![]() |
| Ilustrasi: Pixabay |
"Ah sialan betul tu si Kino. Kritiknya ngena banget dan penolakan kita lewat si Teti malah menjadikannya bersinar."
"Kita perlu pengalihan isu agar kehebohan.masyarakat reda. Bahaya kalau diteruskan. Bisa-bisa kritik si Kino bakal menjadi senjata pemusnah Misi Pemborosan Negara."
"Siapa lagi yang kita suruh untuk melakukannya?"
Beberapa waktu mereka saling diam.
"Oh iya! Aku ada ide. Kita goyang saja perihal progam yang paling sensitif."
"Islam?"
"Bukan!"
"Lantas apa?"
"Progam Mancing Gratis. Program itu, 'kan sangat sensitif bagi masyarakat?"
"Lalu apa yang bakal kita perbuat terkait program tersebut?"
"Kita ganti saja kepalanya."
"Wah brilian banget idemu. Ya, ini pasti bakalan heboh."
"Bagaimana dengan yang lain? Setuju?"
Anggukan demi anggukan segera terlihat di meja bundar dalam ruangan itu.
Tak lama setelahnya, Kepada Badan Joran Nasional diganti. Mantan orang nomor satu di badan yang mengatur program Mancing Gratis tersebut langsung menjadi bahan perbincangan hangat di media masa dan masyarakat luas. Penggantinya pun ikut menjadi sorotan karena tidak memiliki latar belakang soal dunia perpancingan ikan.
Perlahan-lahan kritik dari ahli dunia internasional yang tadinya bagai api unggun raksasa menjadi mengecil.
"Idemu benar-benar dahsyat!"
"Kamu memang sangat bisa diandalkan.
"Salut!"
"Keren, Bro!"
***









0 comments:
Post a Comment