![]() |
| Ilustrasi: Pixabay |
Negara akan kacau balau jika tak ada orang pintar yang membimbing jalannya pemerintahan. Para pengamat sejatinya adalah orang-orang pintar di bidangnya masing-masing. Para ekonom, misalnya, memberikan bimbingan untuk pemerintah ke arah perbaikan ekonomi yang sehat. Bisa dikatakan mereka merupakan para guru bangsa.
Tapi, sayangnya di Indonesia para pengamat akan ditertibkan. Kata ditertibkan tentu saja dibungkam. Atau kata lainnya dibereskan. Untuk apa? Tujuannya supaya pemerintah bisa menjalankan keinginannya sesuka hati. Ya, lebih tepatnya sesuai keuntungan yang sudah atau akan mereka dapatkan.
Ini jika diteruskan akan sampai pada titik kehancuran. Ramalan yang pernah dikutip Presiden Prabowo Subianto pada kampanye menjelang pilpres 2019 pun bahwa Indonesia akan bubar tahun 2030 kemungkinan besar akan terjadi. GAWAT!
Lantas bagaimana dengan nasib rakyat? Agaknya, kata "berharap" menjadi jargon paling populer dalam kaitannya dengan perbaikan kehidupan di negara kita. Dan, harapan terbesarnya, negara Indonesia bisa menjadi lebih baik daripada hari kemarin.









0 comments:
Post a Comment