![]() |
| Ilustrasi Chatgpt |
"Sebenarnya kasus memisahkan diri dari sebuah negara berdaulat adalah bukti bahwa pemerintah di sana tidak prorakyat."
"Pastinya. Kalau prorakyat, tentunya tidak ada yang namanya ingin lepas, ingin merdeka, atau ingin terbebas dari rezim negara tersebut."
"Artinya rakyat sudah berada pada titik nol kesejahteraan. Rakyat sudah disakiti. Rakyat sudah sangat tidak dianggap oleh pemerintah."
"Dari sanalah muncul harapan untuk kehidupan yang mereka dambakan. Dan, hanya ada satu cara, yakni lepas dari negara asal yang dipimpin oleh presiden tak punya empati terhadap mereka."
"Jadi, dalam situasi seperti itu yang harus dilakukan presiden dalam menjalankan roda pemerintahannya ialah, segera menjalankan program yang rakyat inginkan, bukan bersikukuh mencari keuntungan pribadi dan para pendukungnya di atas derita rakyat."
"Tapi, agaknya susah. Sebab, presiden yang didukung partai-partai politik dan juga para elit lokal serta elit global, sudah dipastikan tidak akan prorakyat."
"Betul. Dirinya sudah diikat oleh pihak-pihak tersebut. Segala keinginan mereka, harus dipatuhi si presiden. Jika tidak, dia akan diturunkan paksa dan menjadi rakyat biasa."
"Andai keinginan mereka sama dengan yang diharapkan rakyat, segalanya berjalan aman. Masalahnya, kepentingan-kepentingan mereka bertabrakan dengan keinginan-keinginan rakyat."
"Ya. Sebutlah contoh paling sederhana. Partai-partai politik ingin menempatkan kader mereka di kursi-kursi jabatan dalam pemerintahan. Maka, untuk mewadahi hal itu dibangunlah kementerian baru dan lembaga-lembaga baru. Kader-kader tersebut kemudian menempati jabatan sebagai menteri, wakil menteri, kepala badan, komisaris, dan lainnya. Dengan begitu pengeluaran negara kian banyak untuk menggaji mereka. Alhasil, pajak kian diperluas secara brutal. Ujung-ujungnya rakyat lah yang menderita."
"Dari sanalah rakyat bereaksi. Mulai dari obrolan di dalam rumah. Lalu merembet di warung kopi. Kemudian meluas menjadi unjuk rasa, dari yang semula santai hingga terjadi konflik dengan aparat keamanan yang mendukung rezim. Perlahan situasi dan kondisi kian memanas. Rakyat yang semakin diinjak-injak akhirnya memutuskan untuk memisahkan diri dari negara asal."
***









0 comments:
Post a Comment