Wednesday, July 1, 2026

Pajak Sukses, Lainnya Gagal Total?

 

Ilustrasi: Pixabay 

Pemerintah mana pun dilarang bangga jika kesusksesan mereka hanya di bidang penarikan pajak. Betapa tidak? Sebab, tak ada yang bisa dibanggakan dari aktivitas menarik pajak, apalagi jika dilakukan secara ugal-ugalan. 

Ya, sejatinya pajak adalah pungutan yang menyengsarakan rakyat. Jika di dunia hitam, maka namanya bukan pemerintah, melainkan penjahat besar yang zalim. 

Itulah sebabnya, meningkatkan kinerja perusahaan-perusahaan di bawah Badan Usaha Milik Negara tentu lebih terpuji dan bermartabat daripada sekadar memungut pajak. Tapi, sayangnya hal ini gagal. Dari sekian perusahaan yang ada, sekitar 800-an perusahaan disuntik mati. Padahal, perusahaan-perusahaan itulah warisan para leluhur negeri untuk terus ditumbuhkembangkan dari waktu ke waktu demi kesejahteraan rakyat. 

Bisa dikatakan para penerus pemegang wewenang negeri tidak menghargai jerih payah para pendahulu mereka. Negara sudah salah urus. Korupsi terjadi di mana-mana termasuk di perusahaan-perusahaan tersebut dan sebagainya dibiarkan, sebagian kecilnya masuk ruang pengadilan dengan hukuman ringan. Sehingga, besok dan besoknya lagi korupsi kian merajalela.

Alih-alih memberikan perhatian serius terhadap perusahaan-perusahaan yang masih hidup, pemerintah malah sibuk dengan program-program pemborosan anggaran negara. Uang pajak dihambur-hamburkan. Melayang begitu saja dan pemerintah kian memperluas jangkauan pajak. Usaha-usaha kecil pun tak luput dipalak demi kebahagiaan para pejabat negara yang sangat serakah luar biasa. 

0 comments: