Friday, November 16, 2018

Luar Biasa, Ini Salah Satu Puisi Korrie Layun Rampan tentang Alam dan Isinya, yuk Baca!



PEGUNUNGAN MERATUS       


Dongeng puncak seratus yang hanya terlihat  sembilan puluh sembilan. Selalu ada penjaga di hutan buta. Hari-hari berat melingkari ular berat yang panjangnya 80 meter menyemai buah semangka di dalam hutan badan yang berwangi nuri.
   
Habermas telah lama menawarkan teori tindakan komunikatif yang mengisi hidup di dalam ruang-ruang merdeka di luar senjakala peradaban. Itu sebabnya tikaian tak sampai-sampai di dalam Mattai bahwa roti memang mengenyangkan, namun firman lebih membuahkan hidup yang baka.

Elohim menyebut nama-Nya sendiri.

Kasih sayang menyusu dari garpu. Gunting tak mencukur walrus. Burung bangkai membersihkan mayit yang sakit setelah digigit pemangsa dari ujung langit. Terrapin tahu pasti telurnya mujur atau rugi di dalam pemanas tukang roti. Siapa berkelahi dengan penyu hijau? Bunglon sengaja mengajak komodo bertamasya mencari sisa wangi.

Udara bertubi-tubi 

Ini pegunungan meratus. Walet meleret paket. Gua pencari kerja di sayap panjang liur emas gunung berang. Siapa di awang?   

Subuh bus antarkota. Siapa memikul rancak di daun tuak. Kau terdampar di Pulau Petak? Di mana Marko menaruh Temanggong Nicodemus di dalam jajaran jiwa-jiwa sentosa yang mengendarai garuda moksa.   

Tak sempat melihat korupsi di departemen ini. Lidah terkunci. Lagu-Iagu berang melayang-layang bersama burung layang-layang yang terbang tanpa henti di dataran kaki para abdi. Malioboro penuh pepak para pejalan kaki. Di trotoar tak ada yang menjual puti dan tumpi. Hanya merak dan bintang laut yang bermain ski di dada istri tanpa talak. Pohon-pohon menyalak bersama serigala menyalak di semak-semak retak. Di mana galak?   

Angsa bermain trompet tahun baru. Sayapnya yang mencapai tiga meter membuat dirinya memesona raja-raja tahu. Bulunya yang putih memutih dan hitam menghitam. Paruhnya yang kuat menjadi lebar tak bersangkar. Telurnya dijaga di luar seminar. Apa pasar? Di mana akar?

Hutan hingar-bingar.

Kode booking telah didapat di Iuar ruang antang melarat. Borobudur, Mendut, dan Prambanan menjamu para tahanan Medang Kamulan. Bukankah pendekar raja bijaksana telah menggelar pesta raya di bawah roman Rakai Pikatan?

Kau mendesah.

Tak pilih. Putri Junjung Buih. Di asin Banjarmasih? Putri Mok Manaar Bulatn? Di Sentawar? Di Kutai? Putri Karang Melenu?

Siapa tahu?

Sultan Suriansyah memilih Patih Masih. Udara asin di dalam ulin. Kota menanam dada. Memalak dedak. Rusuk ngamuk. Angin seduduk merunduk. Jantan takluk.

Siapa yang membuka bukan?

Meratus terputus-putus arus.

Asin menggarami kota.

Siapa hadir alfa?

Gabus mengutuk-ngutuk pahala.

Gua-gua puncak Adinda.


Tentang Penyair

Korrie Layun Rampan (lahir di Samarinda, Kalimantan Timur, 17 Agustus 1953--meninggal 19 November 2015 pada umur 62 tahun) adalah seorang sastrawan berkebangsaan Indonesia. Korrie merupakan pencetus penyusun buku Sastrawan Angkatan 2000 terbitan Gramedia Pustaka Utama yang memuat lebih dari seratus sastrawan, terdiri dari penyair, cerpenis, novelis, esais, dan kritikus sastra.

Ayahnya bernama Paulus Rampan dan ibunya bernama Martha Renihay-Edau Rampan, beretnis Dayak Benuaq. Semasa muda, Korrie tinggal di Yogyakarta. Di kota itu pula ia berkuliah. Sambil kuliah, ia aktif dalam kegiatan sastra. Ia bergabung dengan Persada Studi Klub, sebuah klub sastra yang diasuh penyair Umbu Landu Paranggi. Di dalam grup ini lahir sejumlah sastrawan ternama, seperti Emha Ainun Najib, Linus Suryadu A.G., Achmad Munif, dan Ebiet G. Ade.

Pengalaman bekerja Korrie dimulai pada 1978 di Jakarta sebagai wartawan dan editor buku untuk sejumlah penerbit. Kemudian, ia menjadi penyiar RRI dan TVRI Studio Pusat, Jakarta, mengajar, dan menjabat Direktur Keuangan merangkap Redaktur Pelaksana Majalah Sarinah, Jakarta. Sejak Maret 2001 Korrie menjadi Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi Koran Sendawar Pos. Berbagai karya telah ditulisnya berupa novel, cerpen, puisinovel, cerita anak, dan esai.

Ia juga menerjemahkan sekitar seratus judul buku cerita anak dan puluhan judul cerita pendek dari para cerpenis dunia, seperti Leo TolstoyKnut HamsunAnton ChekovO'Henry, dan Luigi Pirandello. Novelnya, Upacara dan Api Awan Asap, meraih hadiah Sayembara Mengarang Roman Dewan Kesenian Jakarta, 1976 dan 1998. Beberapa cerpen, esai, resensi buku, cerita film, dan karya jurnalistiknya mendapat hadiah dari berbagai sayembara. Beberapa cerita anak yang ditulisnya ada yang mendapat hadiah Yayasan Buku Utama, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, yaitu Cuaca di Atas Gunung dan Lembah, dan Manusia Langit (1997).

Sumber puisi: Buku Antologi Puisi "Arus Sungai Nyuatan" karya Korrie Layun Rampan

Sumber biografi: wikipedia.

Sumber foto: www.pixabay.com (gratis)


0 comments: