![]() |
| Ilustrasi Pixabay |
"Ngapain sih pemerintah negara tetangga meracuni para siswa di sana? Apa semata-mata untuk membuat generasi di negeri itu bodoh dan sakit-sakitan? Lalu sepuluh tahun mendatang 100% jadi negara jajahan?"
"Yaaaa begitulah negara yang sedang dalam proses penguasaan negara lain. Aku juga marah sepertimu dengan situasi dan kondisi di sana."
"Benar-benar pemerintah yang pengkhianat! Mereka rela menghancurkan negara sendiri demi mendapatkan keuntungan pribadi!"
"Mereka tak memiliki jiwa patriot. Dalam diri mereka hanya ada kerakusan tanpa batas."
"Dan, para penjajah dari negeri asing sangat menyenangi para pengkhianat itu."
"Pastinya demikian."
"Lantas, apakah perlawanan rakyat di sana mampu membuat bebasnya Negara Republik Nuanglu itu dari belenggu para penjajah kejam tersebut?"
"Letupan demi letupan massa memang sudah terjadi di sana. Tapi, masih jauh untuk bisa menggulingkan pemerintah yang berkuasa saat ini di negara mereka. Perlu massa yang lebih besar dan besar lagi agar rezim Presiden Pruok Long Jay tumbang."
"Benar. Perlu kekuatan massa yang ekstra untuk itu. Sebab, Presiden Pruok didukung penuh oleh penjajah asing. Jika dia berhasil digulingkan dan para pengkhianat bangsa di sekitarnya juga dibersihkan, negara tersebut akan sehat kembali."
"Artinya seluruh rakyat di negara tersebut harus ambil bagian dalam proses penyelamatan negeri mereka."
"Jika tidak, aku yakin negara itu akan hilang dari peta dunia. Mungkin setelah dijajah penuh, akan menjadi Provinsi Mulyako, Jinem, Tung Kang Law, atau nama yang lainnya dengan status sebagai provinsi negara lain."
***









0 comments:
Post a Comment