![]() |
| Ilustrasi: Pixabay |
Begitulah yang langsung muncul di kepala saat mendapatkan berita bahwa harga-harga bahan pangan turun saat MBG berhenti sementara.
Dengan perkataan lain, MBG atau makan bergizi gratis satu kali setiap siang hari di sekolah ternyata menjadi penyebab naiknya harga di pasaran. Wow! Kalau begitu adanya, pastinya yang paling ideal adalah, menghentikan program tersebut selamanya. Dengan begitu, para orang tua bisa lebih banyak membeli kebutuhan pokok untuk memperkaya gizi anak masing-masing. Ya, baik di rumah, maupun di sekolah.
Khusus di sekolah, para orang tua bisa membekali para siswa dengan makanan yang lebih bergizi daripada sekadar MBG yang hanya 8k per porsi. Benar, menu yang disajikan dalam program MBG hanya delapan ribu rupiah. Itu tentulah tidak cukup untuk memperkaya gizi anak selama 24 jam. Tubuh anak perlu asupan gizi yang lebih daripada sekadar menu MBG.
Selain itu, tanpa MBG anggaran belanja negara pasti dapat lebih dihemat dan tidak akan ada lagi pemotongan anggaran di sektor-sektor lain. Alhasil, negara bisa lebih sehat, lebih lega bernapas, dan rakyat pun bisa menikmati alam kemakmuran secara keseluruhan.









0 comments:
Post a Comment