Friday, October 2, 2026

Kecerdasan Intelektual Tak Cukup "Menumbangkan" Kezaliman

 

Ilustrasi Pixabay 

"Selamanya, jika hanya mengandalkan kecerdasan intelektual, tak akan cukup menumbangkan kezaliman pemerintah."

"Diperlukan kekuatan besar yang ditunjang kekayaan, kesatuan, kecerdasan lengkap, dan yang tak kalah pentingnya berupa kepercayaan satu sama lainnya."

"Ya, banyak orang yang hanya cerdas dari segi intelektual menjadi pendukung kezaliman. Sebutlah yang terjadi di Republik Ka Han Dak. Ada seorang yang dinilai berintelektual tinggi dan sudah bertahun-tahun menjadi oposisi, akan tetapi, di akhir-akhir hidupnya, dia malah mendukung pemerintah zalim di sana. Dan, fia pun mendapatkan kebahagiaan dengan dilantik menjadi anggota dewan kebersihan halaman istana."

"Hanyyaaaa dia memilih hidup enak. Aaaah, di tangannya pasti halaman istana sang presiden menjadi kinclong berkilau karena jilatanya yang beracun."

"Ha ha ha ha."

***

Thursday, October 1, 2026

Ketika Semua Jalur Hukum SIA-SIA, saat Itulah Kau TELAH Kehilangan Negaramu

 

Ilustrasi Chatgpt 

"Aku telah melihat jalur-jalur hukum yang ditempuh para tokoh di Negara Republik Tai Liu Pei berujung sia-sia. Dengan kata lain hukum di sana menjadi berpihak kepada sosok-sosok yang merupakan para boneka Republik Rakyat Utara. Mereka lah yang dimenangkan. Sebutlah soal kasus busana palsu yang masih hangat dibicarakan di dunia barat saat ini."

"Itu artinya Presiden Si Huang Ping sudah seratus persen menguasai Republik Tai Liu Pei. Seluruh elemen negara tunduk kepadanya."

"Ya. Telah tunduk mutlak. Sebesar apa pun dosa para boneka itu, misalnya, akan dilindungi secara totalitas oleh sang kaisar."

"Benar sekali, istilah 'kaisar' sungguh sangat tepat. Aku sangat setuju. Sebab, Republik Rakyat Utara sebenarnya sama dengan dinasti-dinasti sebelumnya,.yakni menguasai negara-negara lain dan menjadikan satu per satu sebagai koloni-koloni yang tunduk dan patuh."

"Yang kuingat negara koloni pertama mereka adalah Mang Ku Ruo, lalu Uy Tour, Mangga Dalam, Si Ber, dan terkahir Tai Liu Pei ini."

"Aaaah! Akhirnya Tai Liu Pei telah kehilangan kemerdekaannya di tangan negeri seberang."

***