Thursday, April 9, 2026

Indonesia Gelap = Langit Makin Mendung?

 

Ilustrasi: Pixabay

Pertanyaan jelasnya dalam judul di atas adalah, apakah makna dua kata pertama sama dengan tiga kata kedua? 

Indonesia Gelap yang teridiri atas dua kata, secara ringkas merupakan bentuk kriitik terhadap kondisi Indonesia yang kian buruk pada era Prabowo Subianto. Mulai dari isu kebijakan anggaran dan efisiensi, terancamnya kebebasan berpendapat, kian maraknya korupsi dengan hukuman ringan, hingga pada rasa kecewa dan putus asa terhadap masa depan Indonesia. 

Sementara Langit Makin Mendung sebenarnya merupakan judul sebuah cerita pendek karya Ki Panji Kusmin yang dimuat Majalah Sastra tahun ke VI nomor 8 edisi Agustus 1968. Cerpen ini juga terkait dengan pemerintahan waktu itu, yakni era Orde Lama yang dinilai buruk. 

Bisa dikatakan keduanya sama-sama wujud kritik dari masyarakat di alam demokrasi. Tentu saja yang dikritik benar-benar fakta dalam realitas nyata. Dan, baik Indoensia Gelap, maupun Langit Makin Mendung memang lahir dari pikiran dan perasaan yang waras. Bukan karena sakit mata dan sakit hati. Bukan pula karena ditunggangi kepentingan politik kekuasaan. 

Ya, sebutlah soal kebebasan berpendapat. Apakah ketika si Budi, misalnya, mengkritik hal itu didasari oleh syahwat politiknya ingin menjadi presiden? Dia bukan orang politik, sehingga tidak mungkin jawabannya ialah "YA". Budi hanya ingin kebebasan berpendapat di Indonesia tidak diberangus pemerintah. 

Begitulah memang, pemerintah sangat takut kehilangan kekuasaannya. Itulah sebabnya, dengan sangat mudah wujud kritik dikategorikan sebagai serangan politik. Bahkan demonstrasi yang disertia pembakaran gedung DPRD disebut sebagai makar. Padahal bukan. 

Lantas, apa yang idealnya dilakukan pemerintah terhadap Indonesia Gelap dan Langit Makin Mendung yang keduanya sama-sama kritik membangun?

Jawabannya tentu setiap pemerintah pada era kapan pun, wajib menerima kritikan dan merenungkan apa yang sudah dilakukan. Kemudian berbuat lebih baik lagi daripada sebelumnya. Ini semata-mata agar seluruh rakyat Indonesia mendapatkan kemakmuran yang dicita-citakan bersama. 


0 comments: