Friday, April 10, 2026

Ini Tujuan dari Perkataan Jadi Presiden Tidak Enak

 

Ilustrasi: Pixabay

Presiden Prabowo Subianto saat memberikan arahan dalam rapat kerja di Istana Merdeka, Rabu (8/4/2026) meminta semua pihak agar tidak menganggap "enak" menjadi Presiden Indonesia. 

Tentu saja perkataan itu menuai sejumlah pertanyaan. Salah satunya, apa tujuan seorang Prabowo mengatakannya? 

Bukankah kita tahu sudah berkali-kali dirinya ikut pilpres dan baru satu kali bisa memenangkannya. Kemenangannya itu pun, menurut sebagian orang, karena bantuan Jokowi. Tanpa adanya mantan Walikota Solo tersebut, Prabowo tetaplah rakyat biasa hingga sekarang (masih menurut sebagian orang). Nah, dari sini jelas kelihatan sekali betapa inginnya Prabowo menjadi presiden di Indonesia. Antara fakta ini dan "tidak enak" jelas berlawanan, bukan? 

Sesuatu yang diinginkan umumnya enak. Bukan malah sebaliknya. Agaknya memang ada tujuan selain sekadar mengonfirmasikan perihal rasa itu. 

Pertama, bisa jadi tujuannya adalah untuk menang di pilpres 2029. Ya, agar orang-orang yang juga ingin menjadi Presiden Indonesia membatalkan keinginan tersebut. Atau setidaknya menjadi tidak semangat. Alhasil, Prabowo Subianto akan menang telak. 

Kedua, tujuannya mungkin agar masyarakat takjub kepadanya. "Ternyata Presiden Prabowo seorang pekerja keras." Begitu kira-kira kalimat di pikiran banyak orang setelah mendengar atau membaca perkataan seorang Prabowo soal "tidak enak" itu. 

Ketiga, tujuannya supaya masyarakat tidak menganggap Prabowo sekadar menghambur-hamburkan anggaran belanja negara. Misalnya kunjungan di banyak negara. 

Keempat, agaknya hal itu agar dirinya mendapatkan pujian dari dalam negeri dan terutama dari luar negeri. Sebutlah dipuji Donald Trump. 

Dan, ada kemungkinan-kemijgkinan lainnya. Meski demikian, apa pun tujuan sebenarnya, rakyat hanya ingin bukti nyata Prabowo Subianto mampu menghasilkan, bukan sekadar mampu bekerja. Menghasilkan apa? Tentunya berupa kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia. 

0 comments: