Monday, August 17, 2026

Apa Manfaat Motor Listrik untuk Rakyat? Dusta Belaka!

Ilustrasi Chatgpt 

"Rakyat di sana itu tidak butuh yang muluk-muluk."

"Terpenting kebutuhan primer tercukupi dengan mudah dan murah."

"Contohnya listrik murah, air bersih mudah didapat, alat transportasi tidak dikenai pajak, bahan bakar minyak murah, kesehatan gratis, dan pendidikan tidak mahal."

"Tapi, Presiden Jum Bo Dut di Republik Gemoyanbong selalu mengatasnamakan rakyat untuk keuntungan pribadinya."

"Motor listrik salah satunya."

"Rakyat di sana dipaksa untuk segera memakai motor listrik. Jika masih menggunakan motor bensin, secara otomatis akan membayar harga bensin yang mahal. Sebab, subsidi bensin akan dipangkas secara signifikan tahun depan."

"Aku heran motor listrik yang tidak jelas di mana pabriknya itu diklaim Presiden Jum sebagai motor buatan dalam negeri."

"Ya, memang mengherankan. Tiba -tiba saja ada. Padahal sebelumnya tak pernah ada informasi tentang perusahaan motor listrik di negara itu. Seandainya ada, pastilah Presiden Jum akan meresmikannya dengan mengundang banyak media. Bukankah dia suka sekali disorot kamera? Nah masa sih momen peresmian motor dalam negeri tidak dirayakan olehnya?"

"Agaknya itu sama dengan mobil Tamar 30 tahun lalu. Kita pernah menduganya sebagai mobil buatan dalam negeri mereka. Ternyata mobil-mobil tersebut diproduksi di Korea Selatan dan diimpor tanpa cukai sampai di negeri berjuluk Terong Ungu itu."

"Lalu setelah tiba di sana langsung ditempeli stiker khas negara mereka."

"O iya, kembali ke pemangkasan subsidi bensin, menurutku itu sangat kejam. Rakyat dipaksa membeli, baik tukar tambah, maupun beli murni motor listrik tersebut."

"Itu memaksa rakyat mengeluarkan uang besar.  Padahal rakyat tak butuh motor listrik. Rakyat hanya butuh motor yang sudah mereka miliki dengan bensin yang mudah didapatkan dan murah harganya."

"Dan, keuntungan motor listrik itu hanya untuk Presiden Jum. Dia dapat komisi penjualan dari perusahaan asing dan uang hasil pemangkasan subsidi bensin.

"Oh beruntunglah kita punya presiden yang tidak seperti dirinya. Bapak Prof. Dr. Haji Makmuriyah, M.Sc., memang dahsyat."

"Beliau mirip Presiden Recep Tayyip Erdogan yang lebih mengutamakan kemajuan bangsanya daripada dirinya sendiri."

***

0 comments: