Friday, August 14, 2026

Menghemat 73,9 Trilyun Mujaka untuk Kepentingan Presiden

 

Ilustrasi Chatgpt 

"Itu angka yang sangat besar."

"Tapi sayangnya bukan untuk rakyatnya. Republik Selimutar tetaplah miskin dan kecenderungannya lebih kepada kebangkrutan."

"Benar. Bagaimana nggak bakal bangkrut? Semua program yang dijalankan Presiden Geleng Pulan itu hanya pengeluaran dan pengeluaran duit mulu. Bahkan, meskipun anggaran belanja negara di sana sudah defisit, tetap saja begitu."

"Terutama program Makan Bakpao Gratis itu sungguh menelan anggaran belanja negara tersebut secara brutal. Setiap hari negara mereka harus mengeluarkan 1,2 triliun Mujaka hanya untuk program pencitraan sang presiden. Sungguh pemborosan yang luar biasa."

"Padahal dalam sehari, pemerintah di sana belum tentu bisa mendapatkan uang sebanyak itu."

"Akibatnya mereka ngutang dan ngutang dari waktu ke waktu demi kepentingan Presiden Geleng Pulan."

"Yang bikin aku sangat prihatin adalah, rakyat di sanalah yang membayar utang-utang si presiden tak tahu diri itu dengan pajak."

"Ya, dia memang tak tahu diri. Selain itu, aku juga heran dengan dirinya. Dari sisi usia, dia sudah sangat tua. Kekayaannya juga sudah begitu melimpah ruah. Tapi, ambisinya untuk mengejar dunia yang fana ini tak ada surutnya."

"Begitulah kalau orang sudah dibutakan dengan keduniawian. Dalam jiwanya hanya ada dunia dan dunia."

"Jadi, percuma saja negara itu menargetkan hemat sekian trilyun dengan membangun pembangkit listrik tenaga Surya. Sebab, uang hasil penghematan tersebut bakal dihabiskan dalam pencitraan semata."

***

0 comments: