![]() |
| Foto: Pixabay |
Sebagian pihak mengatakan bahwa para pembeli mobil asing dengan jumlah yang sangat banyak bisa dikategorikan antitanah air. Menurut mereka, seharusnya belilah produk lokal. Selain itu, pihak yang memberikan akses negara asing terbang di langit negaranya juga merupakan bagian dari kelompok ini.
Kedua contoh di atas terjadi dalam dunia fiksi. Ya, keduanya bisa dikatakan merupakan fakta-fakta dalam realitas imajiner. Dan, kita patut bersyukur dalam realitas nyata tidak ada orang yang demikian.
Akan hancur negara jika ada yang antitanah air. Bayangkan saja, mobil harus buatan asing, ruang udara dikasihkan kepada negara asing, apalagi seandainya kecintaannya terhadap asing semakin besar. Bisa-bisa setiap bulan akan melakukan perjalanan ke luar negeri untuk menikmati yang asing-asing. Alhasil, tanah air hanyalah tempat yang tak bernilai apa-apa di matanya. Parahnya, hal tersebut dapat melahirkan aktivitas yang merusak tanah air semisal penebangan hutan secara brutal.
Untuk itulah, idealnya sejak dini para orang tua menumbuhkembangkan kecintaan tanah air kepada anak-anak. Begitu pula di dunia pendidikan harus melakukan hal yang sama. Dengan begitu, diharapkan tanah air tetap dijaga dan dirawat secara baik dan benar.









0 comments:
Post a Comment