Friday, January 7, 2022

Utuh Bakencong Mengganti Atap

 Serial Santuy Utuh Bakencong


Tepat pukul 11 siang Utuh Bakencong terbangun dari tidurnya. Sudah dua kali ia terbangun hari ini. Sebelumnya pada pukul 4 pagi tadi. Lantaran kelelahan sehabis mencuci pakaian, ia pun tertidur pulas di dekat pintu samping rumahnya. 

Nah, setelah terbangun yang kedua kalinya inilah ia segera membuka pintu samping rumahnya. Lalu meregangkan otot-ototnya, terutama di bagian tangan. Dan, betapa terkejutnya ia saat melihat atap samping rumahnya rusak parah. Entah karena angin deras atau sebab lainnya. 

"Waddduuuuh! Kok bisa begini ya? Ngeri sekali!" gumamnya seraya geleng-geleng kepala. 

Ia terus memperhatikan atapnya yang rusak itu beberapa saat.

"Ini harus segera diganti!" serunya dalam hati.

Tanpa menyia-nyiakan waktu, bergegas dirinya langsung membawa sejumlah uang dan langsung ke toko bangunan yang tak jauh dari kediamannya itu. Untunglah matahari sedang bersembunyi di balik awan. Dengan santainya ia berjalan sambil membawa atap seng plastik terang, paku payung dan karet pelapisnya yang ia beli dengan harga terjangkau. 

Tak lama setibanya ia di rumah, matahari bersinar dengan gagahnya. Suhu perlahan naik. Cuaca kian cerah. Meski demikian, dirinya tetap melanjutkan perjuangannya mengganti atapnya yang rusak dengan yang baru. 

Sambil membawa kotak pertukangan, dirinya terpapar sinar matahari yang menyengat. 

"Panas! Panas!" suaranya sedikit meninggi dan berulang-ulang sambil berjalan agak cepat. 

Itulah sebabnya, sebelum membawa barang-barang lainnya, dirinya berpikir keras. Ia berinisiatif menggunakan payung untuk melindunginya dari teriknya matahari. Beberapa anak seketika tertawa melihat dirinya membawa dua lembar atap seng plastik sambil memegangi payung. Kemudian ia membawa termos berisi makanan hangat dan juga air teh panas dalam teko.

Barulah setelah semuanya lengkap ia mulai melepaskan satu per satu seng plastik yang sudah rusak. Lalu menggantinya dengan yang baru ia beli. 

Kini, atap barunya sudah ia pasang. Hasilnya sangat rapi.

"Nah, kalau begini, 'kan mantap!" gumamnya seraya tersenyum lebar dengan hati yang gembira. (MJA).

-------------------------------

Saksikan pula film pendek serial ini di video berikut.




0 comments: