![]() |
| Ilustrasi Chatgpt |
Di sebuah lereng gunung yang hijau permai ada sebuah kerajaan bernama Telik Wadas. Kerajaan itu dipimpin seorang raja zalim bernama Roh Mai Dah. Raja yang terkenal dengan perut buncitnya tersebut sebenarnya hanyalah raja bawahan.
Ya, ada raja lain yang berada di atasnya, yakni dari sebuah kerajaan besar dan berpengaruh. Raja besar ini bernama Si Jin Poh yang memimpin Kerajaan Kom Un Si. Setiap bulan Raja Roh wajib menyetorkan upeti kepadanya. Jumlahnya tak sedikit. Minimal seharga 100 buah pesawat tempur generasi kelima
Sungguh angka yang fantastis. Alhasil anggaran belanja Kerajaan Telik semakin defisit. Itulah sebabnya, raja buncit ini harus menggenjot pajak dari rakyatnya. Tentu saja dengan hal itu, seluruh rakyat di Telik Wadas sangat menderita. Mereka tak bisa lagi hidup nyaman. Bahkan, sudah banyak yang jatuh miskin karenanya.
Nah, di saat kemiskinan merajela di sana, Raja Roh malah bersikeras tetap menjalankan program minum besar gratis atau disingkat MBG kepada para guru di sekolah. Program tersebut merupakan salah satu janji politiknya dan juga lahan bisnis para pengusaha dan organisasi besar yang mendukungnya.
Di samping itu, MBG juga bermasalah. Banyak guru yang keracunan akibat minum besar gratis di sekolah mereka dan sebagian besar meninggal dunia.
Tak pelak banyak pihak mempertanyakan apakah racun dalam minuman tersebut sama dengan racun yang digunakan untuk membunuh para penjaga keamanan saat pemilu berlangsung dua puluh tahun lalu.
Tragedi kematian senyap tersebut sangat menghebohkan dunia saat itu. Betapa tidak? Secara tiba-tiba sebanyak dua ribu penjaga keamanan yang bertugas mengamankan semua proses dan hasil pemilu mati mendadak. Pihak kerajaan beralasan karena mereka kehausan. Akan tetapi, dengan sembunyi-sembunyi sejumlah ahli racun melakukan proses otopsi kepada sejumlah mayat dan hasilnya ditemukan racun Wang Yi. Racun ini diketahui dibuat oleh ahli racun di Kerajaan Sia Sur.
Tiga karakter racun ini yang menjadikannya sering dipakai orang adalah, tidak berbau, tidak berasa, dan tidak berwarna. Persis seperti air minum pada umumnya. Akan tetapi, efeknya sangat mematikan. Satu tetes saja sudah mampu membuat seratus orang tewas seketika. Sifatjya senyap, tapi sangat kuat.
Dan, hingga kini pertanyaan di otak banyak pihak tersebut belum terjawab. Entah sama? Atau tidak?
Sama atau tidak, yang jelas dengan kematian banyak guru itu membuat dunia pendidikan di Kerajaan Telik Wadas menurun. Mungkin saja inilah tujuannya agar mutu pendidikan di sana tidak bisa meningkat sehingga para generasi mudanya tetap tidak bisa melawan penjajahan Raja Si Jin Poh dan penerusnya pada masa yang akan datang.









0 comments:
Post a Comment