![]() |
| Ilustrasi: Pixabay |
"Ya, aku sudah dengar tentang apa yang barusan kamu katakan. Di negara itu memang sedang dikuasai para begundal kelas teri yang disokong penjahat internasional."
"Kadang aku merasa kasihan dengan rakyat di sana, terutama kaum miskinnya. Mereka dipaksa membayar pajak untuk kesenangan para elit lokal dan global."
"Lokal dan global yang super jahat. Mereka menjajah rakyat. Itulah kenyataannya."
"Terlebih presidennya yang gendut dan sombong itu. Aaaaaah, dia selalu saja menghamburkan uang pajak demi kewibawaannya, terutama di mata dunia internasional."
"Ya, ya, aku sampai geleng-geleng kepala melihat tingkahnya yang seperti kanak-kanak tersebut. Sukanya bangun ini, bangun itu dengan jumlah besar. Dia juga gemar sekali jalan-jalan di luar negeri untuk bisa berjabat tangan dengan presiden negara maju. Yaaaa, apa ya namanya, narsis akut gitulah intinya."
"Orang tua itu memang gila sanjungan. Inginnya selalu dipuja-puja. Dan, dia tak peduli anggaran negaranya mengalami defisit parah. Para investor asing pun sudah tidak percaya lagi padanya. Mata uang negara yang dipimpinnya juga sudah anjlok drastis. Yang terakhir dia menawarkan listrik ke negara lain sementara di dalam negaranya sendiri sedang krisis listrik."
"Agaknya Republik Subur itu sebentar lagi akan sirna dari dunia ini. Prediksiku sekitar dua tahun lagi, yakni pada bulan Agustus tahun 2890."
"Benar. Aku juga berpikir demikian. Padahal di sana banyak orang-orang pintar, tapi yang jadi presiden dan wakilnya malah sangat memperihatinkan. Seumpama yang jadi presiden di sana seorang negarawan yang berkompeten, aku yakin negara tersebut akan maju pesat dengan modal kekayaan alamnya."









0 comments:
Post a Comment