat.

"Tindakan pencegahan telah diedarkan ke perusahaan umrah dan perusahaan yang beroperasi di Kerajaan, selain agen eksternal," tambahnya.

Dirinya juga mengatakan bahwa 469.000 peziarah dan pengunjung di kerajaan telah berada di sana sejak keputusan untuk menghentikan visa dibuat. Sebanyak 106.000 peziarah telah pergi sejak keputusan itu dikeluarkan.


Turki Telah Luncurkan Operasi Perisai Musim Semi di Idlib, Bagaimana Wujudnya?


Turki kian intens melindungi warga sipil Idlib di bawah kesepakatan mereka pada September 2018 dengan Rusia. Seperti diketahui, rezim Assad telah melakukan serangan di wilayah tersebut. Padahal berdasarkan kesepakatan itu segala tindakan agresi dilarang di wilayah Idlib.

Mengutip Anadolu Agency, Senin (2/3/2020), pada hari Minggu, Menteri Pertahanan Turki, Hulusi Akar, mengumumkan negaranya telah meluncurkan Operasi Perisai Musim Semi di Idlib, Suriah, dalam menanggapi serangan rezim Assad baru-baru ini terhadap pasukan Turki.

Salah satu wujud operasi ini adalah serangan ke Bandara Militer Al-Nayrab, yakni untuk membuatnya tidak berfungsi. Bandara Militer Al-Nayrab di pinggiran pusat Kota Aleppo dikenal sebagai salah satu pangkalan yang sering digunakan rezim Assad dalam serangan terhadap militer Turki dan warga sipil di Idlib, (barat laut) Suriah.

Tentara Turki menggunakan drone bersenjata dan kendaraan pendukung penembakan untuk menargetkan bandara tersebut.

Alhasil, sumber-sumber lokal mengatakan berbagai tindakan rezim Assad semakin dibatasi karena Bandara Militer Al-Nayrab telah dibuat tidak dapat digunakan.


Malaysia Bergolak, Mahathir Pertanyakan Keabsahan PM Muhyiddin Yassin


Agaknya tak ada politik yang adem ayem. Pergolakan dalam dunia politik sudah menjadi hal lumrah. Salah satunya di Malaysia.

Mengutip The Guardian, Minggu (1/3/2020), mantan Menteri Dalam Negeri Malaysia, Muhyiddin Yassin, ditunjuk sebagai perdana menteri oleh Raja Malaysia. Penunjukannya bisa dikatakan mengejutkan dan secara otomatis mengembalikan partai skandal berkuasa.

Mahathir, yang tetap menjadi PM sementara, mengatakan PM Muhyiddin Yassin tidak memiliki dukungan mayoritas. Sementara dirinya mendapatkan dukungan dari mayoritas anggota parlemen.

"Kita akan melihat seorang pria yang tidak memiliki dukungan mayoritas menjadi perdana menteri," kata Mahathir, menambahkan bahwa dia merasa dikhianati oleh Muhyiddin, yang dia tuduh berkomplot dalam waktu yang lama untuk mengambil posisi perdana menteri.

Setelah ditunjukkan raja, Muhyiddin Yassin dilantik pada hari Minggu (hari ini).

Di sisi lain, sebuah pernyataan istana berbunyi, "Proses untuk menunjuk perdana menteri tidak dapat ditunda karena negara membutuhkan pemerintah untuk kesejahteraan rakyat dan bangsa."

Seperti diketahui, Koalisi Muhyiddin didominasi oleh mayoritas Muslim negara multi-etnis dan termasuk Organisasi Nasional Melayu Bersatu (Umno), yakni partai skandal dari mantan pemimpin yang dipermalukan, Najib Razak.

Dan, Umno adalah kunci dari koalisi berkuasa lama yang digulingkan dari kekuasaan dalam pemilihan umum pada tahun 2018 di tengah tuduhan bahwa Najib dan kroni-kroninya telah menjarah dana negara 1MDB (Malaysia Development Berhad).

Sedang partai-partai yang tersisa dari aliansi Pakatan Harapan memberikan dukungan mereka di belakang Mahathir untuk menjadi perdana menteri, dan ada harapan dia bisa menghentikan Muhyiddin.