Tuesday, July 7, 2026

Ketika Ijazah Serupa Aib Besar

Ilustrasi: Pixabay 

Konon, di sebuah negara dekat Gunung Rudalan ada kasus fenomenal yang menggemparkan dunia. Diwartakan banyak media internasional bahwa salah seorang manusia di sana memiliki ijazah misterius.

Di depan publik ijazah itu ditampilkan hanya dalam wujud fotokopinya. Memang kedengarannya biasa-biasa saja, tetapi dengan wujud demikian mampu mengantarkan seseorang tersebut menjadi presiden dua periode di negara itu. Namanya Presiden Kaget Sekali.  

Waw, 'kan? 

Bayangkan hanya fotokopinya sudah memiliki kekuatan super. Apalagi aslinya? 

Nah, membahas aslinya inilah yang malah berkebalikan. Ya, wujud aslinya malah disembunyikan dengan sangat rapat. Ibaratnya aib besar yang wajib ditutupi. Padahal keaslian ijazah lah yang membuat kertas tanda kelulusan tersebut sah sebagai syarat untuk menjadi presiden atau sekadar mendaftar sebagai pekerja resmi. 

Pertanyaan awalnya, mengapa fotokopinya bisa diterima sebagai salah satu syarat kelengkapan menjadi presiden? Apakah karena pemilihan presiden di Republik Pohonima itu hanya formalitas belaka? Yang sebenarnya sudah diatur siapa pemenangnya?

Jika pertanyaan terakhir di atas jawabannya adalah ya, maka siapa pihak pengaturnya?

Sebagian pihak mengatakan yang mengaturnya ya orang-orang besar dengan sebutan para elit global. Para raksasa itulah yang menjadi dalang saat Presiden Kaget Sekali bertahta. Segala tindak tanduknya mewakili semua kehendak mereka. Mulai dari pencabutan besar-besaran subsidi bahan bakar minyak, proyek jalan tol dengan dana utangan, pembiaran masuknya tenaga kerja asing ilegal  secara bebas, pembuatan pulau-pulau reklamasi, pemberian nikel gratis kepada salah satu negara adidaya, hingga pembukaan hutan untuk ibukota negara baru yang akhirnya mangkrak. 

Semuanya berjalan lancar. Mengapa lancar? Karena Presiden Kaget Sekali sangatlah bodoh. Dan, mengapa bodoh? Sebab, dia sebenarnya tidak berpendidikan tinggi. Ijazahnya yang hanya berwujud fotokopi itu adalah palsu. Makanya yang berupa "wujud bukan fotokopi" tidak pernah diperlihatkan di depan publik. 

Pertanyaan sederhananya, mengapa para raksasa global menjadikannya presiden? Karena orang bodoh sangat mudah diatur tanpa pernah bertanya mengapa.


0 comments: